
Tut.
Panggilan terputus,Alexi menghela nafas panjang melihat Winda mematikan panggilan sepihak.
Sebenarnya Alexi ragu memberitahu Winda apa yang ia dapati hari ini,tapi mau bagaimana lagi,Winda sahabat terbaiknya dan Alexi harus jujur kepada gadis itu meski menyakitkan.
" Kasihan Winda Lex,kamu gak harus kasih tau " Kata Salsa lama terdiam disamping lelaki itu.
" Terus aku harus diam saja dengan kegilaan Samuel ?" tanya Alexi menoleh.
" Jika keadaan nya dibalik kau akan pilih mana ?" Tanya Alexi.
Salsa terdiam,gadis itu juga tak bisa membayangkan bagaimana sakitnya menjadi Winda.
" Aku tidak mau Winda terus dibodohi orang Sa,sudah terlalu banyak dia menanggung beban,aku tau Winda tak bisa hidup tenang sekarang " Kata Alexi menarik nafas.
" Ya,dia harus melindungi orang tuanya,di benci keluarga Papa nya,berbohong tentang kehamilan dan kini disakiti lelaki yang telah menyelamatkan hidupnya " Balas Salsa sedih..
" Hidupnya begitu berat Sa " kata Alexi berkaca kaca.
Salsa mengangguk paham,dulu ia sedikit cemburu kepada Winda bahkan tak menyukai gadis itu tapi kini saat semua sudah ia ketahui,Salsa tak masalah jika Alexi bersama gadis itu..
" Jadi kau benar2 akan mendonorkan ****** mu untuk Winda ?" tanya Salsa nanar.
" Kau tidak terima ?" Tanya Alexi.
" Aku harus bagaimana ? dia gadis yang baik " Jawab Salsa.
" Aku tak bisa membayangkan bagaimana nanti jika orang tua Samuel tau dengan kebohongan Winda " kata Alexi lelah.
" Aku pikir hidup gadis itu tak akan tenang selamanya " Sahut Salsa.
" Ya jika Winda mengandung anak ku,setidaknya dia punya tempat pulang selain orang tuanya "
" Kau berencana menikahinya ?" tanya Salsa mengernyit.
" bisa jadi " Jawab Alexi.
Salsa terdiam,pernikahannya dengan Alexi menghitung hari tapi belum apa2 lelaki itu sudah punya pikiran mau menikah dengan perempuan lain..
" Maafkan aku Sa,ini sangat sulit " Ucap Alexi memegang tangan Salsa.
" Ya aku tau " Jawab Salsa menunduk.
" Semoga itu tidak terjadi,aku hanya menjadi cadangan saja jika Sam mencampakkan Winda " Kata Alexi lesu.
" Kita sudah berpikir buruk saja " Kata Salsa terkekeh.
" Ya aku sudah mengarang jauh " Kata Alexi ikut terkekeh.
Keduanya saling melihat dan tertawa geli.
Salsa merasa tergelitik dengan obrolan mereka malam ini,sejak kenal Alexi pikiran Salsa benar2 terpecah belah.
Dulu hidupnya tenang damai,kini menikah dan menjadi mantan lelaki itu membuat Salsa tahan banting dengan segala masalah.
Tapi anehnya,Salsa terus menerima apapun yang lelaki itu perbuat,Salsa yakin Alexi pasti akan memutuskan yang terbaik.
Keduanya pun memutuskan mencari makanan diluar untuk menenangkan otak Alexi yang seharian menahan emosi.
Di sebuah kamar Winda menjatuhkan air matanya yang tak sanggup lagi ditahan.
Dengan tangan bergetar gadis itu memasukkan baju2 yang akan mereka bawa besok.
Samuel diam sibuk dengan ponselnya yang berdenting tanda pesan masuk.
" Aku gak boleh sedih,aku harus kuat " Gumam Winda memukul pelan dadanya.
Rasa sakit dan nyeri begitu ia rasakan saat ini,Samuel bersikap sangat biasa seolah tak terjadi apapun.
" Sam " Panggil Winda menoleh kebelakang.
Terlihat Samuel masih sibuk sendiri dengan ponselnya.
__ADS_1
" Hm " Jawab Samuel tanpa menoleh.
" Hm bisakah kita tinggal berdua saja ?" tanya Winda hati2.
" Berdua ?" Ulang Samuel.
" Ya kita ngontrak atau beli perumahan " Jawab Winda ragu.
" Kau tidak nyaman tinggal disini ?" tanya Samuel mendongak.
" Bukan begitu hanya saja em aku tak enak kepada orang tua mu " jawab Winda.
" Kau takut ketahuan ?" tanya Samuel terkekeh.
" Hm salah satunya " Jawab Winda jujur.
Samuel tersenyum miring.
" Jika kau tak mau tak apa,aku bisa tinggal sendiri disana dan kau bisa pulang kesini " ucap Winda pelan.
" Kenapa begitu ?" tanya Samuel mengernyit.
" Hm tak apa2 " kata Winda ragu.
Samuel mangut2 melihat gadis itu.
" Terserah kau saja " Kata Samuel tenang.
Winda tersenyum canggung.
Gadis itu pun berjalan kekamar mandi dan menatap wajahnya disana.
Senyum getir dengan air mata berlinang tampak jelas..
Dengan jawaban Samuel barusan semakin membuat Winda merasa tak ada arti.
Hidupnya begitu abu2,Winda tak tau harus memilih jalan yang mana saat ini.
" Ma,Pa,aku akan terus berjuang,jika perjuangan ku tak ada hasil hingga akhir aku harap kalian terus selamat " Gumam Winda pelan.
Kebesokan paginya,Winda bersiap2 pergi.
Ia sudah mengantongi izin dari Lutfia,Winda pikir dapat izin dari Samuel bukan lah hal yang sulit.
" Sama siapa ?" tanya Samuel memakan roti isinya.
" Temen " jawab Winda.
" Teman yang mana ?" tanya Samuel mengernyit.
" Teman aku waktu kecil " Jawab Winda pelan.
" Tak berbohong ?"
Winda menggeleng cepat.
" Baiklah,siang pulang " Jawab Samuel tenang.
" Terima kasih Sam " Balas Winda semangat.
Gadis itu langsung bangun dan berjalan keluar.
" Mau kemana Winda ?" gumam Samuel menyelisik.
Winda berlari sedikit menjauh dari rumah dan menyetop taxi.
" Jalan X Pak " kata Winda cepat.
Supir mengangguk dan membawa gadis itu pergi.
Samuel berdiri diambang pintu melihat taxi membwa istrinya.
" Apa dia bertemu Alexi ? tapi kenapa sembunyi2 ?" Gumam Samuel bingung.
__ADS_1
Beberapa menit berkendara,Winda sampai dirumah Romi.
Terlihat mobil lelaki itu terparkir disana menandakan sang pemilik ada dirumah.
" Assalamualaikum " Sapa Winda sopan.
" Waalaikum salam " Jawab seseorang keluar.
" Winda " Sapa Salsa hangat.
" Hay " Balas Winda tersenyum.
" Ayo masuk Win " Ajak Salsa ramah..
Winda mengangguk keduanya masuk dan disambut Byanca dan Romi saling suap2an.
" Waahh romantisnya " Goda Winda tersenyum.
" Ehh iya Win,Ayah lagi pacaran sama Byan " Balas Romi terkekeh.
" Halo Kak Winda " Sapa Byanca hangat.
Winda membalas tak kalah hangat.
" Sudah siap ?" Tanya Romi.
" Hm,cuma aku belum bisa memutuskan Yah " Jawab Winda.
" Ya,kita tes dulu " Balas Romi paham..
Winda mengangguk tersenyum.
Yuni keluar kamar dengan wajah manisnya.
" Ayo " Ajak Yuni semangat.
Winda mengangguk..
" Kamu jaga rumah ya Sa,nanti kalo Alexi minta anter makanan kamu bikin ya " Kata Yuni mengusap kepala calon menantu.
" Siap Bu " Jawab Salsa semangat.
Winda terkekeh geli,bagi Winda Salsa sudah balikan lagi dengan Alexi keduanya terlihat seperti suami istri..
Mereka pun berjalan keluar,Sindi dan Malvin sudah tau anaknya akan diperiksa.
Pasangan itu setuju saja dengan keinginan Romi dan Yuni karna mereka yakin pasangan tersebut pasti akan memberikan yang terbaik.
Mereka menuju rumah sakit,Romi tak membawa Winda kerumah sakit Reno takut2 lelaki itu berkeliaran disana apalagi Romi punya kuasa yang cukup disegani,bukan mustahil jika ada yang memata matainya.
Sampainya diruangan,Winda langsung disuruh berbaring.
Yuni setia menemani gadis itu didalam ruangan bedahal dengan Romi dan Byanca memilih diluar saja.
" Gimana Dok ? apa dia bisa hamil cepat ?" tanya Yuni mulai deg degan.
" Dia bisa saja hamil tapi kondisi ginjalnya masih lemah " Jawab Dokter yang sudah membaca riwayat sakit Winda..
" Apa itu berpengaruh ?" Tanya Yuni khawatir.
" Ya,dia harus mengonsumsi obat setiap hari,takutnya nanti obat itu menghambat tumbuh kembang sang bayi " Jawab Dokter serius.
" Jadi dia belum bisa hamil ?" tanya Yuni lagi.
" Saya sarankan tunggu dulu hingga kondisinya benar2 kuat " Jawab Dokter.
Winda terdiam mendengar semua perkataan Dokter.
Yuni menghela nafas melihat anak sahabatnya kembali terpuruk.
" Ya Tuhan bagaimana ini ?" gumam Yuni bingung.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.