Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
535


__ADS_3

Malam harinya Samuel pulang dengan membawa berbagai rasa yang tercampur aduk menjadi satu.


Pria itu sedikit kecewa lantaran ia tak melihat Winda tadi,wanita itu sengaja menghindar agar perasaannya tak bimbang dan sakit saat melihat sang mantan.


Tapi Samuel tak terlalu ambil pusing juga,ia sangat bersyukur Malvin maupun Sindi masih menerima dirinya dengan baik bahkan memberikan beberapa wejangan untuk Samuel agar tetap hidup tenang dan sehat.


Pria itu berjalan di koridor dengan manik menatap kedepan hingga pria itu disusul oleh seorang gadis yang berlari kencang dari arah belakang.


Brakk...


Gadis itu menyenggol lengan Samuel hingga pria itu hampir terjengkang.


" Woiii " Pekik Samuel kesal.


" Maaf,aku buru2 " Pekik gadis itu menundukkan kepala dengan cepat.


" Jalan lihat2 dong " Kata Samuel masih kesal.


" Haisttt " Gadis itu tak perduli dan kembali berlari.


" Dini tungguuuuuu " Pekik seorang pria dari arah belakang dan kembali menabrak Samuel.


" Sorry Bro,gak sengaja " Ucap lelaki itu melihat Samuel.


Samuel menggeletuk gigi gemas,bahunya terasa sakit ditabrak ditempat yang sama.


Pria itu tersenyum kepada Samuel dan kembali berlari mengejar Dini yang sudah melesat duluan.


" Dasar bocah !" cibir Samuel heran.


Pria malang itu pun kembali berjalan seraya memegang bahunya.


" Dini buka pintunya !!!" Pekik pria asing tadi mengedor pintu apartemen.


Samuel diam dengan mata melotot melihat lelaki itu terus memukulkan tangan ke pintu.


" Bro lo punya kunci unit ini gak ?" tanya pria asing tadi kaget melihat Samuel berdiri diseberangnya.


Dengan polos Samuel mengangguk kecil.


" Bukain dong Bro,gue ada urusan sama gadis tadi " kata pria tersebut memelas.


Samuel mengernyit dengan tampang bodohnya.


" Lo pacar dia ?" Tanya Samuel.


" Iya bro,tapi tadi dia mutusin gue " jawab pria tersebut.


" Kenapa ?" tanya Samuel lagi.


" Kok lo kepo sih,ya itu urusan gue sama dia " Jawab lelaki itu kesal.


Samuel terdiam menggaruk kepala merasa pertanyaannya benar sangat bodoh.


" Cepetan Bro,gue masih sayang sama Dini " Pinta lelaki itu lagi.


" Gak ada " jawab Samuel ketus.


" Tadi lo bilang ada " balas lelaki itu heran.


" Emang ada,tapi ini unit gue dan cewek lo gak ada didalam sana " Kata Samuel tegas.


" Hah masa sih,tapi tadi dia masuk kesini Bro " Kata lelaki itu yakin.


" Ya gak lah,kunci nya aja di gue " Kata Samuel aneh.


" Beneran,tadi Dini masuk kesini Bro " Balas lelaki itu kekeh.


" Ck minggir lo,unit dia tuh " kata Samuel menunjuk pintu tepat di depan mereka.


Pria asing tadi mulai bingung,ia sungguh melihat Dini masuk ke unit Samuel bukan unit lain.


Samuel mengibas tangannya membuat lelaki asing tadi berpindah tempat.


" Dasar aneh " Cibir Samuel saat akan masuk kerumah.


Brakkk...

__ADS_1


Pintu apartemen tertutup rapat,pria diluar sana menggaruk kepala bingung.


" Gue yakin Dini tadi masuknya kesini bukan pintu ini " Gumam pria bernama Soni tersebut yakin.


" Apa mereka punya hubungan ? apa karna pria itu Dini mutusin gue ?" Lanjut Soni overthingking.


" Aah gak,mana mungkin Dini selingkuh,huh gak2 Dini bukan orang kayak gitu " Kata Soni menggeleng kepala.


Pria itu menunggu didepan mengintip dari benda bulat di pintu memastikan kekasihnya berada dipintu yang mana.


Didalam rumah,Samuel menjatuhkan tubuhnya di disofa panjang depan tv.


Lelaki itu merasa lelah beraktiftas seharian.


" Ya ampun ada apa dengan hari ini,kenapa kacau banget " Gumam Samuel mengusap wajahnya.


Pikiran Samuel kembali panas mencari jalan keluar yang tak pernah ia temukan.


Bayang2 Winda masih bergelayutan dikepalanya,bahkan dalam sehari Samuel tak pernah absen memikirkan istri anak buahnya tersebut.


Drt drt..


Hape pria itu berdering,Samuel melihat nama dilayar dan kembali menghela nafas.


" Halo " Sapa Samuel lesu.


" Sam kamu dimana ?" tanya seorang diseberang.


" Kenapa ?" tanya Samuel malas.


" Datanglah kerumah sakit,Nenek mu dirawat " Jawab sang Papa sedih.


" Nenek ?" ulang Samuel kaget.


" Iya,adik mu sudah berada disini,kemarilah " Jawab Rafael.


" Aku gak bisa Pa,aku capek pengen istirahat " Balas Samuel.


" Kau tadi kerumah Winda ?" tanya Rafael.


" Sam " Tegur Rafael lemah.


" Aku tau diri,aku juga tak bertemu Winda disana tepatnya ia bersembunyi tidak mau bertemu dengan ku " Balas Samuel kesal.


" Jangan dekati mereka lagi,Winda punya suami dan anak Sam " kata Rafael lembut.


" Aku bisa saja jika mau mendapatkan Winda lagi dengan cara ku " balas Samuel santai.


" Jangan Nak " Pinta Rafael kaget.


Samuel terkekeh geli,memang jika ia bersikeras dan egois maka bukan hal yang sulit untuk mendapatkan kekasih hatinya lagi,tapi Samuel tidak mau melakukan hal seperti itu lantaran ia mengingat adanya Nur yang begitu mencintai Restu.


" Tak apa jika kau belum mau bertemu Nenek mu,tapi Papa minta jangan melakukan hal bodoh lagi,bukan cuma kamu yang lelah,tapi Papa juga " Kata Rafael tegas.


" Hm " jawab Samuel paham.


Tut.


Panggilan terputus sepihak,Samuel kembali menghela nafas panjang.


Lelaki itu merasa belum siap bertemu dengan keluarnya sekarang,ia tak mau saat melihat Pony perasaan marahnya kembali membeludak.


Bahkan kini hubungan Samuel dengan ibunya pun merenggang,Rafael sebagai kepala keluarga tak bisa berbuat banyak karna tau anak dan istrinya cukup keras kepala.


Sebisa mungkin Rafael menjadi penengah dan beruntung juga Samuel tak pernah menolak jika ia hubungi atau menganjak bertemu.


" ahhh sudahlah mending aku mandi " Gumam Samuel tak mau berpikir lagi.


Pria itu bangun dari duduknya menuju kamar seraya membuka baju kaos yang ia pakai.


Dengan wajah tenang pria tersebut melepaskan jam tangan dompet dan celana panjang hingga menyisahkan kolor sepaha.


Pria itu membuka kamar mandi dan seketika terbelalak kaget.


" Aaaaaaaa " Pekik seorang gadis yang sedang menghadap cermin.


Glek....

__ADS_1


Samuel menelan ludah kasar melihat tubuh gadis itu hanya mengenakan tangtop tanpa tali.


" Keluarrrrrrrrrr " Pekik gadis tersebut menyiram Samuel dengan air.


" Woiii kenapa kamu ada disini ?" Tanya Samuel mengelak.


" Keluarrr keluarr " Pekik gadis itu menyiram Samuel.


Pria itu bukannya keluar malah mendekat dengan wajah kesal.


" Hentikan !" Bentak Samuel menarik tangan gadis itu dan menghempasnya kedinding.


Deg...


Manik keduanya bertemu,wajah Samuel sudah basah terkena jipratan air.


Nafas keduanya memburu,gadis itu berusaha berontak tapi genggaman Samuel begitu keras.


" Le lepas " Ucap gadis itu bergerak.


Manik Samuel turun dan terdiam melihat sebuah aliran sesat yang menganjaknya traveling.


" heiii kurang ajar kau " Kata gadis itu mengibas tangannya dan mendorong Samuel.


" Kau yang kurang ajar !" bentak Samuel kesal.


" Kenapa kau melihat dada ku hah ? tertarik ?" tanya gadis itu nyalang.


Samuel melototkan matanya kaget,tanpa basa basi pria itu menyeret gadis tersebut keluar dari kamar mandi.


Brakkk...


Dengan kasar Samuel mendorong Dini hingga terjengkang kedepan.


" Aduhhhh " Ringis Dini terjatuh.


" Keluar dari sini atau saya laporkan ke polisi !" Ancam Samuel dengan telunjuknya..


" Ini apartem....


" Apa ? punya mu ?" tanya Samuel nyalang.


" Aduhh aku salah tempat sembunyi " Gumam Dini merutuki dirinya.


" Keluarrrrr !!! " Teriak Samuel emosi.


" I iya " Jawab Dini ketakutan.


Gadis itu bukannya pergi malah mendekati Samuel.


" Hei apa yang kau lakukan ?" tanya Samuel terbelalak.


" Ba baju ku didalam sana " Jawab Dini menunjuk kamar mandi.


Samuel menoleh kebelakang dan mendapati seonggok baju dibawah Wastafel.


Dengan jiwa meronta2 pria itu mengambil baju tersebut dan melemparkannya tepat diwajah gadis malang tersbut.


Dengan wajah mengkrucut,Dini pun keluar membawa rasa takutnya yang belum pernah ia rasakan.


" Ck kalo kunci ku gak hilang juga aku gak bakal masuk kesini,siapa suruh juga apartemen gak dikunci,untung aku yang masuk,coba kalo maling,huh gak bersyukur banget tuh gorila !" Rutukan Dini sepanjang jalan.


Dirumah sakit,2 orang gadis terlihat panik saat teringat satu hal yang mereka lupakan.


" Kak giman nih,kalo Kak Sam tau apartemennya gak tekunci bisa mati kita " Ucap Tini ketakutan.


" Kamu sih tadi main kabur aja,coba dikunci dulu bener2 " Gerutu Tania tak kalah takut.


" Ya aku mana tau Kak,aku pikir udah ketutup sempurna,tadi kan kita bawaanya panik " Sahut Tini kesal.


Lutfia mendengar debatan anaknya dengan helaan nafas panjang.


Wanita itu tak bisa berkomentar lagi karna kedua gadis tersebut sudah cukup takut dengan kemarahan Abang mereka.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya

__ADS_1


__ADS_2