
Pagi hari berita duka terdengar membuat beberapa orang terkejut bukan main.
Samuel yg tertidur disofa langsung melototkan matanya saat mendengar kabar bahwa sang mertua menghembuskan nafas terakhir.
" Ya Tuhan apa yg terjadi ?" Ucap Samuel duduk dengan rambut acak2an.
Barusan anak buahnya menelfon memberitau kabar tersebut,Samuel yg malam tadi memimpikan Leni pun dibuat deg degan.
Tak mau menunggu lama,lelaki itu langsung menuju kamarnya untuk mandi dan bersiap2.
Ditempat lain,seorang gadis masih tertidur dengan lelap.
Leni tak tau bahwa suatu hal sudah terjadi dalam hidupnya.
Santa yg mengetahui kabar langsung panik sendiri setelah bangun dari tidurnya.
" Len " Panggil Santa pelan.
Leni tak menjawab masih tertidur nyenyak.
" Len bangun Len,ayo kita pergi " ucap Santa menggoyang tubuh wanita itu.
Leni bergerak perlahan merasa terganggu.
" Ayo pergi Len " Kata Santa tak sabaran.
Leni membuka matanya dan mengernyit sipit.
" Kenapa ?" Tanya Leni serak.
" Ayo pergi " Ajak Santa berkaca kaca.
" Kepala ku sakit " Ucap Leni mengusap wajahnya.
Santa meraba leher Leni dan terkejut merasai tubuh mantanya sangatlah panas.
" Kamu demam ?" Ucap Santa panik.
" Aku rasa begitu,perutku sakit " Jawab Leni lemas.
" Duhh gimana nih ?" Gumam Santa bingung.
Santa tak tega melihat Leni,tapi jika tak diberitahukan itu juga bukan solusi yg baik.
" Em Len " Panggil Santa pelan.
" Iya,aku akan tidur lagi " Ucap Leni menarik selimutnya
" Em kau ingin ikut tidak ?" Tanya Santa ngeri.
" Kemana ?" Tanya Leni.
" hm anu em anu Len,mm Mama em maksud ku Mama mu " Jawab Santa deg degan.
Leni diam menunggu.
" Mama mu meninggal " Kata Santa dengan sekali tarikan.
Deg....
Leni yg tadinya ingin memejamkan mata langsung melotot kaget.
" Mama ?" Ulang Leni mencoba bangun.
" I ia tadi art rumah mu menelfon " Jawab Santa.
Leni terdiam lemas mendengar penuturan wanita tersebut.
" Mama pergi ?" tanya Leni nanar.
Santa tak menjawab.
" Kau ingin ikut em maksud ku melihat Mama mu ?" Tanya Santa hati2.
__ADS_1
Leni menatap wajah mantannya dengan sayu,tak ada yg tau apa isi hati wanita itu saat ini.
" Pergilah " Ucap Leni kembali berbaring.
" Kau tidak ingin ikut ?" Tanya Santa terkejut.
Leni menggeleng pelan.
" Len " Panggil Santa lembut.
" Aku sudah sangat mengenaskan,jangan menambahnya lagi " Kata Leni serak.
" Aku tau ini sulit untuk diterima,tapi ini terakhir " Kata Santa sedih.
Leni tak menjawab,wanita itu memejamkan mata meski air mata masih bisa lolos dari kelopaknya.
Santa menyugar rambut kasar,hatinya juga sakit dan ia sama sedihnya dengan Leni.
Tapi apa boleh buat,Leni tak bisa dipaksa.
Mental wanita itu sungguh dihancurkan dengan sehancur hancurnya.
" Baiklah,aku akan pergi sendiri dan kamu jangan kemana mana " Kata Santa memutuskan.
Leni tak menjawab,ia hanya diam seribu bahasa.
Dengan rasa tak rela,Santa pun pergi dari kamar itu menuju kediaman Mama Leni.
Dibalik selimut,air mata Leni turun membasahi bantal.
Hatinya sangat sakit dan sesak yg tak tertahankan.
Masih basah luka kemarin,kini luka baru pun tertoreh begitu dalam.
" Hiks hiks Mama " Ucap Leni berderai derai.
Tangisan wanita malang itu terdengar begitu pilu menyesakkan siapapun yg mendengarnya.
Disana juga duduk seorang pria tua dengan tangis yg tertahan.
Yap,Papa Leni hadir disana menjadi wakil istrinya.
Pria itu terlihat sangat merasa bersalah dengan apa yg sudah terjadi kepada keluarga.
" Maafin aku Ma,terlalu banyak luka yg aku torehkan untuk kalian " Ucap Pria itu menunduk.
Beberapa pelayat ikut menangis dengan kepergian wanita yg mereka anggap baik.
Papa Leni tak menyangka,ucapan anaknya yg mengetahui kebejatannya selama ini membuat semuanya berantakan,bahkan istrinya pun harus merenggang nyawa.
Diluar rumah,turun seorang pria dengan pakaian serba hitam.
Penglayat yg mengenali pria itu terlihat menunduk memberi hormat karna Samuel memang terkenal dikalangan bisnismen handal.
" Pa " Panggil Samuel menegur Papa Leni yg masih berduka.
Pria tua itu menoleh dan diam melihat wajah menantunya.
" Kau datang " Ucap Papa Leni serak.
" Sam ikut berduka atas meninggalnya Mama " Kata Samuel sopan.
" Leni mana ?" Tanya Papa Leni tak melihat putrinya.
Deg....
Samuel tersentak mendengar pertanyaan sang mertua.
" Dia tidak ikut ?" Tanya Papa Leni lagi.
" Em dia tidak kesini ?" tanya Samuel hati2.
Papa Leni menggeleng pelan.
__ADS_1
" Kemana dia ?" Batin Samuel bingung.
Keduanya diam sejenak,Samuel melihat kain yg menutupi tubuh mertuanya dengan nanar.
Pria itu tak tau apa yg terjadi,rasa bersalah tiba2 hadir dalam dirinya mengingat Leni yg tak hadir disaat duka seperti sekarang.
Tak lama seorang wanita datang dengan setelan pria dan kaca mata hitam.
" Tante " Ucap Santa mulai menangis.
Meski ia terlihat tegar,tapi Santa tetap lah perempuan berhati lembut.
" Mengapa Tante melakukan ini Te,kasihan sama Leni " Ucap Santa terisak.
" Dia gak punya siapa lagi Te huhu " Santa terus menangis.
Ini kali pertamanya wanita tomboy itu menangis dihadapan banyak orang.
Hati Santa sungguh sakit melihat keluarga Leni yg begitu berantakan.
Santa yg sudah hidup sendirian dari kecil begitu tau rasa yg sedang dihadapi Leni saat ini.
Samuel memperhatikan wanita itu dengan tatapan seriusnya,Samuel tau bahwa Santa merupakan orang yg paling dekat dengan Leni saat ini.
" Santa " Panggil Papa Leni pelan.
Santa tak menoleh dan terus menangisi ibu Leni.
" Santa dimana Leni ?" tanya pria itu.
Santa menoleh dan mengusap air matanya cepat.
" Om bertanya ?" Tanya Santa seolah mengejek.
" Om tau Om salah,tapi Leni tetap anak Om " Jawab Lelaki itu mengenyampingkan rasa malu.
Samuel yg mendengar itu mengernyit bingung.
" Salah apa ?" Batin Samuel menerka.
" Ya dia memang anak Om,anak yg ditelantarkan " Jawab Santa tajam.
" Jangan membuat masalah disini " Kata Papa Leni mengecilkan suaranya.
" Kenapa ? Om tidak terima jika semua orang tau akan kelakuan Om kepada anak Om sendiri dan Istri Om yg terbujur kaku ?" Tanya Santa meninggikan suaranya.
Semua orang menoleh melihat percekcokan itu.
Papa Leni menghela nafas pelan mencoba sabar.
" Ini masalah keluarga saya,kamu tidak usah ikut campur " Ucap lelaki itu tegas.
" Ya ini memang masalah keluarga kalian,tapi Leni menjadi tanggungan saya !" Kata Santa tak kalah tegas.
Samuel terkejut dengan keberanian perempuan setegah laki itu.
" Dan pria yg sempurna disamping Om ini " Ucap Leni menunjuk Samuel.
Papa Leni ikut melihat.
Samuel diam melihat tulunjuk wanita itu mau mencolok matanya.
" Ikut andil menyakiti Leni " Kata Santa berdecih.
" Maksud kamu ?" tanya Papa Leni kaget.
" Ya kalian berdua sama saja,kalian pengecut sebagai laki2 !" Bentak Santa emosi.
" Apa yg kau lakukan kepada Leni Sam ?" Tanya Sang mertua kebingungan.
❤❤❤❤
Hay guys jangan Lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1