Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
372


__ADS_3

Winda membuka pintu rumah dan terdiam melihat seorang pria bermasker dan jaket hitam berdiri didepan rumahnya.


" Maaf anda cari siapa ?" tanya Winda mengernyit.


Lelaki itu diam memperhatikan Winda dari ujung kaki hingga kepala.


" Siapa sayang ?" Tanya Malvin.


Pria tersebut membuka maskernya,membuat Winda melotot.


" Nathan " Ucap Winda lirih.


" Syuuuttt " Kata Jonathan menutup bibirnya.


" Kenapa kamu bisa ada disini ?" Tanya Winda.


" Aku khawatir sama kamu,apa Mama mu ada didalam ?" tanya Nathan tak tenang.


" Iya " jawab Winda mengangguk.


" Mama mu pasti tidak suka melihat ku disini,em bisa kita bicara diluar ?" Ajak Jonathan berharap.


" Aku...


" Jo " Ucap Malvin kaget melihat keponakannya.


Malvin merasa khawatir dengan Winda yang berdiri didepan pintu berbicara kepada orang yang tak terlihat dari dalam rumah.


" Maaf Paman,aku lancang kesini karna ingin bertemu Winda " Ucap Jonathan sedikit takut.


Malvin melihat kebelakang,pintu kamar masih tertutup yang menandakan Sindi belum keluar kamar.


Pria itu merasa khawatir jika Sindi melihat,Jonathan pasti akan diusir karna bocah itu merupakan anak bungsu Sita Kakak tertua Malvin.


" Aku ingin bicara dengan Winda paman dan maaf atas kelakuan Mama " Kata Jonathan menunduk.


" Iya,tapi kalian tidak bisa bicara disini karna...


" Iya aku tau Paman " Potong Jo mengerti.


" Baiklah,kalian boleh keluar tapi hanya 2 jam " Kata Malvin tenang.


" 3 lah paman " Tawar Jo.


Winda melotot kaget dengan celetukan berani pria itu.


" Gak bisa,terlalu lama " Tolak Malvin.


" ya udah 2 jam setengah deal !" Balas Jo menyabat tangan Malvin.


Malvin terkejut dengan sikap keponakannya.


" Ya udah hati2 " Kata Malvin memutar mata malas.


Winda terkekeh geli melihat kedua lelaki itu.


" Kakak mau kemana ?" Tanya Doni mendekat.


" Kamu sama Papa ya,kita nonton film kartun " Jawab Malvin menggendong anak itu.


" Aku mau tidur Pa " Balas Doni.


" Oh ya udah,sama Papa ya " Kata Malvin tersenyum.


Doni mengangguk dan berjalan kearah sofa.


" Ayo " Ajak Jo menarik tangan Winda.


" Aku mau ganti baju dulu " Kata Winda melihat penampilannya.


" Gak usah,waktu kita mepet " Tolak Jo.

__ADS_1


" Tapi aku kayak gembel,masa iya keluar pake daster gini ?" Tanya Winda menelan ludah kasar.


" Nih pake jaket aku,ayo cepat " Jawab Jo menyeret gadis itu keluar.


Winda pun mengangguk setuju dan mengikuti langkah lelaki itu..


Terlihat dsebrang jalan mobil Jo terparkir,Winda menghela nafas lega setidaknya ia tak malu dilihat orang jika memakai daster.


Keduanya pun mulai berkendara,Jo membawa Winda kesalah satu kedai yang cukup dekat dari kontrakan.


" Kamu tau aku pindah dari mana ?" Tanya Winda membuka suara.


" Kamu jadi tranding topik di rumah Kakek " Jawab Jo.


" Masa sih ?" Tanya Winda terkejut.


" Iya,orang bahas kamu terus " jawab Jo.


Winda terdiam dengan helaan nafas panjang.


" Memangnya aku momok banget ya ?" tanya Winda sedih.


" Aku gak tau jalan pikir mereka yang begitu membenci kamu dan Mama mu,tapi tenang saja walaupun mereka begitu tapi aku dan Kakek tetap dukung kamu kok " Jawab Jo tersenyum.


" Aku gak tau kalo kamu anaknya Bibi Sita "


" Iya aku sengaja sembunyiin dari kamu takut kamu gak mau temenan sama aku " Jelas Jo menggaruk kepala.


Winda tersenyum kecil,ia memang takut berhubungan dengan orang2 yang memusuhi ibunya.


Jonathan menjelaskan dengan detail apa yang terjadi selama beberapa hari ini,hingga seorang wanita datang dan menyeret rambut Winda dari belakang.


Sontak Winda dan Jonathan kaget bukan main.


" Kakak !" Pekik Jonathan melotot.


" Oh ternyata ini ya kerjaan kamu,ketemuan sama anak ini !" kata Perempuan bernama Sarah itu terus menarik rambut Winda.


" Sakittt " Ucap Winda meringis memegang rambutny.


" Kakak !" bentak Jonathan melotot.


Winda menggigit bibirnya kelu menahan sakit yang ia rasakan.


" Kakak apa2an sih,Winda gak salah kak !" Bentak Jonathan emosi.


" Gak salah kamu bilang,kamu gak lihat kondisi dirumah saat ini gimana ! kamu malah enak2an disini sama dia !" Bentak Sarah garang.


Winda berdiri sendiri dengan tangan bergetar.


Gadis itu masih syok dengan apa yang terjadi kepadanya saat ini.


Suasana sepi hanya mereka bertiga yang berkunjung disana.


" Mba gak papa ?" Tanya Waiters menolong Winda.


" gak papa Mba makasih " jawab Winda mencoba tersenyum.


Waiters tak tau apa yang terjadi tapi melihat penampilan Winda,gadis itu yakin Winda bukan pelakor dalam sinetron.


" Pulang Jo,aku aduin sama Mama !" Ancam wanita itu menyeret tangan adiknya.


" Lepas ! aku gak mau !" Tolak Jo keras.


" Oh kamu mau dikirim lagi ke London !" Kata wanita itu kesal.


" Kalian gak punya hati Kak,Winda sedang sakit dan kalian malah menzoliminya !" kata Jo geram.


" Tutup mulut mu Jo !" Bentak Sarah keras.


Dari luar kedai seorang pria lewat dengan mengendarai sepeda motornya.

__ADS_1


Pria itu berhenti disebrang saat melihat pria yang ia kenal sedang adu mulut dengan seorang wanita.


" Kenapa Nathan ada disana ?" Gumam pria itu mengernyit.


Karna merasa penasaran dan terlihat Jo terus didorong membuat jiwa seorang teman pria itu membara.


Lelaki tersebut memutar motornya dan mendekati kedai.


Tanpa tunggu lama pria tersebut masuk kesana dan alangkah kagetnya ia melihat seorang gadis yang ingin ia temui berada disana juga.


" Winda " Gumam pria itu lirih.


Gadis yang disebut namanya menoleh merasa ada yang memanggil.


Deg...


Manik keduanya saling bertemu,Winda yang masih dengan rambut acak2kan menatap pria itu nanar.


Jantung Samuel berdegub kencang bukan karna jatuh cinta tapi merasa ada yang tersayat didalam sanubarinya menatap penampilan Winda yang jauh dari kata baik.


Pria itu mendekat dan tanpa sadar memegang tangan gadis tersebut.


" Kamu kenapa ?" tanya Samuel masih dengan tubuh gemeteran.


Winda menggeleng pelan dan kepala tertunduk.


Samuel melihat kearah Jo,pria itu kaget saat mengenali wanita yang berhadapan dengan temannya.


" Pulang Jo !" Bentak wanita itu menarik baju Jonathan.


" Kau benar2 keterlaluan!" kata Jo emosi.


" Jo jangan " Tahan Samuel yang ingin menghajar Kakaknya.


" Sam !" pekik Jo terbelalak.


" Ada apa ? apa yang terjadi ?" tanya Samuel berusaha tenang.


" Dia mengacaukan segalanya !" Jawab Jo melirik sinis saudara kandungnya itu.


Sarah mengambil hapenya dan menelfon sang Mama,Jo langsung merebut dan membuang asal hape mahal Kakaknya itu.


" Jo !"Teriak Sarah melotot.


" Gue cabut Sam,bawa Winda pergi dari sini " Kata Jo kembali meninggalkan Winda.


Gadis yang akan ditinggal menunduk dalam dengan air mata mulai turun tanpa ia minta.


Hati Winda begitu sakit,ia seperti bola yang dilempar sana sini oleh pemainnya.


" Urusan kita belum selesai !" kata Sarah mendorong dada Winda keras.


Winda diam tak membalas,bukan karna ia takut hanya saja Winda tak mau memperpanjang masalah dirinya dan sang Mama apalagi mereka sudah jelek dimata orang tua Malvin.


Kakak beradik itu pun pulang dengan keadaan terpisah,Samuel menatap keduanya dengan helaan nafas panjang.


Winda memejamkan matanya mencoba menghentikan tangis yang tak ingin berhenti.


" Maaf,aku juga harus pulang " ucap Winda lirih.


" Wind " panggil Samuel menahan tangan Winda.


Gadis itu tak berbalik badan,Samuel menggenggam tangan Winda dan membawanya keluar.


" Aku ingin pulang " ucap Winda menarik tangannya.


" Iya aku akan mengantar mu " balas Samuel lembut.


Winda diam tak menjawab,pria itu kembali memegang tangan Winda dan menyuruh gadis itu naik motor.


Bukan hanya sekali Jo meninggalkan Winda begitu saja dan semua itu selalu dengan kejadian tak mengenakkan tanpa ia minta.

__ADS_1


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2