Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Enam Enam "TSJC"


__ADS_3

Next..


Malam hari mereka baru tiba di apartemen milik Jeon teman Riko.


Citra yang sangat kelelahan karna seharian berjalan mengelilingi gedung wahana itu akhirnya tertidur. Sementara Riko masih di kamar mandi membersihkan tubuhnya.


Beberapa menit kemudian Riko pun keluar dengan memakai handuk jubah.


Riko kemudian menghampiri Citra yang sedang tertidur, Riko berniat untuk membangunkan istrinya itu, karna memang dia belum mandi sejak pulang tadi.


Saat di samping Citra, Riko menatap wajah istrinya sedang tertidur lelap, melihat itu Riko jadi tidak enak membangunkan istrinya. Riko kemudian membelai pipi Citra dan mengelus kepala Citra dengan lembut. Riko kemudian ingin mengecup kening Citra, tapi dia terfokus pada bekas luka yang ada di jidat Citra, dia juga melihat bekas luka di pipi Citra.


Riko menjadi khawatir, apa yang sebenarnya sudah terjadi dengan istrinya, dia sangat penasaran sampai ingin membangunkan Citra dan langsung mengintrogasinya, tapi dia tahan karna pasti istrinya sangat kelelahan.


Dengan perasaan khawatir dan kasihan, Riko berfikir istrinya pasti sangat mengalami masa-masa yang sulit saat mereka berpisah selama hampir 1 bulan.


Citra kemudian mengeliat, sambil memukul-mukul betisnya karna merasa sangat pegal akibat berjalan kemarin dan tadi pagi.


Melihat hal itu, Riko kemudian mendekati kaki Citra lalu mengurutnya dengan lembut, saat tiba di telapak kaki Citra, Riko kembali melihat bekas luka di telapak kaki Citra.


Riko terus memijit kaki Citra dengan perasaan yang sangat khawatir dan penasaran.


Citra kemudian terbangun saat merasakan pijitan di kakinya.


"Kak Riko ngapain?" tanya Citra dengan suara seraknya sambil melihat Riko.


Riko menghentikan pijitannya kemudian duduk di pinggir ranjang samping Citra.


"Selama kita tidak bersama, kamu baik-baik saja kan? kamu tidak terluka kan?" tanya Riko khawatir.


"Kak Riko ngomong apaan sih,, aku ngga ppa kak, aku sehat, seperti yang kak Riko lihat sekarang." ucap Citra santai.


"Terus ini bekas apa? ucap Riko menunjuk bekas luka di jidat Citra dan di pipi Citra.


"Dan di telapak kaki kamu?." tanya Riko lagi menunjuk kaki Citra.


"Ahhh, itu kecelakaan kak, lagian sekarang udah ngga sakit lagi kok." ucap Citra santai.

__ADS_1


"Luka ini memang sudah tidak sakit lagi, karna sudah sembuh, memangnya apa yang menyebabkan kamu terluka seperti ini?" tanya Riko penasaran.


"Waktu itu aku lagi makan, dan aku ngga sengaja melempar sendok hingga mengenai lemari kaca, hingga pecah, pecahannya itu berserakan kemana-mana sampai mengenai jidat dan pipi aku." ucap Citra.


"Lalu luka di kaki kamu?" tanya Riko lagi.


"Aku melawati beling kaca, tanpa alas kaki makanya seperti itu." jelas Citra.


Riko yang mendengar penjelasan Citra, bergidik ngeri karna itu pasti sangat sakit.


"Cit, kenapa kamu sangat bodoh, hah, kenapa kamu menginjak kaca itu, liat kan sekarang kaki kamu terluka, dan pasti itu sangat sakit." ucap Riko menatap istrinya penuh khawatir.


"Luka ini ngga ada apa-apanya kak, luka ini ngga sakit sama sekali, hati aku jauh lebih sakit, saat harus menahan rindu sama kak Riko, siang malam aku mikirin kak Riko, khawatirin kak Riko. Aku kangen sama kak Riko." Ucap Citra menatap Riko dengan tatapan yang sedih..


Melihat Citra sangat sedih membuat Riko semakin kasihan dengan Citra, Riko kemudian memeluk istrinya dengan erat, tangisan Citra pun pecah.


"Sekarang kamu tenang, aku sudah ada disini, kamu ngga usah khawatirin aku, aku ngga akan pernah membiarkan siapapun memisahkan kita lagi, aku sayang sama kamu Cit, aku ngga mau berpisah lagi sama kamu, kamu istri aku." ucap Riko lembut lalu mengecup lembut pucuk kepala istrinya yang masih menangis.


Beberapa menit kemudian Citra mulai berhenti menangis, tapi Riko masih menenangkan istrinya.


"Tapi, bagaimana kamu bisa kesini? apa kamu melarikan diri?" tanya Riko penasaran.


"Mereka (Orang tua Mereka) yang menyuruh aku untuk menjemput kak Riko." ucap Citra.


"Mereka? tapi kenapa?, bukannya dia yang memisahkan kita." ucap Riko penasaran.


"Mereka akan menjelaskan semuanya alasannya, saat kita sudah kembali ke Jakarta." ucap Citra lagi.


"Ngga, aku ngga akan kembali ke Jakarta, bagaimana kalau nanti, mereka memisahkan kita lagi." ucap Riko menolak.


Citra berfikir sejenak dan mencerna perkataan Riko.


"Iya juga yah kak, kak Riko benar. terus kita harus bagaimana sekarang, apa kita akan tinggal di Korea selamanya." ucap Citra dan Riko mengangguk.


"Tapi kan, mereka tau kalau kita di Korea, nanti mereka akan nyusulin kita gimana?" tanya Citra lagi.


"Kalau begitu kita akan ke tempat dimana tidak ada 1 orang pun yang tau kita disana." ucap Riko lagi.

__ADS_1


"Memangnya tempat itu dimana kak?" tanya Citra penasaran.


"Bagaimana kalau kita ke Kutub utara, disana kan tidak ada siapa-siapa." saran Riko.


"Itu mah tempat tinggal kak Riko, dingin, beku. Aku kan ngga tahan dengan hawa dingin kak. " gerutu Citra.


"Kamu tenang saja sayang, kamu akan aku masukin ke dalam saku jaket aku, karna badan kamu kan kecil terus kamu pendek." ejek Riko.


"Ihh kak Riko apaan sih,, aku kan udah bilang tinggi aku 165 jadi itu ngga pendek,," gerutu Citra kesal.


"Iya 165, tapi kamu di samping aku cuma segini." ejek Riko lagi sambil membandingkan jari telunjuk dan ibu jarinya.


"Ihhhh kak Riko." gumam Citra kesal lalu berdiri hendak meninggalkan Riko, tapi Riko menahan tangan Citra.


"Mau kemana?" tanya Riko penasaran.


"Aku mau mandi dulu kak, aku gerah." ucap Citra lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


"Ya udah aku tungguin kamu mandi, abis itu kita main yahh." ucap Riko sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda Citra.


"Ihh, dasar kak Riko otak mesum, tuh main sama guling." ketus Citra sambil menunjuk guling dengan dagunya, lalu masuk ke dalam kamar mandi.


"Dia fikir aku apaan di suruh main sama guling, ini mah ngga mempan." gerutu Riko lalu berbaring menunggu Citra.


Sudah 5 menit berlalu, tapi belum ada tanda-tanda Citra keluar dari kamar mandi, Riko gelisah menunggu Citra, Riko terus menerus menatap ke arah pintu kamar mandi menunggu kapan terbuka.


Tidak lama kemudian Citra pun keluar dari kamar mandi dengan rambut basahnya dan hanya menggunakan handuk sepaha, senyum kemenangan terukir di bibir Riko.


Riko langsung menghampiri istrinya dan memeluknya, Riko merasa terpesona dengan bau harum bekas sabun di leher Citra.


"Kak Riko kenapa sih,, kayak gini." gumam Citra heran dengan tingkah manja Riko yang sudah membenamkan wajanya di leher Citra.


"Cit, kamu kenapa semakin kurus sih. kamu ngga makan yah?" tanya Riko meraba-raba badan Citra yang menurutnya semakin kurus.


"Iya,, dan ini semua karna kak Riko." ketus Citra menatap Riko tajam.


"Ya udah kalau gitu, aku akan bikin kamu gendut." ucap Riko sambil tertawa mesum melihat Citra.

__ADS_1


"Maksud kak Riko ap.. belum selesai perkataan Citra, Riko lengsung M***m*t bibir Citra dan merebahkan Citra di ranjang.


Ok karna mereka hanya menggunakan handuk, silahkan para Readers pikirkan apa yang terjadi selanjutnya.


__ADS_2