
Hari pertama Restu bekerja semua berjalan dengan lancar,lelaki itu terlihat sangat bahagia bisa memasuki sebuah kantor yang sangat besar dan megah dipenuhi ac ruangan.
Pria dengan kemeja hitam itu menundukkan kepala saat bertemu dengan karyawan lain yang melihat kearahnya.
" Pegawai baru ya ?" Tanya seorang pria menegur.
" Eh iya Pak " Jawab Restu sopan.
" Kamu bagian apa ?" tanya lelaki itu lagi.
" Hm kata mba yang didepan tadi bilangnya bagian gudang Pak,tapi saya belum ketemu sama kepala gudangnya " Jawab Restu.
" Oh kamu tinggal masuk aja keruangan sana,nanti ada yang nungguin,namanya Pak Suto " ucap lelaki tadi ramah.
" Kesana ?" tanya Restu menunjuk ruangan.
" Iya " jawab lelaki itu mengangguk.
" Baiklah Pak terima kasih banyak " Ucap Restu ramah.
" Sama2 " jawab lelaki itu ikut ramah.
Restu pun berpamitan pergi menuju ruangan,sesampainya disana ia melihat seorang lelaki sedang sibuk dengan laptop,keduanya pun bersapa ria,Restu dengan semangat mengenalkan diri nya.
" ikut saya " ucap lelaki dengan setelan biru.
Restu mengangguk,mereka berjalan menyusuri lorong dan masuk keruangan Hrd.
Disanalah Restu benar2 diterima kerja dan dijelaskan apa saja yang harus lelaki itu lakukan.
Restu mulai turun lapangan,lelaki itu bertekad akan memberikan yang terbaik demi keluarga kecilnya yang setia menunggu.
Restu ingin merubah hidup,lelaki itu kasihan kepada anaknya jika ia tak bekerja keras.
Dilantai atas seorang pria tua menatap nanar jendela kaca yang begitu membentang didepan mata.
Pikiran Zaki melayang jauh,mendengar kabar Samuel semakin parah membuat lelaki itu terpuruk.
Ia begitu takut kehilangan cucu lelakinya yang merupakan pewaris tahta.
" Apa yang sebenarnya aku cari ? " Gumam Zaki bingung.
Harta 7 keturunan sudah ia dapatkan,kebahagiaan uang dan segala tetekbengeknya pun sudah didapatkan,tapi Zaki merasa masih ada yang belum terlaksana dan itu semua ada didiri sang cucu.
Drt drt drt...
Telfon berdering,lelaki dengan kaca mata bening itu tersentak dan menoleh kebelakang.
" Ya ada apa ?" tanya Zaki tenang.
"..... "
" Rumah sakit ?" Ulang Zaki kaget.
"......."
" Baiklah "
Tut.
Panggilan terputus,Zaki langsung berjalan cepat keluar dari ruangannya tanpa basa basi.
Sesampainya dilokasi lelaki itu terdiam saat maniknya melihat semua orang berkumpul.
" Papa " Ucap Lutfia menangis melihat Zaki.
" Ada apa ini ?" tanya Zaki bingung.
Lelaki itu maju kedepan dan terkejut melihat Samuel memeluk seorang wanita bersama bayinya.
" Winda " Ucap Zaki terbelakak.
" Hiks hiks " Winda menoleh dan menangis melihat lelaki tua itu.
__ADS_1
" Aku mohon jangan pergi lagi " Ucap Samuel lirih tak melepaskan pelukannya.
" Lepaskan aku Sam " Ucap Winda memohon.
Zaki mendekat dan berdiri diantara keduanya,Pony dan Tania menangis pilu dipojok ruangan melihat Samuel yang begitu hancur.
" Sam " panggil Zaki nanar.
" Kek Winda kembali,istri ku kembali Kek " Ucap Samuel melihat Zaki.
" hiks hiks Papa " Rengek Nur mulai ketakutan.
" Aku bukan istri mu Sam " Balas Winda sangat sedih.
" Sam,tenang Nak " Ucap Rafael lembut.
Samuel menggeleng dan tetap memeluk Winda dengan erat.
" Apa ini ? apa yang terjadi ?" tanya Zaki heran.
Rafael menghela nafas dan melihat Pony yang masih menangis.
" Jelaskan " Pinta Zaki tenang.
Rafael mengangguk,lelaki itu pun mulai menjelaskan apa yang terjadi.
Flashback On.
Disebuah rumah seorang wanita sedang bercocok tanam ditaman depan.
Winda menanam berbagai bibit sayuran neneknya yang menganggur.
Karna sudah punya basic berkebun jadi Winda memutuskan menghabiskan waktu disana agar nanti bisa memetik hasil.
Sedang asiknya menganjak anaknya bertani,sebuah mobil tiba2 berhenti didepan pagar.
Winda menoleh dan terbelalak saat mengenali siapa yang keluar.
" Nenek " Ucap Winda dengan mata melotot.
Keduanya berhadapan dengan wajah yang sulit dimengerti.
" Kau kembali " Ucap Pony tenang.
Winda mengangguk pelan.
" Ini siapa ?" Tanya Pony menunjuk Nur.
" Anak saya " jawab Winda tenang.
" Anak ? kau menikah lagi ?" tanya Pony kaget.
" Hm " Jawab Winda jujur.
" Baiklah,bisa kita bicara ?" Tanya Pony berusaha tenang.
" Ada apa ?" Tanya Winda mulai malas.
" Samuel sakit keras " Jawab Pony.
" Itu bukan urusan ku " Jawab Winda pelan.
" Ya itu memang bukan urusan mu,tapi kali ini saya meminta bantuan " Kata Pony menghela nafas panjang.
" Tak ada yang bisa saya bantu,saya tidak ada lagi sangkut paut dengan cucu kalian " Balas Winda.
" Jangan membencinya " Ucap Pony tegas.
" Aku tidak membenci siapa pun " Balas Winda.
" Aku cukup tau diri akan diri ku " Lanjut Winda.
" ikut dengan saya kita kerumah sakit "
__ADS_1
" Untuk apa ?" tanya Winda mengernyit.
" Samuel hanya ingin melihat mu sekali saja,tolong kabulkan " Jawab Pony mengepalkan tangan.
Deg...
Jantung Winda berdetak mendengar kata wanita itu.
" Apa dia benar2 sakit ?" Batin Winda khawatir.
" Dia sampai sekarang masih dengan 1 ginjal,kondisinya sangat buruk dan....
" Kenapa kalian tidak mencari ginjal baru ?" Potong Winda cepat.
" Dia tidak mau " Balas Pony.
" Kalian benar2 ingin membuatnya mati ?" Tanya Winda emosi.
Pony diam tak menjawab.
" Kalian tak punya perasaan !" Cibir Winda geram.
" Ikutlah dengan ku dan hibur Samuel " Ucap Pony.
" Itu akan menambah kesakitannya " Gumam Winda menunduk.
" Winda,saya mohon " Pinta Pony memelas.
Winda diam,wanita itu terlihat kesal dengan orang tua didepannya bagaimana tidak di keadaan yang genting,Pony masih memikirkan ego yang tinggi.
" Bawa serta anak mu agar Samuel sadar kau bukan miliknya lagi " Ucap Pony tanpa perasaan.
Winda menghela nafas dan melihat kearah Nur yang hanya diam memainkan rumput.
Wanita muda itu pun setuju dan mau menemui Samuel.
Sesampainya dirumah sakit,Winda hampir pingsan saat menatap mantan suaminya tergolek tak berdaya diatas brangkar.
" Sam " Ucap Winda bergetar.
Samuel yang sedang memejamkan mata tersentak dengan nada lembut yang memanggil dirinya.
Perlahan manik lelaki itu bergerak dan membuka mata.
" Winda " Lirih Samuel sayu.
" Sam " Ucap Winda mulai menangis.
" apa itu kamu ?" Tanya Samuel mencoba mengangkat tangannya.
Winda mendekat,disana hanya ada mereka berdua karna yang lainnya melihat dari kaca transparan,bahkan Nur juga di gendong oleh Lutfia yang memang sudah menunggu.
" Kenapa kamu jadi begini Sam ?" tanya Winda terus menangis.
Samuel tersenyum,tanpa sadar air mata lelaki itu menetes dari ujung maniknya.
" Sayang " Panggil Samuel tersenyum kecil.
Saat keduanya bertatapan,Samuel menyentuh wajah Winda dengan tatapan haru.
" Kamu kembali " Ucap Samuel menangis.
Winda memejamkan mata dengan tetasan yang henti keluar.
Sungguh hancur hati wanita itu melihat mantan suaminya tergolek lemah dengan jarum menusuk tangan dan wajah tampan yang tak berubah.
" Aku merindukan kamu sayang " Ucap Samuel memegang Winda erat.
" Sam hiks hiks " Winda langsung memeluk lelaki itu dengan erat seraya menangis terisak.
Diluar ruangan kedua adik Samuel tak bisa menghalau air mata mereka,secara bersamaan Rafael pun datang dan tak menyangka Winda sudah bertemu dengan sang putra.
Flashback Off.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.