
Histi mendekat dan berdiri tepat didepan pria yang ia lihat.
Gadis disebelah lelaki itu terlihat kebingungan dengan kehadiran gadis asing yang menemui dirinya dan juga sang kekasih.
" Hay " Sapa Histi tersenyum.
" Hay " Jawab lelaki itu ikut tersenyum.
" Itu tadi siapa ?" Tanya Histi.
" Keponakan dia " Jawab Bryan menunjuk kekasihnya.
Lelaki yang dilihat Histi barusan adalah Bryan sang mantan kekasih,gadis itu sedikit terkejut karna tak menyangka bisa bertemu Bryan ditempat umum seperti saat ini apalagi disekolahan.
" Pacar kamu ?" tanya Histi.
" Calon istri " Jawab Bryan tersenyum.
" Benarkah ?" Tanya Histi kaget.
" Kau ketinggalan berita ?" tanya Bryan.
Histi diam menatap gadis berhijab itu dalam.
" Haha aku lupa kau tidak sibuk dengan urusan orang lain " lanjut Bryan tertawa.
" Hm ya aku ketinggalan berita " kata Histi tersenyum.
" Selamat ya,aku turut bahagia " Ucap Histi menyodorkan tangannya.
" Iya,makasih " Jawab Bryan menyambut tangan gadis itu.
Keduanya saling melihat,meski sudah berpisah tapi mereka tidak saling melupakan.
Histi dan Bryan sebisa mungkin memperbaiki hubungan kekeluargaaan mereka apalagi kakek mereka bersahabat.
" Aku Dewi " Ucap gadis itu ramah.
" Ha iya aku Histi " Jawab Histi ikut ramah.
" Kau tidak ikut orang tua mu ?" tanya Bryan.
" Tidak,aku menjadi pengasuh untuk berapa hari kedepan " Jawab Histi terkekeh.
" Haha ya,Salma dan Salim berada dibawah kendali mu " Kata Bryan tertawa.
Histi tersenyum mengangguk.
" Oh iya,Serkan apa kabar ?" tanya Bryan teringat pacar Histi.
" Dia sedang sakit dan aku harus kesana " Jawab Histi.
" Sakit apa ?" tanya Bryan.
" Mungkin hanya demam " Jawab Histi menebak.
Bryan diam menatap gadis itu dalam,Histi yang ditatap pun merasa tak enak hati,apalagi Dewi melihat kearah mereka.
" Ya udah,aku balik dulu ya " kata Histi buru2 pamit.
" Hati2 " Ucap Dewi tersenyum.
" Terima kasih " jawab Histi ikut tersenyum.
Gadis itu pun langsung masuk kdalam mobil dan pergi dari sana.
Bryan masih diam menatap mobil Histi yang kini menjauh.
Dewi tersenyum mengusap bahu Bryan.
Pria itu menoleh dengan wajah sedikit terkejut.
" Maaf " Ucap Bryan merasa bersalah.
" Tak apa " Jawab Dewi tersenyum.
__ADS_1
" Seharusnya aku tidak melakukan itu " Ucap Bryan mengambil tangan Dewi dan menggenggam nya.
" Ayo pulang,bukankah kau harus bekerja ?" Ajak Dewi mengalihkan.
Bryan mengangguk kecil,mereka pun masuk kedalam mobil.
Sejak berkenalan dengan Dewi dan memilih gadis itu,Bryan mulai hidup sederhana,pria itu juga mulai merintis usaha sendiri tidak bergantung kepada Adelard lagi.
Penampilan Bryan pun kini terlihat lebih santai seperti pria biasa karna Bryan mengimbangi Dewi yang juga berpakaian apaadanya,lelaki itu tidak lagi menuntut kesempurnaan,Bryan juga belajar banyak dari Histi yang memang sangat sederhana.
" Aku pikir kau masih sayang kepada gadis itu " Ucap Dewi membuka suara.
" Tidak juga,hanya saja saat melihatnya aku sedikit sakit hati " Jawab Bryan.
" Aku tau itu sangat menyakitkan,tapi berusahalah untuk ikhlas " Ucap Dewi.
" Aku sedang melakukannya sayang,aku sulit melupakan Histi karna dari kecil kami tumbuh bersama " Balas Bryan menghela nafas.
" Jika kau tak yakin kepada ku,kau bisa mengakhirinya sekarang " Ucap Dewi serius.
" Apa !" Pekik Bryan terbelalak.
Pria itu langsung mengerem mendadak membuat Dewi terpental kedepan.
" Jangan gila " kata Bryan geram.
" Aku hanya menawarkan " Jawab Dewi mengusap dadanya ngeri.
" Kau tidak percaya kepada ku ?" Tanya Bryan marah.
" Bukan begitu,hanya saja aku lelah jika kau masih memikirkan mantan " Jawab Dewi.
Bryan diam,Dewi memang sudah tau masalah Bryan dengan Histi karna dari awal mereka sudah sama2 terbuka.
" Aku tidak memikirkannya " Kata Bryan tegas.
" Aku melihatnya Bry " Kata Dewi menunduk.
Bryan melemah menatap gadis itu sudah berkaca kaca.
" Kita hampir selangkah lagi,aku mohon percayalah pada ku " Kata Bryan memohon.
" Aku cemburu " Jawab Dewi jujur.
Bryan tersenyum menatap wajah gadis itu.
" Kau cemburu ?" tanya Bryan mencolek dagu Dewi.
" Hm " Jawab Dewi mengangguk.
" Ahhh benarkah ?" Tanya Bryan tak percaya.
Dewi diam,dirinya bingung kenapa harus memberitau Bryan apa yang ia rasakan sekarang.
" Apa saja yang kau rasakan tadi ?" tanya Bryan memegang bahu gadis itu.
" Panas tapi aku tidak bisa marah karna dia ramah dan murah senyum " Jawab Dewi mengkrucut.
" hahahahahaha " Bryan tertawa ngakak.
" Mengapa kau menertawai ku ?" tanya Dewi heran.
" Kau lucu sayang " Jawab Bryan mencubit pipi gadis itu.
" Apanya yang lucu ? aku sedang marah !" Kata Dewi kesal.
Bryan lagi2 tertawa,pria itu tak menyangka Dewi akan memberitahu apa yang ia rasakan,suatu hal yang jarang terjadi di diri para cewek2 jaman sekarang.
Dewi diam memperhatikan lelaki itu masih tertawa.
" Aku pikir kau akan mengamuk tadi " Kata Bryan mencoba tenang.
" mana bisa,kau pasti akan memarahi ku " Kata Dewi mengkrucut.
" Ya,karna itu tempat umum hahahahaha " Ucap Bryan tertawa ngakak.
__ADS_1
Dewi tersenyum melihat wajah Bryan terlihat girang.
Lelaki itu sangat tampan saat tertawa,lesung pipi Bryan akan nampak saat bibirnya melengkung keatas.
" Akhhh kau menjengkelkan !" kata Dewi memeluk lelaki itu.
" Kau juga " jawab Bryan ikut memeluk Dewi.
Keduanya saling berpelukan dan tertawa renyah.
Hadir Dewi membuat Bryan sedikit sembuh dari luka hati yang pernah Histi torehkan,benar kata Dewi,mereka tak bisa marah kepada Histi karna gadis itu punya vibes tersendiri yang akan meredamkan amarah orang lain bahkan orang tuanya sendiri tak bisa lama2 marah kepada anak sulung mereka tersebut.
Ditempat lain,Histi baru saja sampai diapartemen Serkan.
Suasana sangat sepi,gadis itu dengan leluasa masuk menenteng bubur ayam yang ia beli dipinggir jalan..
" Sayang " panggil Histi membuka pintu kamar.
Terlihat seorang pria bergelung selimut tebal dengan suasana gelap.
" Astaga,ini kamar apa hutan,gelap banget " Cibir Histi heran.
Sreeeeettttt...
Tabir terbuka lebar hingga cahaya matahari langsung bersinar masuk dicelah jendela.
" Hmmm..." Lenguh Serkan merenggangkan otot2 tubuhny.
" Bangunnn dah siang " Seru Histi menaruh makanan dinakas.
" Kamu udah sampe ?" tanya Serkan serak.
Glekkk...
Histi menelan ludah kasar,pria dengan bertelanjang dada itu terlihat begitu menggoda pikir Histi.
" Hei kenapa diam ?" tanya Serkan mengusap wajahnya.
" hm kamu gak papa ?" tanya Histi pucat.
" Sini " Ajak Serkan menepuk kasur.
" Gak mau ah,ntar di tangkap lagi " kata Histi ngeri.
" Gak " Jawab Serkan terkekeh.
Histi memberanikan diri mendekat,Serkan menarik tangan Histi dan membaringkan gadis itu disampingnya.
" eh eh apa ini ?" Tanya Histi ngeri.
" Pengen peluk " Jawab Serkan manja.
" Aku belum mandi " Kata Histi risih.
" Sama aku juga " Jawab Serkan.
Histi diam,Serkan pun diam memejamkan mata.
" Ini untuk kamu " Kata Serkan memberikan sesuatu dibawah selimut.
" Apa ?" tanya Histi heran.
Gadis itu mengambil sesuatu ditangan Serkan dan mengeluarkannya ke permukaan.
" Menikahlah dengan ku Histi " Bisik Serkan lembut.
Deg...
Histi terbelalak kaget melihat 1 set perhiasan dikotak kecil.
" Jadilah istri dan ibu untuk anak ku nanti " Lanjut Serkan menindih tubuh gadis itu dengan tumpuan tangan.
Seketikà tubuh Histi mematung mendengar permintaan lelaki itu.
❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.