Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
373


__ADS_3

Disebuah rumah seorang gadis terlihat sudah rapi dan cantik,hari ini adalah hari menggembirakan bagi Salsa karna perjuangannya tak sia2.


Gadis itu akan menjalani sidang kelulusan,ia begitu bersemangat karna sebentar lagi ia akan mensabet gelar yang ia idamkan dari dulu.


" Cie2 yang bakal jadi Nyonya Alexi " Goda Alexi sambil menyisir rambutnya depan cermin.


" Cih " Decih Salsa memutar mata malas.


" Habis ini nikah ya kita pulang " Kata Alexi tersenyum.


" Nanti lah Lex,lulus aja belum " Kata Salsa gemas.


" ya cepetan cepat lulus,aku gak sabar pengen berumah tangga " rengek Alexi.


Salsa merinding disko melihat wajah melas lelaki itu.


" Dah ah,kamu udah kasih tau Ibu sama Ayah belum kalo aku bakal selesai ?" tanya Salsa mengalihkan.


" Udah,Ayah bilang bakal datang kalo gak ada kendala " Jawab Alexi.


" Hm bagus lah,aku bakal sedih banget kalo Ayah sama Ibu gak datang " Kata Salsa lesu.


" Iya tenang aja,yang penting kamu beresin dulu kerjaan kamu urusan Ayah sama Ibu biar aku yang urus " kata Alexi tersenyum.


" Iya,sekarang udah cantik belum ?" tanya Salsa mengadu penampilannya.


" Udah,tapi terlalu cantik aku gak suka " Jawab Alexi.


" Ishhh masih kurang ini Lex aku gak pake lipglos " Kata Salsa mencetut.


" Gak boleh nanti pengujinya gak fokus lagi liatin bibir kamu " Kata Alexi mengusap bibir Salsa lembut.


Gadis itu bersemu malu memukul lengan Alexi.


" yuk sarapan dulu " Ajak Alexi sudah siap dengan seragam kerjanya.


Salsa mengangguk,keduanya berjalan keluar kamar.


Dari kejadian dulu Alexi tak berani lagi menyentuh Salsa apalagi sampai menyetubuhi gadis itu,ia takut Salsa beneran hamil luar nikah dan ia dicoret dari daftar keluarga Romi.


Keduanya makan dengan tenang,Salsa setiap hari selalu menyempatkan diri untuk memasak atau menyiapkan peralatan yang akan Alexi pakai,hitung2 belajar sebelum menjadi ibu rumah tangga nanti.


" Hari ini kamu lembur gak ?" Tanya Salsa seraya mengunyah.


" Gak,kan nanti sore mau jemput kamu " Jawab Alexi tenang.


" Ya kalo kamu banyak kerjaan gak usah jemput juga gak papa,aku bisa pulang sendiri " Balas Salsa.


" Kan aku dah bilang mau jemput kamu " Ucap Alexi menoleh dengan wajah datar.


" ya em..


" kamu gak mau aku jemput ?" Tanya Alexi tajam.


" Ya bukan gitu Lex " jawab Salsa kelabakan.


" Bilang kalo gak mau dijemput biar aku bisa jemput cewek lain " Balas Alexi tenang.


" Apa !" pekik Salsa melotot.


Alexi tersenyum sambil terus mengunyah makanannya.


" Awas aja kamu berani deket2 sama cewek lain !" Kata Salsa tajam.


" Emang nya apa yang mau kamu lakuin ?" tanya Alexi menantang.


" Ohhh kamu beneran lagi deket sama cewek lain ya ?" Tuduh Salsa kesal.

__ADS_1


Alexi diam tak menjawab,Salsa langsung murka dan menampar lengan pria itu


" Sakit Sa " Kata Alexi kaget.


" Kamu selingkuh ya ?" Tanya Salsa kesal.


" Siapa yang selingkuh ?" Tanya Alexi heran.


" Tadi kamu bilang mau jemput cewek lain !" Jawab Salsa merajuk.


" Lah kamu gak mau dijemput ya mending aku jemput yang lain lah " Balas Alexi santai.


" Ihhh kamu gatel deh,gak seru ah !" kata Salsa bersedekap dada.


" Kalo kamu berani selingkuh aku juga bisa " Gumam Salsa pelan.


" Apa kamu bilang !" pekik Alexi menggebrak meja.


Salsa melonjak kaget dan menatap Alexi seraya menelan ludah kasar.


" Coba aja kalo berani,jangan salahin aku kalo kamu bunting sebelum waktunya !" Ancam Alexi tajam.


" Apa !" pekik Salsa terbelalak.


" Jangan main2 kamu sama aku !" Kata Alexi dengan tatapan membunuh.


Glekkkk....


Ludah gadis itu terasa kering,ucapan Alexi barusan membuat rahimnya terasa hangat.


Alexi kembali duduk dan menghabiskan makanannya dengan wajah tenang.


Salsa masih terdiam hingga tangan gadis itu ditarik membuat Salsa ikut duduk.


" Habisin jangan mubazir " Ucap Alexi menyodorkan piring gadis itu.


Keduanya kembali tenang dengan otak yang sama2 bekerja keras..


Ditempat lain,seorang gadis terdiam menikmati angin malam yang terasa menyejukkan.


Winda digoncengi Samuel menaiki motor,gadis itu memegang baju Samuel untuk berpegangan.


Keduanya saling diam menikmati perjalanan,Samuel tak tau apa yang mau ia bicarakan.


" kita mau kemana ?" Tanya Winda mendekatkan wajahnya ke telinga pria berhelem hitam itu.


" Kamu mau kemana ?" tanya Samuel.


" Pulang " Jawab Winda.


" Hm nanti aja mau ?" tanya Samuel ragu.


" Memang kita mau kemana ?" tanya Winda.


" Menenangkan diri "


" Aku sudah tenang " jawab Winda.


" aku belum " Jwab Samuel.


Winda terdiam,ia merasa bingung dengan pria yang memboncenginya saat ini.


Winda mencoba mengambil hapenya di kantong tapi Samuel tiba2 menahan tangannya.


Deg...


Winda tersentak kaget dan tak jadi menarik tangannya dari baju pria itu.

__ADS_1


" Kenapa ?" tanya Winda bingung.


" Pegangan " jawab Samuel masih menahan tangan Winda.


" aku mau kasih kabar Papa " Jawab Winda.


" Nanti aja " Kata Samuel tenang.


Winda diam gadis itu melihat tangannya yang masih digenggam Samuel dengan sebelah tangan,sebelahnya lagi memegang stir motor.


" Hm bisa kau lepas tangan ku ?" tanya Winda deg2an.


" Tangan mu terasa dingin " Jawab Samuel tenang.


" Hah em ya " Jawab Winda malu.


Pria itu memasukkan sebelah tangan Winda kedalam saku jaketnya,Winda hanya diam memperhatikan gerak gerik pria cuek tersebut.


Beberapa menit berkeliling mereka tiba di sebuah lapak pinggir jalan.


" Mau minum air jahe ?" Tanya Samuel.


" Aku belum pernah meminumnya " Jawab Winda.


" Rasanya hangat kau pasti suka " Ucap Samuel tersenyum.


" Benarkah ?" Tanya Winda penasaran.


Samuel mengangguk lemah,pria itu pun mendekati si penjual dan mulai memesan.


" Duduk dsini " Ajak Samuel menunjuk bangku yang terbuat dari papan.


Winda mengangguk,gadis itu mendekati Samuel dan duduk didepan.


Keduanya saling berhadapan dengan jarak dekat,bahkan Winda bisa melihat jelas wajah pria ajaib tersebut.


" Wajah mu hitam " Ucap Winda memperhatikan wajah Samuel.


" Hah mana ?" tanya Samuel kaget.


" Tuh pinggir hidung " Jawab Winda menunjuk dengan bibirnya.


Samuel meraba hidungnya dan menggosok pelan,tapi naas noda yang dimaksud tak kena sentuhan tangan pria itu.


" Ini disini " Kata Winda menunjuk hidungnya sendiri.


" Ini " kata Samuel menunjuk.


" Gak kiri " Jawab Winda.


" ini " Tunjuk Samuel.


" Bukan,ini " Kata Winda gemas dan mengusap sendiri dengan tangannya.


Wajah gadis itu pun seketika makin dekat dengan Samuel,manik hitam kecoklatan pria itu menatap wajah Winda dengan tatapan yang sulit dimengerti.


Gadis dengan garis wajah imut dengan hidung mungil mulut kecil serta alis lebat itu terlihat begitu manis apalagi saat Winda tertawa menampilkan senyum gigi cangkilnya.


" Nodanya susah hilang " Kata Winda setelah selesai membersihkan wajah Samuel.


Samuel masih mematung dengan manik terus menatap Winda tanpa kedip.


" Apa aku mulai jatuh cinta kepada gadis ini,dia begitu banyak kekurangan tapi kenapa aku nyaman ?" Batin Samuel mulai menerka2.


Winda mengernyit melihat Samuel diam seperti patung swalayan.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2