
" Sam " Ucap Leni mulai tersulut.
Samuel diam masih dengan aktifitas nakalnya.
" Sam lepaskan aku " Pinta Leni mendorong dada lelaki itu kuat.
Samuel terlepas,pria itu menatap Leni dengan tatapan yg sulit dimengerti.
" Apa yg kau lakukan ?" Tanya Leni menutup lehernya dengan tangan.
" Aku tergoda " Jawab Samuel datar.
Deg...
Leni tersentak dengan jawaban absur lelaki itu.
" Bisa kita lanjutkan ?" Tanya Samuel tanpa ragu.
" Apa ? barusan ?" Tanya Leni syok.
Pria tampan itu mengangguk kecil.
" Kau gila apa ! kita baru saja berpisah dan kau..." Ucap Leni terdiam.
" Hmmmppppp Sammm " Pekik Leni kelabakan mendapat serangan tiba2.
Tangan Leni memukul dada Samuel tapi wanita itu kalah tenaga dengan lengan Samuel yg begitu handal menahan dirinya.
" Sam apa yg kau hmmm lepas !" Pekik Leni kelabakan.
Samuel dengan berutal menyeruput apa yg ingin ia nikmati.
Leni terus melawan dan Samuel terus berusaha menahan bentengnya.
" Ikut aku " Ucap Samuel melepas pangutan mereka.
" Hah huh hah uh.." Nafas Leni ngos2an ulah pria nakal tersebut.
Tangan Leni diseret keluar dari dapur,Leni mencoba berontak tapi Samuel begitu kuat menggenggam lengannya.
" Sammmmm " Teriak Leni terbelalak saat mereka menuju kamar.
Samuel berjalan cepat dan brraaakkkkk....
Lelaki itu membanting pintu kamar begitu saja.
Leni terlepas dengan mata melotot ngeri.
" Kau mau apa ?" tanya Leni mundur.
" Aku ?" Tanya Samuel.
" Jangan macam2 Sam,aku bukan istri lmu " Ucap Leni tegas.
" Benarkah ? aku belum menalak mu " Balas Samuel santai.
" Kertas itu,kau sudah menjatuhkan talak jauh hari " Kata Leni bingung.
Samuel tersenyum miring dan terus melangkah.
Leni melihat kebelakang dan brugh.
Wanita itu didorong hingga Leni terjatuh keranjang.
Samuel melihat lengkuk tubuh wanita itu dari ujung kaki hingga kepala.
Jiwa buasnya mulai merasuki tubuh membuat Samuel merasa ingin berpesta kecil.
Leni berbalik dan deg...
Pria itu tepat berada didepan matanya.
" Sa sam sam " Ucap Leni terbata.
" Shuttttt !!" Kata Samuel menahan jarinya dimulut Leni.
Seketika Leni diam melihat raut berbeda lelaki yg masih ia sukai.
" Ini yg kau inginkan bukan ?" Tanya Samuel meraba wajah Leni.
__ADS_1
" Dulu,sekarang aku tidak menginginkannya lagi " Jawab Leni berani..
" Benarkah ?" tanya Samuel pura2 terkejut.
Leni mengangguk polos.
Samuel tersenyum kecil dan mengkram lembut dagu wanita itu.
" Tapi aku menginginkannya sekarang " Ucap Ssamuel berbisik.
Grgrgrgrgr...
Bulu kuduk Leni seketika merinding dengan mata melotot tak percaya.
" Ja jangan gila kau,kita tidak sah " Kata Leni gemetar.
Samuel kembali tersenyum smirk,perlahan tangan lelaki itu beralih ke baju Leni dan membuka perlahan kancing kemeja tersebut.
Leni diam melihat aksi lelaki gila itu.
" Kau tak melarangnya ?" Tanya Samuel mendongak.
" Kau sangat munafik " Jawab Leni terkekeh sinis.
Deg...
Samuel seketika berhenti bergerak dan menatap Leni tajam.
" Bukankah kau bilang jijik dengan ku ? tapi mengapa sekarang kau mau aku melayani mu ?" tanya Leni menantang.
Samuel masih diam melihat wajah berani wanita itu.
" Kau bilang milik mu yg berharga itu hanya untuk mantan istri mu,tapi nyatanya kau menginginkan milikku yg longgar ini ?!" Kata Leni kesal.
Plakkkkkkk.....
Wajah Leni seketika tertoleh kesamping mendapat tamparan keras dari Samuel.
Leni cukup terkejut tapi wanita itu memasang wajah tenang meski rasa sakit dan panas ia rasakan.
" Longgar kau bilang ?" Ulang Samuel tajam.
" Ya,aku begitu menjijikkan " Jawab Leni judes.
Panas yg tadi belum hilang kini pria itu menambahnya lagi.
Leni memejamkan mata sejenak merasa begitu terhina,tapi kembali ia harus kuat menghadapi pria dingin tersebut.
" Jangan pernah menyebut itu lagi " Ucap Samuel dingin.
" Kenapa ??? hilang selera ?" tanya Leni terkekeh.
" Kau ingin mati sekarang ?" tanya Samuel geram.
" Ya,bunuh aku Sam,aku ingin menyusul ibu ku dan mengadukan semua tindakan mu kepada ku !" Teriak Leni menggelegar.
Samuel bangun dan sedikit menjauh seraya menyugar kasar rambutnya.
" Bunuh aku Sammmm !!! matikan akuuuu !!" Teriak Leni mengamuk.
Samuel diam tak menjawab.
Leni terus berteriak meminta dirinya mati.
Lelah mendengar,Samuel berjalan menghampiri dan mengusap lembut rambut Leni yg sudah berantakan.
Leni yg menangis memeluk kakinya langsung terisak mendapat perlakuan tak terduga lelaki itu.
" Kau harus tetap hidup,aku akan menjemputmu " Ucap Samuel pelan.
" Hiks hiks bunuh aku Sam hiks " Ucap Leni menangis pilu.
Samuel menarik nafas dan berjalan keluar dari kamar tersebut.
Hilang sudah rasa pria itu menginginkan Leni.
Melihat Samuel pergi makin membuat Leni terluka.
Tangisannya pun menggema dikamar sepi tersebut.
__ADS_1
Diluar,Samuel mengambil hapenya dan menelfon seseorang.
" Saya akan datang besok jadi siapkan jadwalnya " Ucap Samuel tegas.
" Besok ? astaga kenapa mendadak Pak ?" Tanya seseorang diseberang.
" Lakukan saja !" Kata Samuel tegas.
Tut.
Panggilan terputus begitu saja.
Samuel menaruh hapenya didalam saku celana dan keluar dari apartemen tersebut.
Ditempat lain,seorang wanita diam melihat seorang gadis berbicara girang dengan seseorang diseberang.
Yap,hari ini Lutfia mengizinkan Nur untuk menelfon orang tuanya.
Gadis kecil itu begitu ceria,senyum haru tak bisa ia hilangkan dari wajah manis tersebut.
" Ohh ada Kakek Romi " Ucap Nur heboh.
" Halo anak manis " Sapa Romi hangat.
" Halo Kek,apa Suci dan Sutar ada disana ?" Tanya Nur heboh.
" Hehe gak ada,mereka gak ikut Kakek pergi " Jawab Romi menggaruk kepala.
" Yaaahhh kenapa ??" Tanya Nur lesu.
" Mereka lagi dihukum Mamanya karna nyolong rambutan tetangga " Jawab Romi terkekeh.
" Apa !" pekik Nur kaget.
" Cucu Reno nyolong ?" Tanya Lutfia ikut kaget.
" Iya Nek,nyolong rambutan tetangga " Jawab Nur terkekeh.
" Astagaaa,apa Reno sudah kehabisan uang untuk membeli cucunya rambutan ?" Tanya Lutfia tak percaya.
" Namanya juga anak2 Ma,mungkin dia sama temen2nya " Celetuk Rafael yg asik membaca majalah bisnis.
" Tapi Pa masa iya itu si anak kk gitu " kata Lutfia masih tak percaya.
" Terus Sutar gimana Kek ? apa dimarahin Papa Serkan ?" tanya Nur kepo.
" Iya,makanya mereka gak bisa keluar rumah " Jawab Romi terkekeh geli.
Nur menggeleng pelan,gadis itu tak heran jika Suci dan Sutar merupakan bocah nakal,tapi jika sampai nylong tak pernah terpikirkan oleh anak itu.
Romi banyak bercerita tentang cucunya dan menanyai kabar Nur disela cerita mereka.
Lutfia dan Rafael yg ngeh dengan pertanyaan menjebak Romi hanya diam saja mendengar jawaban jujur anak asuh mereka.
Dirumah,2 orang bocah menghela nafas lelah.
Sudah malam tapi keduanya terlihat berkeringat deras.
" Uhhh apes banget ya hari ini " Ucap Sutar menyeka keringatnya.
" Iyaaa,pake acara ketahuan lagi,huhhh capeee " Sahut Suci ngos2an.
" Tau gini,aku nyesel mau ikut Riko manjat lagi,mana dapatnya baru sedikit lagi " Kata Sutar kesal.
" Iya,asem lagi buahnya ihhhh kesel deh " Kata Suci menghempas buku tulisnya.
Kedua bocah itu terus menggerutu menyesali kerugian mereka hingga sebuah deheman kuat membuat kedua bocah itu menoleh cepat.
" EEeh Mama,duhh cantik banget mlm ini " Kata Sutar melihat Histi berkacak pinggang dengan daster miringnya.
" Helehhh kerjain sampe selesai ! kalian gak boleh keluar smpe semua pr dari senin sampe jum'at selesai !" Kata Histi garam.
" Duhh Biii,ini tuh baru hari selasaaaa,belum jum'atttt !" Kata Suci memutar mata malas.
" Yaaaaankkkkkk " Pekik Histi memanggil Serkan.
" Eeehh iya iyaaa ini aku kerjainnj " Pekik Sutar dan Suci panik takut Serkan keluar kandang.
Histi tersenyum smirk dan bersedekap dada melihat keciutan kedua bocah itu kepada suami dinginnya.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.