
Disebuah angkot seorang perempuan menangis seorang diri,bertemu dengan mertuanya bukan memberi jawaban malah kembali menyiptakan masalah baru.
Drt drt...
Hape Winda berdering,perempuan itu merogoh tasnya dan melihat nama dilayar.
" Sam " Gumam Winda terkejut.
Dengan cepat Winda mengelap air matanya dan berusaha tenang.
" Aku gak boleh nangis,Sam gak boleh tau " Gumam Winda menarik nafas panjang.
Setelah sedikit tenang,perempuan tersebut menerima panggilan.
" Halo Sam " Sapa Winda hangat.
" Kamu dimana sayang ?" Tanya Samuel hangat.
" Aku lagi diangkot,kamu dimana ?" tanya Winda
" Suara kamu beda ? kamu nangis ya ?" tanya Samuel menebak.
" Gak,ini aku kayaknya em mau pilek " Jawab Winda asal.
" Yang bener ? diangkot mau kemana ?"
" Hm mau em anu ke kantor polisi " Jawab Winda bingung.
" Loh kok udah pergi aja,kamu bilang jam 2 " Kata Samuel terkejut.
" Hm ya aku harus kerumah Alexi disuruh Bibi " Balas Winda beralasan.
" Kamu gak bohong kan ?"
" Gak kok hehe " Jawab Winda cengengesan.
" Ya udah,ini aku lagi dikantor Kakek "
" Oh kamu disana ? ngapain ?" Tanya Winda sedikit terkejut.
" Nanti aku ceritain " Jawab Samuel.
" Hm ya udah,ini aku udah deket,aku pergi dulu ya " Kata Winda melihat pemberhentian sudah sampai.
" Iya kamu hati2 ya,obatnya jangan lupa diminum." Kata Samuel perhatian.
" Iya sayang,kamu juga " Balas Winda malu.
Tut.
Panggilan terputus,Winda menghela nafas panjang.
" Uh untung Sam gak curiga,bearti Mama gak kasih tau bahwa mereka mau ketemu aku " Gumam Winda menebak.
" Neng udah sampe " Tegur supir angkot.
" Oh iya Pak,maaf " Kata Winda buru2 mengeluarkan uang di dompetnya.
Perempuan itu pun turun dari angkot,terlihat jalanan sedikit sepi.
Winda menelan ludah kasar,sudah lama tak keluar sendirian membuat perempuan itu takut apalagi dikota besar yang banyak penjahatnya.
__ADS_1
Winda menaruh tas didepan dan berjalan cepat mencari angkot yang lain.
Rumah mereka sekarang sedikit jauh dari kota,Winda harus naik angkot 2x agar sampai dirumah.
Saat asik menunggu angkot,manik perempuan itu tak sengaja melihat banner besar di tepi jalan yang menampakkan wajah seorang wanita tua yang ia kenali.
" Nenek " Gumam Winda pelan.
Wajah Risa terpampang disana menjadi brand ambosador sebuah produk ternama.
Tidak sendiri,disana juga ada seorang gadis yang ia kenal sebagai cucu wanita tersebut.
Keduanya terlihat sangat cantik dibalut baju bagus dan make up natural.
Perasaan iri kembali ia rasakan,dari kecil Winda tak pernah dekat dengan siapapun dari pihak Papanya,biasanya seorang Nenek ataupun Kakek akan menyayangi cucu mereka sepenuh hati tapi sayang Winda maupun Doni tak bisa mendapatkan semua itu.
" Nak,jika nanti kamu tumbuh dirahim Mama,kamu jangan sedih ya kalo Kakek Nenek kamu gak sayang atau gak terima kamu,kamu harus tau bahwa Mama akan selalu menyayangi kamu apapun yang terjadi,meski 1 dunia menolak tapi Mama akan menjadi orang pertama yang akan menerima semua keadaan kamu " Ucap Winda mengusap perut datarnya.
Ia tak tau dirinya hamil atau tidak,tanda2 pun tak ia rasakan,hanya saja Winda ingin memberitahu jika benih Samuel benar tumbuh diperutnya,calon bayi itu tidak terkejut lagi dengan kondisi ia dan ibunya.
Merasa semakin tak enak,Winda memutuskan berjalan lagi karna angkot belum juga muncul dan cuaca sangat terik.
Hari ini ia batal menemui orang tuanya,Winda belum sanggup bertemu Sindi maupun Malvin karna jika ia bertatap muka Winda pastikan tak akan bisa menahan diri apalagi ia baru saja mendapat tamparan keras dari Nenek Samuel.
Saat perempuan itu melewati sebuah gedung,Winda tak menyadari bahwa suaminya ada didalam sana.
Samuel menatap kaca lebar diatas gedung dengan wajah yang sulit dimengerti.
Perasaan lelaki itu campur aduk,ia belum bisa tenang jika mertuanya masih berada di sel.
Samuel tau setiap hari Winda selalu diliputi rasa bersalah yang begitu dalam,empaty itu juga yang membuatnya ingin berjuang bersama.
" Sam " Panggil seseorang dari belakang.
Samuel menoleh dan mendapati seorang pria berjas hitam mendekati dirinya.
" Ya Kek " Jawab Samuel.
" Ada apa ?" tanya Zaki duduk dikursi kebesaran.
" Gak papa " Jawab Samuel tenang.
" Ayo makan dulu " Ajak Zaki bersiap2.
" Kita mau kemana ?" tanya Samuel.
" Restoran,Mama dan Nenek mu sudah menunggu disana " Jawab Zaki.
Samuel terdiam,tiba2 otaknya teringat akan sang istri yang ia beri uang 100 ribu pagi tadi.
" Ada apa ?" tanya Zaki merasa aneh.
" Aku mau pulang saja " jawab Samuel.
" Kenapa ?" tanya Zaki kaget.
" Istri ku mungkin hanya makan sayur dirumah,sedangkan aku akan makan makanan enak bersama kalian " Jawab Samuel.
Zaki sangat terkejut dengan jawaban cucunya.
" Dia hanya aku kasih 100 ribu pagi tadi,itu pun harus membagi makanan kepada Mama dan Papa nya Kek " Lanjut Samuel sedih.
__ADS_1
" Sam " Panggil Zaki lembut.
" Aku gak bisa Kek " Kata Samuel menutup wajah.
" Sam,kau menyukai gadis itu ?" Tanya Zaki melemah.
" Aku sudah mencintainya " Jawab Samuel bergetar.
" Meski dia membohongi mu ?" Lanjut Zaki.
" Aku tidak perduli,meski seribu orang membencinya tapi aku tetap jatuh hati kepada Winda Kek " Jawab Samuel serius.
Zaki terkekeh geli,baru kali ini Samuel bersikap begitu lebay dan alay terhadap perempuan.
" Kau kekurangan uang " Kata Zaki menarik nafas.
" Ya aku memang kekurangan uang,tapi dia masih menerima aku "
" Karna dia tau akan mendapat banyak warisan " Balas Zaki terkekh.
" Kek Winda tak seperti itu !" Kata Samuel mulai kesal.
" Kau baru mengenalinya Sam,kau tau keluarga Papanya tak ada yang mau menerima " kata Zaki tegas.
" Aku tau Kek,aku tau semua keluarga Papanya tidak ada yang mau menerima mereka,tapi apakah aku juga harus seperti itu ! bayangkan jika itu terjadi kepada cucu kalian nanti ? apa yang akan mereka rasakan saat 1 dunia menolak mereka hadir !" Kata Samuel emosi.
Zaki kembali terdiam,Samuel sudah dikuasai emosi.
" Baiklah,nanti kita bicarakan ini,sekarang kita makan dulu " Kata Zaki mengalah.
" Aku pulang saja !" kata Samuel merajuk.
" Sam kasihan Mama dan Nenek mu sudah menunggu " Kata Zaki tegas.
" Aku benci seperti ini " Desis Samuel geram.
Zaki menggaruk kepala gatal,Samuel sekarang sangat sulit diatur membuat mereka kewalahan.
" Ayo " Ajak Zaki sudah siap.
Samuel bangun dan berjalan duluan dengan wajah judes.
Ia tak tau kenapa bicara dengan anggota keluarganya bisa membuat suasana memanas,Samuel rasanya selalu meledak2.
" Makasih ya Pak,saya pergi dulu " Ucap Winda kepada satpam yang memberinya tempat berteduh untuk minum obat.
" Iya Neng,hati2 dijalan ya " Balas Satpam tersenyum hangat.
Winda menganguk dan menaiki angkot yang sudah didepan jalan.
Dengan waktu bersamaan,Samuel keluar dari perusahaan menaiki mobil mewah yang terparkir didepan kantor.
Kedua mobil beda kasta itu pun melaju meninggalkan lokasi..
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
❤❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1