Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Seratus Sembilan "TSJC"


__ADS_3

Terlihat Kevin dan Indah sangat bersenang-senang di pasar malam menikmati malam minggu mereka.


Setelah Kevin dan Indah puas bermain berbagai wahana permainan, Kevin lalu mengajak Indah naik keatas gedung yang berada tidak jauh dari pasar malam tersebut.


Saat mereka tiba diatas gedung tersebut, Kevinpun meminta izin untuk ke toilet, dan Indah hanya mengangguk. Setelah Kevin pergu Indahpun fokus menatap pemandangan dari atas gedung tersebut dan merasa sangat senang.


Sementara Kevin tidak pergi ketoilet melainkan dia pergi keruangan yang kosong, dan diruangan itu ada sebuah kotak, Kevin kemudian membuka kotak itu yang isinya adalah kue ulang tahun yang sudah Kevin siapkan sebelum mereka tiba ditempat tersebut.


Kevinpun keluar dari ruangan itu dengan kue ditangannya yang lilinnya sudah menyala, Kevin berjalan perlahan-lahan kearah Indah dan melihat Indah masih fokus menatap pemandangan.


"Indah." panggil Kevin saat sudah berdiri disamping Indah, agar Indah berbalik kearahnya dan Indah pun berbalik kearah Kevin.


Saat Indah berbalik, Kevin langsung menyanyikan lagu ulang tahun untuk Indah, Indah merasa sangat senang sekaligus terharu karna Kevin mengetahui ulang tahunnya, padahal Indah tidak pernah memberitahu Kevin.


"Tiup lilinnya sayang." pinta Kevin, lalu Indah pun meniup lilinnya dan Kevin pun tersenyum.


"Yeeee.." Ucap Kevin bersorak, Indahpun menutupi wajahnya dengan telapak tangannya karena sudah sangat terharu dan meneteskan air matanya.


Kevin kemudian meletakkan kue tersebut lalu duduk disamping Indah.


"Kamu kenapa Ndah?" tanya Kevin sambil menyingkirkan tangan Indah agar tidak menutupi wajahnya.

__ADS_1


"Kamu terharu kan?" tanya Kevin lagi saat melihat Indah menangis dan Indah pun mengangguk.


Kevin kemudian menyeka air mata Indah lalu memeluk Indah sambil mengelus kepala Indah dengan lembut.


"Selamat ulang tahun sayang, semoga diumur kamu yang sekarang membuat kamu lebih dewasa lagi dibanding umur kamu yang telah berlalu, dan semoga apa yang kamu semogakan menjadi tercapai." ucap Kevin masih memeluk Indah.


"Amin." gumam Indah dalam pelukan Kevin.


"Kamu tau ulang tahun aku darimana?" tanya Indah penasaran.


"Kamu lupa yah, aku itu ketua osis di sekolah kita dulu, dan sebagian data siswa dan siswi yang terkumpul sama aku, aku tahu." Jelas Kevin.


"Jadi semua data mereka kamu ingat semua, termasuk Citra." ketus Indah.


"Sekarang?" tanya Indah.


"Aku udah ngga inget, karna aku fokus sama ulang tahun kamu." ucap Kevin dan itu membuat Indah tersenyum.


"Kalau begitu hadiah buat aku mana?" ucap Indah menuntut lalu Kvin kemudian merogoh saku jaketnya.


"Tutup mata kamu." pinta Kevin dan Indah hanya menurut.

__ADS_1


"Hadiahnya apaan sih, kok sampai nutup segala, aku makin penasaran." ucap Indah masih menutup matanya.


Kevin kemudian mengeluarkan kotak kecil dari sakunya yang berwarna merah, Kevinpun membuka kotak tersebut sambil mengarahkan kearah Indah.


"Sekarang buka mata kamu." pinta Kevin, lalu perlahan-lahan Indah membuka matanya dan terkejut saat melihat kotak didepannya yang berisi cincin, Kevin kemudian mengeluarkan cincin tersebut dari kotak itu lalu meraih tangan Indah dan memasangnya dijari manis Indah.


"Indah, kamu mau ngga nikah sama aku." ucap Kevin menatap Indah dengan serius.


"Tapi Vin, kita masih kuliah, kamu yakin dengan keputusan kamu?" tanya Indah juga serius dan Kevin mengangguk dengan serius.


"Keputusan aku udah bulat Ndah, aku mau menjalani hubungan yang lebih serius lagi sama kamu, aku yakin dengan perasaan aku ke kamu dan aku yakin dengan perasaan kamu ke aku. Aku janji sama kamu Ndah, aku ngga akan mengecewakan kamu, aku akan membahagiakan kamu sebagai seorang laki-laki." ucap Kevin dengan penuh keyakinan lalu Indahpun mengangguk tanpa ragu.


Melihat respon Indah membuat Kevin tersenyum lebar dan langsung memeluk Indah dengan erat.


"Makasih, kamu udah percaya sama aku ndah, aku sayang kamu. Aku minta maaf selama ini aku sangat terlambat melangkah ke arah kamu dan aku malah melangkah kearah yang salah." ucap Kevin penuh haru.


"Vin, aku ngga sia-sia selalu nungguin kamu, aku sempat menyerah, tapi hati aku terus menguatkan aku untuk selalu yakin dan nungguin kamu." ucap Indah juga penuh haru. Kevin melepaskan pelukannya lalu menatap Indah yang sudah menangis, Kevin kembali mengusap air mata Indah lalu perlahan lahan mendekati wajah Indah untuk menciumnya.


***


Setelah berhubungan badan, merekapun tertidur, karena kelelahan akibat pertempuran tadi. Tiba-tiba ponsel Riko berdering dan itu mengejutkan Riko.

__ADS_1


Riko kemudian bangkit dari tempat tidurnya, lalu memakai celana pendeknya, setelah itu Rikopun berjalan kearah meja rias, dimana tempat ponselnya berdering.


"Halo." ucap Riko dengan suara seraknya khas bangun tidur, sambil berjalan keluar dari kamar meninggalkan Citra, karna Riko tidak ingin menggaggu tidur istrinya, Riko berjalan menuju ruang kerjanya.


__ADS_2