
Hingga malam hari Histi masih berada di rumah Romi,gadis itu menjadi teman Byanca bermain.
Disela itu Serkan menjelaskan kepada ibunya tentang hubungan dirinya dengan sang gadis.
" Aku gak tau harus gimana Bu,ini terjadi tanpa aku minta " Ucap Serkan menunduk didepan Yuni.
" Kalian mungkin akan menyakiti hati 2 keluarga " Ucap Yuni menghela nafas.
" Aku tau,tapi gadis itu sangat berani Bu,Histi tak main2 dengan tindakannya " Kata Serkan melihat Histi tertawa bersama sang adik di ruang tv.
" Kalian sudah sama2 besar,apalagi kamu yang lebih dewasa dari dia,jika memang kalian saling mencintai gak apa2,perjuangkan hingga akhir " Ucap Yuni tersenyum.
" Aku tak enak hati kepada paman Bi,Ayah bekerja kepada mereka bertahun2 " Kata Serkan lesu.
" Jika mereka keberatan mungkin Ayah mu akan dipecat,tapi ibu rasa mereka bisa bersikap profesional Serkan,melihat dari pencapain yang mereka dapatkan " Kata Yuni ramah.
" Aku sangat khawatir tentang itu Bu,bukan masalah pekerjaannya melainkan kepercayaan " Balas Serkan.
Yuni menghela nafas menatap anak tirinya tersebut,sungguh Yuni menyayangi lelaki itu seperti anak sendiri apalagi Serkan bukan lah pria egois selama ini,ia selalu mementingkan keluarga terlebih dahulu bahkan tak memperdulikan perasaannya yang hancur lebur.
" Jemput bahagia kamu Nak,jangan risaukan kami,meski ayah mu nanti berhenti bekerja,masih ada Ibu,kamu dan Alexi yang menghidupi Byanca serta ayah kamu yang udah menua " Ucap Yuni mengusap kepala Serkan.
Lelaki itu mengangguk dengan manik berkaca kaca,Serkan mencium lembut tangan wanita yang telah merawatnya selama ini.
Dari kejauhan manik Histi tak lepas menatap ibu dan anak itu yang terlihat sangat menyayangi.
Kedua orang beda kelamin itu mengobrol dengan hangat seraya tertawa,moment yang sangat mengharukan.
" Kakak " panggil Byanca menegur.
" Hah ya kenapa ?" tanya Histi tersentak.
Serkan dan Yuni melihat gadis itu yang ketahuan menatap mereka.
" Dah sana temani Histi,dia mungkin dah cape main sama Byan " Titah Yuni menegur anaknya.
" Iya Bu,tolong bikinin makan malam ya " Pinta Serkan malu2.
" Iya siap " Jawab Yuni tersenyum.
Lelaki itu pun mendekati kekasihnya yang terlihat berbicara denga Byanca.
" Ayo ikut aku " Ajak Serkan.
" Kemana ?" tanya Histi mendongak.
" Udah ikut aja " Ajak Serkan.
" Kak aku iku...
" Byan,ayo masak " Ajak Yuni cepat.
" Yeeee,siap Bu " Pekik Byanca girang.
Gadis itu langsung berlari mendekati Yuni yang bangkit dari tempat duduknya.
Histi melongo melihat gadis itu sangat bersemangat,Serkan yang melihat mulut Histi menganga mencubit pelan bibir gadis itu membuat Histi kaget.
" Ihhh Dokter !" kata Histi menampar Serkan.
" Habisnya mangap aja " Cibir Serkan.
" Byan bisa masak ?" tanya Histi tak percaya.
" Hm,bantu kupas2 atau bersihin sayur " Jawab Serkan berjalan keluar.
" Kenapa adik aku gak bisa gitu ya,tau nya makan doang,piringnya juga aku yang cuciin " Gerutu Histi mengingat adiknya dirumah yang seumuran dengan Byanca.
Serkan menggeleng pelan dan merangkul gadis itu keluar.
Mereka duduk didepan teras menikmati angin sore.
__ADS_1
" Enak ya disini,adem " Ucap Histi menghirup udara.
" Ya,masih banyak hutan " Jawab Serkan tenang.
" Kita gak jalan2 gitu kayak pasangan lain ?" Tanya Histi melihat Serkan.
" Emang mau kemana ?" tanya Serkan.
" Ya serah kemana gitu " Jawab Histi cengengesan.
" Aku kurang suka " Jawab Serkan menatap gadis itu.
" Kenapa ?" Tanya Histi.
" Lebih suka ngabisin waktu dikamar aja " Jawab Serkan.
Deg....
Histi melototkan matanya.
" Jangan bilang jalan2nya diatas kasur ?" tebak Histi merinding.
Serkan terkekeh menyentil kening gadis itu.
Otak Histi sangat cepat tersambung ke hal2 Vulgar membuat Serkan heran.
" Belajar,bukan ena2 " Kata Serkan gemas.
" Hehe ngomong dong kan aku jadi salah paham " Balas Histi mendorong pelan lelaki itu.
Serkan menggelengkan kepalanya merasa gemas dengan tingkah bar2 gadis cantik itu.
Tak lama sebuah mobil masuk kepekarangan rumah.
Histi mulai deg degan menebak bahwa didalam mobil tersebut merupakan pemilik rumah klasik tsb.
" Jangan takut itu ayah " Ucap Serkan mengusap pipi Histi yang tegang.
" Paling kamu diusir " Jawab Serkan menggoda.
" Usirnya bareng kamu ya " Balas Histi tersenyum.
Serkan kaget dan langsung tertawa,Histi menunduk malu lelaki itu mengusel wajahnya gemas.
Didalam mobil 2 orang pria saling melihat,Romi tak sendiri lelaki itu membawa pulang serta Bosnya karna Reno sedang kabur dari rumah menghindari istrinya yang sedang mengamuk karna ia ketahuan berbohong.
" Kenapa Histi ada disini ?" Tanya Reno bingung.
Glek..,
Romi menelan ludah kasar dan melihat lagi kedepan.
Reno turun dari mobil dan membuat pasangan baru itu melonjak kaget.
" Kakek " Gumam Histi terbelalak.
Reno mendekat disusul Romi dari belakang.
Serkan berdiri melihat wajah kebingungan Reno.
Histi yang melihat aura Kakeknya berubah langsung pasang badan didepan Serkan membuat ketiga lelaki itu lagi2 terkejut.
" Kakek " Panggil mencium tangan Reno.
" Kenapa kamu ada disini ?" tanya Reno.
" Aku main kesini Kek " Jawab Histi tenang.
Reno melihat Serkan,lelaki itu bersikap sangat tenang.
" Ayo masuk " Ajak Romi memecahkan kecanggungan.
__ADS_1
" Silahkan masuk " Kata Serkan membuka pintu.
Reno pun masuk kedalam bersama Histi,tinggalah Serkan dan Romi yang diluar saling bertatapan.
" Kamu jelaskan semuanya Serkan " Ucap Romi tenang.
" Iya Ayah aku akan bertanggung jawab " Jawab Serkan mengangguk.
Romi tersenyum menepuk pundak putranya dan masuk kedalam.
Reno dan Histi duduk bersampingan,lelaki itu masih penasaran ada hubungan apa cucunya dengan anak asistennya itu.
" Waah Kakek Reno " Pekik Byanca berlari mengenakan clemek kcil ditubuhnya.
" Waah Byan " Balas Reno ikut heboh.
" Eee jangan peluk " Kata Romi menahan baju belakang putrinya.
Byanca berjalan ditempat membuat Reno tertawa ngakak..
" Ayahhhh " Pekik Byanca kesal.
" Kotor sayang,,clemeknya buka dulu " Kata Romi terkekeh.
" Byan lagi masak ayah " Gerutu Byanca.
" Iya makanya selesaikan dulu dong " Kata Romi tersenyum.
" Iya Byan,Kakek Reno mau cicip masakan Byan " Kata Reno menggoda.
Byanca bersemu malu.
" Tapi bukan aku yang masak Kek,aku cuma bantu ibu cuci sayur " Kata Byanca lesu.
Reno kembali tertawa melihat wajah polos gadis itu.
Byanca pun berlari lagi kedapur melanjutkan acara memasaknya.
" Nanti kita bicarakan lagi,sekarang ayo pada mandi " Kata Romi memutuskan percakapan.
" Pinjem baju kamu ya Rom " Kata Reno malu.
" Hm " Jawab Romi memutar mata malas.
Histi menatap aneh tingkah Kakekny yang tak biasa.
Mereka semua pun bangun,Reno mengikuti Romi sedangkan Serkan masuk kekamarnya.
" Eehhh mau kemana ?" Tanya Reno menarik kerah belakang cucunya.
" Mandi Kek " Jawab Histi polos.
" Sama Serkan ?" tanya Reno kaget.
Histi mengangguk cepat.
" Astaga nih anak " Kata Reno menepuk jidatnya.
" Mau Kakek nikahin sekarang !?" Tanya Reno penuh ancaman.
" Mau " Jawab Histi malu2.
Reno dan Serkan terbelalak dengan jawaban asal gadis itu.
Histi tertawa seraya mencubit gemas pipi Kakeknya.
Gadis itu langsung berlari sebelum diamuk oleh sang ketua genk mereka.
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1