
Sore hari seorang gadis duduk sendirian didepan teras rumah,beberapa bocah terlihat berlarian diluar pagar dengan begitu riang.
" Hhhuuuuuffttt " Helaan nafas terdengar berat.
Suci ingin bermain,tapi bocah itu tak bisa kemana pun karna kepalanya saat ini sedang disarung setelah pemberian racun kutu.
Gadis itu mengangkat tangannya meraba plastik yg membungkus kepala.
" Hadeeehh gini amat mau jadi remaja " Gumam Suci lesu.
Romi bilang kutunya muncul bukan karna dirinya yg jarang sampoan tapi karna akan menginjak usia remaja,Suci tidak tau itu hanya gombalan atau benar adanya,gadis itu hanya merasa tersiksa saat ini.
" Uciiii " Teriak seorang bocah dibalik pagar.
Suci mendongak mengernyit melihat seorang bocah lelaki memegang pagar.
" Ayo main " Ajak bocah itu berteriak.
" Gak bisa " Balas Suci.
" Kenapa ?" Tanya bocah itu mengernyit.
" Aduhh gimana jelasinnya ya ?" Gumam Suci bingung.
" Uciiiiii " Teriak bocah lain ikut mendekati pagar.
" Ucii maen yokkkk " Ajak seorang gadis berkuncir kuda semangat.
" Gak bisaaaa aku lagi racunin kepala " Balas Suci melenhkinh.
" Hah kamu mau bunuh diri ?" tanya bocah2 itu kaget.
" Bukan bunuh diri " Jawab Suci bingung.
" Jangan mati Uci,kita masih anak2 " Teriak bocah perempuan heboh.
" Aduhh bukan aku yg mati,tapi kut...." Ucap Suci menggantung.
" Tolongggggggg " Teriak kedua bocah itu berhamburan.
" Ehhh " Pekik Suci melotot.
" Tolonggg ada yg mau bunuh diri " Pekik keduanya berlarian kesana kemari.
" Aduhhhh " Suci menggaruk kepalanya bingung.
Gadis itu berlari masuk kerumah dan mengunci pintu.
" Kenapa Suci ?" Tanya Salsa kaget melihat anaknya panik.
" Anu Ma diluar anu em anu " Jawab Suci kelabakan.
" Anu apa ?" Tanya Salsa heran.
" Aduhh gak tau ah,Uci gak mau pake beginian " Kata Suci menarik sarung kepalanya dan membuang asal.
" Eehhhh " Pekik Salsa syok melihat sarung kramat tersebut tergeletak.
Dengan cepat,Suci berlari kekamar dan mengunci pintu disana.
Salsa kebingungan,wanita dengan penggoreng ditangan tersebut menggeleng melihat tingkah anaknya yg berbeda.
Diluar,kedua bocah tadi masih sibuk mencari pertolongan,keduanya terlihat sangat takut dan panik teman mereka bunuh diri apalagi tadi Suci langsung berlari masuk.
" Pak Rtt !!! " Pekik bocah perempuan menyetop seorang pria yg sedang berkendara.
Dengan begitu terkejut si Rt pun mengerem mendadak.
" Pak gawat " Ucap bocah tersebut panik.
" Kenapa ?" Tanya Pak Rt bingung plus kesal.
" Anu Pak,ada yg bunuh diri " Jawab Si bocah heboh.
__ADS_1
" Apa ?" Pekik Pak Rt kaget.
" Dimana ?" Tanya Pak Rt lagi.
" Itu dirumahnya Uci " Jawab Bocah lelaki menunjuk rumah diseberang mereka.
Pak Rt menoleh dan diam sejenak memperhatikan rumah klasik tersebut.
" Pak Romi " Gumam Pak Rt pelan..
" Kalian serius ?" Tanya Pak Rt menoleh melihat kedua bocah yg masih memasang tampang bodoh mereka.
Semua warga komplek tau bahwa keluarga Romi sedikit tertutup,hanya Suci dan Sutar yg sering keluar untuk bermain.
" Iya Pak,tadi Uci bilang pegang racun,dia gak mau main sama kita " jawab bocah perempuan semangat.
" Waduhh orang tuanya gak ada ?" Tanya Pak Rt panik.
" Gak tau Pak,dia duduk sendirian disana tadi,wajahnya murung gak kayak biasanya "
" Astaga,ya udah bapak ajak warga yg lain dulu buat hentikan dia buat mengakhiri hidup !" Kata Rt tegas.
Kedua bocah itu mengangguk dan berpencar kerumah mereka memberi kabar kepada warga lain.
Ditempat lain,seorang pria duduk diam melihat komputernya.
Hari ini Samuel bekerja seperti biasa,lelaki itu terlihat sangat tenang walau otaknya berpikir keras.
" Apa yg aku lakukan ?" Gumam pria tersebut menyugar rambut.
Kejadian malam kemarin membuat otaknya tak bisa mencerna dengan baik,ia ingat bagaimana dirinya sangat brutal dalam menggauli sang istri.
Sejak kejadian itu Samuel memilih tak tinggal diapartemen,ia pulang kerumah orang tuanya untuk penyegaran otak.
Ceklek...
Pintu ruangan terbuka,lelaki yg sedang melamun itu kaget dan langsung memposisikan diri dengan baik.
" Hay " Balas Samuel tersenyum.
" Papa lagi ngapain ?" tanya Nur mendekati pria tersebut.
" Gak ngapa2in,kamu sama siapa kesini ?" tanya Samuel berdiri.
" Hm coba tebak " Jawab Nur tersenyum.
Samuel mengernyit,Nur duduk di kursi dan tersenyum manis.
" Sama siapa say...ang " Ucap Samuel menggantung.
Seorang wanita masuk tanpa diundang membuat lelaki itu kaget.
" Hehe sama Mama Len " Jawab Nur terkekeh.
Samuel melihat Leni,keduanya berpapasan mata dan ssketika itu Samuel membuang wajahnya.
Leni menunduk malu,wanita itu masih diam diambang pintu.
" Mama ayo masuk " Ucap Nur melambaikan tangan.
Leni tersenyum canggung memainkam tangannya.
" Ehmm masuklah " Kata Samuel berdehem kuat mencoba tenang.
Leni mulai melangkah dan berdiri disamping Nur yg terlihat biasa2 saja.
" Mm maaf aku kesini gak bilang kamu dulu " Ucap Leni tak enak hati.
" Iya " Jawab Samuel bersikap tenang dan cuek.
" Aku kangen sama Papa makanya aku kesini ajak Mama " Kata Nur semangat.
" Kakek gak ada dirumah ?" Tanya Samuel.
__ADS_1
Nur menggeleng pelan.
" Tadi Papa nitipin Nur sama aku,dia bilang mau meeting sama klainnya " Celetuk Leni menunduk.
Samuel mengangguk paham,keduanya pun duduk mengikuti Nur yg sudah dari tadi memanasi bokong disana.
Hening...
Tak ada suara,Leni dan Samuel sama2 diam.
Ntah apa yg ada diotak keduanya membuat suasana sangat canggung.
" Pa " Panggil Nur pelan.
" Hm ya " Jawab Samuel menoleh.
" Aku boleh minta bantuan gak ?" Tanya Nur hati2.
" Ada apa sayang ?" Tanya Samuel lembut.
" Hm aku mau kumpul sama Mama dan Papa Nur lagi,bisa gak Papa bantu aku buat itu ?" Tanya Nur sedikit gemeteran.
Deg....
Manik Samuel melotot,pria itu melihat Leni dan Terlihat Leni begitu tenang tanpa adanya keterkejutan.
" Kamu sudah tau ?" Tanya Samuel kepada sang istri.
" Ya,dia sudah memberitahu ku sebelumnya " jawab Leni jujur.
" Kenapa sayang ? kamu gak betah tinggal sama Papa dan Kakek Nenek ?" Tanya Samuel lembut.
" Nur betah Pa,tapi Nur kangen sama mereka " Jawab Nur menunduk.
Samuel menghela nafas panjang,pria itu bisa merasakan aura kesedihan dalam hati anak angkatnya.
" Iya Sam,bagaimana pun Nur anak mereka,ikatan itu tidak akan pernah hilang " Ucap Leni menambahi.
" Ya itu benar " Balas Samuel.
" Lalu apa kau punya jalan keluar ?" Tanya Leni lagi.
Samuel diam sejenak,manik lelaki itu menatap Leni dan Nur bergantian.
" Ya " Jawab Samuel.
" Apa itu Pa ?" Tanya Nur semangat.
" Jika aku menjadi Papa beneran mu maka kamu akan bebas " Jawab Samuel tenang.
" Hah ?" Ulang Nur tidak paham.
Samuel melirik Leni,terlihat wanita itu menatap dirinya dengan manik sendu.
" Itu artinya kamu harus bersama ibunya ?" Tanya Leni nanar.
" Ya " Jawab Samuel mengangguk.
Nyessssss.....
Hati Leni terasa tersabit benda tajam,begitu nyelekit dan sakit menyesakkan.
" Dan artinya kita...." Ucap Leni menggantung.
Samuel tak menjawab,lelaki itu diam melihat raut wajah berbeda sang istri.
" Tapi gimana dengan Papa Restu ?" Ucap Nur pelan.
Pasangan itu menoleh menatap Nur yg terlihat kebingungan.
❤❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
__ADS_1