
Disebuah rumah seorang pria duduk tenang bersama putranya yg sedang menikmati sate yg dijual mas2 grobak depan komplek.
Suasana malam terasa begitu menyenangkan,dengan sebatang rokok hembusan asap berterbangan diatas kepala.
" Pa " Panggil Sutar mendongak.
" Hm " Jawab Serkan menunduk.
" Mama gak pulang lagi ?" Tanya Sutar penuh dengan saus kacang dimulut.
" Gak tau " Jawab Serkan menghela nafas.
" Kenapa belum pulang juga ? Papa sama Mama belantem ya ?" Tanya Sutar menyelisik.
" Gak " Jawab Serkan terkejut.
" Telus kenapa Mama gak pulang2 ?" Tanya Sutar heran.
" Mama kamu lagi ngegadis sama Sania " Jawab Serkan kesal.
" Emangnya ngegadis bisa lupa ingatan ?" tanya Sutar mengernyit.
" Hahaha gak tau tuh,kayaknya Mama kamu gak inget kamu lagi " Jawab Serkan tertawa.
" Ck,Mama mah suka gitu ama Sutal padahal Sutal udah jadi anak baik " Balas Sutar bosan.
Serkan mengulum senyum,sejak Sania datang kerumah pagi tadi Histi langsung membawa gadis itu pergi dari rumah ntah kemana,Serkan pun tak bisa melarang lantaran ia sudah punya kontrak perjanjian dengan Histi yg harus ditepati.
Sutar juga tak boleh protes karna itu sudah masuk tanggung jawab Serkan dalam menjaga sang buah hati.
" Aku kenyang Pa " Kata Sutar melepas tusuk satenya.
" Gimana ngak kenyang dari tadi nguyah terus " Cibir Serkan.
Sutar terkekeh pelan dan membungkus lagi sampah camilannya.
Hari ini bocah kecil itu menang banyak lantaran Serkan 24 jam berada dirumah dan menuruti semua keinginannya.
" Udah mau tidur ?" Tanya Serkan melihat Sutar memasang gaya rebahan.
" Nanti dong,kan dak boleh tidul habis makan "
" Oh iya,sini nyender sama Papa " Kata Serkan menepuk lantai disebelahnya.
Saat ini kedua lelaki itu duduk lesehan didepan teras rumah,suasana sangat sepi hanya ada bunyi jangkrik yg bersaut sautan.
Serkan menatap putranya,kini Sutar makin besar dan pinter perlahan bocah itu sudah bisa mengucapkan huruf R meski masih samar2.
" Besok Papa kerja,kamu tinggal dirumah Kakek mau ?" Tanya Serkan hati2.
" Kakek mana ?" Tanya Sutar menoleh.
" Terserah,Kakek Romi,Kakek Bara atau Buyut Reno juga boleh " Jawab Serkan.
" Hm pilihan yg sulit " Kata Sutar memegang dagunya.
" Hahahahha " Serkan kembali tertawa.
Lelaki dingin itu sangat berbeda antara tempat kerja dan rumah.
Jika diperusahaan Serkan begitu tegas dan sulit disentuh bedahal dirumah,ia akan menjadi lelaki lembut dan hangat,apalagi bersangkutan dengan putranya.
" Ayo pilih " Kata Serkan penasaran.
" Hm sebenelnya Sutal mau dilumahnya Kakek Lomi bial bisa ketemu Uci,tapi besok Sutal sekolah dan tempat sekolah Sutal dekat dengan lumah Kakek Leno " Kata Sutar mengingat.
" Jadi dirumah Kakek Reno nih ?" tanya Serkan.
__ADS_1
" Hm lumah Kakek Bala aja Pa " Jawab Sutar tersenyum.
" Kok rumah kakek Bara ? kan makin jauh " Kata Serkan terkejut.
" Bial bisa lama2 dipeljalanan hehe " Balas Sutar cengengesan.
Serkan menganga lebar mendengar alasan tak masuk akal putranya.
" Kenapa mau lama2 ?" tanya Serkan bingung.
" Hehe dk kenapa napa,Sutal mau aja " Jawab Sutar memainkan alisnya.
" Ada yg mau dilihat ya ?" Tebak Serkan.
" Dak,emang liat apa ?" tanya Sutar polos.
" Ck,anak ini mirip sekali sama emaknya " Batin Serkan gemas.
Sutar tersenyum smirk,ntah apa yg ada diotak bocah itu hanya dirinya dan Tuhan yg tau.
Ditempat lain,2 orang wanita duduk santai disebuah cafe dengan live musik.
Suasana sangat ramai,beberapa pasang remaja asik berpacaran dan mengobrol ria menikmati suasana malam.
" Te balik yuk " Ajak Sania tak enak.
" Nanti Sania,kursi yg kita duduki aja belom panas " Jawab Histi seraya menyeruput es jeruknya.
" Emang harus nunggu panas dulu ya ?" Tanya Sania mengernyit.
" Iya lah,kita duduk disini itu bayar,jadi harus dinikmati " Balas Histi tersenyum.
Sania mengangguk polos,gadis itu merasa tak nyaman lantaran banyak orang dewasa disekelilingnya.
Kedatangan Sania pagi tadi disambut meriah oleh Histi,wanita itu sangat girang saat melihat gadis yg menemani masa sulitnya dulu kini hadir lagi,tak ada yg berubah Sania masihlah gadis mungil yg begitu polos dan pemalu jika berada dilingkungan asing.
" Oh iya besok kita ke Mall ya " Kata Histi teringat.
" Bukannya tadi udah ?" Tanya Sania.
" Tadi cuma keliling doang dan gak ada yg menarik,tapi besok kita ke mall yg lebih besar beli baju dan alat2 make up " Jawab Histi semangat.
Sania melihat bajunya,gadis itu tersenyum kecil lantaran baju yg ia pakai merupakan baju yg pernah Histi beli dulu tapi masih kebesaran dan baru bisa dipakai sekarang.
" Kamu tenang aja,selama disini kamu bakal Tante bikin cantik dan sempurna" kata Histi memegang bahu gadis itu.
" Makasih Te " jawab Sania malu
Histi mengangguk dan meminta pelayan melayani pesanan mereka.
Histi tak tau bagaimana cara membalas budi gadis kecil itu,yg ia tau hanyalah bagaimana membuat Sania tidak dipandang burik oleh orang lain apalagi tinggal dikota besar yg mana gengsi dan keegoisan dinomor satukan.
Hampir tengah malam,mereka baru pulang kerumah.
Keduanya disambut seorang pria yg masih menonton tv dengan lampu redup.
" Hay sayang " Sapa Histi mendekati suaminya.
" Hm " Jawab Serkan tanpa menoleh.
Histi duduk dsebelah Serkan dan tersenyum manis.
" Gak boleh marah " Kata Histi menggoda.
" Siapa yg marah " Kata Serkan ketus.
" Hehe mukanya dikondisikan dong,kan belum jam 12 " Kata Histi cengengesan.
__ADS_1
Serkan melirik wanita itu dan memasang wajah tersenyum terpaksa.
" Sania " Panggil Serkan berbalik badan.
" Iya Om " Jawab Sania menunduk.
" Cape gak ?" Tanya Serkan tenang.
Sania mengangguk pelan.
" Ya udah,gih sana tidur,Om udah beresin kamar kamu di samping kamarnya Sutar " Ucap Serkan hangat.
" Beneran Om ?" Tanya Sania terkejut.
" Iya,nanti Tante kamu aturin Ac nya " Jawab Serkan lembut.
" Makasih Om " Balas Sania sopan.
Serkan mengangguk,gadis itu pun berlalu menuju kamar yg dimaksud.
" Baik banget sih suami aku ini " Kata Histi merangkul bahu Serkan.
" Nungguin kamu gak bisa tidur Sania malam ini " Cibir Serkan.
" Hehe kan udah tanggung jawab kamu ngurus semuanya " Kata Histi cengengesan.
" Iya buat hari ini aja,besok aku kerja " Kata Serkan malas.
" Iya sayang" Jawab Histi manja.
Tangan wanita itu mulai merayapi dada Serkan yg tertutup kaos.
" Mau ngapain ?" Tanya Serkan mengernyit.
" Kasih bonus " Jawab Histi polos.
" Ck gak usah " Balas Serkan menaruh tangan Histi disofa.
" Kenapa ?" tanya Histi terkejut.
" Gak papa,aku gak mau bergadang malam ini " Jawab Serkan tenang.
" Hah serius ?" Tanya Histi terkejut.
" Hm " Jawab Serkan malas.
" Kenapa,biasanya gak nolak " Kata Histi heran.
" Sutar dikamar kita " Balas Serkan kesal.
" Hah " pekik Histi melotot.
" Papa huhuhu cucu Pa huhu " Ucap seseorang dari arah belakang.
Histi menoleh kebelakang dan terkejut melihat anaknya hanya mengenakan cd dan kaos dalam saja.
" Astaga,tuyul dari mana itu " Kata Histi melotot.
" Papa huaaaaaaaaa " Sutar makin menangis tidak terima dikatai ibunya.
" Ck,iya sayang bentar " Kata Serkan menghela nafas dan berjalan mendekati dapur.
Histi masih menganga lebar melihat sang putra yg berubah drastis dalam 1 hari.
Sutar mengintili Serkan seraya menggaruk bokongnya.
❤❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.