Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
403


__ADS_3

Sepulang dari restoran,Salsa dan Alexi bergandengan tangan menyusuri jalan kota yang banyak dilalui orang.


Keduanya terlihat bahagia,Salsa sudah lebih baik dari sebelumnya karna Alexi begitu pintar mengolah hati gadis itu.


" Kamu laper gak ?" tanya Alexi.


" Iya " Jawab Salsa jujur.


" Gak kenyang makan yang tadi ?" tanya Alexi.


Salsa menggeleng pelan.


" Seuprit gitu mana bisa kenyang Lex,aku lambung orang kampung bukan orang kota " Balas Salsa.


" Haha iya aku juga,ya udah kita beli burger aja yuk " Ajak Alexi.


" Gak mau ah makan burger,yang lain " Rengek Salsa.


" Ya udah kamu mau kemana ?" Tanya Alexi.


" Ayuk ikut aku " Jawab Salsa menyeret pria itu.


Keduanya kembali berjalan,Salsa terlihat sangat manja.


Suatu hal yang jarang terjadi Salsa bisa bermanjaan dengan Alexi dengan leluasa karna biasanya gadis itu menjaga jarak dengan sikap Alexi yang sering dingin.


Dirumah,seorang wanita terlihat sibuk menaruh semua barang2nya kedalam koper.


Yuni terpaksa harus pulang tak sesuai jadwal karna sang suami butuh bantuan.


Dengan isak tangis yang belum berhenti Yuni memasukkan semua pakaian.


" Ibu jangan nangis " Kata Byanca sedih.


" ibu gak nangis " kata Yuni mengusap air matanya.


" Itu nangis " Kata Byanca berkaca kaca.


Yuni menarik nafas berusaha tenang,perasaan wanita itu tak karuan.


Romi sulit dihubungi,saat tersambung pun pria itu banyak diam seolah menyimpan masalah yang berat.


" Gak papa ya kita pulang besok,kasihan Ayah gak ada temen " Kata Yuni memegang bahu putrinya.


" Iya Bu " Jawab Byanca patuh.


" Anak pintar sini peluk ibu dulu " Kata Yuni merentangkan tangan.


Byanca mendekati wanita itu dan memeluk dengan erat.


" Ibu jangan sedih ya,Ayah pasti baik2 saja " Bisik Byanca lembut.


Yuni mengangguk tersenyum haru.


Ntah mengapa perasaannya tak enak,naluri seorang istri mengatakan bahwa sang suami sedang tak baik2 saja saat ini.


Ia begitu takut Romi tak bisa mengendalikan diri karna selama ini jika pria itu setres dengan masalah,Yuni selalu menjadi obat mujarab tapi kini wanita itu jauh dari suaminya membuat Yuni tak tenang.


Setelah selesai berkemas,Yuni menidurkan Byanca seperti biasa meski otaknya masih memikirkan pria yang ia cintai.


" Apa yang terjadi sama kamu Mas " Batin Yuni khawatir.

__ADS_1


" Bu,Byan mau susu " Ucap Byanca hati2 melihat ibunya melamun.


" Hm apa susu ?" Ulang Yuni terkejut.


" Iya "


" Ya udah tunggu bentar ya Ibu bikinin " Kata Yuni bangun berjalan keluar kamar.


Byanca melihat ibunya sudah menjauh langsung bangun dan mengambil hapenya yang belum tersentuh dari siang tadi.


Dengan cepat Byanca mencari nama sang ayah yang penuh tanda love disana.


" Semoga telfonnya diangkat " Gumam Byanca berharap.


Tuttttt....


Panggilan tersambung,Byanca sesekali melihat keluar takut2 Yuni muncul.


" Halo " Sapa seseorang dari seberang.


" Halo Ayah " Panggil Byanca pelan.


" Halo,hay anak Ayah " Sapa Romi.


" Ayah dimana ?" Tanya Byanca sangat pelan.


" Ayah em Ayah dimana ya ?" Kata Romi terdengan linglung.


" Ayah ?" Panggil Byanca bingung.


" Byan byan anak ayah " Kata Romi semakin aneh.


" eh udah dulu ya Yah " Kata Byanca buru2 mematikan panggilan..


" Byan " Panggil Yuni diambang pintu.


" Hah iya Bu " Jawab Byanca setelah berhasil menaruh hape kedalam laci.


" Coklat atau putih ?" Tanya Yuni.


" Putih aja Bu " Jawab Byanca.


Yuni mengangguk mengerti dan kembali keluar.


" Huufttt untung Ibu gak tau " Gumam Byanca lega.


Gadis itu kembali berbaring mengingat ucapan Ayahnya yang tidak jelas.


" Ayah kenapa ya ?" Gumam Byanca bingung.


Disebuah ruangan seorang pria terlihat begitu kacau.


Romi tidak tau lagi harus mengelak bagaimana menanggapi kasusnya hari ini.


Romi dituduh penggelapan dana perusahaan dan penyembunyian cucu konglemerat.


Ntah apa yang terjadi Romi merasa ada pihak yang menginginkan dirinya jatuh.


Didepan Romi tersedia beberapa botol minuman haram yang sudah lama tak tersentuh.


Pria itu terlihat begitu frustasi,Romi tak tau melampiaskan kemana amarah dan sakit hatinya.

__ADS_1


" Haiassttt berengsek !" Umpat Romi geram


Sudah 3 gelas sloki berserakan dilantai,Romi kehilangan kendali akan dirinya,biasanya akan ada Yuni yang menolong tapi kini tak ada siapapun disampingnya.


Berpuluh2 panggilan masuk ke hape lelaki itu tapi hanya 1 nomor yang Romi angkat yaitu putri kecilnya.


Ntah mengapa Romi merasa tak bisa menolak panggilan dari Byanca karna gadis kecil itu sudah memiliki hati Romi seutuhnya.


" Aku gak bisa terus diam " Gumam Romi mengepalkan gelas dengan kuat.


" Aku harus mencari tau siapa dalang ini semua,sepertinya ada yang mematai2 ku " Lanjut pria itu yakin.


Dengan tekad kuat Romi membuka baju kerjanya hingga bertelanjang dada.


Romi mengambil laptop dan mulai memeriksa cctv rumah.


Meski pusing dan sedikit gabur lelaki tua itu tak menghiraukan badannya,Romi ingin semua terungkap dengan cepat.


Lama memantau cctv membuat Romi mulai mengantuk,tidak ada yang mencurigakan semua terlihat aman terkendali.


Dilayar juga menampakkan aktifitas Yuni dan anak2 yang hilir mudik.


Kadang Romi tersenyum kadang datar bahkan sedih mengingat keluarga kecilnya adem ayem.


Romi pun kini menyadari bahwa tugas Yuni juga berat sebagai ibu dan istri.


Terlihat sekali wanita itu sibuk dari pagi hingga malam,disana juga nampak dirinya baru pulang bekerja sedang mengetuk pintu dan dibalik pintu sudah ada Yuni dan Byanca yang akan menyambut seraya memegang kue ulangtahun dipenuhi lilin menyala.


Romi menghela nafas panjang dengan senyum haru.


" Huhhh mereka sangat romantis " Gumam Romi ingin menangis mengenang momen membahagiakan saat itu.


Romi terus melihat setiap kejadian hingga dimalam hari pria itu melihat sebuah motor berhenti dihalaman rumahnya.


" Ini siapa ?" gumam Romi pelan.


Lelaki itu membesarkan layar laptop melihat dengan jelas siapa yang memperhatikan rumahnya.


" Sial,wajah nya tak terlihat " Umpat Romi kesal.


Pria itu mencoba mencari cara lain tapi tidak menemukan titik terang.


Romi kembali berselancar,jam terus berputar didinding tapi tak menyurutkan semangat lelaki itu mencari bukti.


Diruangan lain,seorang pria juga sama begadangnya dengan Romi.


Suasana hati Reno saat ini sangat kacau,lelaki itu menerima beberapa laporan mengecewakan tentang asisten yang selama ini selalu berada disampingnya.


" Apa Romi benar2 melakukannya ? tapi untuk apa ? apa gaji dan fasilitas selama ini aku berikan kurang ?" Gumam Reno tak habis pikir.


Pemasukan perusahaan berkurang,laporan masuk tapi uang tak terlihat membuat perusahaan hari ini dibuat heboh.


Bukan tanpa sebab Reno bisa menuduh Romi menggelapkan dana karna hanya lelaki itu yang tau kode dan segala akses.


Reno sudah benar2 percaya kepada lelaki yang sudah ia anggap adik tersebut.


" Apa yang harus aku lakukan ? dan kenapa ini bisa terjadi ?" Gumam Reno berpikir keras.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2