
Next..
Pagi hari Riko terlihat sibuk di dapur membuat sarapan untuk Citra dan dia.
Karna Citra sedang hamil, jadi Riko harus jadi suami yang ekstra memperhatikan istrinya terutama makanan istrinya, Riko mempelajari semua itu dari youtube dan google pastinya, hehe karna sebentar lagi dia akan jadi papa muda.
Setelah membuat sarapan, Riko kemudian mempersiapkannya di meja.
Saat dia sedang mempersiapkan makanan itu di meja, tiba-tiba Citra datang dan memeluknya dari belakang.
"Selamat pagi kak." ucap Citra dengan nada manja sambil memeluk Riko dari belakang dan menyandarkan kepalanya di pundak Riko.
"Pagi sayang." balas Riko lalu melepaskan pelukan Citra dan menyuruhnya duduk untuk sarapan.
"Wahhh, ini kak Riko yang buat,, kelihatannya enak banget." ucap Citra sambil duduk dan menatap sarapan yang sudah di siapkan suami tercinta.
Riko merasa puas, karena usahanya dihargai oleh Citra.
"Makanan sehat untuk istri dan anakku. Ucap Riko memperkenalkan makanannya, Citrapun tersenyum "Ya udah sekarang kamu makan." pinta Riko lalu duduk di depan Citra.
Citra pun memakan sarapannya dengan bahagia, Riko kemudian melihat Citra yang sudah rapi.
"Kamu mau kemana sayang, kok rapi banget?" tanya Riko.
"Aku mau ke kampus kak, sudah lama aku ngga ke kampus, aku kangen sama teman-teman aku." ucap Citra tidak sabar.
"Memangnya kamu sudah bisa?" tanya Riko.
"Iya kak, aku bisa kok,, akan janji akan hatu-hati." ucap Citra.
"Ya udah,, aku izinin, tapi kalau kamu merasa ngga enak badan atau pusing kamu harus ke ruang perawatan, disana ada Luna yang akan merawat kamu." saran Riko.
"Iya kak,," jawab Citra antusias
"Ya udah kamu habisin sarapan kamu, habis itu aku anter kamu ke kampus, soalnya hari ini aku mau ke kantor." ucap Riko lagi, lalu hendak menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya.
__ADS_1
"Kak Riko,, setelah sarapan,kita ke rumah mama yah, habis itu ke kampus." pinta Citra kepada suaminya yang hendak pergi.
"Kamu mau ngapain kesana sayang? Jarak rumah mama dari sini sangat jauh, nanti kamu kelelahan kalau harus pulang balik kesana." ucap Riko bingung.
"Barang-barang kita kan masih disana kak, terus oleh-oleh yang aku beliin untuk teman-teman aku semuanya disana." ucap Citra lagi.
"Oohh itu, kamu tenang aja, aku udah suruh pak Cecep untuk anterin barang kita kesini. jadi nanti kalau misalnya kamu mau memberikan teman kamu oleh-olehnya, panggil mereka kesini aja." saran Riko sambil mengelus pipi Citra dengan lembut, lalu meninggalkannya menuju kamar.
Sementara Citra menghabiskan sarapannya dengan lahap.
******
Riko mengantar Citra sampai depan gerbang, semua mahasiswa yang berjalan kaki masuk gerbang menatap mobil Riko dan wanita yang berada di dalam mobil Riko.
"Kenapa kak Riko nurunin aku disini, bukan di tempat yang biasa, liat kan semua orang menatap aku." ucap Citra merasa risih karna semuanya meliriknya.
Mahasiswa yang setingkat maupun di bawah tingkat Riko, yang mengenal sifat Riko, merasa heran, karna Riko tiba-tiba datang ke kampus dengan seorang wanita di sampingnya, karna yang mereka tau Riko anti dengan wanita. Makanya mereka yang lewat berdua atau bertiga, semuanya berbisik sambil melirik ke arah mereka.
"Udah kamu ngga usah perduliin mereka,, aku ngga mungkin nurunin kamu di tempat biasa, kamu istri aku dan sekarang kamu lagi hamil, masa kamu harus jalan lagi, apa perlu aku anterin kamu sampai depan gedung kamu." ucap Riko lalu turun dari mobil dan membukakan Citra pintu.
Citra sebenarnya merasa canggung dengan perlakuan Riko, tapi karna dia melihat Riko biasa saja, akhirnya diapun menjadi biasa juga dengan tatapan yang tertuju kepada mereka dan cuek.
Sementara Doni, Anton dan Arman yang juga berjalan masuk kampus menatap Riko yang sedang berbicara dengan Citra sambil sesekali Riko mengelus pucuk kepala Citra.
"Kenapa Riko sama Citra?" gerutu Anton saat melihat mereka begitu dekat.
"Ya itu Istrinya lah." ketus Doni.
"Kenapa lo berfikiran kalau Citra istri Riko?" tanya Anton lagi.
"Ya lo kan udah tau kalau Riko udah nikah, ngga mungkin dong hari ini yang Riko temenin adiknya, yah pasti itu istrinya lah." ketus Doni lagi dan Anton merasa sedih.
"Jadi, waktu dia datang ke gue, berguru untuk melakukan itu,, ternyata dia prakteknya ke Citra." gumam Arman kecewa.
"Maksud lo apaan sih?" tanya Doni bingung.
Arman dan Anton kemudian berjalan ke arah Riko dan Citra, untuk memastikan prasangka mereka, sementara Doni yang juga penasaran lun mengikuti mereka.
__ADS_1
"Jadi dia tempat praktek lo." ucap Arman tiba-tiba.
Citra dan Riko terkejut dengan kedatangan mereka, terutama Riko yang sudah sangat malu mendengar pernyataan Arman.
"Jadi dia istri lo Rik?" tanya Anton dengan nada kecewa sambil menatap Citra.
Riko yang melihat Anton menatap istrinya, kemudian menutup mata Anton.
"Jawab gue Rik,, ucap Arman dan Anton bersamaan meminta penjelasan, sementara Citra bingung dengan mereka.
"Ok gue jelasin, tapi lo jangan tatap Citra kayak gitu, gue colok mata lo berdua tau rasa." ketus Riko dan Doni tertawa mendengar perkataan Riko.
"Lo perlu bantuan Rik, gue bantuin deh colok mata mereka." tawar Doni.
"Ok, kalian kan udah tau kalau gue udah nikah, dan kalian juga udah tau nama dia kan,, ucap Riko menunjuk Citra.
"Sekarang gue perjelas, Citra istri gue. Dan lo Man, iya lo bener gue berguru dengan lo untuk praktek ke Citra dan sekarang sudah ada hasilnya." jelas Riko sambil mengelus perut Citra.
Anton, Arman dan Doni langsung melotot ke arah perut Citra yang sedang Riko elus, Citra merasa risih dengan tatapan itu segera menurunkan tangan Riko.
"Citra hamil Rik?" tanya Doni memastikan dan Riko mengangguk.
"Huwaaaaaaaaaaa.... Anton dan Arman seketika akting menangis sambil berpelukan, karna mereka sudah tidak ada peluang lagi untuk mendekati Citra.
Riko dan Doni hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka yang seperti anak kecil, sementara Citra merasa risih melihat mereka berpelukan.
Rikopun menyadari bahwa hari ini dia harus ke kantor untuk bertemu dengan pak Aaric.
Riko pun berpamitan dengan istrinya sambil mengecup kening istrinya lembut, sementara Doni yang melihat tindakan Riko memalingkan wajahnya, karna tidak sanggup melihat mereka.
Sementara Arman dan Anton semakin mempererat pelukan mereka dan menangis keras.
"Don, gue minta tolong, lo jangain Citra yah,, tapi lo jangan modusin bini gue lu.." ucap Riki sambil menodongkan tinjunya ke arah Doni.
"Iye gue paham, gue ngga mungkin ngerebut bini lo." ketus Doni.
Riko pun masuk ke dalam mobilnya lalu melajukan mobilnya menuju kantornya.
__ADS_1
"Ya udah Cit, kita masuk yuk." ucap Doni mengajak Citra meninggalkan Arman dan Anton yang sudah tidak waras.