Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
220


__ADS_3

Disebuah rumah seorang pria terlihat uring uringan,Alexi terlihat kesal karna Salsa tak mengabarinya sama sekali.


Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam tapi gadis itu belum juga pulang.


" Kemana dia ? apa dia beneran gak pulang ?" Gumam Alexi geram.


Lelaki itu bangkit mengambil air,Alexi tak tenang lelaki itu ingin menyusul tapi tak tau harus kemana karna Salsa tak memberitahunya.


" Apa itu pacar barunya ? lelaki itu terlihat kaya aakkkhhh sial,,pasti Salsa mau dengan lelaki seperti itu " Gumam Alexi mengacak rambutnya frustasi.


" Apa aku telfon aja ya ? hm tapi ntar dia gr lagi aku hubungin,gak gak,enak di dianya,nanti besar kepala " Kata Alexi kembali berperang dengan hati dan otak.


Diperjalanan,Salsa ketiduran karna sudah lelah berkeliling.


Bryan yang fokus mengendara menggeleng pelan melihat gadis itu meringkuk dengan wajah lugu.


" Sayang banget kalo Alexi lepasin nih cewek " Gumam Bryan pelan.


Lelaki itu menambah laju mobilnya hingga beberapa menit sampai.


" Sa sa,bangun Sa dah sampai " Ucap Bryan menepuk pipi Salsa pelan.


gadis itu tak bergerak masih dalam buayan mimpi.


" Sa bangun " Kata Bryan gemas.


" ah iya,aku dimana ?" kata Salsa terbangun kaget.


Bryan menarik nafas dan tertawa melihat wajah linglung gadis itu.


" Kakak " Rengek Salsa mengusap wajahnya.


" Dah sana turun udah sampe,ntar dimarahin lagi sama mantan suami kamu " Kata Bryan menggoda.


" Cih dia bahkan gak perduli sama aku,lihat nelfon aja ngak " Kata Salsa kesal.


" Gak usah berantem,ntar kualat nyahok kamu seumur hidup layanin dia " kata Bryan memberi petuah.


" Ihh ogah,dia semaunya " Kata Salsa merinding.


" Kan gak tau jodoh " Kata Bryan tersenyum.


" Udah ah,terlalu larut ngomongin jodoh sekarang " Balas Salsa mengambil tasnya.


" Oh iya Kakak tinggal dimana ?" tanya Salsa teringat.


" Gak usah pikirin aku,semuanya aman " jawab Bryan.


" Hehe iya lupa,Kakak kan orang kaya bisa tidur dihotel " Kata Salsa terkekeh.


" Tidur sama kamu juga hayok kalo mau " Goda Bryan.


" Idih ngarep " Kata Salsa membuka pintu mobil.


Bryan tertawa seraya mengusap kepala gadis itu.


" Aku pulang dulu ya,Kakak hati2 dijalan " kata Salsa melambaikan tangannya.


" Iya,dah sana masuk " Titah Bryan.


Salsa mengangguk dan menaiki anak tangga rumah Alexi.


Bryan pun undur diri saat pintu rumah tertutup.


Salsa sangat terkejut rumah itu tak dikunci sama sekali.


" Aku pikir bakal ngegembel aku malam ini kalo beneran diusir sama Alexi " Gumam Salsa cekikikan.


Gadis itu pun masuk mengendap endap takut sang empu rumah terbangun mengingat sudah tengah malam.


Saat Salsa ingin kekamar,manik gadis itu tak sengaja melihat seorang pria meringkuk di sofa.

__ADS_1


Salsa berhenti melangkah dan mendekati lelaki itu perlahan.


Salsa diam melihat wajah Alexi tertidur damai,ntah mengapa ada rasa kasihan didalam diri Salsa kepada lelaki itu.


Tanpa sadar tangan gadis itu mengusap rambut Alexi yang terlihat berantakan.


" Kenapa dia bisa tidur disini ?" Gumam Salsa heran.


Salsa melihat kiri kanan,gadis itu pun berdiri tapi suara lenguhan terdengar.


Salsa menunduk dan terdiam melihat Alexi bangun sedang menatapnya.


" Kamu dah pulang ?" Tanya Alexi serak seraya mendudukan diri.


" Hm " Jawab Salsa pelan.


" Jam berrapa ini ?" tanya Alexi melihat jam.


Keduanya melihat jam di dinding yang menunjukkan pukul 12 lewat.


" Mana lelaki itu ?" tanya Alexi tenang.


" Udah pulang " Jawab Salsa.


" Hm ya udah,pintunya dikunci " Kata Alexi kembali berbaring.


" Lex " Panggil Salsa pelan.


" Hm " Jawab Alexi membenarkan tubuhnya.


" Tidur dikamar " Ucap Salsa.


" Gak papa aku disini aja " Kata Alexi memejamkan mata.


" Disini banyak nyamuk " Kata Salsa lembut.


" Gak papa,kamu aja yang tidur dikamar " jawab Alexi.


Alexi membuka matanya dan menatap wajah gadis itu.


" Ayo " kata Salsa mengulurkan tangan.


" Kita dulu sering melakukannya bukan,dan tak terjadi apapun " Kata Salsa tersenyum.


" Sekarang sudah berbeda,kita bukan suami istri " Jawab Alexi.


" Tak masalah,dulu kita suami istri pasangan yang sah tapi tak pernah melakukan apapun,dan sekarang pun aku rasa kamu juga tak akan melakukannya " Jelas Salsa perlahan.


Alexi diam menatap wajah gadis itu dalam.


" Dah ah,lagi pula aku datang bulan,ayo cepat " Kaya Salsa menarik tangan lekaki itu.


" Eehhhh brugh...


Alexi pun mendarat dilantai.


" Upsss sorry " Kata Salsa melesat kabur


Gadis itu masuk kamar sambil tertawa.


" Ck benar2 nih perempuan,belum encok tubuh aku belum berenti dia nyiksa " Kata Alexi gemas.


Lelaki itu pun memeriksa semua pintu dan masuk kekamar.


Alexi langsung menjatuhkan tubuhnya keranjang,lelaki itu terlihat lelah apalagi besok ia harus masuk pagi.


Alexi tak ingin memarahi Salsa pulang larut karna tak ingin mereka cekcok lagi.


Salsa membersihkan dirinya dan mengganti baju.


" Nah ini pembatasnya,kamu gak boleh lewat dari sini !" kata Salsa menaruh bantal guling ditengah meski ranjang sudah sempit.

__ADS_1


" Gak usah pake ginian lah,dulu juga gak " Protes Alexi merasa kesempitan.


" Gak bisa,ntar kamu merayap lagi ke aku " Kata Salsa ngeri.


" Haist aku cape Salsa,gak ada tenaga buat nidurin kamu " Kata Alexi memutar mata malas.


Bdepakk....


Lelaki itu mendapat hantaman bantal dari Salsa membuat Alexi langsung terdiam.


" Akkkhhh iya iya,serah deh,pasangin aja sekalian kawat berduri " Kata Alexi menjal2 dikasur.


Salsa mengulum tawa mendengar gurutuan lelaki itu.


" Matiin lampunya " Kata Alexi mengacak rambut.


" Iya sabar " Jawab Salsa mendengus.


Alexi mengambil guling dan memeluknya dengan erat.


Salsa pun mulai berbaring,gadis itu merasa deg degan karna ini pertama kalinya mereka tidur seranjang setelah bercerai.


" Huh tenang Sa,Alexi gak mungkin macem2 " Gumam Salsa pelan.


" Ck suuzon aja " cibir Alexi membelakangi gadis itu.


Salsa kaget karna ia pikir Alexi sudah tidur.


Keduanya kembali diam,Salsa mulai mengantuk mendengar suara dengkuran halus lelaki itu.


Tak lama keduanya pun tertidur.


Menjelang pagi,tiba2 hujan turun dengan deras,Salsa terlihat kedinginan apalagi Ac hidup.


Alexi terbangun melihat gadis itu meraba2 selimut.


Alexi duduk menarik selimut dibawah kaki mereka dan membuang bantal yang menjadi penghalang keduanya.


" Huh huh " Salsa menggigil.


" Tenang lah " Ucap Alexi pelan merapikan anak rambut gadis itu.


Salsa memang tak terlalu kuat dingin seperti Alexi makanya Salsa jarang pakai Ac.


" Ehm dingin " Lenguh Salsa mendekatkan tubuhnya ke Alexi.


Alexi yang merasa kasihan terlihat bimbang,dirinya merasa panas jika tak ada pendingin ruangan tersebut,tapi jika dipakai malah Salsa yang kedinginan.


Alexi perlahan mendekat dan menarik gadis itu ke dadanya.


" Tidurlah,kau akan merasa hangat seperti ini " Gumam Alexi lembut.


" dingin Lex,matiin Ac nya " Pinta Salsa dengan manik terpejam.


" Aku gak bisa tidur " kata Alexi bingung.


Salsa diam,gadis itu pun mengeratkan pelukannya ke tubuh Alexi mencari kehangatan.


" Gak papa ya gini,dah lama juga aku gak dipeluk hehe " Bisik Alexi terkekeh.


Salsa tak menjawab,gadis itu masih mengeratkan pelukannya dan bersembunyi dibwah selimut.


" Jangan kebawah ya,nanti bangun " Kata Alexi mewanti2.


Salsa mencubit paha lelaki itu membuat Alexi meringis.


Keduanya kembali tertidur.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya😭

__ADS_1


__ADS_2