
Dirumah besar seorang wanita duduk bersantai diayunan seraya memantau putranya bermain mobil2an.
Hari ini Histi tak pergi kemana pun lantaran Sutar mengaduh mager.
Dengan handphone ditangan Histi menscroll sosial medianya hingga satu nama terpampang disana.
" Loh ini kan Salsa " Gumam Histi kaget.
" Kenapa Ma ?" tanya Sutar ikut kaget.
" Hah gak papa " Jawab Histi menggeleng cepat.
Sutar kembali bermain menyeret mobilnya lebih jauh.
" Kenapa Salsa bisa nyangkut di status Bryan ?" tanya Histi bingung.
Wanita itu melihat lagi dan membaca captions disana.
" Astaga Suci,tau bapak kamu bakal nyahok nanti " Gumam Histi terkekeh.
Terlihat disana Suci dan Bryan sangat dekat bahkan bocah itu berani menyuapkan es krim kepada mantan pacar Histi tersebut.
" Ternyata Salsa deket juga sama Bryan,tapi kenapa Bryan gak ajak anak istrinya ya ?" gumam Histi bingung.
Wanita itu mengulang status Bryan berkali2 hingga tanpa sadar seorang pria berdiri disana melihat aktifitas sang istri.
" Suka banget liatin mantan " Ucap lelaki itu dingin.
Histi tersentak dan melonjak kaget,saat akan berbalik badan melihat pria yang begitu ia kenal.
Gubrakkkkkkk...
Histi terguling kebawah menghantam lantai rumahnya.
" Ehh kenapa jadi jatuh " Pekik Serkan panik.
" Aduhhhh " Ringis Histi tengkurap disana.
" Kamu gak papa ?" tanya Serkan khawatir.
" Kepala aku benjol Yankkkk " Pekik Histi meraba kepalanya.
" Ck kamu sih gak hati2 " kata Serkan gemas.
" Kamu yang ngagetin " balas Histi kesal.
Gadis itu bangun dan mengusap jidatnya yang terasa sakit.
Serkan membenarkan ayunan yang langsung menggulung ditempat.
Histi masih memasang wajah mengkrucutnya melihat sang suami.
" Ketulah sama suami mandangin pria lain " Cibir Serkan berbaring di ayunan.
" Siapa yang mandangin pria lain,aku gak sengaja " Kata Histi kesal.
" Gak sengaja tapi ngulangnya berkali2 " Hujat Serkan.
" ck,bukan liatin Bryan nya tapi ada adik ipar kamu disana " Kata Histi malas.
" Apa !" pekik Serkan kaget.
" Yang bener ?" tanya Serkan langsung bangun.
" Iya,Salsa ketemuan sama Bryan "
__ADS_1
" Mana coba aku liat " Kata Serkan tak sabaran.
Histi memberikan hapenya kepada sang suami,Serkan dengan cepat memeriksa.
" Apa ini ? Salsa ngajakin Suci juga ?" Tanya Serkan terbelalak.
" Iya,kayaknya Salsa dah bosen deh sama Alexi " Kata Histi terkekeh.
" Heh mana ada gitu " kata Serkan tak terima.
" Aku kerjain aja kali ya " Batin Histi melihat wajah tak menyangka Serkan.
" Ya bisa aja Yank,kan Bryan ganteng " Balas Histi terkekeh.
" Ganteng ?" Ulang Serkan tajam.
" Ya,kan Bryan emang ganteng,mana baik badannya bagus lagi " Jawab Histi memasang wajah takjub.
Serkan bersedekap dada melihat istrinya yang membanggakan pria lain.
" Kamu suka sama dia ?" tanya Serkan tenang.
" Ya suka dong,kan mantan aku " jawab Histi tersenyum.
Deg...
Manik Serkan seketika melotot,Histi mengulum senyum melihat tangan suaminya sudah terkepal.
" Duh mesinnya mulai panas nih,lanjutin gak yah ?" Batin Histi belum merasa puas.
Serkan terus melihat lagi status Bryan bersama Suci,keduanya terlihat seperti bapak dan anak gadis apalagi disana Suci tersenyum girang.
" Aku harus telfon Alexi " Kata Serkan terpancing.
" Hm telfon aja sebelum istrinya kena embat " Balas Histi mengompori.
" Hati2 dong Yankkk,belinya pake harga diri nihhh mahallll " Pekik Histi kesal.
Serkan tak menjawab,lelaki itu berjalan cepat masuk kedalam rumah.
" Huh untung gak lecet,kan sayang aku dah berkorban banyak demi nih hape " Kata Histi menghela nafas lega.
Bukan hal mudah kini Histi membeli barang mahal dan brandit sebab,keperluan anaknya lebih diutamakan dari segala hal penting lainnya.
Histi juga tak berani minta kepada orang tuanya karna tau Serkan pasti akan marah.
Walaupun ia lahir dari keluarga kaya raya tapi kehidupan 5 tahun lalu membuat Histi banyak belajar arti hidup berhemat dan mengatur keuangan rumah tangganya.
" Ma " Panggil Sutar menegur.
" Iya ada apa ?" tanya Histi menunduk.
" Cape " Jawab Sutar lesu.
" Mau jalan2 ?" tanya Histi cepat.
" Kok jalan2 ? ya tidul lah Ma,kan Sutal bilangnya cape " Jawab Sutar heran.
" Ya kan bisa aja kamu kecapean terus maunya jalan2 gitu ajakin Papa kamu,kan mumpung libur " kata Histi membujuk.
" Gak mau ah,Sutal magel mau tidul aja " Kata Sutar melongos masuk.
" Ck nih anak gak bisa apa kompromi sama emaknya,masa iya dari senin sampe minggu cuma dirumah aja,butuh healinngg nihhh " Ucap Histi menggerutuk.
Sutar seolah tak perduli,bocah itu terus melangkah dan bertemu Papanya yang asik bertelfon.
__ADS_1
" Jadi kamu udah tau ?" tanya Serkan kaget.
" Iya Bang,aku gak bisa larang soalnya Suci udah memutuskan " Jawab Alexi lesu.
" Dia gak bawa anak istrinya loh Lex,kamu gak khawatir ?" tanya Serkan ngeri.
" Khwatir sih,tapi aku yakin Salsa cintanya sama aku doang hehe " jawab Alexi terkekeh.
Serkan ikut terkekeh geli dengan kepedan adiknya.
" Lagian tadi Ayah nelfon kok nanyain,ada Papanya Bryan juga " Ucap Alexi tenang.
" oh udah tau semua ? terus istrinya gimana ?" tanya Serkan kepo.
" Kata Salsa sih bakal nyusul sama Iparnya " Jawab Alexi.
" ya udah,huh kakak kira kamu gak tau tadi " Ucap Serkan menghela nafas.
" Please deh Kak,cukup sekali aku pisah sama Salsa,kalo sampe pisah lagi kayaknya hidup aku bakalan hancur lebur apalagi ada Suci " Kata Alexi merinding.
" Iya makanya Kakak wanti2 aja " Kata Serkan paham.
" Istri Kakak tuh harus dijaga juga,Histi kan suka ngedip2 cowok ganteng " kata Alexi menggoda.
" Dia bukan ngedip Lex,tapi emang lagi kermi aja haha " Balas Serkan tertawa.
" Siapa yang kelmi ?"Tanya Sutar menguping dari tadi.
Serkan berbalik badan dan kaget melihat anaknya berbaring di lantai dengan wajah tengkurap.
" Eh kamu ngapai disana ?" tanya Serkan syok.
" Panas Pa " Jawab Sutar masih tengkurap.
" Astaga Sutarrr,Ac dikamar dingin loh " kata Serkan menjambak rambutnya.
" Mau lihat Sutal beldalah dalah ?" tanya Sutar santai.
Glek...
Serkan menelan ludah kasar,pria itu teringat anaknya tak bisa kena ac terlalu lama karna Sutar ternyata memiliki alergi yang aneh menurut sebagian orang.
" Aku lahilnya kan dikampung Pa,jadi dak boleh kena Ac nanti kampungnya melajuk " Kata Sutar mengantuk.
" Mana ada gitu " kata Serkan terkekh.
" Udah ah Papa belicik aku mau tidul dulu " Kata Sutar malas.
" Sentoloyoo,kamu ngusir Papa ?" tanya Serkan berkacak pinggang.
" Tuh tau,tenapa tanya2 Sutal " jawab Sutar heran.
Serkan melototkan matanya melihat sang anak yang begitu berani menyahut omongan dirinya.
" Sabar Yank,ini ujian " Celetuk Histi menepuk bahu Serkan.
" Tapi Yank anak kamu in...
" Anak kita,kan buatiin sama2 " Potong Histi gemas.
" Huhhhh yaaa anak kita " Kata Serkan pasrah.
" Pintel " Jawab Sutar mengancungkan jempolnya.
Serkan dan Histi menggelutukkan gigi ingin mencabik2 bocah judes tersebut.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.