
Next hari ke-2 di Korea
Pagi hari Citra duduk di area sungai han, Citra melihat pemandangan di sekitarnya banyak yang sedang joging dan bersepeda.
Meskipun pemandangannya sangat indah tapi Citra terlihat bete dan terlihat tidak menikmatinya, karna janji Riko akan memperlihatkan pemandangan sungai han di malam hari bukan di pagi hari.
"Lain kali aku akan bawa kamu ke tempat ini malam hari." bujuk Riko agar Citra tidak bete lagi.
Citra tidak merespon Riko, dia masih terlihat cemberut.
"Ya udah, daripada kita disini, mending kita naik sepeda biar sehat." bujuk Riko lagi.
"Ngga mau, aku lagi mager." ketus Citra menolak.
Riko sudah kehabisan akal harus membujuk Citra kayak gimana lagi, tiba-tiba dia memikirkan ide cemerlang.
"Gimana kalau kita makan ice cream." bujuk Riko lagi.
Mata Citra terlihat berbinar saat Riko menawarinya ice Cream, tapi dia tidak mau secepat itu terbujuk dengan rayuan Riko, dia masih tetap memperlihatkan wajah juteknya.
"Ya udah terserah kamu, kalau kamu mau duduk disini sampai matahari menyengat kamu, terserah, aku akan pergi sendiri." ucap Riko kesal lalu meninggalkan Citra.
Citra yang sudah tidak punya pilihan lain, diapun mengejar Riko.
"Tungguin." teriak Citra berlari mengejar Riko.
Next...
Riko dan Citra masuk ke dalam kafe.
Mereka kemudian duduk, Citra menunggu Riko untuk memesan ice cream, tapi Riko sibuk dengan ponselnya.
Citra masih sabar menunggu Riko yang masih sibuk dengan ponselnya, karna Riko sedang bertukar pesan dengan temannya.
Tidak lama kemudian seorang pria tampan dan terlihat kaya masuk ke dalam cafe lalu menghampiri mereka.
Pria itu langsung menyapa Riko, Riko terlihat senang dan langsung memeluknya dan mempersilahkannya duduk.
Riko terus berbincang santai saling menanyakan kabar dengan menggunakan bahasa korea.
Citra terus memperhatikan mereka, Citra tidak tau berbahasa korea tapi dia tau sedikit arti dari perkataan mereka, efek dari dia nonton drama korea.
"Jadi dia teman kak Riko." batin Citra terus menatap orang itu.
Pria itu menatap ke arah Citra lalu menyapanya dengan hangat dan tersenyum ke arah Citra, Citra membalas senyuman Pria itu.
Mereka berbicara banyak hal, Citra hanya menjadi pendengar saja. Citra kemudian merasa bosan mendengar mereka, kepalanya mulai pusing, karena mereka berbicara menggunakan bahasa korea, otak Citra sudah tidak mampu mentranslite perkataan mereka. Citra butuh asupan untuk mendinginkan otaknya.
"Rik, pesenin ice cream." rengek Citra sambil menarik-narik lengan baju Riko.
Dari tadi Citra sudah sangat ngiler dengan ice cream yang di makan sama orang-orang di sekitarnya.
__ADS_1
"Tunggu bentar yah." bujuk Riko lalu menurunkan tangan Citra dari pakaiannya.
Citra kemudian membuang nafasnya kasar mencoba bersabar.
Pria itu bertanya ke Riko tentang apa yang diinginkan Citra dengan menggunakan bahasa korea, dan Riko hanya mengatakan dia ingin ice cream, lalu mereka kembali mengobrol.
Citra kemudian menopang dagunya sambil menatap orang yang lalu lalang membawa ice cream membuat dia menelan ludah. Akhirnya dia memutuskan untuk memesannya sendiri.
Citra berjalan menuju kasir untuk memesan ice creamnya sendiri.
"Mau pesan apa?" tanya pelayan itu menggunakan bahasa korea.
Citra mengerti apa yang pelayan itu katakan.
"Ice Cream." ucap Citra kemudian menunjuk ke arah papan menu.
Pelayan itu kembali bertanya rasa apa?.
"Chocolate." ucap Citra.
Citra kemudian memesan porsi jumbo dengan mengatakan "Big" lalu menggambarkan porsi jumbo dengan membuat lingkaran. Pelayan itu mengangguk mengerti membuat Citra tersenyum.
"Susah banget sih, cuma mesan doang." gumam Citra sambil menunggu pesanannya.
Tidak lama kemudian pesanannya pun tiba, setelah membayar Citra kemudian berbalik. Tiba-tiba seseorang menabraknya dan membuat ice creamnya terjatuh.
"Ahh,, ice creamku.. ice creamku." rengek Citra berjongkok melihat ice creamnya yang tumpah.
"Minta maaf memang enak." gerutu Citra.
"Kamu orang Indonesia?" tanya orang itu karna dia fikir Citra bukan orang Indonesia makanya dia meminta maaf menggunakan bahasa Inggris.
Citra hanya mengangguk mendengar pertanyaan orang itu.
"Aku akan ganti ice cream kamu." ucap orang itu lalu memesan ice cream untuk Citra dengan porsi yang sama.
Setelah pesanannya selesai Citra kemudian berterima kasih, lalu hendak kembali ke tempat duduknya, tapi dia melihat Riko masih asyik berbicara dengan temannya itu.
"Ngapain aku kesana, yang ada nanti aku dikacangin." gerutu Citra lalu duduk di bangku kosong tidak terlalu jauh dari Riko.
Citra menikmati ice creamnya, tiba-tiba orang yang menabraknya tadi duduk di depan Citra.
Citra menatapnya heran dan orang itu hanya tersenyum.
"Kok kamu duduk disini?" tanya Citra heran.
"Ngga boleh yah." ucap orang itu sedikit kecewa.
"Ehh boleh kok." ucap Citra sedikit canggung lalu memakan ice creamnya.
"Dion, namaku Dion." ucap orang itu tiba-tiba mengulurkan tangannya memperkenalkan diri.
__ADS_1
Citra dengan canggung meraih tangan orang tersebut.
"Citra." ucap Citra lalu tersenyum ramah.
*****
Riko kemudian menyadari bahwa Citra tidak ada.
"Tuh anak kemana sih." gumam Riko menatap kursi Citra.
Temannya mengerti Riko sedang mencari Citra, dia kemudian memperlihatkan Citra kepada Riko dengan menunjuk Citra menggunakan dagunya.
Riko menatap ke arah yang ditunjuk temannya, Riko melihat Citra sedang asyik ngobrol dengan Dion orang yang baru dia kenal sambil sesekali tertawa.
Temannya menatap ekspresi Riko lalu tersenyum, tiba-tiba ponselnya berbunyi tanda pesan, dia kemudian mengecek ponselnya.
"Rik, gue masih ada kerjaan, gue harus kembali ke kantor." ucap orang itu kepada Riko menggunakan bahasa korea.
"Oh gitu yah, ya udah, makasih yah lo udah luangin waktu lo untuk temuin gue." ucap Riko.
"Santailah Rik, kita temen, yah udah gue duluan." ucap Teman Riko lalu hendak pergi.
"Jagain bini lo, jangan sampai di ambil orang." ucapnya menggoda Riko sambil melirik Citra.
Riko hanya tersenyum paksa, temannya pun tersenyum melihat tingkah aneh Riko yang tidak seperti yang dia kenal. Dia kemudian menepuk pundak Riko lalu pergi.
Riko kemudian berjalan menuju kasir untuk memesan kopi, Riko berjalan sambil menatap tajam ke arah Citra dan Dion. Dion yang melihat Riko menatapnya tajam merasa heran sementara Citra tidak melihat Riko dia sibuk memakan ice creamnya.
Setelah memesan kopi, Riko masih berdiri di depan kasir menunggu pesanannya, sambil terus menatap Dion. Dion semakin tidak fokus karna tatapan Riko.
Citra merasa ada yang aneh dengan gerak gerik Dion.
"Kak Dion kenapa?" tanya Citra penasaran.
"Orang itu dari tadi menatap aku dengan tatapan yang menakutkan Cit." ucap Dion menunjuk Riko.
Citra melihat ke arah yang Dion maksud, Citra tersedak ice creamnya saat melihat tatapan dingin Riko berjalan ke arahnya.
Riko kemudian duduk di samping Citra membuat Dion semakin heran.
"Kamu kenal orang ini Cit?" tanya Dion penasaran.
"Ngga." ketus Citra tanpa rasa bersalah.
Riko yang mendengar perkataan Citra merasa kesal, dia kemudian berdiri dan menatap Citra tajam, tapi Citra pura-pura tidak perduli. Dia kemudian berbalik menatap Dion, Dion menaikkan alisnya sebelah menatap Riko bingunh.
"Biayain ongkos dia pulang ke Indonesia." ketus Riko kesal lalu meninggalkan Citra, Riko mempercepat langkahnya keluar dari kafe.
Citra yang terkejut dengan perkataan Riko, segera berlari mengejar Riko tanpa memperdulikan Dion.
Dion hanya mengerutkan keningnya melihat tingkah mereka berdua, menurut Dion mereka adalah orang baru yang paling aneh yang pernah dia temui.
__ADS_1