Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
525


__ADS_3

Pagi ini suasana sedikit mendung,seorang wanita sudah berkutat didapur dengan beberapa menu masakannya.


Sindi bangun paling cepat,wanita itu berinisiatif membuatkan menu sarapan sehat untuk keluarga.


" Wah gak ajak2 nih " Tegur seseorang masuk kedalam.


Sindi yang sedang menggoreng sesuatu menoleh kebelakang.


" Mama " Ucap Sindi tersenyum.


" Kenapa masak gak ajak Mama ?" tanya Risa mendekat.


" Hehe mama kan masih tidur tadi " Jawab Sindi malu2.


" Ck kan bisa dibangunin " Balas Risa memutar mata.


Sindi menggaruk kepala dengan senyum canggungnya.


" Udah mau selesai ?" Tanya Risa lagi.


" Udah Ma,oh iya ntar siang aku mau kerumah Yuni " Jawab Sindi hati2.


" Yuni,Romi ?" tanya Risa.


" Iya kemarin udah janjian sama dia " Jawab Sindi.


" Hm ya udah tapi Mama gak bisa temenin soalnya banyak kerjaan hari ini " Balas Risa.


" Iya Ma gak papa " Balas Sindi paham.


Risa mengangguk kecil,kedua perempuan itu pun berkutat didapur menunggu yang lainnya menampakkan batang hidung.


Anak bujang Sindi tak ikut pergi,dia masih dikampung karna sekolahnya tak bisa ditinggal.


Tapi sebelumnya Sindi sudah menyiapkan semua keperluan agar lelaki itu tak kesulitan bertahan hidup tanpa orang tuanya.


Dikamar seorang wanita terlihat masih bergelung selimut tebal seraya memeluk tubuh hangat sang suami.


Restu terbangun mendengar alarm yang memekikan telinga.


Pria itu membuka mata dengan lesu,suasana masih sedikit gelap karna lampu kamar mereka matikan.


" Yankk " Panggil Restu serak.


Winda masih menutup mata dengan dekapan tak henti.


" Yank bangun " Ucap Samuel menggoyangkan lengan istrinya.


" Emmmmmmppp...." Lenguh Winda terdengar.


Wanita itu perlahan menggerakkan tubuhnya.


" Hehe aduhh keliatan " Kata Restu terkekeh melihat dada istrinya.


Dengan cepat Restu menarik selimut menutupi benda berbahaya tersebut.


" Jam berapa ?" tanya Winda serak.


" Udah pagi " Jawab Restu menatap wajah polos tersebut.


" Hm " Winda kembali memejamkan mata.


" Bangun ih,aku mau kerja " Kata Restu gemas.


" Bentar lagi Yank,masih cape " Balas Winda manja.

__ADS_1


" Cape banget ya ?" tanya Restu mengusap pipi Winda.


Winda mengangguk pelan,semalaman pasangan itu menghabiskan waktu dengan bercinta.


Sejak Restu naik pangkat,hubungan percintaan mereka tak intens lagi seperti dulu bahkan kadang saat Winda sudah siap,Restu malah langsung tidur tanpa basa basi,tapi Winda tak bisa marah karna ia tau suaminya pasti kelelahan.


" Kayaknya minggu depan aku harus keluar kota deh " Ucap Samuel hati2.


" Ngapain ?" Tanya Winda langsung membuka mata.


" Hm mau kasih laporan langsung sama perusahaan pusatnya Sam " jawab Restu.


" Emang gak bisa online ?" tanya Winda tak mengantuk lagi..


" Bisa,biasanya juga kirim online tapi ini kan mau akhir bulan jadi aku harus presentasi juga " Jawab Restu.


" Terus aku gimana ?" tanya winda nanar.


" Hm aku gak bisa bawa kamu sama Nur ikut " Jawab Restu menggaruk kepala.


" Kita ditinggal ?" tanya Winda mengkrucut.


" iya hehe " Jawab Restu tertawa.


" Ihhh gak mau ahhh,kamu pasti lama " Kata Winda kesal.


" Gak Yank,senior aku bilang palingan cuma 3 harian gitu,aku nginep dihotel tapi udah sama temen,dia juga gak bawa anak istri karna bakal sibuk " Balas Restu menjelaskan..


" Masa iya kamu tega ninggalin aku sama Nur sih " Kata Winda sedih.


" Sebentar doang Yankk,kan kita bisa Vidocallan " Kata Restu memelas.


Winda tak menjawab,wanita itu langsung bangun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.


Ini lah salah satu yang ia takutkan,Restu ngeri2 sedap sebenarnya meninggalkan Winda seorang diri karna selama ini mereka jarang terpisah berhari2.


Tapi sekarang Restu tak punya pilhan,itu pekerjaan nya yang harus diselesaikan,walaupun Restu sering berpikir ini jebakan dari Samuel,tapi lelaki itu tak bisa suuzon juga karna banyak karyawan yang memberitahu bahwa tugas Restu memang seperti itu.


Tak lama Winda kembali lagi,wajahnya masih manyun.


Tanpa kata Winda langsung berjalan keluar kamar.


" Apa yang harus aku lakukan ?" Gumam Restu mengacak rambutnya.


Lelaki dengan bokser sepaha itu pun bangun dan membasuh wajahnya..


Mereka semua berkumpul diruang makan,Malvin sudah bangun lelaki itu bergabung disana duduk berhadapan dengan sang menantu.


" Nur mana Res ?" Tanya Malvin tak melihat sang cucu.


" Masih tidur Malvin " Sahut Risa.


" Jam segini ?" tanya Malvin syok.


" Iya,dia kayaknya cape berpose kemarin deh " Jawab Sindi.


" Duh2 cucu aku masih kecil kalian ajarin jadi model " Kata Malvin tak suka.


" Itu bakat Vin,beruntung loh Nur bisa gaya kan bisa bantu orang tuanya juga " Balas Risa.


" Nur itu masih kecil Ma,dia gak boleh kerja gituan " Sahut Malvin.


Winda dan Restu saling melihat,keduanya menunduk melihat Malvin menampilkan wajah kesal.


" Gak papa Mas,sekalian dia belajar main sama temen2nya " kata Sindi mencoba membujuk.

__ADS_1


" Kalian gak boleh loh kuras tenaga Nur,nanti dia cape terus sakit siapa yang tanggung jawab,aku gak mau cucu ku sampe kenapa2 " Kata Malvin tegas.


Risa menelan ludah kasar,Malvin tak setuju Nur menjadi bintang model meski itu hanya fashion anak2.


" Iya Pa,nanti jadwalnya aku rombak lagi " Kata Winda ngeri.


Malvin mendengus dan mulai menyuapkan makanannya.


Semua orang seketika diam,suasana sedikit mencekam karna Malvin mengeluarkan kata2 teguran dipagi buta..


Ditempat lain,sepasang suami istri berjalan disepanjang jalan pasar.


Pria dengan hoodi hitam dan sandal teplek terlihat membawa keranjang istrinya yang melampaui batas.


" Yank udah belum,cape nih " Rengek Romi memelas.


" ck nanti Mas,masih banyak yang belum kebeli " Jawab Yuni memutar mata.


" Astaga Yank,kita udah muter2 pasar loh,kamu gak cape apa ?" Tanya Romi heran.


" Biasanya aku sama Byan lebih dari ini,,kamu diem aja napa protes terus dari tadi " Jawab Yuni ketus.


Romi mengkrucut,seumur2 baru kali ini lelaki itu terjun langsung membeli bahan2 makanan dirumahnya,karna selama ini Romi hanya memberi uang kepada sang istri.


Dengan keringat bercucuran lelaki itu kembali menyeret tubuh rentanya mengikut jejak sang istri yang masih sangat lugas melangkah.


Salsa tak bisa menemani sang mertua kepasar karna putrinya sedang demam.


Hampir 3 jam keliling2 akhirnya acara belanja mereka selesai.


Romi setengah mati membawa barang2 sang istri dari ujung pasar hingga kedepan jalan.


" Udah kan ?" Tanya Romi menghela nafas.


" Kayaknya sih udah " jawab Sindi tenang.


Romi mengangguk,lelaki itu membuka pintu mobil menyuruh Yuni masuk.


Yuni melangkah,saat dirinya akan duduk tiba2 manik Yuni melotot kaget.


" Yank " Pekik Yuni heboh.


" Apa lagi ?" tanya Romi kaget.


" Kembaliannya belum diambil " Jawab Yuni panik.


" Hah dimana ?" Tanya Romi mengernyit.


" Ditoko bawang tadi Yank,aduh gawat ini aku harus kembali " jawab Yuni tak mau rugi.


" Emang kembaliannya berapa ?" tanya Romi menghela nafas.


" 25 ribu Yank " Jawab Yuni ingin keluar.


" Aduhh Yankk,mending gak usah deh,ikhlasin aja " Kata Romi lelah.


" Gak bisa Yank,rugi bandar aku udah setengah kilo ikan loh itu " kata Yuni tak setuju.


Tanpa babibu lagi,wanita dengan daster kuning tersebut berlari keluar mengejar uang kembaliannya.


" Astagaaaaa 25 ribuan aja dipusingin,dasar emak2 " Hujat Romi gemas.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2