Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
607


__ADS_3

" Menjauhlah " Ucap Samuel mendorong kepala Leni.


" ihh Sam " Rengek Leni mengkrucut.


Samuel mendorong lagi hingga tubuhnya terlepas dari cengkraman.


" Kau mau kemana ?" Rengek Leni manja.


" Bukan urusan mu " jawab Samuel terus melangkah.


" Saammmmm aku istri muuuuu " Teriak Leni melengking.


Brakkk....


Pintu tertutup rapat,Leni berdecak kesal melihat kesombongan lelaki tersebut.


" ahhh tunggu saja Sam,kau akan bertekuk lutut pada ku !" Ucap Leni tajam.


Wanita belum mandi itu mengambil lagi kemocengnya dan mengibas2 sofa.


Didalam kamar,Samuel menggeleng pelan.


Untuk kesekian kalinya Leni membuat ulah,pria itu belum siap dengan perubahan sang istri.


" Ah dia seperti kerasukan setan " Kata Samuel tak habis pikir.


Siang harinya,Leni benar2 tidak berangkat bekerja.


Wanita itu datang kekantor Samuel membawa rantang dan beberapa minuman.


Bahkan Leni juga mengirimkan truck makanan untuk para karyawan suaminya.


Samuel yg mengetahui berita itu begitu terkejut saat diberitahu kehebohan oleh sang asisten.


" Apa dia akan kemari ?" tanya Samuel pelan.


" sepertinya begitu Bos " Jawab asisten Samuel tersenyum.


Samuel menyugar rambutnya,lelaki itu cukup lelah dengan sikap bar2 Leni.


Meeting dimulai,para investor terlihat menyalami Samuel dengan wajah gembira,bahkan ada yg sampai memperpanjang kontrak walaupun meeting belum berakhir.


Diluar ruangan,Leni berdiri dengan wajah girangnya.


ia masih menunggu sang suami selesai.


" Hei2 " Sapa Leni melihat seorang pria berjalan.


" Ya ada yg bisa saya bantu ?" Tanya pria tersebut sopan.


" Hm apa Samuel em sering membawa perempuan kemari ?" tanya Leni hati2.


" Hah " Pekik karyawan kaget.


" Hei kecilkan suara mu " Kata Leni ikut kaget.


" Maaf Nyonya saya tidak tau " Jawab karyawan ketakutan.


" Ayo beritahu aku " Paksa Leni.


" Maaf Nyonya saya tidak melihatnya " Balas karyawan mengambil aman.


" Hah benarkah ? hm ya udah sana kerja lagi " Kata Leni melepas lelaki tersebut.


Leni menggerutu sepanjang jalan seraya celingak celinguk mencari sang suami.


Setibanya diruangan Samuel,wanita itu disambut keheningan,tak ada siapapun berada disana.


" Duh Samuel mana sih ?" Gumam Leni menaruh rantangnya di meja kerja sang suami.


Wanita tersebut duduk dikursi kebesaran seraya membuka laci.

__ADS_1


Leni tak ada canggung sama sekali,ia merasa bebas mengotak atik barang suaminya.


" Ini apa ?" Gumam Leni mengernyit melihat map mencurigakan.


Leni membolak balik map itu dan mulai membukanya.


" Apa ini ?" Gumam Leni makin penasaran.


Wanita itu pun menyingkap dan terkejut melihat isinya.


" Donor ginjal ?" Gumam Leni syok.


Dengan gerakan cepat Leni membuka lembar per lembar dan terhenti di lembar selanjutnya yg mana ada gambar seorang wanita sedang memunggungi kamera didepan kompor.


" Siapa dia ?" Gumam Leni mengernyit.


Wanita itu menyelisik lebih dalam,foto dengan nuansa rumah sederhana itu terlihat biasa saja tapi bermakna yg sangat dalam.


Leni membalik lembar pertama dan memperhatikan ronsen tubuh seseorang.


" Apa Samuel mendonorkan ginjalnya ? tapi untuk siapa ?" gumam Leni mulai kabut..


" Lalu siapa perempuan ini ? apa dia kekasihnya ?" Lanjut Leni lagi.


Leni terus membuka lembar demi lembar hingga diakhir map tersebut terpampang sebuah foto cincin yg melingkar.


" Apa ini mantan istri Sam ?" Gumam Leni terbelalak.


" Jika ini mantannya apa mungkin anak yg dibawa Sam kemarin itu....."


" Astaga,ngak gak ini gak mungkin,Sam belum punya anak " Ucap Leni menggeleng cepat.


" Itu pasti bukan anak Sam,aku menikah hampir satu tahun dan bocah itu masih kecil " Kata Leni membuang pikiran negative nya.


" Tapi dia anak siapa ? dan kenapa terlihat dekat dengan Sam ? apa dia juga selingkuh dibelakang ku ?" Ucap Leni menerawang.


Wanita itu mencoba mengingat2 lagi laju pernikahannya dengan Samuel,memang Leni begitu cuek kemarin tapi ia ingin memulai lagi dengan lelaki yg menikahi dirinya tanpa pikir panjang.


Pintu ruangan tiba2 terbuka,Leni yg masih asik berpikir langsung dibuat kelabakan.


2 orang pria masuk dengan penampilan gagah mereka.


Leni langsung menaruh map tersebut asal dan bangun dari duduknya.


" Sam " Panggil Leni masih dengan wajah syoknya.


Samuel yg tak menyadari langsung terkejut melihat wanita tersebut.


" Kenapa kau ada disini ?" tanya Samuel melotot.


" selamat siang Nyonya " Sapa asisten Samuel sopan.


Leni mengangguk kecil dan keluar dari area meja kerja.


" Apa yg kau lakukan ?" Tanya Samuel tajam.


Sang asisten memperhatikan pasangan tersebut sebentar sebelum ia berpamitan mundur.


" Em aku em aku membawa mu makan siang " Jawab Leni gugup.


Samuel kembali mengernyit dan melirik rantang didepan mejanya.


Lelaki itu berjalan mendekat dan sedikit mendorong Leni menjauh.


" Hm kau sudah selesai ?" tanya Leni mencoba mencairkan suasana.


" Aku sedang sibuk " Jawab Samuel tenang.


" Benarkah ? tapi sebentar lagi jam istirhat " Balas Leni menunjuk jam besar didinding.


Samuel melihat dan diam saat jarum jam menunjuk angka 11.50.

__ADS_1


" Aku membawakan mu makanan Sam,itu aku masak sendiri " Kata Leni tersenyum manis.


" Terima kasih " Jawab Samuel datar.


" Sama2,kalau begitu ayo makan dulu " Kata Leni semangat.


Samuel menghela nafas panjang,lelaki itu tidak bisa menolak jika ada orang yg menawarinya sesuatu apalagi perihal makanan.


" Ya " Jawab Samuel kembali bangun dan mendekati sofa.


Senyum Leni sumringah,ia pun mendekat dan membuka rantang.


Samuel hanya diam melihat aksi sang istri.


" Ini makanlah " Ucap Leni dengan piring berisi nasi dan lauk.


Samuel menerimanya,baru satu suapan makanan tiba2 panggilan masuk.


Pria itu menghentikan sejenak dan melangkah mengambil ponsel dimeja..


" Winda " Gumam Samuel kaget melihat nama dilayar.


Leni mengernyit bingung melihat sikap sang suami.


" Iya kenapa ?" Tanya Samuel mengangkat telepon.


" Sam kau dimana ?" tanya Winda diseberang.


" Dikantor,ada apa ?" tanya Samuel tenang.


" Sam bisa kau tolong aku,Doni cidera saat bermain bola sekarang dia dibawa kerumah sakit,tapi aku belum bisa kesana,tidak ada angkot atau taxi disini aku bingung " Ucap Winda terdengar panik.


" Kenapa cidera ?" Tanya Samuel sedikit terkejut.


" Tidak tau,tadi pelatihnya menelfon ku,Doni kesakitan " Kata Winda mulai gemetar.


" Baiklah aku kesana,kirim lokasinya " Balas Samuel tenang.


" Sam " Panggil Leni mulai jengah.


Winda yg mendengar suara perempuan terdengar kaget.


" Ada istri mu ?" Tanya Winda hati2.


" iya,dia dikantor " Jawab Samuel tenang.


" Oh em ya udah kalo gitu gak usah Sam,aku akan menemui Doni sendiri " kata Winda tak enak hati.


" Tidak usah,cuaca sangat panas kasihan Afdhal jika ikut panas2an dalam angkot " Balas Samuel tegas.


" Tapi Sam...


" Aku jalan sekarang "


" Samm,kau mau kemana ?" tanya Leni mulai kesal.


" Maafkan aku Sam,aku berhutang budi pada mu " Kata Winda merasa bersalah.


Tut.


Samuel mematikan panggilan sepihak dan menaruh hapenya disaku celana.


" Kau mau kemana ?" Tanya Leni bangun dari duduknya..


" Maaf,aku harus pergi sekarang,kau makan lah sendiri aku akan makan diluar " Jawab Samuel tenang.


" Apa !" Pekik Leni melotot.


Tanpa bicara lagi Samuel melongos begitu saja meninggalkan sang istri yg seharian menunggunya.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2