Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Seratus Tiga "TSJC"


__ADS_3

Riko masih sibuk bersama dengan pak Yoga, Riko menetapkan hari pernikahan mereka akan dilaksanakan 5 hari lagi, tapi pak Yoga menawar menjadi 1 minggu, karna pak Yoga masih butuh banyak waktu untuk merancang konsep dengan terliti agar resepsi tersebut berjalan dengan sempurna, dan Riko hanya menyetujuinya.


Setelah itu Riko kemudian memilih desain undangan yang akan dia sebarkan. Dan Riko memilih desain yang sederhana saja.


"Rik, berapa jumlah undangan yang akan kamu sebar?" tanya pak Yoga setelah Riko memilih desain undangan.


"Aku belum tau om, soalnya aku belum nulis daftar orang yang akan kita undang." ucap Riko lagi.


"Ya sudah, kapan rencananya kamu akan menyetor daftar nama orang yang akan kamu undang?" tanya pak Yoga lagi.


"Mungkin 2 hari lagi om, aku akan meminta asisten aku ngumpulin semua daftar namanya, setelah itu dia akan membawanya kesini." ucap Riko lagi dan pak Yoga hanya mengangguk mengiyakan.


"Ya sudah kalau begitu Rik. Ok gimana kalau sekarang om menemani kamu untuk melihat gaun pengantin yang ingin kamu gunakan nanti, bersama dengan istri kamu." tawar pak Yoga lagi dan Riko hanya mengiyakan lalu mereka pun menuju ruangan tempat penyimpanan berbagai macam gaun pengantin wanita.


Setelah mereka tiba, salah satu karyawan yang bertugas di ruangan tersebut, menemani Riko dan pak Yoga untuk melihat berbagai gaun pengantin.


"Rik, harusnya kamu kesini bersama dengan istri kamu, supaya kamu bisa melihat dia mencobanya langsung." ucap pak Yoga sambil menemani Riko memilah-milah gaun.


"Ngga ppa om, selera aku sama istri aku ngga jauh beda, jadi apapun yang aku pilihkan untuk dia, pasti dia suka, dan aku juga sudah tau ukuran dia." ucap Riko lagi sambil terus melihat-lihat gaun tersebut.


"Mba, aku pilih gaun ini, tapi sepertinya ukuran ini terlalu kecil, tolong mba berikan yang sedikit lebih besar dari ini yah mba." pinta Riko sambil menunjuk gaun putih berenda yang sederhana tapi terlihat mewah, lalu pegawai tersebut mengiyakan permintaab Riko.


"Wah, pilihan kamu sangat bagus Rik, tapi menurut om kebanyakan wanita sekarang sizenya rata-rata seperti ini Rik." ucap pak Yoga.


"Ukuran itu memang udah pas untuk istri aku om, tapi sekarang dia sedang hamil, jadi aku tidak ingin membuat dia tidak nyaman dengan gaun yang pas banget dibadannya." jelas Riko lagi.


"Kamu suami yang perhatian Riko, sepertinya om harus belajar sama kamu." ucap pak Yoga lagi.

__ADS_1


"Terima kasih om." ucap Riko malu-malu.


"Ya sudah, sekarang kita cari untuk kamu lagi, sini om anterin." tawar pak Yoga lagi, lalu mereka pun menuju ruangan sebelah dimana semuanya terdiri dari jas pria.


Riko kemudian memilih jas berwarna hitam polos untuk dia gunakan nanti, setelah Riko mencoba dan merasa pas dan cocok dengan gaun yang akan dikenakan Citra lalu pegawai tersebut memisahkan dan menyimpannya untuk Riko.


Riko dan Pak Yoga kemudian kembali lagi kedalam ruangan pak Yoga untuk melakukan penandatanganan kontrak sekaligus pembayaran sebagai DP dari kerja sama mereka.


Setelah itu Riko pun menghampiri papa dan mertuanya yang sedang menunggunya diruang tunggu.


"Terima kasih banyak yah Ga, lo udah mau bantuin anak gue." ucap papa Indra.


"Ngga ppa lah Ndra, harusnya gue yang bilang kayak gitu ke lo, soalnya lo udah percayain jasa gue untuk pernikahan anak lo." ucap Pak Yoga lagi dan papa Indra hanya tersenyum, lalu merekapun pamit kemudian meninggalkan kantor tersebut.


"Sekarang kita ke mall." ajak papa Indra saat di parkiran dan membuat Riko heran.


"Ngapain kita ke Mall pah?" tanya Riko penasaran.


"Aduh pah, ngapain sih papa butuh pakaian baru, lagian kan pakaian papa udah banyak dan masih bagus." ucap Riko frustasi tapi tetap saja kedua pria paruh baya itu tidak mau mengalah dan tetap ingin pergi ke Mall, akhirnya Rikopun mengalah dan mengikuti mereka ke mall.


*****


Setelah Mama Ayu, mama Ratna dan Citra melakukan perawatan di salon, mereka sekarang berada di spa untuk melakukan terapi pijat.


Saat mama Ayu sedang mendaftar untuk melakukan perawatan pijatnya, tiba-tiba seorang wanita paruh baya seumuran dengannya terus menatapnya lalu menghampirinya.


"Ya ampun Ayu, ini beneran kamu yah." sapa wanita itu kepada Ayu.

__ADS_1


"Nita, ya ampun udah lama banget." ucap mama Ayu sambil cipika cipiki dengan teman lamanya tersebut.


"Kamu ngapain disini? terus kamu sama siapa disini?" tanya Nita penasaran.


"Aku mau pijit Nit, terus aku kesini sama besan dan menantu aku." ucap mama Ayu.


"Besan? menantu? aku ngga salah dengar, Riko kapan Nikah?" ucap Nita penasaran.


"Dia udah lama nikah, nih kenalin menantu aku namanya Citra." ucap mama Ayu memperkenalkan Citra dan Citra hanya tersenyum canggung.


"Hayy, ya ampun dia cantik banget sih." ucap Nita memuji Citra.


"Dan ini besan aku, Ratna." ucap mama Ayu lagi memperkenalkan besannya.


"Halo.. Aku Nita." ucap Nita memperkenalkan dirinya sambil menyodorkan tangannya.


"Aku Ratna." ucap mama Ratna membalas salaman Nita.


"Ihh, kok aku ngga tau sih kalau Riko udah Nikah, apa karna aku kelamaan di luar negeri jadinya aku ngga tau, dan kamu ngga ngundang aku." gerutu Nita kepada Ayu.


"Bukan gitu Nit, pernikahan Riko mendadak waktu itu, jadinya mereka hanya menikah ala kadarnya saja, tapi kamu tenang aja, sebentar lagi akan ada resepsi besar-besaran, kamu jangan lupa dateng yah." ucap mama Ayu lagi.


"Pasti dong, kitakan calon besan yang tertunda." ketus Nita lagi membuat Citra dan mama Ratna terkejut.


"Kamu ini bicara apa sih, aku ngga pernah sekalipun menjodohkan anakmu dengan Riko, lagian Riko juga ngga suka sama anak kamu yang cerewet itu." ketus mama Ayu sambil memukul lengan Nita.


Setelah mereka melakukan pendaftaran, merekapun menuju ruang relaksasi pijat dan Nita juga ikut bersama dengan mereka.

__ADS_1


Saat mereka sedang melakukan pijat, mama Ayu dan Nita terus mengobrol tentang masa lalu mereka saat mereka bersekolah, sampai akhirnya mama Ratna pun ikut dalam perbincangan mereka yang mengulang kenangan mereka saat sekolah dulu.


Ruangan tersebut menjadi sangat berisik karna obrolan mereka, dan membuat Citra tidak nyaman, karna tadinya Citra berusaha ingin tidur sambil menikmati pijitan diseluruh tubuhnya, tapi tidak bisa karna kebisingan mereka yang terlalu terbawa suasana.


__ADS_2