
Ditempat kerja Alexi,pria itu mendapat menu makan siang dari Salsa yang pulang bekerja.
Karna terus lembur,Salsa berinisiatif mengantarkan makan malam untuk pria itu karna tak tega Alexi selalu memakan burger untuk mengisi perut laparnya.
Walaupun Salsa sangat sibuk belajar dan bekerja,tapi gadis itu tak melupakan Alexi yang juga tinggal 1 atap dengannya.
" Sa " panggil Alexi menarik tas selempang Salsa.
" Kenapa ?" Tanya Salsa menoleh.
" Temenin aku " Pinta Alexi manja.
" Hah " Pekik Salsa kaget.
" Aku bentar lagi pulang " Ucap Alexi tersenyum.
" Apa pulang ?" tanya Salsa terbelalak.
" Iya hehe " jawab Alexi menggaruk kepala.
" Kalo bentar lgi pulang,terus buat apa aku anterin kamu makanan ?" tanya Salsa datar.
" Hehe " Alexi kembali tersenyum.
Salsa mendengus dan duduk dikursi karyawan yang sudah kosong.
Ada beberapa orang diruangan itu yang lembur tapi hanya Alexi yang membawa orang lain.
" Duduk sini " Kata Alexi menepuk pahanya.
" Masih mau hidup ?" Tanya Salsa datar.
" Hehe becanda sayang " Jawab Alexi ngeri.
Salsa mendengus dan menarik kursi.
Alexi tersenyum bahagia dan mendorong kotak makan kearah perempuan itu.
" Apa ?" Tanya Salsa sedang merapikan rambutnya.
" Suapin " Rengek Alexi.
" Hah " Pekik Salsa kaget.
" Suapin,aku lagi banyak kerjaan nih,mau pulang cepet gak ?"
" Kan bisa berenti dulu Lex " Kata Salsa datar.
" Gak mau,aku dah cape Saa " Rengek Alexi manja.
" Ihh males banget sih " Getutu Salsa.
Alexi mengkrucutkan bibirnya sekrucut mungkin agar perempuan itu melemah.
" Ya udah cepet mangap " Kata Salsa malas.
Alexi langsung membuka mulut selebar mungkin membuat Salsa tertawa.
" Gak gitu juga Lex " Gemas Salsa menutup mulut pria itu.
" Tadi katanya mangap " kata Alexi datar.
" ya gak gitu " Jawab Salsa terkekeh.
Alexi tersenyum mengusap pipi gadis itu lembut.
" Kamu dandan ya hari ini ?" Tanya Alexi menatap wajah Salsa.
" Gak juga,tadi aku coba2 make up di mall " Jawab Salsa seraya mengangkat sendok.
Alexi menerima suapan dan mengunyah pelan.
" Jangan sering2 coba testeran make up,gak baik mending langsung beli coba sendiri " Kata Alexi menghapus pipi Salsa yang terlihat merona.
" Iya jarang2 kok " Kata Salsa malu.
" Nanti aku kasih jajan ya " Kata Alexi menggoda.
__ADS_1
" Hm yang banyak " Balas Salsa malu.
" Iya " Jawab Alexi tersenyum.
Salsa kembali menyuapi Alexi,pria itu pun sambil bekerja menatap laptop menyelesaikan pekerjaannya.
Pria itu terlihat sangat serius,Salsa tak henti menatap wajah tampan Alexi yang kini sering ditumbuhi bulus halus di skitar pipi dan kumis.
Jika dilihat sekilas,pria itu seperti ibunya saat tersenyum tapi akan seperti Romi jika sudah mode serius.
Sungguh kombinasi yang sempurna.
" gak usah senyum2,nanti jatuh cinta " Tegur Alexi seraya mengetik.
" Gak,siapa yang liatin kamu " Balas Salsa tak mengaku.
Alexi tersenyum miring dan kembali fokus.
Ternyata Alexi masih sangat lama,pria itu berbohong bahwa ia akan selesai sebentar lagi.
Salsa yang lelah menunggu meminta pulang tapi Alexi melarang dan minta ditunggu.
Jadilah Salsa seperti orang gila mondar mandir melihat pemandangan dari kaca yang membentang luas mengelilingi gedung.
Hampir 3 jam berlalu,akhirnya Alexi selesai.
Lelaki itu merenggangkan otot2 tubuhnya yang terasa begitu keram.
Hampir sebulanan Alexi terus lembur,pria itu sedang mengejar target agar mendapatkan bonus kerja yang lumayan tinggi,Alexi benar2 sudah serius untuk mengumpulkan dana pernikahannya nanti walaupun sekarang masih mengambang kisah cinta mereka.
" Udah selesai ?" tanya Salsa mendekat.
" Hm,ayo balik " Jawab Alexi mengambil tas laptopnya.
" Sini aku bawain " Pinta Salsa mengambil alih tas.
" Gak papa biar aku aja " kata Alexi menolak.
" Aku aja " Rengek Salsa merebut.
Alexi memberikannya hingga senyum gadis itu mengembang.
Saat dilift keduanya hanya diam,Alexi masih dengan rangkulan dipinggang.
Salsa yang merasa diperlakukan dengan manis membuat pipi gadis itu mengembang.
Salsa tak menyangka sifat Alexi perlahan berubah,dulu pria itu sangat sulit disentuh tapi sekarang malah Alexi yang menyentuhnya.
" Aku tidak tau harus bersyukur atau mencela kejadian malam itu,tapi sekarang aku bahagia dengan sikap Alexi" Batin Salsa mencuri pandang kearah lelaki itu.
Alexi terlihat begitu tenang menunggu lift terbuka.
Ting...
Pintu pun terbuka lebar,keduanya kembali berjalan keluar.
" Mau jalan2 dulu atau langsung pulang ?" tanya Alexi..
" Hm kamu cape gak ?" tanya Salsa.
" Gak juga " Jawab Alexi.
" Aku pengen makan jajanan " Kata Salsa memasang wajah melas.
" Emang kamu belum makan ?" tanya Alexi.
" Udah sih,cuma hmm ya udah gak jadi " Kata Salsa berubah pikiran.
" Loh kenapa ?" tanya Alexi kaget.
" Gak ah,mana mau ujan mending pulang aja " Jawab Salsa.
" Kamu merajuk ?" tanya Alexi.
" Gak,biasa aja yuk cepet udah gerimis juga tuh " Jawab Salsa menunjuk rintikan air kecil.
" Ya udah,nih pake jaket biar gak dingin " Ucap Alexi memberikan jaketnya ke Salsa.
__ADS_1
Gadis itu terdiam mendongak menatap Alexi yang juga melihatnya.
" Jangan sering2 liatin aku gitu " Kata Alexi memasangkan jaket besar tersebut ketubuh Salsa.
" Kenapa ?" tanya Salsa lirih
" Kamu bikin aku panas " jawab Alexi tenang.
" Hah " pekik Salsa kaget.
" kamu gak suka ?" tanya Salsa polos.
Alexi tersenyum dan menarik tangan gadis itu menaiki taxi yang berhenti didepan mereka.
Keduanya pun langsung pulang.
Ditempat lain,seorang pria terlihat sedang sibuk berbaring dibawah mobil.
Tiba2 beberapa pasang kaki terlihat menunggu didepan.
Pria itu menarik kasurnya keluar dan terkejut melihat tamu tak diundang datang.
" Mama " Ucap pria itu mengernyit.
" Hay " Sapa Lutfia hangat.
Samuel bangkit dan menatap semuanya bingung.
" Kenapa Mama kesini ? dan kenapa mereka...?" Ucap Samuel menggantung.
" Mama bawain kamu makanan dan Mama ajakin mereka sekalian " Jawab Lutfia tersenyum melihat anaknya.
Samuel melihat Winda dan Doni dengan wajah aneh,pria itu merasa bingung dengan kedatangan 2 bersaudara tersebut.
" Papa mana ?" tanya Lutfia mengalihkan.
" Lagi antar barang " Jawab Samuel tenang.
Winda dan Doni hanya diam saja hingga manik bocah kecil itu melihat sebuah robot besar ditengah ruangan.
" Waahhh ada robot raksasa " Pekik Doni heboh.
Winda melihat telunjuk adiknya dan kaget dengan kenyataan yang benar.
Lutfia dan Samuel ikut melihat.
" Kamu mau kesana ?" tanya Lutfia.
" Iya Bi,aku mau lihat robot " Jawab Doni semangat.
" Itu bisa jalan sayang " Ujar Luftia.
" Benarkah ?" tanya Doni tak percaya.
" hm ayo kita kesana " jawab Lutfia semangat.
Doni mengangguk setuju dan menarik tangan wanita itu cepat.
Tinggallah Winda dan Samuel yang masih berdiri mematung.
" Ehm " Dehem Winda mencoba mencairkan suasana.
" Awas " kata Samuel menarik tangan Winda hingga gadis itu menabrak dadanya.
Sebuah mobil masuk dan melewati mereka.
Samuel masih memegang bahu Winda dengan jarak yang begitu dekat,Winda yang masih syok terlihat diam menatap Samuel yang lebih tinggi darinya.
Bau oli bercampur dengan parfum membuat Winda tak bisa bergerak.
Samuel menunduk dan deg.....
Tatapan keduanya bertemu,manik hitam pria itu terlihat begitu indah dipandang dalam jarak dekat.
" Eeeehm " dehem seseorang begitu kuat membuat keduanya tersadar dan Samuel langsung mendorong Winda membuat gadis itu hampir terjengkang kebelakang.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.