
Setelah mengajak Silfa jalan-jalan di sekitar monas. Sekarang mereka berada di taman dekat monas.
Silfa merasa bete dengan Romi, karna dari tadi Romi hanya mengajaknya terus berjalan, berjalan dan berjalan. Saat Silfa melihat bangku kosong, dia segera meninggalkan Romi yang berjalan di sampingnya menuju bangku tersebut lalu duduk.
Sementara Romi hanya mengikuti Silfa dan duduk di samping Silfa.
"Sil, lo haus ya? gue beliin minum yah." tawar Romi.
Silfa tidak menjawab Romi, Silfa hanya memperlihatkan botol minuman yang masih terisi penuh.
"Aahhhh.. gumam Romi menyadari kalau Silfa masih memiliki minuman.
"Sebenarnya lo tuh mau ngomong apa sih,, udah hampir 2 jam gue nemenin lo jalan, sampai-sampai betis gue rasanya mau meledak, karna jalan terus." ketus Silfa kesal dengan Romi.
"Betis lo sakit? ya udah sini biar gue pijitin." ucap Romi lalu berjongkok di depan Silfa dan memijit betis Silfa.
Silfa yang terkejut dengan tindakan Romi, segera menyingkirkan betisnya dari pengangan Romi.
"Apa-apaan sih lo, ngapain lo ngelaukin ini." ucap Silfa merasa malu dengan tindakan Romi.
"Tadi lo bilang kalau betis lo sakit, yah gue cuma mau nolongin lo." ucap Romi yang serba salah.
"Ya ngga usah di pijitin juga, gue malu diliatin orang." ketus Silfa lagi.
"Mending sekarang lo to the point aja deh, sebenarnya lo mau ngomong apa sih." ketus Silfa lagi merasa frustasi denga Romi.
"Umm itu,, guee... guee..." gumam Romi ragu mengatakannya.. dan Silfa masih terus menunggu.
"Gueee.. guee... gumam Romi lagi..
"Gue apaaa?" ketus Silfa frustasi mendengar Romi yang hanya mengatakan guee...
"Gue mau minta maaf sama lo, soalnya selama ini sikap gue ngga pernah baik sama lo." ucap Romi refleks dengan sekali nafas.
"Kok gue ngomong itu sih." batin Romi bingung sendiri.
"Gue fikir apaan, kalau masalah itu kan, semalam. lo udah bahas, dan gue kan juga udah maafin lo." jelas Silfa sedikit kecewa karna dia mengharapkan sesuatu yang lain.
"Masih ada lagi." ucap Romi lagi.
"Apaa?" tanya Silfa penasaran dan penuh harap.
"Karna kamu udah maafin aku, jadi aku mau agar hubungan kita.. mmmm.. hubungan kita....
"Susah baget sih ngomongnya." batin Romi frustasi.
__ADS_1
"Hubungan kita?" tanya Silfa penasaran.
"Mmmm... hubungan kita... gumam Romi lagi.
"Hubungan kita kenapa Rom?" tanya Silfa dengan nada kesal.
"Hubungan kita semakin baik kedepannya, layaknya sahabat." ucap Romi lagi refleks, hati dan pikirannya bertabrakan sehingga menghasilkan perkataan yang tidak bermutu.
Raut wajah Silfa semakin kesal mendengar perkataan Romi yang dari tadi bertele-tele dan akhirnya membuat dia kecewa dan sangat kesal. Karna ucapan Romi tidak seperti yang dia harapkan, karan Silfa fikir Romi akan menyatakan perasaannya, karna semalam Romi mengatakan kepada Silfa bahwa dia ingin mengungkapkan sesuatu kepada Silfa.
"Gue ngga mau bersahabat sama lo, dan gue ngga mau hubungan gue semakin baik ke depannya sebagai sahabat lo." ketus Silfa kesal dan memberi Romi kode. tapi Romi tidak faham dengan kode Silfa.
Romi hanya diam seribu bahasa, karna bingung harus berbuat apa, dia sangat bingung kenapa kata-kata yang sudah dia rangkai sedemikian indah dan bahkan dia sudah latihan, tapi tetap tidak bisa keluar saat dia berhadapan dengan Silfa.
"Gue udah capek-capek nemenin lo jalan, dan ujung-ujungnya lo cuma ngomong itu,, lo tuh buang waktu berharga gue tau ngga." ketus Silfa lagi dengan kesal lalu meninggalkan Romi.
"Silfa, lo mau kemana." teriak Romi, sambil mengejar Silfa.
"Pulang,, lo ngga usah anterin gue, gue bisa pulang sendiri." ketus Silfa tanpa berbalik melihat Romi, Mendengar perkataan Silfa membuat Romi menghentikan kangkahnya untuk Mengejar Silfa.
**********
Setelah sarapan tadi, Rikopun mencuci piring, setelah mencuci piring dia kemudian membuat susu untuk Citra dan mengupas buah untuk Citra.
Riko sangat memperhatikan istrinya, karna dia sangat bersemangat ingin menjadi papa muda.
Tidak lama kemudian Rikopun muncul dari arah dapur, dengan membawa segelas susu dan juga buah yang sudah dia potong di piring.
Setelah meletakannya di meja, Riko. menghampiri Citra, lalu mengangkat Citra agar duduk di pangkuannya.
"Kamu lagi liat apa sih sayang, seru baget kayaknya." tanya Riko penasaran.
"Aku lagi liat foto bayi sayang, liat deh.. imut banget kan." ucap Citra sambil memperlihatkannya kepada Riko.
"Ngga imut sama sekali." ketus Riko.
"Ihhh mata kak Riko bermasalah yah,, bayi imut kayak gini di bilang ngga imut." ucap Citra heran dengan Riko.
"Jangan-jangan kak Riko ngga suka sama bayi yah." ucap Citra menuduh Riko.
"Siapa bilang aku ngga suka sama bayi." ucap Riko membela diri.
"Buktinya ini, kak Riko bilang bayi ini ngga imut." ucap Citra lagi.
"Aku ngga bilang bayi itu imut, bukan berarti aku ngga suka sama bayi, aku cuma ngga mau memuji anak orang, aku hanya ingin memuji anak aku." ucap Riko lagi.
__ADS_1
"Ya ampun kak,, anak kak Riko kan belum lahir." ucap Citra merasa frustasi.
"Yah tetap aja, anak aku yang paling imut, bukan anak orang." ketus Riko membela dirinya.
"Terserah kak Riko aja." ucap Citra tidak perduli lagi, lalu melanjutkan melihat-lihat foto bayi.
Riko yang melihat Citra kembali asyik dengan ponselnya pun, langsung merampas ponsel Citra.
"Kok ponsel aku di ambil kak." rengek Citra.
"Minum susu kamu dulu, baru main hp lagi." ketus Riko menyuruh Citra minum susu yang sudah dia buat.
Citra yang memang tidak menyadari bahwa Riko membuatkannya susu, kemudian menatap susu itu dengan tatapan heran.
"Itu susu apa kak?" tanya Citra.
"Itu susu untuk ibu hamil. sekarang kamu minum, supaya kamu sehat dan calon anak kita." pinta Riko.
"Kak Riko tau hal semacam itu dari mana." tanya Citra penasaran sambil meminum susunya.
"Ya jelas lah aku belajar, aku kan suami yang keren dan calon papa yang keren." ucap Riko memuji dirinya.
"Wahh, kak Riko memang yang paling keren." ucap Citra juga memuji suaminya.
drrrtttttt...
drrrrttttt
Ponsel Riko tiba-tiba bergetar, Riko kemudian melihat layar ponselnya dan melihat dosennya yang menelfonnya..
Rikopun mengambil ponselnya, lalu beranjak meninggalkan Citra untuk mengangkat telfon.
"Siapa yang nelfon,, kok menghindar segala?" tanya Citra curiga.
"Ini yang nelfon dosen aku sayang, kamu ngga usah mikir yang macam macam deh,, udah susunya di habisin, aku angkat telfon dulu." ucap Riko lembut lalu meninggalkan Citra.
Citra hanya menatap suaminya yang sedang menelfon, sambil memakan buah apel yang sudah disiapkan Riki. Citra terus menatap Riko yang terlihat sangat serius.
"Mereka lagi ngomongin apa sih? serius banget." gumam Citra.
Tidak lama kemudian Riko sudah selesai menelfon lalu menghampiri istrinya.
"Kita ke rumah mama yuk." ajak Riko.
"Ngapain kak?" tanya Citra penasaran.
__ADS_1
"Yah... Kita berkunjung kesana, kitakan udah lama ngga main kesana semenjak kamu hamil." ucap Riko lagi.
Citra pun menyetujui ajakan Riko. Citra juga merasa rindu dengan mertuanya. Citrapun segera menuju kamarnya untuk berganti pakaian, sementara Riko membawa piring dan gelas bekas Citra ke dapur lalu mencucinya. Setelah itu merekapun berangkat.