
Dihalaman rumah sederhana,sepasang suami istri berdiri berhadapan.
Pagi ini Serkan akan berangkat bekerja dan seperti biasa istri sengkleknya akan mengantar sampai depan.
" Hati2 ya sayang " Ucap Histi mencium punggung tangan Serkan.
" Iya,kamu baik2 dirumah ya " Kata Serkan mengecup kening Histi.
" Iya,aku mau rebahan aja hari ini " kata Histi terkekeh.
" Iya gak papa " Balas Serkan tersenyum.
" Assalamualaikum " Sapa seorang wanita parubaya mendekat.
" Waalaikumsalam " Jawab Histi dan Serkan bersamaan.
" Eh Bu Suti,kenapa Bu ?" tanya Histi hangat.
" Neng mau ikut gak ?" tanya Bu Suti semangat.
" Kemana ?" tanya Histi sambil melirik Serkan.
" Panen singkong di kebun saya " Jawab si ibu.
Glek...
Histi menelan ludah kasar dan melihat Serkan.
Pria itu membelalakkan matanya tanda terkejut dengan ajakan wanita parubaya itu.
" Mau ya Neng,saya gak ada temennya ini,suami saya lagi sakit gigi " Kata Bu Suti membujuk.
" Hehe Yank " Panggil Histi cengengesan melihat Serkan.
" Katanya kamu mau rebahan ?" Tanya Serkan bersedekap dada.
" Hehe gak jadi " Jawab Histi menggaruk kepala.
" Rebahan dipondok aja Neng suasana nya enak,adem " Sahut Bu Suti.
Serkan menghela nafas menatap wajah istrinya yang sudah minta tabok.
Setiap hari ada saja orang yang menganjak istrinya untuk bercocok tanam atau melakukan hal2 yang menurut Serkan susah dicerna sekelas Histi.
" Boleh ya,lumayan kan dapat singkong gratis " Kata Histi bergelayutan manja.
" Iya Dok,saya kasih ayam deh bonusnya " Tawar si ibu.
Serkan kembali melotot dan Histi semakin kencang merengek.
Serkan menggaruk kepalanya yang tiba2 gatal,pria itu sudah tak tau lagi harus bagaimana menghentikan mental cetek istrinya yang begitu cepat terhasut oleh rayuan warga.
Perempuan itu sangat sulit menolak ajakan para ibu2 dikampung apalagi di imingi2 hadiah yang tak seberapa indah.
" Yankkkk pleaseeeee " Rengek Histi memelas.
" Sepasang deh ayamnya Dokter " Kata si ibu tadi menawar lagi.
" Mau2 Yank,lumayan kan buat digoreng " kata Histi kembali merengek.
" Ck,iya2 tapi hati2 ntar gaduh lagi sakit pinggang sakit kepala,telinga,mata tumit segala penyakit badan dibawa " Gerutu Serkan kesal.
" Yeessss " Pekik Histi dan si ibu meloncat girang.
" Haistt dah ah,aku mau kerja dulu assalamualaikum " Kata Serkan buru2 pergi.
" Walaalaikumsalam,hati2 ya babe " Pekik Histi semangat.
Serkan tak menoleh lagi,lelaki cuek itu berjalan cepat ketempat kerjanya.
" Jadi kan Neng ?" tanya Suti.
" Jadi dong,tapi ayamnya jadikan ?" tanya Histi menyelisik.
__ADS_1
" Ya tapi masih bayi Neng,gak papa ya " Kata Suti cengengesan.
" Slebewww " Jawab Histi tak masalah.
" Hahaha si neng ada2 aja " kata Suti tertawa ngakak.
" Tunggu bentar ya Bu aku ganti baju dinas dulu " Kata Histi pamit.
" Oke Neng " Jawab Suti mengangguk.
Histi langsung melesat masuk kerumahnya mengganti baju bagus dengan baju gembel.
" Lets Goo " Pekik Histi setelah mengunci pintu dan membawa 1 karung besar.
" Neng,kan saya yang mau panen kenapa Neng bawa karung juga ?" tanya Suti kaget.
" Masa iya saya gak dapat jatah singkongnya juga ? kontrak batal nih " Kata Histi tajam.
" Eh eh jangan dong,iya2 ayok lah " Kata Suti pasrah.
Histi kembali tersenyum cerah membuat Suti ingin menjitak kepala perempuan sengklek itu.
Diperjalanan,Histi melihat istri dokter lain sedang menyapu rumah,dengan ramah perempuan itu menegur.
" Mau kemana Histi ?" tanya perempuan cantik sambil memeluk sapu.
" Nguli " Jawab Histi semangat.
" Hah " Pekik perempuan bernama Sera itu kaget.
" Hehe ayo mau ikut " ajak Histi.
Sera menggeleng cepat tanda tak mau,melihat penampilan Histi saja sudah membuat perempuan takut kotor itu merinding.
" Ya udah " Balas Histi mengangkat bahu acuh.
Suti mengulum senyum melihat kecuekan Histi,dari sekian banyak istri dokter dikampungnya,hanya Histi yang sangat ramah kepada penduduk dan sering diandalkan meski gadis itu suka memalak para warga untuk hasil kerjanya,tapi warga tak keberatan,mereka dengn suka rela memberi hasil panen kepada Histi dan tak jera menganjak perempuan itu lagi.
Histi tau dirinya dan sang suami dijadikan buah bibir,tapi perempuan itu cuek saja asal tak mencelakai mereka.
Dengan riang gembira sambil bernyanyi Histi dan Suti menyusuri panjangnya sawah yang membentang.
" Masih lama gak Bu ?" tanya Histi.
" Udah deket Neng " Jawab si ibu.
Histi mengangguk dan kembali berjalan.
" Bawalah pergi cintaku....
bawa kemana engkau mau....
jadikan teman mu,teman mu paling kau cinta....
disini ku pun begitu,mencintaimu dihidupku..
didalam hatiku,hanya kamu yang ku cintaa selamanyaaaaaaaa.....
Histi bersenandung dengan ria menyesapi suasana yang begitu adem..
" Eehh Neng mau kemana ?" Pekik Suti kaget melihat Histi salah jalur.
" Eeh jalannya mana ?" Tanya Histi berhenti.
" Sini Neng,aduhh si neng nya terlalu menghayati lagu jadi salah alamat Neng " Kata si Ibu menggeleng pelan.
" Hehe masih mending salah alamat,kalo salah alam kan gawat Bu " kata Histi cengengesan.
Suti tertawa mengangguk,tanpa sadar mereka telah sampai di tempat tujuan.
" Mana singkongnya ?" tanya Histi melihat kiri kanan.
" Dalam tanah " Jawab si ibu.
__ADS_1
" Hah " Pekik Histi kaget.
" Emang Neng kira buahnya dimana ?" tanya Suti gemas.
" Bukannya dibatang ya Bu ?" tanya Histi menggaruk kepala.
" Saya dari kecil gak sekolah loh Neng,tapi saya tau singkong itu buahnya dalam tanah " Jawab Suti menyindir.
" Haist sih ibu mah,nyindir nya kebangetan deh,saya bunuh diri nih " Kata Histi berjongkok di batang talas.
" Ehhh hahahaha " Suti kaget dan langsung tertawa.
Histi ikut tertawa berselonjoran ditanah.
" Aduh Neng,gokil banget sih " kata Suti lelah dengan sikap bar2 perempuan itu.
Histi tersenyum geli dan mulai menggulung karungnya.
" Udah siap ?" tanya Suti.
" Ya dong,gini doang mah gampang " Jawab Histi menjentikkan jari.
" Sombong sekali anda " Cibir Suti.
Histi mengangkat bahu cuek.
Suti pun mengambil posisi dan mulai mengeluarkan tenaganya.
" Neng bantuinnnn jangan nonton doang " Pekik Suti gemas melihat Histi malah melongo menatapnya.
" Hah iyaaa " Kata Histi kelabakan dan menarik pinggang si ibu.
" Kayu nya aja Neng,ntar kegencet " Kata Suti heboh.
" Eh iya2,masa iya digencet ibu2 mending digencet Babang Serkan " Gumam Histi terkekeh geli.
" Cepetan Neng udah mau keluar ini " Teriak si ibu kesal melihat Histi sangat santai
" Iya Bu,tarik nafas hembuskan " Balas Histi melawak.
" Emang mau lahirannn,tarikk Neng " Teriak si ibu ingin menyepak perempuan itu sekarang juga.
" Hiyaaaaaaaaaaaaakkkkkkkk " Histi pun mulai mengeluarkan tenaga dalamnya menarik batang singkong.
" Ngalah woii " Teriak Histi menyepak batang singkok yang masih berusaha melawan.
" Dikit lagi Neng "Teriak Suti berkeringat dingin.
" Itu Bu,kepalanya udah keluar " Pekik Histi heboh melihat singkong mulai muncul ke permukaan.
" Nanti tepuk tangannya Neng,tarik dulu " Teriak Suti ingin mencakar Histi.
" Eh belum ya,ya udah hayokk kita akhiri " Kata Histi mengelap tangannya dan kembali menarik.
Buuuuaaartrrr...
Singkong pun menyerahkan dirinya dan tertawa melihat musuhnya terpelanting ketanah.
" Aduhhh " Ringis Histi mengusap bokongnya yang terasa sakit.
" Yess " Pekik Suti langsung bangun mendekati singkong yang sedang menertawakan mereka.
" Huuuhhh capeee,pengen rebahan aja " Gumam Histi terbaring ditanah.
" Neng2 belum selesai,ayo cabut lagi " Kata Suti menegur.
" Hahhh,saya mau pingsan dulu Bu,assalamualaikum " Ucap Histi langsung memejamkan mata.
Suti langsung tertawa terbahak melihat tingkah konyol patner ny hari ini.
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1