Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Seratus Empat "TSJC"


__ADS_3

Setelah para wanita telah melakukan pijit-pijit manja, mereka pun sekarang sedang menuju mall untuk berbelanja syantik dan Citra hanya ikut dengan mereka meskipun dalam keadaan terpaksa.


Setelah beberapa menit perjalanan, mereka akhirnya tiba di Mall yang sama dengan papa Indra, papa Bram dan Riko.


"Mah,, kita ngapain sih ke mall segala?" gerutu Citra sambil terus berjalan masuk mengikuti mama dan mertuanya.


"Sayang, kita itu butuh pakaian baru, untuk pernikahan kamu, kita kan udah perawatan di salon, sekarang beli baju baru lagi biar mehong." ucap mama Ayu sambil menggandeng menantunya menaiki tangga eskalator menuju lantai 2.


"Mertua kamu bener sayang, kita harus tampil sempurna pada pernikahan kamu." celetuk mama Ratna membela mama Ayu.


"Pakaian mama kan masih banyak yang baru, bukannya belum lama ini kalian juga ke mall belanja." gerutu Citra lagi.


"Ya ampun sayang, itu udah lama banget, udah 3 minggu yang lalu. lama kan?." ucapnya lagi membela dirinya dan Citra hanya memutar bola.matanya tidak mampu berkata-kata lagi.


"Yu, kita ke toko itu yuk." ajak Mama Ratna.


Lalu mereka pun masuk kedalam toko tersebut, yang menjual berbagai macam pakaian, ada pakaian laki-laki dan juga perempuan. Mama Ayu dan Mama Ratna yang antusias meninggalkan Citra dan segera masuk ke dalam toko itu, sementara Citra hanya mengikut dengan wajah yang tidak bersemangat.


Saat Citra masuk kedalam toko tersebut, pandangannya tertuju pada dua lelaki paruh baya yang sedang sibuk memilih-milih pakaian yaitu papa Indra dan papa Bram.


"Papa." gumam Citra.

__ADS_1


"Kalau papa ada disini, itu artinya kak Riko juga dong." gumam Citra lagi sambil mencari-cari suaminya diantara pakaian pria, tidak lama kemudian mereka pun bertemu diantara lorong-lorong pakaian yang tergantung.


"Kak Riko." teriak Citra memanggil Riko, Riko yang mendengar suara Citra kemudian menatapnya dan tersenyum.


"Riko?" gumam mama Ayu yang mendengar Citra memanggil nama Riko, lalu diapun memeriksa dan melihat Riko menghampiri Citra.


"Kalau Riko disini, berarti mereka juga ada disini." gumam mama Ayu, yang dimaksud adalah suaminya.


"Ratna, suami kita ada disini." ucap mama Ayu kepada mama Ratna yang sedang melihat-lihat pakaian.


"Mereka dimana?" tanya mama Ratna.


"Mereka disana." ucap mama Ayu menunjuk ke arah pakaian pria.


Sementara papa Bram dan Papa Indra tidak mengetahui situasi, mereka hanya sibuk melihat-lihat pakaian.


"Bram, liat gue deh." pinta papa Indra sambil mencocokkan pakaian yang dipilihnya, lalu Bram pun menatap kearah Indra.


"Wah,, Ndra pakaian itu?" ucap papa Bram tidak percaya.


"Lo masih ingat kan,, wah gue fikir pakaian model seperti ini udah ngga ada lagi." ucap papa Indra juga tidak percaya.

__ADS_1


"Bener Ndra, pakaian model ini udah lama banget, kalau ngga salah itu waktu kita SMA, lo beli baju ini untuk kencan pertama lo dengan Susi." ucap papa Bram mengungkit masa lalu mereka.


"Bener. Dan saat gue lagi kencan dengan Susi, eh lo malah jadian dengan Nadia adiknya Susi. hhh." ucap papa Indra lagi.


Saat mereka sedang asyik mengobrol tentang masa lalu mereka, tanpa mereka sadari ternyata para istri mendengar pembicaraan mereka, yang sedang tenggelang dalam kenangan masa lalu.


"Ohh, ternyata kalian berdua kesini hanya untuk mengingat kenangan masa lalu kalian." ketus mama Ayu tiba-tiba dan mengejutkan para pria paru baya.


"Susi, Nadia. Cihhh." celetuk mama Ratna kesal.


"Mama, kok kalian disini?" ucap papa Indra salah tingkah.


"Udah deh pah, ngga usah mengalihkan pembicaraan, siapa Susi?, papa bilang kalau papa itu tidak pernah pacaran, terus Susi siapa. dasar pembohong." ketus mama Ayu.


"Bukan gitu mah, itu masa lalu papa, lagian itu udah lama banget." bela papa Indra.


"Papa juga, papa pernah bilang kalau mama cinta pertama papa, tapi kenyataannya, siapa Nadia." ketus mama Ratna juga merajuk.


Disaat para Istri sedang merajuk, para suami sibuk membujuk mereka, dan tingkah mereka disaksikan oleh Riko dan Citra.


"Sayang, kamu ngga boleh lihat adegan seperti ini, ngga baik untuk anak kita nantinya." ucap Riko sambil menutup mata Citra dengan telapak tangannya.

__ADS_1


"Iya kak, aku juga ngga pengen melihat tingkah mereka, yang sudah tua tapi masih bertingkah seperti anak kecil." celetuk Citra.


"Ya sudah, sekarang kita pergi dari sini." ajak Riko lalu menarik tangan Citra keluar dari toko tersebut.


__ADS_2