
Suara klakson mobil terdengar,semua pengiring pengantin turun dari kereta besi masing2.
Seorang pria berdiri tegak dengan kopiah dikepalanya,pria itu terlihat sangat gagah dan mempesona.
Dibalut pakaian serba putih menambah kesan waw pada Serkan.
" Ayo " Ajak wanita disamping kiri Serkan yang juga terlihat anggun mengenakan kebaya cantik senada dengan ibunya.
Serkan mengangguk tersenyum,meski sangat tegang tapi lelaki itu berusaha untuk tenang.
Yuni tersenyum seraya menggandeng sebelah tangan putranya.
Mereka melangkah mendekat,didepan pintu rumah keluarga Romi langsung disambut tarian selamat datang dari sanggar seni,Reno dan Nisa paling depan menyambut keluarga besan.
" Assalamualaikum " Sapa Romi sopan.
" Waalaikumsalam " Jawab Reno & the gank.
Pria itu bersama istrinya terlihat sangat serasi dibalut kebaya dengan aksen mewah menambah kesan keluarga terpandang.
" Waw,Byanca cantik banget " Gumam Salim pelan.
" Ya nanti giliran aku yang bakal menikah sama dia " Sahut Jack yakin.
" Heleh,mana mau Byanca sama kamu " Cibir Salma.
" Anak kecil gak boleh sirik !" Hujat Jack.
" Eh kamu juga anak kecil tau !" Balas Salma tak terima.
" Ck nih bocah malah ribut,diem napa !" Cibir Aktam gemas melihat keponakannya.
" Iya nih berisik banget " Sahut Angel.
" Dah kamu juga diem " kata Prito membekap mulut putrinya.
" hmhmpppppttt " Pekik Angel kelabakan.
Aktam menggeleng pelan dan kembali fokus kedepan.
Ana dan Lulu tak menghiraukan anak dan suami mereka,kedua perempuan itu menjadi pagar ayu sang keponakan..
" Ayo masuk " Ucap Reno penuh kesopanan.
Romi dan keluarga tersenyum mengangguk.
Mereka semua menikmati tarian sejenak lalu dipersilahkan masuk kedalam rumah.
Meski Histi keluarga terpandang tapi mereka memilih mengadakan acara dirumah saja,bukan tak mampu membayar gedung,tapi Bara ingin anaknya menikah dirumah agar rumah mereka terasa lebih hidup,lagian dirumah Bara sudah didekorasi mengalahi dekor gedung,bahkan diluar rumah juga dipasangi tenda yang begitu mewah untuk para hadirin nanti menikmati acara.
Kepala Serkan celingak celinguk mencari calon mempelainya yang belum menampakkan batang hidung.
" Cari siapa Serkan ?" tanya Camelia menegur.
" Histi mana Ma,kok gak ada ?" tanya Serkan.
" Kamu belum boleh ketemu sama dia " Celetuk Yuni.
" Kenapa ?" tanya Serkan menoleh kearah ibunya.
" Belum halal " Jawab Camelia dan Yuni serempak.
Serkan melonjak kaget,dirinya tak tau sang calon istri tidak diperbolehkan keluar.
" Udah,mending kamu fokus ijab dulu " Kata Camelia mengusap tangan putranya.
__ADS_1
" Mau lihat Histi Ma " Ucap Serkan malu2.
" Nanti " Kata Camelia gemas.
Serkan mengkrucut,dirinya sangat penasaran gadis itu akan menjadi seperti apa.
Serkan didudukkan disebuah kursi yang berhadapan langsung dengan penghulu.
Para tamu undangan mulai berdatangan,seorang gadis bergamis biru masuk kedalam rumah dan tercengang melihat isi rumah yang begitu memukau.
Gadis itu mencari cari seorang hingga maniknya melihat seorang pria yang ia cari sedang duduk di kursi tempat ijab kabul.
" Serkan " Gumam Sifa bergetar.
Hati gadis itu merasa sangat perih,sejak tau dirinya ditolak Serkan,Sifa menjauhkan diri dari Camelia dan keluarga Romi.
Sifa malu akan dirinya sendiri jika harus mengejar pria tampan itu.
" Hei kenapa diam disini ?" Tegur seorang pria baru masuk.
" Hah iya maaf " Jawab Sifa tersentak dan menyingkir.
" Mau kemana ?" tanya lelaki itu lagi.
Sifa menunduk dalam,dirinya juga bingung mau kemana.
Ia diundang oleh Camelia dan Serkan langsung untuk menghadiri acara tapi disisi lain Sifa takut tak sanggup melihat pria yang ia sukai menikahi perempuan lain.
" Ayo masuk,acaranya akan dimulai " Ujar lelaki itu tenang.
" Iya " Jawab Sifa mengangguk.
Lelaki itu pun masuk duluan dan berjalan entah kemana.
Sifa mencari kursi kosong dan duduk sana,sekarang ia bisa sedikit bebas menatap Serkan dari samping.
Sifa melihat kiri kanan,tak ada yang memperhatikan Serkan,orang tua lelaki itu sedang sibuk mengobrol bersama calon besan mereka karna acaranya memang belum dimulai.
Sifa mendekati Serkan dan menyodorkan tisu untuk lelaki itu.
Serkan menoleh dan kaget melihat Sifa berdiri disampingnya.
" Ini,lap dulu keringat mu " Ucap Sifa tersenyum canggung.
" Kau datang " Ucap Serkan menatap gadis itu.
" Hm,aku harus memberi restu untuk mu " Jawab Sifa.
Serkan diam,perlahan bibir pria itu menukik keatas dengan senyum hangatnya.
" Terima kasih,aku harap kau juga akan menyusul " Balas Serkan tersenyum.
Sifa mengangguk dengan air mata hampir menetes.
Sungguh gadis itu merasa sangat patah hati,tapi Sifa mencoba mengikhlaskannya dan berharap mendapatkan ganti yang lebih baik.
" Jika dengan ini kamu bisa bahagia,aku akan ikut bahagia meski aku tak bisa menemani kamu dalam menjelajahi hidup " Batin Sifa mengusap pelan air matanya saat berbalik badan.
Serkan menghela nafas,dirinya merasa bersalah kepada Sifa tapi apa boleh buat,cintanya kepada Histi sudah tak bisa ditawar lagi.
Mc mulai memukul mic pelan tanda acara sudah akan dimulai.
Winda mencari tempat duduk paling dekat untuk menjadi salah satu saksi dalam perjalanan cinta Kakaknya tersayang.
" Lex sini " Kata Winda menarik tangan Alexi.
__ADS_1
" Depan banget Win " Kata Alexi kaget.
" Gak papa disini aja " kata Winda tersenyum geli.
Keduanya duduk paling depan diikuti orang tua Winda dan juga Byanca.
Yuni dan Romi serta Camelia disisi Serkan dan disebelah kanannya diisi oleh Zaiva dan Bara.
" Kamu siap ?" tanya Romi kepada putranya.
" Iya Yah " Jawab Serkan yakin.
" Baiklah para hadirin sekalian,sebentar lagi kita semua akan menjadi saksi dalam acara ijab kabul pengantin terhits kita hari ini,siapa lagi kalau bukan Ahmad Serkan Pratama dengan Histi Putri Salders,beri tepuk tangan " Ucap Mc dengan semangat.
Prok.
prok
prok..
Tepung tangan riuh terdengar nyaring,Serkan menunduk malu dengan sambutan Mc tsb.
Penghulu dihadirkan,Bara pun beralih duduk didepan Serkan untuk menjadi wali Histi.
" Sudah siap ?" tanya Penghulu.
" Siap " jawab Serkan tegas.
" Baiklah,rileks saja " kata penghulu santai.
Serkan mengangguk dan menarik nafas.
Didalam kamar,jantung Histi hampir lepas dari tempatnya.
Dari tadi bokong gadis itu sudah gemas ingin bangkit dari duduknya.
Histi ingin keluar melihat langsung Serkan melakukan ijab kabul tapi gadis itu dikurung oleh 2 ontynya yang sangat resek.
" Onty,kapan lagi aku harus begini ?" tanya Histi kesal.
" Sampai hadirin bilang sah " jawab Ana sambil berfoto selfi.
" Haha iya " Celetuk Lulu tertawa.
" Haisttt aku juga pengen lihat " kata Histi gemas.
" Ya udah sana,tapi jangan marah kalo bukan kamu yang dia nikahi " Jawab Ana santai.
" Apa !" pekik Histi melotot.
" Udah Histi,kamu diem aja disini,nanti juga keluar kok kan kedengeran juga Serkan ijab " Kata Lulu membujuk.
" Aku udah gak sabar lagi Onty,aku pengen kawin " kata Histi kesal.
" Hehhhhh " pekik Ana dan Lulu syok.
" Hehe nikah maksudnya " Ralat Histi cengengesan.
" Huuuuhhhh gila emang nih anak,mau2nya Serkan sama dia his hist hist.." Cibir Ana menggeleng tak percaya.
Histi mengkrucut kesal dikatai gila oleh ontynya sendiri.
Lulu tertawa ngakak melihat keduanya kembali tak akur.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.