Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
172


__ADS_3

Seorang perempuan terlihat sangat semangat untuk memulai harinya menjadi seorang siswa yang berkuliah di salah satu perguruan tinggi New york.


Selama tinggal disana,Salsa banyak belajar beberapa hal yang harus ia kuasai,beruntung perempuan itu tinggal bersama 2 orang yang selalu memberinya suport.


" Ayo sarapan dulu " Ucap Hena memanggil 2 gadis yang berjalan kearahnya.


" Mommy masak apa hari ini ?" Tanya Hena menarik kursi makan.


" Mommy hanya bikin salad dan roti,kita belum ke pasar jadi bahan masakannya banyak yang habis." Jawab Hena lesu.


" No problem Mom,nanti aku yang belanja " Jawab Helen tersenyum.


" No,bukankah kamu lembur hari ini " Kata Hena mengernyit.


" Yes,but the company is owned by my Daddy they dare not fire (ya tapi perusahaan itu milik Daddy ku mereka tidak berani memecat )" Ucap Helend santai.


" Hooh,jangan terlalu percaya diri,nanti Daddy mu sendiri yang akan memecat karyawan malas seperti mu " Cibir Hena.


Helen tertawa geli melihat wajah ibunya marah.


Salsa tersenyum melihat keduanya terlihat akur.


" Ayo makan Sa " Ajak Helend menegur Salsa.


" Iya Kak ini aku makan " Jawab Salsa ramah.


Ketiga perempuan itu pun makan meski dengan makanan seadanya.


Romi mengirim uang kepada Hena untuk biaya Salsa selama disana,meski Hena tak pernah mempermasalahkan itu karna Bara juga rutin mengirim setiap bulan untuk putrinya Helend.


Hena sangat bersyukur Bara sangat perduli kepada anaknya meski mereka tak ada hubungan apapun lagi,hal itu juga membuat Hena tak mau besar kepala,dirinya tidak mau egois meminta Bara kembali kepadanya dan meninggalkan Zaiva,,karna selain Bara,istri pria itu juga sangat baik,ramah dan tak pernah perhitungan kepada keluarga kecil Hena.


Hal itu juga yang membuat Romi yakin kepada wanita itu untuk menitipkan menantunya,meski begitu Romi tetap memantau keluarga itu dari kejauhan titah langsung dari Reno yang khawatir Bara berbuat melenceng dari jalur.


Semua sudah diatur sedemikian rupa oleh penguasa tersebut.


Beberapa bulan belajar diluar negeri,perlahan Salsa mulai membaur,gadis itu juga sudah punya teman yang datang dari negara yang sama dan beberapa teman bule yang ramah kepadanya.


Selama disana,Salsa tak pernah absen untuk mengabari Yuni dan Romi,gadis itu masih mengingat mertuanya yang baik hati.


Tapi sekali pun Salsa tak pernah menanyakan kabar mantan suaminya karna gadis itu merasa malu dan tak punya hak lagi atas diri Alexi.


Seperti malam ini,Salsa bertelfonan dengan Yuni.


Gadis itu mendengar suara Alexi yang sedang bercanda gurau dengan Byanca.


" Alexi lagi ngajarin Byanca menggambar " Kata Yuni pelan.


" Iya Bu " jawab Salsa lemah.


Salsa merasa sangat merindukan pria itu tapi gadis itu hanya bisa memendamkannya sendiri karna tak mau Alexi tau keberadaannya,Romi dan Yuni juga tak memberitau anak mereka bahwa Salsa berada diluar negeri.


" Mau lihat ?" Tanya Yuni sangat pelan.

__ADS_1


" Aku takut ketahuan Alexi Bu " Jawab Salsa.


" Gak,kamu gak usah bersuara "


" Baiklah " Jawab Salsa patuh.


Yuni mengalihkan panggilan ke Vidio call,perempuan itu sedikit menjauh dari kedua anaknya.


Salsa terdiam melihat lelaki yang sempat masuk kedalam hatinya kini tumbuh dewasa dan bertambah tampan.


Badan Alexi pun terlihat berisi.


Manik Salsa berkaca kaca,tanpa sadar gadis itu menyentuh layar hapenya seolah ingin menyentuh tubuh sang mantan suami yang sangat ia rindukan.


Yuni yang melihat tangan Salsa bergerak2 menahan tangis,wanita itu tau mantan menantunya sudah jatuh hati kepada anaknya tersebut tapi karna keputusan Alexi membuat Salsa harus memendamnya sendiri.


" Sayang jangan dicoret,sebelah sini " Kata Alexi lembut mengajari adiknya.


" Aku gak bisa Kak,coba ajarin dulu " Kata Byanca manja.


" Iya sini Kakak ajarin,habis itu Byan warnai sendiri ya " Kata Alexi memeluk gemas tubuh adiknya.


" Iya " Jawab Byanca tersenyum.


" Alexi " Ucap Salsa tak sengaja.


Deg...


Yuni kelabakan dan langsung mematikan panggilan sepihak.


" Ibu denger gak ? ada yang manggil aku " kata Alexi mengadu ke Yuni.


" Hah em ya em ngak " Kata Yuni panik sendiri menghapus air matanya.


" Ibu kenapa nangis ?" Tanya Byanca langsung mendekati wanita itu.


Alexi menatap ibunya nanar seolah menyelisik sesuatu.


" ngak papa,ibu kelilipan sayang " Jawab Yuni pura2 mengucek matanya.


" Ibu jangan sedih,maafin Byan ya Byan akan usaha bisa gambar yang bagus " kata Byanca memeluk wanita itu.


" Ngak sayang ibu gak sedih " Kata Yuni memeluk anaknya.


Alexi masih diam,lelaki itu mendekat mengambil hapenya di meja lalu melirik hape Yuni yang hidup.


" em Ibu mau ngecas dulu " Kata Yuni dengan cepat mengambil hapenya dan berjalan menjauh membawa Byanca ikut.


Alexi lagi2 terkejut dengan tingkah aneh wanita itu.


" Siapa yang memanggil ku,apa itu beneran ibu tapi kenapa suaranya berbeda ?" Gumam Alexi mulai bingung.


" Apa jangan2...ah ngak mungkin,masa iya cuma aku memikirkan dia,suaranya nyampe kesini " Gumam Alexi menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Tapi kenapa suaranya begitu mirip ?" Gumam Alexi nanar.


" Huhh aku beneran sudah gila,ngapain mikirin perempuan itu,haissttt gak penting banget " Lanjut Alexi berdiri dan menjalan menjauh.


Alexi seolah menanam rasa benci kepada Salsa meski gadis itu tak bersalah kepadanya,Alexi pikir dengan cara seperti itu ia akan mudah melupakan Salsa,tapi makin Alexi membenci gadis itu malah membuatnya semakin memikirkan mantan istrinya tersebut.


" Tenang Lex,sekarang lo udah punya Ayu,gak boleh pindah hati lagi " Gumam Alexi menatap langit2 kamarnya.


Pria itu melihat sofa yang terletak tak jauh dari ranjang,bayangan Salsa tidur disana kembali menghantui pria itu.


Alexi terlihat sangat frustasi,setiap hari dirinya selalu memikirkan Salsa bahkan saat bekerja apalagi pulang kerumah saat malam,pria itu mulai berharap ada Salsa yang menyambutnya seperti dulu meski kenyataannya semua sudah terlambat saat dirinya menjatuhkan talak atas nama gadis itu.


Ditempat lain,Salsa memegang dadanya yang berdebar kencang.


Salsa tak menyangka mulutnya tak bisa ditahan hingga dengan berani menyebut nama lelaki itu.


" Ya ampun apa yang aku lakukan ? kenapa aku sampe lancang begini " Gumam Salsa menyalahi dirinya.


" Pasti ibu sangat terkejut,aaahh bagaimana ini,jangan sampai Alexi mencari tau " Kata Salsa panik sendiri.


Gadis itu tak berani menelfon mertuanya lagi untuk bertanya karna Salsa takut ada Alexi disana.


Karna merasa haus dan frustasi,Salsa berjalan keluar.


Saat membuka pintu gadis itu dikejutkan dengan seorang pria yang sedang duduk diruang tamu.


Pria bule tersebut melihat kearah Salsa dengan wajah terkejut juga.


Salsa menunduk sopan dan melewati lelaki itu dengan cepat.


Terlihat didapur,Helen membuatkan minuman dingin.


" Apa itu pacar Kakak ??" tanya Salsa kepo.


" Hehe iya,,namanya Jacob " Jawab Helen tersenyum.


" Waah namanya bagus,orang nya juga,moga langgeng ya " Goda Salsa.


" Hehe iya Sa,aku kesana dulu ya " Kata Helend sudah siap dengan es jeruknya.


Salsa mengangguk dan mengambil minum untuk dirinya sendiri.


Saat melewati pasangan itu terlihat keduanya tertawa bersama sambil menonton film di laptop.


Pria tersebut terlihat begitu menyayangi Helend terlihat dari perlakuan lembut pria itu mengusap kepala Helend yang menyandar di bahunya.


" Uhhh enak banget malam2 diapelin kayak gitu " Gumam Salsa merasa iri dengan keromantisan mereka.


" Coba aja dulu aku sama Alexi gitu ah mungkin aku bakal jadi gadis paling bahagia dimuka bumi " Gumam Salsa terkekeh.


Tapi detik berikutnya gadis itu kembali menggelengkan kepala karna itu tidak berlaku kepadanya.


" Ayo Sa,fokus2 jangan mikirin cowok mulu " Gumam Salsa menampar wajahnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2