Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
370


__ADS_3

Disebuah rumah seorang wanita terlihat lesu,hari ini Histi kurang enak badan.


Wanita itu mengaduh sakit seluruh tubuh,Serkan yang menjadi suaminya terlihat begitu khawatir.


" Makanya kalo dibilangin suami itu nurut ! jangan melawan !" Gerutu Serkan sambil mengurut kaki Histi.


" Iya " jawab Histi mengkrucut.


" Aku bikin peraturan buat kamu itu harusnya ditaati bukan dilanggar !" Lanjut Serkan.


" Harusnya kamu gak bikin peraturan Yank,karna peraturan itu ada untuk dilanggar !" Jawab Histi.


" Siapa bilang ?" tanya Serkan kesal.


" Aku " Jawab Histi lirih.


" Haistt..


" Aaaaa " pekik Histi kaget saat kaki nya dicubit pria itu.


" Atit Yank kamu kdrt !" Tuduh Histi mengusap kakinya.


" Jadi istri itu mesti nurut sama suami,ini suami ngomong sepatah kamu jawab 10 patah,kualat kamu sama aku !" Kata Serkan kesal..


Histi diam dengan bibir mengkrucut,ia tak berani angkat bicara jika Serkan mulai mengeluarkan suara tegasnya.


" Denger gak nih kuping !" Kata Serkan menjewer telinga Histi.


" Iya dengar Pak Dokter " Jawab Histi melemah.


" Besok nyangkul lagi yang banyak,bawa semua karung dibelakang !" Kata Serkan menyindir.


" Hehe boleh ya ?" tanya Histi cengengesan.


" Ehhhh !" Pekik Serkan melotot.


" Iya bercanda atuh yank " Kata Histi menampar gemas bahu lelaki itu.


Serkan mendengus kesal,pria itu terpaksa izin bekerja hari ini karna harus mengurus istrinya yang banyak tingkah.


Histi yang sangat licik tidak akan pernah menyianyiakan kesempatan 24 jam bersama suaminya.


" Yank,haus " Rengek Histi manja.


" Nanti " Jawab Serkan datar.


" Anak kamu yang minta " Kata Histi memelas.


Serkan melirik perut perempuan itu dalam,Histi mengusap perut buncitnya penuh dengan tipu daya.


Pria dingin itu pun bangun dan berjalan kedapur.


" Yes " Pekik Histi penuh semangat.


" Hm minta apa lagi ya ??" gumam Histi mulai merancang keinginan.


Tak lama Serkan pun kembali lagi dengan secangkir besar minuman lengkap dengan tutupnya.


" Nih minum yang banyak biar anak aku gak kehausan !" Kata Serkan menyodorkan air tersebut.


" Makasih Papa " Jawab Histi meniru suara anak kecil.


Serkan mengangguk dan duduk tenang.


Histi dengan gaya lebaynya mulai minum seraya melirik lelaki itu.


" Udah Yank " Jawab Histi mengembalikan cangkir.


Serkan menerima dan menaruh sedikit jauh dari mereka.


Histi diam memperhatikan hingga perutnya terasa lapar.

__ADS_1


" Yank " Panggil Histi pelan


" Hm " Jawab Serkan membaca berkas dari tas kerja.


" Mau makan " Ucap Histi menggaruk kepala.


" Ya makan aja " Jawab Serkan.


" Gak mau nasi yank " Rengek Histi.


" Terus kamu mau apa ?" tanya Serkan mendongak.


" Hm mau nya sih ciki tapi karna gak ada disini jadi aku minta goreng gandum pake gula " jawab Histi.


" Hah goreng gandum ?" tanya Serkan kaget.


" Iya Yank,kayak yang di kasih Mba Tuti itu loh Yank,enak " Jawab Histi menebalkan bibirnya.


" Aku gak bisa bikin " Kata Serkan ngeri.


" Ihh harus bisa Yank,ini permintaan anak mu loh dia yang lapar " Kata Histi kekeh.


" Kamu bilangin lah sama dia,Papa gak bisa " Kata Serkan membujuk.


" Dia gak mau Yank,aduhhh sakitt " Kata Histi pura2 meringis.


" Yank kamu kenapa ?" tanya Serkan panik.


" Dia merajuk Yank tendang aku " Jawab Histi terus meringis.


" Masa sih Yank,bukannya baru seumur jagung ya masa udah bisa nendang " Kata Serkan bingung.


" Kamu gak percaya sama aku ?" tanya Histi berubah garang.


" Ya biasanya kalo nendang itu umurnya 6 bulan ke atas Yank janinnya gede " Jawab Serkan.


" Ck ya udah gak usah dibikinin,biar ntar Mak sama anaknya nces sejalan2 " Kata Histi kesal


" Ya bisa aja dong,kalo emaknya nces pasti anaknya nurun " jawab Histi mengancam.


Glek...


Serkan menelan ludah kasar,mental pria itu mulai ditempa.


Serkan merasa ada benarnya juga ucapan Histi meski kenyataannya wanita itu asal bicara.


" Ya udah aku coba bikin " Kata Serkan mengalah.


" Nah gitu dong,jadi calon Papa itu harus tahan banting apalagi sama istri yang mengandung dengan susah payah dan penuh perjuangan " Kata Histi panjang lebar.


" Gak usah drama,cepetan ikut aku " Balas Serkan memutar mata malas.


Histi tersenyum geli dengan anggukan kecil.


Keduanya pun berjalan menuju dapur.


Kini dirumah sederhana pasangan itu sudah disediakan kompor gas oleh Bara waktu datang berkunjung.


Mereka harus irit menggunakan gas karna tak ada tempat pangkolan gas disana.


Histi pun kini mulai terbiasa masak dengan api tungku atau kompor minyak tanah yang sudah tersedia dirumahnya.


" Mumpung kamu banyak dapat madu dari hasil palakan jadi gak usah pake gula ya " Kata Serkan datar.


" Terserah yang penting manis " jawab Histi tenang.


Serkan mengangguk,pria itu pun mulai mengambil tepung yang sudah jadi di tempat tertutup,Histi menyiapkan bahan2.


Wanita itu merasa tak tega jika harus membiarkan Serkan melakukan semuanya sendirian.


" Yankkk minyaknya mana ?" Tanya Serkan mondar mandir mencari minyak goreng.

__ADS_1


Histi yang sedang mengupas buah kesukaannya menghela nafas panjang sebelum menjawab.


" Ada disamping garam " Jawab Histi datar.


" Gak ada Yank " Jawab Serkan.


" Ada liat dulu " Balas Histi.


Serkan kembali mencari dengan seksama seraya menyingkap2 lemari.


" Gak ada Yank " pekik Serkan lagi.


Histi melepas pisau buahnya kesal dan berjalan mendekati lelaki itu.


" Gak ada " kata Serkan bercucuran berkeringat.


Histi menyelisik dapurnya dan menemukan apa yang dicari lelaki itu.


" Ini apa,minyak rambut ?" tanya Histi menunjuk benda tepat didepan kuali.


Serkan menoleh dan terbelalak.


" Kok ada disitu Yank ?" Tanya Serkan bingung.


" Ya emang disini Yank " jawab Histi gemas.


" Tadi kamu bilangnya disamping garam " Balas Serkan.


" Sekarang garamnya mana ?" tanya Histi berkacak pinggang.


Serkan memutar matanya hingga menemukan garam berada ditangan sebelah kiri.


" Hehehe " Jawab Serkan cengengesan.


" Suka banget sih bikin aku darah tinggi " Kata Histi gemas.


" Maaf Yank,aku gak ngeh " balas Serkan menunduk.


" Cepetan,anak kamu dah demo,nanti dia riquest pizza botak kepala mu bikinin nya " Kata Histi berjalan menjauh.


" Jangan dong Yankkk " Rengek Serkan memelas.


Histi terus berjalan dengan senyum geli berhasil menjahili Serkan.


Serkan pun mulai menyelisik satu persatu alat tempurnya hari ini.


Sudah lama sekali pria itu tak masak,sejak menikah dengan Histi,Serkan bagaikan raja diperlakukan dengan sangat istimewa,tapi sejak Histi hamil ia bukan hanya berstatus sebagai suami tapi pesuruh wanita itu.


Histi mengangkat sebelah kakinya memperhatikan gerak gerik sang suami didepan kompor seraya menikmati mangga muda dengan cecel garam cabai.


" Uhh segernya " Gumam Histi merasa kecut bercampur asin yang menjadikannya manis.


Wanita itu tak banyak berubah,Histi masih sepertinya yang dulu walaupun kadang moodnya berantakan tak kenal waktu.


Hampir menunggu 1 jam,beberapa helai goreng gandum pun tersajikan.


" Ini Yank pancake nya " Kata Serkan dengan bangga mempersembahkan hasil karyanya.


" hahaha pancake ala kampung " Jawab Histi tertawa.


" Iya,alami Yank,di kota kita jarang makan beginian " Balas Serkan mencomot sedikit,menuangkan madu dan menyuapi istrinya.


" Hmn enak " Jawab Histi mengunyah pemberian suaminya.


" Maaf ya sayang,Papa belum bisa buatin kamu pancake beneran,nanti minta Mama yang bikin ya " Kata Serkan mengusap perut Histi.


" Hm " Jawab Histi memutar mata malas.


Serkan tertawa renyah dan ikut makan menemani istrinya.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2