Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
520


__ADS_3

Kedua lelaki itu makan dengan tenang,sesekali Samuel melirik Restu yang begitu menikmati makanannya.


" Mau tambah lagi ?" tanya Samuel tenang.


" Hm apa boleh ?" tanya Restu mendongak.


" boleh saja,jika masih lapar kau jangan sungkan memberitahu " jawab Samuel tersenyum kecil.


" Ah tidak terima kasih " balas Restu terkekeh.


Samuel mengangguk pelan dan kembali menarik gelas winenya.


" Hm aku ingin bertanya " Kata Restu melihat kedepan.


" Hm langsung saja " Jawab Samuel membalas tatapn lelaki itu.


" Kau benar masih mengharapkan istri ku ?" Tanya Restu to the point.


" Kau ingin aku menjawab apa ?" tanya Samuel balik.


" Hm sepertinya kau masih mengharapkan " Balas Restu yakin.


" Jika boleh jujur ya,aku masih sangat berharap Winda kembali kepada ku dan melanjutkan pernikahan kami,tapi..


" Apa ?" tanya Restu mengernyit.


" Itu tidak mungkin karna aku tidak mau menjadi pria jahat " Jawab Samuel menghela nafas.


" Maksud mu ?" tanya Restu bingung.


" jika hanya kamu saja,itu bukan perkara yang berat untuk ku,tapi ada hati yang lain harus aku jaga " jawab Samuel.


" Siapa ?" tanya Restu makin bingung.


" Buah hati kalian " Jawab Samuel menunduk.


Deg...


Restu tersentak kaget mendengar ucapan samuel barusan.


" Maksud mu anak kami ?" tanya Restu.


" Ya,dia sangat butuh kalian berdua dan aku tidak mungkin membuat dia merasa kehilangan " jawab Samuel serius.


" Winda sudah banyak merasakan sakit yang luar biasa dari ia remaja hingga bertemu dengan ku,dan aku sangat berharap Nur tidak merasakan hal yang sama " Kata Samuel menghela nafas lagi.


" Kau begitu tau tentang Winda " Kata Restu nanar.


" Ya,dulu aku tidak perduli tapi sejak kami menikah semua masalah hidupnya menjadi masalah untuk ku juga,tapi kami sepertinya memang tidak berjodoh " Kata Samuel sedih..


" Aku harap kau mendapat pengganti yang lebih baik " Balas Restu tulus.


Samuel tersenyum miring,ia tak yakin bisa menemukan wanita yang pas dengan hatinya saat ini.


" Mengapa kau mau bertemu dengan ku ?" tanya Samuel.


" Aku pikir kita memang harus bertemu secara jantan " Jawab Restu.


" Ya,aku tidak mau terlarut lagi,semua sudah jelas " Balas Samuel.


" Bisakah aku meminta satu hal ?" tanya Restu.


" Aku tidak akan mengganggu hubungan kalian,jangan takut " jawab Samuel sudah bisa menebak.

__ADS_1


" Aku memang orang tak punya,jika dibandingkan dengan kamu aku bukan siapa2,bahkan saat ini aku bekerja diperusahaan orang tua mu,tapi sebagai seorang pria aku ingin melindungi keluarga kecil ku,istri dan anak yang menemani aku dalam susah dan senang " Kata Restu melemah.


" Ya aku mengerti " Balas Samuel.


" Hanya itu saja dan jika kau merasa terganggu dengan aku,kau bisa meminta orang tua mu memecat ku dari kantor " Kata Restu serius.


" Aku tidak selicik itu " Balas Samuel terkekeh.


" Hubungan asmara dan kerja tak bisa kau campur aduk,aku akan memecat mu jika kau memang bersalah dalam pekerjaan " Lanjut Samuel.


Restu terdiam,pria didepannya saat ini sangat sulit ditebak..


Bahkan Restu merasa sedang dikelilingi harimau lapar yang siap memangsanya kapan saja.


" baiklah,hanya itu yang ingin aku bicarakan dengan mu " kata Samuel mendorong gelas Winenya sedikit menjauh.


" Kau ingin pulang sendiri atau aku antar ?" tanya Samuel.


" Hm aku naik ojek saja " jawab Restu.


" Tidak ada ojek disini,kau bisa memesan taksi " Balas Samuel.


" Hah beneran ?" tanya Rsstu kaget.


Samuel mengangguk,pria itu mengeluarkan ponselnya dan mengetik sesuatu disana.


" Apa sudah selesai Pak ?" tanya pelayan mendekat.


" Sudah,bereskan semua, dan bungkusan tadi serahkan pada pria ini " Jawab Samuel tenang.


" Bungkusan ?" tanya Restu kaget


" Ya untuk Winda,hanya salad buah dan cake stoberi " Jawab Samuel.


Pelayan lain datang membawa troli dengan bungkusan diatasnya.


" silahkan " Ucap Pelayan sopan.


Restu menerimanya dengan manik tak lepas melihat Samuel.


" Maaf aku harus kembali duluan,adiku sudah menunggu " kata Samuel menaruh hapenya disaku.


" Iya hati2 dan terima kasih " Balas Restu menunduk.


" sama2,taxi akan datang sebentar lagi pulanglah kerumah dan temani mereka " kata Samuel tegas.


Restu kembali tersentak tapi lelaki itu tetap mengangguk patuh.


Samuel berjalan menjauh,pria dengan tinggi mendekati 187 cm itu benar2 begitu menawan.


Dari postur dan cara jalannya saja sudah terlihat bahwa Samuel bukan pria biasa.


Restu masih diam ditempat,lelaki itu masih tak menyangka apa yang ia alami barusan.


Lama terdiam membuat lelaki itu tak menyadari bahwa taxi yang dipesan Samuel sudah menunggu didepan restoran.


Dengan cepat Restu keluar dari sana dan melesat pulang kerumah..


Diperjalanan,Samuel berhenti mendadak dipinggiran kota.


" Shiiitt !" Umpat Samuel memukul stir mobil.


Pikiran pria itu begitu kacau seperti hatinya saat ini.

__ADS_1


" Harusnya aku yang bicara seperti itu,harusnya aku yang meminta dia pergi bukan aku yang meninggalkan kasih ku !" kata Samuel emosi sendiri.


" Akkkkkhhhhhh berengsekkkk!!!" pekik Samuel geram.


Yang ia bicarakan tadi dengan isi hatinya begitu berbeda,tapi saat Samuel mengingat Nur membuat tekad lelaki itu merebut winda langsung ambyar.


Ia tak sampai hati harus memisahkan Nur dengan orang tuanya karna Samuel tau kehidupan Winda jauh dari kata baik dulu.


drt drt


Hape Samuel berdering,lelaki itu melihat nama dilayar dan menghela nafas panjang.


" Astaga tenang Saaaam " Ucap Samuel menampar wajahnya sendiri.


Pria itu hampir kehilangan kontrol dirinya sendiri,beruntung tadi Restu bicara dengan nada santai,jika Restu marah2 sudah bisa dipastikan kedua lelaki itu akan berakhir di bui atau kuburan.


Drt drt...


Hape Samuel terus bergetar membuat lelaki itu kesal sendiri.


" Halo,ya sabar masih otw " Ucap Samuel mengangkat telepon.


" Cepetan Kak,kaki aku keram nunggu didepan pintu " Pekik seorang gadis disebrang.


" Iya "


Tut.


Panggilan terptus sepihak,Samuel melempar hapenya ke kursi sebelah dan menambah laju tinggi menemui kedua adiknya.


Ditempat lain,sepasang suami istri terlihat begitu serius mendengarkan berita hangat yang baru terjadi.


Winda memberitahu Alexi apa yang ia alami,lelaki itu begitu syok mendengarkan bahwa Samuel dan Restu sudah bertemu dan saling mengetahui.


" Apa Nenek lampir itu berulah ?" tanya Alexi gemas.


" Gak Lex,Mama cuma diam aja " Jawab Winda.


" Mama ?" Ulang Salsa mengernyit.


" Ya em maksud aku Tante Lutfia " Jawab Winda tak enak.


" Dia bukan mertua mu lagi,jadi jangan terlalu memberi hati karna kamu yang akan tersakiti " Kata Salsa serius.


" Ya aku tau,tapi gak tau ya aku yakin Mama itu orang yang baik Sa,dia seperti itu karna merasa kecewa sama aku dan Sam " Kata Winda yakin.


" Dia memang jahat dulunya,tapi Ibu bilang dia sempat berubah baik terus jadi hulk kek sekarang " Celetuk Alexi.


" Hah hahaha ihh aku aduin nih sama Bibi kamu ngatain dia hulk " kata Salsa mengancam.


" kasih tau aja,emang kenyataannya gitu kok,emosi gak jelas kek kamu titisannya " Cibir Alexi.


" Apa !" Pekik Salsa melotot.


" Mamaaaa Uci mau pipisss " Rengek Suci terbangun dari tidurnya.


" ehh iya sayang,sini Papa cebokin " kata Alexi dengan cepat membawa anaknya menjauh.


Winda terkekeh geli,ia begitu paham dengan sifat mengilang Alexi yang takut sekali diamuk oleh Salsa.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2