Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Seratus Tujuh Belas "TSJC"


__ADS_3

Di lokasi pernikahan semua tamu undangan sudah berdatangan, papa Indra dan papa Bram sibuk menyapa para Mitra bisnis mereka yang berasal dari berbagai negara dan juga dari Jakarta. Sementara Mama Ayu dan Mama Ratna juga sibuk menyapa para istri-istri pengusaha tersebut dengan sangat ramah.


Para alumni SMA Riko juga sudah berkumpul di lokasi. Arman, Anton dan Romi sangat bersemangat menyapa teman alumni mereka karena mereka bisa berkumpul lagi.


Romi juga memperkenalkan Silfa kepada teman-temannya sebagai pacarnya dan Romi mengatakan bahwa setelah acara Riko dia akan menyusul, hal itu membuat teman-temannya tertawa sekaligus mereka juga memberi ucapan selamat kepada Romi.


Disisi lain, Alumni SMA Citra juga berkumpul, Mita, Indah, Vivi dan Kevin terlihat sangat senang bertemu mereka setelah hampir kurang lebih satu tahun mereka tidak bertemu.


"Vin, kamu ngga cemburu. Citra nikah dengan orang lain loh, mana suaminya ganteng lagi." ucap Maya teman sekelas Kevin yang mengetahui perasaan Kevin kepada Citra dan mereka belum mengetahui hubungan Kevin dengan Indah, Maya bermaksud memanas manasi Kevin, tapi tidak terpengaruh.


"Iya Vin, tuh hati masih utuh ngga?" tanya Vino sahabat Kevin.


"Kalian jangan salah paham yah, aku memang pernah jadi pengagum Citra, tapi sekarang udah ngga lagi." ucap Kevin yakin sambil menaik turunkan alisnya.


"Widih,, ciee yang udah move on." celetuk Rere.


"Iya dong." Ketus Kevin bangga.


"Kalau udah kayak gini, berarti sudah ada gantinya dong, kenalin ke kita dong, siapa orangnya?." Ucap Maya lagi.


"Itu sih hal yang gampang, orangnya itu ngga jauh kok dari kalian." ucap Kevin lagi, membuat semuanya penasaran dan menunggu siapa orang yang Kevin maksud, sementara Indah sudah tidak sanggup menahan malunya karena dia belum siap.


"Kenalin, dia orangnya, kalian udah kenal sama dia kan." ucap Kevin sambil mengait pinggang Indah dengan mesra yang membuat semuanya melotot karena terkejut, meskipun seperti itu mereka tetap memberi ucapan selamat kepada mereka dan mereka mendoakan agar hubungan mereka langgeng dan agar mereka segera menyusul Citra kepelaminan dan Kevin memastikan itu karna dia sudah melamar Indah membuat temannya kembali terkejut karena Kevin yang cepat tanggap.


Sekarang pembahasan mereka mengenai topik pasangan, dan semuanya sudah memiliki pasangan kecuali Mita dan Vito, pernyataan Mita dan Vito membuat teman-temannya mengejek mereka dan menyarankan mereka agar jadian saja biar mereka tidak jomblo lagi. Ejekan mereka membuat Vito tersipu malu membuat semuanya tertawa kecuali Mita karena dia merasa malu.


Saat mereka tengah tertawa, tiba-tiba Anton datang lalu meraih tangan Vivi membuat semuanya menatap Vivi heran, lalu Vivi kemudian memperkenalkan Anton kepada teman-temannya, bahwa Anton adalah pacarnya.


"Cie.. Ciee." hanya itu sorakan yang keluar dari mulut mereka lalu Antonpun memperkenalkan dirinya kepada teman-teman Vivi.


Anton kemudian menarik Vivi menuju kearah teman-temannya untuk memperkenalkan Vivi kepada mereka sebagai pacarnya juga.


Semua tamu undangan terlihat bahagia, tanpa terkecuali mempelai pria dan wanita, terlihat diruang tunggu sebelum acara dimulai. Citra dan Riko masih duduk disofa yang sama sambil menunggu panggilan untuk keluar dari ruangan.

__ADS_1


Terlihat ekspersi Citra yang sangat bahagia sekaligus gugup karena ini adalah hal yang pertama kali baginya.


"Santai aja sayang, kamu harus rileks." ucap Riko memberi semangat untuk Citra


Citra berbalik menatap suaminya yang tersenyum canggung kearahnya, Citra merasa heran dengan suaminya tersebut, karena Riko memberinya semangat, sementara dia sendiri kaki dan tangannya gemetaran.


"Ucapan itu cocoknya untuk kak Riko." ketus Citra sambil menggenggam tangan Riko dengan erat.


"Apa aku yang terlihat sangat gugup?" tanya Riko dan Citra mengangguk yakin. Lalu Riko kemudian menarik nafasnya dalam-dalam kemudian mengeluarkannya perlahan untuk merilekskan tubuhnya.


Setelah itu terdengar suara MC yaitu Romi dari luar ruangan yang mengatakan bahwa acara akan dimulai kemudian dia memanggil Citra dan Riko agar memasuki area pernikahan.


Mendengar panggilan Romi membuat Riko langsung berdiri tegap dengan percaya diri sambil melakukan tolak pinggang agar Citra memasukkan tangannya untuk menggandenganya.


Citrapun tersenyum melihat tingkah suaminya, lalu mereka pun berjalan keluar dari ruangan tersebut.


Semua tamu undangan menatap pasutri saat mereka memasuki area pernikahan dengan berjalan diatas karpet merah gaun putih nan Indah yang dikenakan oleh Citra kemudian dipadukan dengan setelan jas yang serba hitam yang dikenakan oleh Riko membuat mereka terlihat sangat serasi.


Riko dan Citra berjalan dengan sambil terus bergandengan menuju podium yang telah disiapkan dan mereka berdiri disamping Romi.


Riko melirik Romi sambil mengerutkan dahinya, karena ini sudah perjanjian mereka berdua, bahwa Riko tidak akan berkata apa-apa.


Mereka berdua berbicara melalui tatapan mata dan ekspresi.


"Ini bukan dari perjanjian kita." arti dari tatapan Riko.


"Mau gimana lagi, itu bukan tugasku sepenuhnya, dan lihatlah para tamu sudah menunggu." arti tatapan Romi penuh dengan kemenangan.


Semua tamu yang melihat mereka merasa bingung, tetapi tidak dengan Anton dan Arman mereka tersenyum geli melihat tingkah antara bos dengan bawahan tersebut yang tidak pernah berubah, selalu saja bertingkah tidak dewasa.


Riko dengan emosi yang hampir meledak akibat ulah Romi, mengambil mikrofon dengan kasar dari tangan Romi dan itu membuat Romi tersenyum senang membuat Riko kesal.


Sebelum berbicara, terlebih dahulu Riko menarik nafasnya lalu membuangnya dengan lembut sambil mengusap dadanya menenangkan dirinya lalu tersenyum canggung ke arah tamu, membuat para tamu juga tersenyum melihat senyuman gugup Riko yang tidak seperti biasanya mereka lihat.

__ADS_1


"Emmmm.. emmmm..." gumam Riko tidak tahu harus mengatakan apa saking gugupnya.


"Langsung saja, emmm, karena MCnya tidak berguna, jadi saya yang mengambil alih acara ini." ucap Riko sambil melirik Romi sinis dan Romi hanya pura-pura tidak melihat Riko.


"Baik, terima kasih kepada kalian semua yang sudah hadir diacara pernikahan saya dan istri saya tercinta." ucap Riko sambil menarik istrinya dan mengait pinggang istrinya.


"Mungkin banyak dari kalian yang belum mengetahui status saya selama 1 tahun terakhir ini. Satu tahun terakhir ini status saya sudah menikah. Kami sudah melakukan ijab qabul terlebih dahulu dengan persiapan seadanya dengan dihadiri oleh Orang tua saya dan orang tua istri saya, yaitu mertua saya, dan juga seorang penghulu yang menikahkan kami." ucap Riko tanpa ragu.


"Dan saya sangat berterima kasih kepada mama papa saya yang sudah menikahkan saya dengan istri saya yang paling cantik ini." ucap Riko lagi, dan Orang tuanya hanya tersenyum mendengar ucapan Riko.


"Ok langsung aja, saya masuk ke intinya biar acaranya segera dimulai dan agar kalian segera menyantap hidangan yang tersedia. k


Karen pasti kalian sudah sangat lapar kan?" ucap Riko bercanda membuat semuanya tertawa dan itu membuat Riko puas.


Riko kemudian mambalik badannya menghadap istrinya dan menatap istrinya sambil menggenggam tangannya, semua tamu kembali fokus kepada mereka.


"Citra." ucap Riko lirih penuh keseriusan.


"Hmm." gumam Citra menjawab Riko.


"Terima kasih sudah hadir dalam hidupku, terima kasih sudah menjadi wanitaku, terima kasih sudah mau menerima segala kekuranganku, terima kasih sudah menjadi istri yang selalu sabar menghadapi sikapku yang egois dan bertingkah seperti anak kecil." ucap Riko tulus membuat semua terharu dan melihat sisi berbeda Riko.


"Terima kasih kamu sudah bertahan dan terus menungguku. Aku minta minta maaf, jika selama ini aku belum menjadi suami yang baik, belum bisa menjadi suami yang peka, dan selalu membuat kamu menangis, maafkan aku." ucap Riko lagi membuat Citra tersenyum dan terharu.


Riko kemudian berlutut didepan Citra, membuat semua tamu alay berteriak mengatakan "uuuhhhh".


Riko masih memegang tangan Citra.


"Aku ingin menjadi suami yang tulus mencintaimu, menjadi suamimu seutuhnya tanpa terikat kontrak sama sekali. Jadilah istriku yang seperti ini selamanya. selalu cantik saat tersenyum dan menjadi ibu dari anakku yang selalu cantik saat dia tersenyum, apakah kamu mau bertahan selamanya seperti itu disisiku?" tanya Riko lalu Citrapun mengangguk yakin.


Riko kemudian memberikan mikrofon kepada Romi, lalu Riko mengambil sebuah kotak cincin disakunya dan mengeluarkan Cincin dari kotak tersebu lalu dia mengarahkan cincin itu kejari manis Citra.


Setelah memasang cincin itu, Riko kemudian mengecup tangan Citra lalu berdiri. Citra yang sudah sangat terharu kemudian memeluk suaminya dengan erat. Setelah beberapa detik mereka berpelukan Riko melepaskan pelukannya lalu menatap Citra dengan tatapan yang dalam.

__ADS_1


"Cium.. Cium.. Cium." teriak para tamu undangan dengan semangat. Lalu Rikopun perlahan-lahan mendekati wajah Citra dan langsung mencium bibir Citra lalu semuanya berteriak senang, ada juga yang bersikap seolah-olah malu dan menutupi matanya.


***


__ADS_2