
Semalaman Alexi tak bisa tidur,pria itu terlihat sangat gelisah.
Salsa terduduk disofa menatap Alexi yang masih sibuk dengan hape.
Jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi,keduanya sama2 begadang.
" Loh Sa masih disini ?" tanya Alexi kaget melihat Salsa duduk mematung di kursi.
" Hm " jawab Salsa dengan wajah sayunya.
" Kenapa kamu gak tidur ?" tanya Alexi.
Salsa menggeleng pelan,Alexi mendekati gadis itu dan duduk bersama Salsa.
" Ya ampun mata kamu udah merah gini,kenapa begadang ?" Tanya Alexi mengusap wajah Salsa.
Gadis itu memejamkan matanya menikmati sentuhan Alexi.
" Udah ngantuk ya ?" Tanya Alexi.
" Hm " Jawab Salsa lemah.
" Ayo tidur " Ajak Alexi tersenyum.
" Kamu ?" tanya Salsa.
" Aku gak bisa tidur " Jawab Alexi.
" Kenapa ? mikirin cewek itu ?" Tanya Salsa kepo.
" Hm,dia sahabat aku,dulu saat aku buta dia selalu menemani aku setiap saat " Jawab Alexi jujur.
" Hah kamu buta ?" Tanya Salsa melotot sempurna.
" Ya " Jawab Alexi menggaruk kepala.
" Kenapa ?" Tanya Salsa bingung.
" Pas kecelakaan,emang kamu gak dengar kabar itu ?" tanya Alexi.
Salsa terdiam menatap wajah Alexi penuh selidik.
" Kamu gak bercandain aku kan Lex ?" tanya Salsa menyelisik.
" Aku gak punya tenaga buat bercandain kamu sekarang " jawab Alexi.
Salsa menutup mulutnya tak percaya dan memeriksa wajah lelaki itu.
" Eh eh kenapa ?" tanya Alexi kaget.
" Kamu bisa kan lihat aku ?" tanya Salsa polos.
" Ya bisa lah,lihat daleman kamu juga bisa " Jawab Alexi terkekeh.
Plak...
Kepala lelaki itu langsung mendapat tabokan dari Salsa,Alexi meringis mengkrucut melihat gadis itu kembali kumat.
" Dah ah aku mau tidur,cape " Kata Salsa bangun.
" Hm,dah sana masuk kamar " Kata Alexi tenang.
" Terus kamu gak tidur ?" tanya Salsa.
" berdua ?" tanya Alexi.
" hm kalo kamu gak macem2 sih boleh,tapi gak mau ah ntar kamu ngerayap lagi " Kata Salsa merinding.
" Emang aku rampa ?" tanya Alexi kesal.
__ADS_1
Salsa tertawa dan berjalan menuju kamarnya.
Alexi terkekeh geli,pria itu menatap punggung Salsa nanar..
Walaupun otaknya sedang kacau balau tapi gadis dewasa itu berhasil membuat suasana hatinya sedikit membaik.
Salsa merebahkan dirinya diranjang menatap langit2 kamar.
" Apa dia memang sahabatnya Alexi ?" Gumam Salsa pelan.
" Jika ia pasti gadis itu sangat beruntung " Lanjut Salsa menghela nafas.
Salsa tak tau apa yang dilalui Alexi selama ini,bukan hanya Salsa,Alexi pun tak tau hal susah apa saja yang Salsa lalui selama ini.
Keduanya terhalang kabar karna Yuni dan Romi menutupi dengan rapat.
Salsa menarik nafas panjang dan berusaha untuk tidur.
Di luar,Alexi masih menunggu kabar.
Pria itu meminta temannya untuk mengecek kondisi Winda dirumah sakit tapi sampai saat ini Alexi belum menerima laporan.
Alexi tak bisa menghubungi nomor kedua orang tua,pria itu bisa mengerti pasti Yuni dan Romi sedang sibuk juga mengurus gadis itu atau menemani orang tua Winda yang sangat syok mengetahui kondisi Winda.
Alexi mulai uring2an,matanya sudah mengantuk tapi dirinya masih kekeh untuk menunggu.
" Kemana si Boni,kenapa belum kabar juga ?" Gumam Alexi mulai kesal.
Boni teman kuliahnya dulu kebetulan dekat dengan rumah sakit jadilah Alexi meminta lelaki itu untuk menolongnya.
Tring tring...
Hape Alexi berdering,pria yang hampir ketiduran itu seketika melototkan matanya untuk sadar.
" Iya halo ?" sapa Alexi semangat.
" Gue udah dirumah sakit Lex,pacar lo masuk ruang Icu dan disana ada bokap nyokap lo lagi istirahat " Ucap Boni diseberang.
" Iya,gue gak bisa masuk sembarangan dan gak bisa lama " Jawab Boni.
" Ya Tuhan,Winda " Gumam Alexi sungguh tak percaya.
" Diluar ada bapak2 yang nungguin seorang diri,kayaknya itu Bapaknya pacar lo " Kata Boni serius.
" Itu pasti Om Malvin " gumam Alexi pelan.
" Oh iya Lex,udah dulu ya gue dipanggil Bokap lo nih " Pamit Boni.
" Oke2 thanks ya " Kata Alexi paham.
Tut.
Panggilan dimatikan sepihak,Alexi menaruh hapenya dinakas dan menatap langit2 rumah.
" Gimana ini ? kayak nya Winda parah " Gumam Alexi mulai takut.
" Kenapa dia gak pernah cerita sama aku kalo dia sakit ? pantesan akhir2 ini Winda milih makan gak kayak biasanya " Lanjut Alexi mulai mengingat moment bersama gadis itu.
" Huuuuftttt aku harus bagaimana ? apa harus pulang ? tapi bagaimana dengan Salsa ?" Gumam Alexi bingung.
Pria itu mengusap kasar wajahnya,kepala mulai pusing memikirkan masalah yang timbul.
Lama berpikir keras membuat lelaki itu tak sadar bahwa dirinya tertidur sambil duduk.
Waktu subuh tiba,Salsa keluar dari kamar ingin masak seperti biasanya setelah menjalankan ibadah solat.
Saat membuka pintu,gadis itu kaget melihat Alexi meringkuk di sofa panjang seperti kedinginan.
" Ya ampun,dia gak pake slimut dan bantal " Gumam Salsa mendekat.
__ADS_1
Gadis itu meraba kening Alexi dan merasai suhu tubuh pria itu normal.
" Untung Alexi gak sakit " Gumam Salsa tersenyum kecil.
Ntah mengapa Salsa sangat memperhatikan kondisi Alexi,bahkan untuk makan pun Salsa menyiapkan yang terbaik untuk lelaki itu.
Setiap minggu Salsa selalu rutin kepasar tidak seperti dirinya yang biasa.
Gadis itu mengambil selimut dan bantal lalu memasangkan ke tubuh tinggi Alexi.
Salsa berjongkok menatap wajah pria jahil itu dengan senyum kecil.
Tak ada suara,Salsa hanya menatap saja tanpa menyentuh.
Perlahan manik Alexi terbuka karna otak kecilnya memberitahukan bahwa ada orang yang sedang memperhatikan dirinya..
Deg...
Keduanya saling bertatapan,Salsa kaget tapi gadis itu berusaha tenang.
Alexi tersenyum kecil mengerjabkan matanya perlahan.
" Tidur lah " Ucap Salsa mengusap kepala Alexi.
Pria itu mengambil tangan Salsa dan menaruh didada.
Salsa tak protes,gadis itu merasa hangat saat tangannya didekap.
" Aku mau masak dulu buat kamu " Kata Salsa pelan.
" Hm " Jawab Alexi kembali memejamkan mata.
" Aku pergi dulu ya " Kata Salsa lembut.
Alexi membuka lagi matanya dan tersenyum kecil.
Pria itu setengah sadar,Alexi masih sangat mengantuk.
Salsa menarik pelan tangannya dan menarik selimut Alexi.
" Tidurlah " Ucap Salsa menepuk bahu Alexi pelan.
Pria itu kembali terpejam mengeratkan selimut..
Salsa bangkit menghela nafas dan berjalan kedapur.
Hari ini rencananya Salsa akan membuat nasi goreng seafood berhubung 2 hari yang lalu Jackson memberinya cumi dan udang.
Hubungan Salsa dan Jackson pun masih terjalin dengan baik meski ada Alexi.
Salsa tak bisa menjauhi Jackson untuk alasan apapun karna pria itu benar2 sudah menolongnya selama ini bahkan Mama Jackson pun sangat baik.
Matahari mulai malu2 menampakkan sinarnya,Salsa sudah beres memasak.
Gadis itu berjalan keluar dan mendapati Alexi sedang bertelfon dengan seseorang.
" Aku pengen pulang aja Yah,kasihan Winda " Ucap Alexi memunggungi Salsa.
"........"
" Aku gak bisa Yah,Winda segalanya buat aku,dia yang menemani aku dalam keadaan susah " Ucap Alexi terdengar kesal.
Salsa yang mendengarkan ucapan Alexi merasa tertusuk duri tajam.
" Iya tap...Salsa " Ucap Alexi menggantung saat berbalik badan dan mendapati Salsa mematung melihatnya.
" Nanti aku telfon lagi Yah " Ucap Alexi mematikan panggilan.
Alexi menatap Salsa nanar begitu pun Salsa yang mati2an menahan air matanya agar tak terjun bebas saat ini.
__ADS_1
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.