
Gara2 Histi dan Sania berlulur seperti tadi membuat kampung heboh seketika,maklum orang kampung plosok tak tau dengan masker tubuh.
Seorang pria dengan sabar membantu menggosokan daki tubuh istrinya dengan air.
Serkan hanya bisa menghela nafas menatap Histi yang terus mencetut seraya mengusap tangan serta kakinya.
Bunyi palu terdengar sahut2N diluar rumah menuju magrib lantaran memperbaiki pintu yang didobrak tadi.
" Yank " Panggil Serkan jengah.
" Gak usah ngomong !" kata Histi kesal.
" Kok marahny sama aku sih ? kan aku gak tau apa2 " Kata Serkan heran.
" Ck harusnya kamu jelasin kek istri kamu lagi maskeran,masa iya cakep gini dikira setan !" Gerutu Histi.
" Ya mereka mana tau Yank,lagian kamu kok maskeran sampe hitam legam gitu ya bikin warga takut lah,mana ajak Sania lagi " Cibir Serkan.
" Kan aku gitu buat kamu !" kata Histi merajuk.
Serkan terdiam dan menatap Histi dalam.
" Mau kamu burik atau apapun aku tetap sama kamu,aku gak bakal berpaling " Kata Serkan serius.
" Heleh,dikampung aja kamu gak ada pilihan coba dikota lihat aku burik gini pasti kamu lepehin " Tuduh Histi.
" Hei gak boleh ngomong gitu,kamu udah aku pilih sebagai istri jadi aku harus terima semua baik dan buruknya " Kata Serkan tegas.
" Tau ah bodo,udah gak usah pegang2 " Kata Histi masih merajuk.
" Jangan gitu Yank,aku cape pulang kerja jangan diajak berkelahi dong " Kata Serkan memelas.
Histi hanya diam,ntah mengapa moodnya langsung berubah drastis bahkan overthingking kepada lelaki itu..
Histi bangun dan berjalan kekamar mandi.
Serkan memejamkan mata merasa sesak dengan kelakuan sang istri..
" Sabar Serkan,istri mu lagi hamil jadi wajar kalau dia bertingkah gitu " Gumam Serkan menyabarkan hatinya.
Hingga malam hari Histi masih diam dengan wajah mencetut.
Serkan makan tanpa suara,lelaki itu pun terlihat dingin tak seperti biasanya.
" Nih kopi " Kata Histi menyodorkan kopi panas ke meja.
Serkan hanya diam dengan anggukan kecil.
Histi balik kekamar dan berbaring di kasur mereka.
Perasaan perempuan itu campur aduk,Histi bingung apa yang sebenarnya terjadi.
" Aku kenapa sih,kenapa keselny masih terasa sampe sekarang ?" gumam Histi bingung.
" Sayang,jangan bikin Mama sama Papa gak akur dong,Mama ikutin mood kamu nih " Kata Histi mengusap perut buncitnya.
Wanita itu merasa makin kesini makin kekanakan,Histi merasai perubahan itu tapi ia tak bisa mengontrol emosi dengan baik.
Hampir 2 jam berdiam diri,tiba2 Serkan masuk kekamar dan ikut berbaring.
" Kamu merokok ?" tanya Histi menoleh ke suaminya.
" Hm " Jawab Serkan memejamkan mata.
" Kenapa ?" tanya Histi.
" Gak kenapa2 " Jawab Serkan dingin.
Histi terdiam melihat wajah tenang lelaki itu.
Karna merasa di diamkan,Histi berbalik badan memunggungi Serkan.
Serkan membuka pelan matanya dan menoleh kesebelah.
__ADS_1
" Tidurlah " Ucap Serkan menepuk bahu Histi.
Histi tak membalas,wanita itu menatap dinding dengan tatapan kosong.
Saat asik melamun,tiba2 Histi dikagetkan dengan terangkatnya selimut tebal dan hangatnya tangan Serkan diperutnya.
" Aku peluk ya " Bisik Serkan lirih
Histi diam memejamkan matanya merasai sentuhan hangat Serkan.
" Apa dia sudah bisa menendang ?" tanya Serkan lembut.
" Belum " Jawab Histi pelan.
" Kau makan apa hari ini ?" tanya Serkan lagi.
" Kari diberi istri Dokter Bayu " Jawab Histi.
" Benarkah ?"
" Hm " Jawab Histi mengangguk.
Tangan Serkan terus bergerak hingga naik keatas.
Histi tersentak kaget dan berusaha untuk tenang.
" Aku belum pernah mengunjungi nya setelah kau dinyatakan hamil " Bisik Serkan.
Histi diam tak menjawab,hanya suara jangkun nya yang terdengar saat menelan ludah.
" Ehmm " Lenguh Histi menggigit bibir bawahnya pelan.
Serkan masih diam dengan tangan yang terus merayap.
" Kak " Ucap Histi menahan tangan pria itu.
Serkan berhenti sejenak dan membalik tubuh Histi.
Keduanya saling bertatapan,manik hitam Serkan terlihat begitu bergairah.
Histi mengigit bibir bawahnya dengan manik tak berani menatap.
" apa boleh ?" tanya Serkan lagi.
" apa dia akan baik2 saja ?" tanya Histi polos.
" Aku rasa tak ada masalah jika dilakukan hati2 " Jawab Serkan.
Histi menutup wajahnya yang bersemu malu,pria itu benar2 membuatnya tak berdaya..
" Masih marah pada ku ?" Tanya Serkan.
" Aku tidak tau " jawab Histi menghela nafas.
" Mungkin dia lagi suntuk makanya bikin kamu gini " Balas Serkan tersenyum..
" Ya dia kesepian,Papanya sibuk terus " Sindir Histi.
" Aku gini demi kalian sayang,tunggu aku sukses ya,tetep disamping aku selamanya hingga maut memisahkan " Pinta Serkan serius.
Histi menatap nanar suaminya dan tersenyum getir.
Kepala Serkan makin mendekat hingga hidung keduanya besentuhan.
Histi tersenyum mengusap bibir sexy Serkan yang membuatny begitu candu.
Cup.
Pria itu pun mengecup Histi dengan sangat lembut.
Histi kembali tersenyum,Serkan terus memberi kecupan diwajah Histi hingga keduanya saling berpangutan.
Suasana hati Histi mulai membaik,perempuan itu mengalunhkan tangannya dileher sang suami.
__ADS_1
Serkan tersenyum dan terus melanjutkan aksinya hingga suara ******* dirumah sederhana itu bersaut2an.
Serkan kini sangat pintar mengontrol suasana hati Histi yang tidak menentu.
Dengan hati2 keduanya saling mencurahkan rasa cinta,Serkan pun memperaktekan anjuran Dokter demi kebaikan sang buah hati.
Ditempat lain,sepasang suami istri pamit setelah mengantar Doni pulang kerumah.
Yap yang datang menunggu dirumah Sindi adalah orang tua Samuel.
" Hati2 ya Bi,Om " Ucap Doni menyalami keduanya.
" iya sayang " Jawab Lutfia ramah.
" Sampai jumpa Doni,nanti kita main lagi ya " Ucap anak perempuan Rafael tersenyum.
" iya Kak " Jawab Doni ikut tersenyum..
" Makasih ya Mba,Mas udah anterin Doni pulang " Ucap Sindi sopan.
" Iya Mba sama2,oh iya Winda nanti diantar Samuel pulang " Ucap Lutfia teringat.
" Iya gak papa,asal dia sehat aja aku dah seneng " Balas Sindi tersenyum.
" Aman " Kata Rafael ramah.
Sindi tersenyum,keluarga kecil itu pun pulang menaiki mobil mereka.
Kini Sindi tak khawatir lagi dengan Winda jika bersama Samuel karna orang tua Samuel begitu bertanggung jawab.
" Kemana aja hari ini sayang ?" tanya Sindi menutup pintu rumah.
" Banyak Ma,aku makan main uhh pokoknya puas " jawab Doni semangat.
" Masa sih ? jadi yang masak ayam ini Bibi?" tanya Sindi.
" Iya,Bibi yang beli semuanya " jawab Doni.
Sindi tersenyum paham seraya mengusap kepala anak lelakinya tersebut.
Disebuah kamar,seorang gadis baru bangun tidur.
Winda bangkit dan kaget melihat Samuel sedang menatapnya dengan tangan di dada.
" ke kenapa ?" tanya Winda takut.
" Udah puas tidurnya ?" tanya Samuel datar.
" Maaf " kata Winda menunduk.
" No problem,ayo pulang " Ajak Samuel.
Winda mengangguk dan berdiri.
Samuel berjalan kearah motor yang terparkir dibasmen.
" Cepat naik " ucap Samuel memberi helm.
" Hah pake motor ?" tanya Winda bingung.
" Ya,mobil dibawa Papa " Jawab Samuel.
Winda mengangguk dan memasangkan helm.
Pria itu menghidupkan motornya dan langsung disambut suara knalpot yang begitu garang.
" Kita mau kemana ?" tanya Winda sudah siap.
" Ketemu seseorang " Jawab Samuel datar.
Deg...
Winda tersentak kaget,pria itu mengegas motornya tanpa memberitahu siapa yang akan ditemui.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya