
Disebuah halaman seorang wanita baru saja sampai dikediaman Nenek dan Kakeknya,ini pertama kali bagi Winda menempuh rumah elegant itu seorang diri,karna selama ini Winda hanya 2x kerumah tersebut itupun saat diriny masih kecil.
Winda tak bisa seperti gadis lainnya yang mengulang rumah sang Nenek seperti air mandi karna jika ia datang kesana,hanya ada penolakan yang akan menyakiti hati.
Tapi hari ini berbeda,Winda datang kesana dengan berbekal undangan dari tuan rumah langsung yang dititipkan kepada Romi selaku orang tua pengganti bagi Winda saat ini.
Dengan menarik nafas panjang,Winda mulai melangkah mendekati pintu.
Tok tok tok...
Winda mengetuk pintu rumah dengan tenang,berapa kali mengetuk dan membunyikan bel tiba2 pintu rumah terbuka.
Nampaklah seorang bocah dengan kostum superhiro dan topeng diwajahnya.
" Kakakkkk " Pekik Doni heboh.
" Doni " pekik Winda kaget.
" Aku jadi supermen Kak " Ucap Doni menunjukkan aksinya.
" Kamu main sama siapa ?" Tanya Winda bingung.
" Sama Kakek dan Nenek " Jawab Doni.
" Hah " Pekik Winda melotot.
" Winda " Panggil seseorang dari dalam.
Winda mendongak dan kembali melotot melihat sang Nenek berkostum cat women beserta topeng di matanya.
" Hay " sapa seseorang mendekat.
Winda menoleh dan terdiam melihat sang Kakek berkostum iron men lengkap dengan talenannya.
" Ayo masuk Kak " Ajak Doni menarik Winda.
" ehh " kata Winda terseret.
Risa menutup pintu rumah seraya menatap kedua cucunya mendekati ruang keluarga.
" Ayo temani mereka " Ajak Rudi kepada sang istri.
Risa mengangguk dan melangkah semangat.
Winda duduk disofa panjang seraya melihat dekor rumah yang begitu cantik.
" Apa kabar ?" Tanya Risa ikut duduk didepan Winda.
" Baik " Jawab Winda sopan.
" Kamu sendirian kesini ?" Tanya Risa lagi.
" Hm " Jawab Winda dengan anggukan.
" Suami mu gak ikut ?" tanya Rudi membuka suara.
" Sam mau kerumah Mamanya " Jawab Winda menoleh.
" Kamu gak diajak ?" tanya Risa mengernyit.
" Hm belum " Jawab Winda ambigu.
" Mereka masih menolak ?" tanya Risa hati2.
Winda mengangguk pelan.
Risa menghela nafas panjang sambil melihat kearah suaminya.
" Ya udah,nanti tidur dirumah ini aja ya " Kata Rudi tersenyum..
__ADS_1
" Iya Kak,kamarnya bagus banyak mainan " Celetuk Doni semangat.
" Nenek udah siapin kamar buat kamu,hm dulu itu kamar bekas Papa mu muda " kata Risa sedikit malu.
" Gak usah Nek,aku pulang aja " Kata Winda tak enak.
" Kalo gitu aku juga pulang " Kata Doni.
" Eh jangan dong " Ucap Rudi mengkrucut.
" Aku gak bisa Kek,kalo Kakak ada baru aku mau,nanti kalo saudara lain datang terus jahatin aku,siapa mau belain ?" Tanya Doni polos.
Deg...
Risa dan Rudi terdiam begitu pun Winda.
" Gak bakal ada yang nyakitin kamu,Kakek bakal lindungin kamu mulai sekarang " Kata Rudi lembut.
Doni menggeleng pelan.
" Aku gak bisa percaya gitu aja,kata Mama aku harus berhati2 " Balas Doni.
" Hati2 ? maksudnya ?" tanya Risa terkejut.
" Kakek sama Nenek kan gak suka aku dan Kak Winda dari kecil,jadi kami harus hati2 kalo tiba2 kalian baik " Jawab Doni.
Winda diam melihat respon pasangan itu menampakkan wajah terkjut..
" Itu hanya masa lalu " Lirih Risa pelan..
" Aku mau sama Kak Winda aja,kalo Kak Winda pulang aku juga harus pulang " Kata Doni merangkul lengan Kakaknya.
" Winda " panggil Rudi lembut.
" Izinkan kami untuk membuat kalian nyaman dirumah ini " Ucap Rudi memohon.
" Ngak perlu minta maaf,ini memang sudah takdir kami " Jawab Winda tersenyum.
Risa menggeleng pelan.
" Ini salah kami Nak,kami terlalu egois menolak ibumu,hingga apa pun yang ia berikan kami tidak pernah menghargainya " Balas Risa berkaca kaca.
" Termasuk aku dan adikku " Lanjut Winda bergetar.
Risa mengangguk pelan,wanita itu terlihat sangat menyesal.
Kini baru Risa menyadari bahwa Sindi sangat berarti untuk anaknya,bahkan Malvin tak meminta bantuan mereka sama sekali untuk dikeluarkan dari Bui.
Risa pikir sang anak akan bersujud kepadanya memohon bantuan,tapi yang terjadi malah semakin membuat wanita itu merasa gagal menjadi sosok ibu yang baik untuk putranya sendiri.
" Baiklah,sekarang ayo siap2 " Kata Rudi bangun dari duduknya.
" Siap2 kemana ?" Tanya Risa bingung.
" Apa kalian akan berdiam dirumah saja di malam minggu ini ?" Tanya Rudi memainkan alisnya.
" Mau kemana Kek ?" Tanya Doni masih bingung.
" Ayo kita berkeliling,belanja dan bermain " Ajak Rudi tersenyum.
" Bermain ?" Pekik Doni heboh.
" Ya,kau bisa bermain apa saja dan dimana saja " Jawab Rudi semangat.
" Yeeeeee aku mauuu " Pekik Doni meloncat.
Winda masih diam dengan wajah bingungnya.
" Ayo " Ajak Risa ikut bangun.
__ADS_1
" Memangnya mau kemana ? aku harus memberitahu Sam " Kata Winda sopan.
" Hanya jalan2 saja " Jawab Risa.
" Beritahu suami mu bila perlu ajak dia juga "
" Dia tak akan mau " Cicit Winda pelan.
" Ya sudah,ayo ganti baju dulu " Ajak Rudi kepada Doni.
" Iya Kek,gendong ya ?" Pinta Doni manja.
" Aduhh encok nih pinggang Kakek " Jawab Rudi lesu.
" Hehe ya udah aku jalan aja " Kata Doni terkekeh.
Rudi tersenyum,keduanya berjalan riang dengan tangan saling berpautan.
" Nenek ganti baju dulu ya " Kata Risa pamit.
Winda mengangguk pelan.
Wanita itu pun menunggu disofa seraya mengeluarkan hapenya.
Sam sudah berpesan tadi bahwa wanita itu harus melaporkan kemana pun ia pergi.
Tak lama mereka pun siap berangkat,Winda sedikit canggung tapi demi kebahagiaan sang adik,Winda berusaha bersikap biasa saja.
Selama dijalan Risa banyak bertanya,menganjak sang cucu bercerita panjang lebar,tapi Winda hanya menjawab seadanya dan tak bertanya kembali.
Winda masih trauma,perlakuan Neneknya dulu begitu membekas dihati dan pikirannya hingga sekarang.
Bukan tidak mau menerima Risa,hanya saja disakiti orang terdekat itu bagaikan seribu jarum yang menghantam dirinya bersamaan.
" Apa kau sudah menemui ibumu ?" tanya Risa hati2.
" hm sudah,Mama baik begitupun Papa " Jawab Winda.
" Kau tidak membahas masalah ini kepada Samuel ?" Tanya Risa lagi.
" Sudah,Sam lagi usaha membujuk orang tuanya " Jawab Winda sopan.
" Hm baiklah,Nenek juga sudah siapkan pengacara,nanti jika jaksa penutut mereka melakukan hal kejam,Nenek gak akan tinggal diam " kata Risa serius.
" Terima kasih " Balas Winda tersenyum.
" Aku ini Nenek mu sudah seharusnya kami melakukan itu " Kata Risa ramah.
Winda diam mengangguk.
Tak lama mereka pun tiba disebuah mall,Doni kembali girang.
Selama Malvin dan Sindi masuk bui,bocah kecil itu tak pernah lagi jalan2.
Tinggal dirumah Romi,Doni tak bisa kemana mana karna Yuni dan suaminya sibuk urusan masing2 ditambah Byanca sedang ulangan.
" Ayo masuk " Ajak Rudi menggandeng tangan cucunya.
Mereka semua masuk dengan wajah ceria,Winda tersenyum kecil melihat sang adik mulai menunjukkan sifat manjanya kepada sang Kakek.
Rudi dengan senang hati memberikan apa yang bocah itu mau,senyum Winda terus merekah hingga maniknya tak sengaja melihat seseorang yang ia kenal.
" Loh Pa itu kan....?" Tanya Risa menyelisik.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
Maaf ga bisa update teratur,author lagi sakit🤧
__ADS_1