Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
579


__ADS_3

Semalaman Doni berada dirumah Samuel,lelaki itu merasa sangat asing meski Samuel sudah berbuat baik kepadanya.


Pagi2 sekali Doni sudah bangun dan bersiap pergi krumah sakit,meski malam tadi Leni sangat ketus kepadanya tapi wanita itu tetap memberinya obat pakaian dan makanan yg layak.


Bahkan Leni tak sungkan memberi selimut tebal saat tau bahwa Doni sedang sakit.


Seperti saat ini,wanita itu sibuk didapur membuatkan menu sarapan,Doni tak menghirau di otaknya hanya ingin segera bertemu keluarga.


Ceklek...


Pintu kamar terbuka,nampaklah seorang pria dengan baju tidur keluar dengan sempoyongan.


" Kak " Sapa Doni melihat lelaki itu.


" Hah em ya " jawab Samuel mengusap matanya.


Lelaki itu pun mendekati Doni dan duduk disofa.


" Kau mau kemana ?" Tanya Samuel serak.


" Aku mau kerumah sakit " Jawab Doni


" Kau sudah sembuh ?" Tanya Samuel.


" Sudah Kak,aku jauh lebih baik sekarang " Jawab Doni tersenyum kecil.


" Oh syukurlah,ayo sarapan dulu nanti Kakak antar kesana " Balas Samuel berdiri


Doni diam tak ikut berdiri.


" Kenapa ?" tanya Samuel mengernyit.


" Hm nanti saja Kak,aku sarapan dirumah sakit sama Mama " Jawab Doni tak enak.


" Jangan begitu,kamu harus minum obat dan makan,ayo cepetan " Kata Samuel sedikit memaksa.


" Tapi...


" Ayoooo " Titah Samuel menarik tangan remaja itu.


Doni mengangguk kecil dan mengikuti langkah lebar Samuel.


Doni baru menyadari bahwa tempat tinggal mantan iparnya itu sangatlah luas,bahkan terdapat beberapa ruangan yg menurut Doni keramat untuk dimasuki.


Bahkan semalam saat Leni meminta Doni pindah ke kamar saja Doni dengan tegas menolak.


Lelaki itu begitu ingat dengan petuah ibunya yg tak boleh sembarang masuk kerumah orang.


Sesampainya didapur,suasana begitu berantakan.


Bahan makanan bersimpah ruah didalam sana,seorang wanita terlihat sangat sibuk mengicau menu dalam wajannya.


" Astaga " Gumam Samuel menepuk jidat melihat tingkah sang istri.


Menyadari ada orang masuk,Leni berbalik badan dan melotot kaget.


" Kenapa kau bangun ?" Tanya Leni syok.


" Lalu kau ingin aku mati ?" tanya Samuel kesal.


" ya bukan begitu,aku belum selesai masak Sam " Jawab Leni ikut kesal.


Samuel memutar mata dan mencari sesuatu di kulkas.


" Kau masak apa ?" Tanya Samuel cuek.


" Hm aku masak tom yum untuk remaja itu,dan nasi goreng untuk kita " Jawab Leni bangga.


" Kenapa berbeda ?" tanya Samuel mengernyit.


" Hehe bahan nya cuma cukup untuk 1 porsi Tomyam,jadi aku buatkan untuk dia saja karna dia masih sakit " Jawab Leni cengengesan.


" Serah kau saja " Balas Samuel menutup pintu kulkas.

__ADS_1


" Ini minum lah susu dulu " Ucap Samuel memberi susu dalam kotak untuk Doni.


" Makasih Kak " Jawab Doni malu.


Samuel berjalan mengambil piring dan mendekati istrinya.


Doni hanya diam saja,terlihat Samuel berada disamping Leni berbicara pelan.


" Mereka terlihat sangat serasi " Batin Doni tersenyum kecut.


Ntah mengapa Doni merasa sedikit cemburu,ia sangat ingat bagaimana perlakuan Samuel kepada Kakaknya dulu.


Lelaki dewasa itu sangat bisa memposisikan diri bisa bersikap hangat dan dingin dalam waktu berdekatan.


" Tambahkan kecapnya,nasi gorengmu seperti tak punya nyawa " Cibir Samuel kecil.


" Ck dia memang tak bernyawa Sam " Sahut Leni gemas.


" Tambahkan,aku tidak mau ikut pucat setelah memakannya nanti " Titah Samuel tegas.


" Iya2 " Jawab Leni malas.


Lelaki itu pun mundur dan duduk bersama Doni.


" Makanlah,ini dia buat khusus untuk mu " Kata Samuel mendorong mangkuk tomyam Doni.


" Makasih Kak " Balas Doni sopan.


" Sama2 " Jawab Samuel tersenyum kecil.


Doni mulai menyicipinya,lelaki itu kaget dengan rasa yg cukup lezat.


" Waw Kakak itu pinter masak ternyata " Batin Doni melirik Leni yg masih sibuk sendiri.


" Kenapa ? apa tidak enak ?" tanya Samuel memperhatikan gestur wajah Doni.


" Hah tidak,ini enak sekali Kak,istri Kakak pinter masak " Jawab Doni tersenyum.


" Benarkah ?" tanya Leni kedengeran.


" Wah2,ini yg aku suka,harusnya kau seperti itu Sam,memuji masakan istri " Kata Leni menyindir Samuel.


" Hanya kebetulan saja " Balas Samuel cuekk.


" Ck,kau menyebalkan " Cibir Leni mengkrucut.


Doni mengulum senyum,wajah Leni begitu imut sedang marah sedangkan Samuel memasang wajah super datarnya.


Beberapa detik kemudian,menu pun jadi Leni dengan siap siaga menyiapkan makanan didepan Samuel.


Doni hanya memperhatikan seraya menikmati makanan nya.


" Kau bekerja hari ini ?" Tanya Leni disela makannya.


" Iya " Jawab Samuel mengangguk.


" Aku juga bekerja,hari ini aku menjadi model diperusahaan mu " Kata Leni semangat.


" Apa !" Pekik Samuel terbelalak.


" Kau tidak tau ?" Tanya Leni balik.


" Aku tidak berurusan untuk itu " Jawab Samuel.


" Hah kau tidak peka sama sekali " Cibir Leni kesal.


Samuel diam melirik Doni yg juga melihat kearah mereka.


Setelah semua selesai,Doni memungut piring kotor dan menaruhnya diwastafel.


" Apa yg kau lakukan ?" tanya Leni mengernyit seraya memungut bahan2 yg berjatuhan tadi.


" Aku akan mencuci piring " Jawab Doni tersenyum

__ADS_1


" Hah mencuci ?" tanya Leni syok.


Doni mengangguk kecil.


Lelaki itu pun mulai menuangkan sabun dan memutar kran.


Leni masih diam dengan wajah melongonya sungguh wanita itu tak menyangka remaja asing tersebut mau melakukan hal yg Samuel saja tak pernah melakukannya.


Doni asik sendiri,Leni tersenyum cerah dan semakin semangat membersihkan dapur.


Diluar dapur,Samuel mulai bersiap,hari ini jadwalnya cukup padat.


Lelaki itu harus membereskan pekerjaan yg kemarin tak ia selesaikan.


Selesai semuanya,2 lelaki itu pun berpamitan pergi.


" Hati2 ya " Ucap Leni melambaikan tangan.


Doni mengangguk kecil sedangkan Samuel langsung melongos pergi.


" Kak " panggil Doni pelan.


" Hm " Jawab Samuel berjalan dengan langkah lebar.


" Kakak sama istri lagi gak akur ya ?" tanya Doni hati2.


" Maksud kamu ?" Tanya Samuel berhenti sejenak.


" Hm gak papa Kak " jawab Doni tak mau melanjutkan.


Samuel tersenyum dan mengusap kepala lelaki itu.


" Kami baik2 saja Don,memang cara obrolan kami kurang baik " Ujar Samuel tenang.


Doni mengangguk dan memilih diam.


Ditempat lain,sebuah keluarga berkumpul disebuah ruangan.


Pagi ini Keluarga Malvin mendapat kabar baik lantaran cucu mereka sudah siuman.


Suatu hal yg cukup menakjubkan mengingat,malam tadi Nur hampir kehilangan nyawanya.


" Apa kau mengenali Nenek ?" tanya Sindi sedikit berbisik.


Nur mengernyitkan matanya,gadis mungil itu terlihat cukup parah dengan perban dikepala tangan dan kaki.


" Ya " Jawab Nur mengangguk kecil.


" Oh syukurlah sayang,Nenek sangat khawatir sama kamu " Kata Sindi mengusap wajah cucunya.


" Papa " Ucap Nur tiba2.


" Iya ada apa ?" tanya Sindi sedikit terkejut.


" Papa huhuhuhu " Nur langsung menangis.


" Sayang kenapa ?" Tanya Malvin mendekat.


" Papa Kek,Papa dolong Nul " Jawab Nur mengingat.


Deg...


Malvin tersentak kaget mendengar ucapan cucunya barusan.


" Papa dorong Nur ?" Ulang Sindi tenang.


Nur mengangguk.


" Papa jahat huhuhuuu " Kata Nur mulai terisak.


Sindi dan Malvin saling melihat,adik Restu yg berada diruangan mengernyit bingung dengan ucapan keponakannya.


Mereka semua belum tau apa yg terjadi karna tak ada saksi yg melihat.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2