
Mereka makan pagi bersama,hari ini Winda masak banyak karna tak ingin kehilangan moment.
" Assalamualaikum " Sapa seseorang dari luar.
Semua yg ada dimeja makan saling menoleh terkejut dengan ucapan salam tersebut.
" Siapa Ma ?" Tanya Nur melihat Winda.
" Gak tau " jawab Winda mengangkat bahu.
" Apa jangan2...." Kata Doni menggantung.
" Ini terlalu pagi " Sahut Restu mengerti akan lanjutan iparnya.
Mereka semua diam,tak ada lagi suara salam.
Winda menelan ludah kasar,wanita itu belum siap menyerahkan anaknya lagi kepada orang lain.
" Baaaaaaaa " Pekik seseorang dari pintu dapur.
Semuanya melonjak kaget saat manik mereka melihat 1 orang bocah berdiri disana dengan wajah bahagia.
" Lohh kok Suci ?" Tanya Doni terkejut.
" Hehe kagetan ya sama aku ?" tanya Suci berjalan masuk.
Doni tersenyum,tak lama nampaklah seorang pria bersama seorang bocah yg masih memakai baju tidur.
" Astagaaa " Kata Doni terkejut.
" Halo semuanya selamat pagi " Sapa Sutar melambaikan tangan.
" Pagi anak ganteng " Jawab Winda ramah.
Suci mendekati Nur,keduanya saling melihat mencoba untuk mengenang.
" Kenal gak ?" Tanya Restu menggoda.
" Dia siapa Om ?" Tanya Suci polos.
" Ehh " Pekik Alexi kaget.
" Udah lupa ?" Tanya Restu ikut kaget.
Suci mengangguk polos.
" Diotak aku isinya pelajaran semua Om,cape buat mikir lagi " Jawab Suci malas.
" Hahaha " Restu tertawa ngakak.
Alexi memutar mata,anaknya sangat pintar mengalihkan.
" Ini Nur,teman kamu dulu " Kata Restu mengenalkan.
" Nur ? yg mana ? " Tanya Suci lagi.
Sutar maju dan memperhatikan gadis manis didepannya dengan wajah menyelisik.
Nur diam melihat kedua bersaudara itu menatapnya dengan manik elang.
" Dia harus kembali hari ini ?" Tanya Alexi membuka suara.
" Iya,jam 10 " Jawab Winda lesu.
Alexi menghela nafas iba,lelaki itu tau apa yg sedang dirasakan pasangan didepannya saat ini.
" Gimana caranya Lex biar Nur kembali pada kami ?" Tanya Restu serius.
" Sulit Res,mereka berhutang budi sama kalian dan kalian pun punya kontrak sama mereka,jika melanggar aku pikir mereka tidak akan melepaskan kalian begitu saja " jawab Alexi.
__ADS_1
" Ya aku tau,mereka memperlakukan Nur dengan baik juga tapi aku belum ikhlas berjauhan sama Nur " Kata Restu sedih.
" Dia akan melewati masa remaja nya bersama orang2 itu dan aku rasa juga Nur akan menjadi anak hebat ditangan mereka " Kata Alexi membesarkan hati Restu.
" Ya anak ku akan sukses,tapi aku tidak mau dia menjadi egois " Sahut Winda.
Alexi dan Restu menoleh melihat wanita itu,keduanya paham kemana arah pembicaraan Winda..
" Kau menyesal ?" Tanya Restu terlihat serius.
" Apa ?" Tanya Winda mengernyit.
" Menikah dengan ku ? karna jika kau melanjutkan pernikahan dengan Samuel mungkin kau tidak akan semenderita ini " Kata Restu menghela nafas.
Deg....
Winda tersentak begitu pun Alexi yg melototkan matanya terkejut.
" Apa yg kau bicarakan Res !" Kata Alexi geram.
" Ntah lah Lex,aku merasa tak percaya diri sekarang " Jawab Restu tenang.
" Mas " Ucap Winda lirih.
" Maaf jika itu menyinggung mu,tapi ini membuat ku berpikir yg bukan2 Win " Kata Restu nanar.
Suci,Nur,Sutar dan Doni diam mendengarkan hingga Alexi menyuruh Doni untuk membawa ketiga bocil itu sarapan diruang tamu.
Doni mengangguk setuju,ia tau situasi saat ini memang sedkit canggung untuk anak2 berada disana apalagi Suci dan Sutar mendengar dengan seksama.
Stelah ketiganya pergi,Alexi kembali melanjutkan pembicaraan yg sempat tertunda.
" Jangan seperti itu Res,kalian disini sama2 berjuang,Nur butuh kalian " Ucap Alexi tenang.
Restu menunduk sedih,pria itu merasa semua masalah bermula dari dirinya.
Bukan hanya Winda yg menderita,anaknya pun ikut terkena dampak kecerobohan.
Winda dan Restu mengangguk setuju,Alexi pun dipersilahkan untuk sarapan.
Lelaki satu anak itu dengan semangat mengangguk karna ia memang belum makan dari rumah.
Didepan,Nur masih memperhatikan kedua bocah seumuran dirinya makan dengan lahap.
Terlihat Suci dan Sutar sangat kelaparan,Doni pun sampai tertawa melihat tingkah kedua bersaudara tersebut.
" Jadi kamu ini teman aku waktu kecil ya ?" Tanya Suci disela makannya.
" Hm ntah lah aku tidak ingat " Jawab Nur menoleh.
" Wah2 kau curang sekali,aku berpikir keras untuk mengingat tapì kau dengan entengnya menjawab tidak !" Kata Suci berkacak pinggang.
Glek...
Nur menelan ludah kasar,gadis didepannya saat ini terlihat sangar.
" Iya kamu gak seceng banget " Sahut Sutar dengan mulut penuh.
" Seceng apaan ?" Tanya Doni bingung.
" Itu loh Bang bahasa keren,iya gak Suci " Kata Sutar menyenggol lengan Saùdarinya.
" Aem " Kata Suci mengangguk cepat.
Doni memutar mata,kedua bocah itu terlihat sangat kompak.
" Ya udah lah makan lagi " kata Doni melerai.
Ketiganya mengangguk dan makan dengan lahap.
__ADS_1
Siang harinya,sebuah mobil mendekat kerumah.
Nur yg sedang bermain bersama adiknya diteras mengernyit.
Afdhal melìhat mobil silver itu dengan wajah bingung seolah bertanya siapa yg bertamu kerumahnya.
Tak lama sepasang sepatu turun dari mobil,Nur terus melihat hingga manik bulat bocah itu melotot.
" Kakek " Gumam Nur mengenali.
Pria yg dipanggil Kakek mendekat dan tersenyum kearah mereka.
" Kakek " Sapa Nur menunduk sopan.
" Halo cucu Kakek,gimana hari mu ?" Tanya Rafael mengusap kepala bocah itu.
" Baik Kek,Kakek mau jemput aku ya ?" Tanya Nur polos.
Rafael tersenyum dan melihat kedalam.
" Papa mama kamu mana ?" Tanya Rafael tenang.
" Lagi kerja Kek " Jawab Nur.
" Hah kerja ? kamu ditinggalin sendirian ?" Tanya Rafael kaget
" Siap....a " Ucap seseorang tiba2 keluar dari dalam.
deg...
Pria dengan buih sabun ditangan itu melotot melihat orang tak di undang datang kerumahnya.
" Pak Rafael "Sapa Restu terkejut.
" Waktu kalian habis " Ucap Rafael tenang.
" Iya saya mengerti " Balas Restu menunduk.
" Saya akan membawanya kembali,tidak usah khawatir saya tanggung jawab atas hidupnya saat bersama kami !" kata Rafael tegas.
Restu lagi2 menunduk,pria itu meminta waktu sejenak untuk Nur bertemu ibunya yg berada didapur.
Dengan hati terluka,,lelaki itu harus menyaksikan bagaimana putri mereka meminta izin untuk kembali tinggal bersama orang asing.
Winda yg sedang memeras kain baju hanya bisa menangis melihat wajah anaknya.
" Mama jangan nangis,Nur tetap anak Mama kan " ucap Nur mengusap air mata Winda.
" Iya sayang Nur tetap naka mama selamanýa akan menjadi anak yg paling Mama banggakan !" kata Winda memeluk bocah polos itu.
Nur tersenyum,dengan terpaksa ia pun harus melepaskan tubuh hangat ibunya dan mendekati Restu.
" Papa baik2 ya sama Mama dan Adik,Nur sayang kalian " Ucap Nur menangis.
Restu mengangguk tersenyym meski air matanya sudah tak tahan lagi akan terjun bebas.
Gadis itu pun digotong keluar,setelah Nur memasuki mobìl dibantu bodyguard Winda langsung berlari kedepan.
" Nurrrrrrrrrrrrrrŕr !" Teriak Winda sambil berderai air mata.
" Jangan win " Tahan Restu melarang wanita itu mengejar.
" Nur anak kita Mas hikshils hiks.." Ucap winda tersedu sedu.
Mobil melaju dengan cepat meninggalkan rumah tersebut.
" Mama " Ucap Nur lirih.
❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.