
Dirumah sakit,seorang pria terbangun saat mendengar suara anak kecil yang memanggil namanya.
Perlahan Romi membuka mata dan mendapati putri kecilnya sedang menangis memeluk dirinya dengan lembut.
Suara lirih Byanca merasuk hingga kedalam hati Romi membuat lelaki itu tersadar dari tidur panjangnya sehari semalam.
" Byan " Panggil Romi lemah.
Tubuh gadis itu tersentak,Byanca mengangkat kepalanya dan melotot melihat manik ayahnya terbuka.
" Ayaaaahhh " Pekik Byanca heboh.
Yuni yang sedang sarapan di sofa terkejut dan langsung berlari mendekati kedua orang itu.
" Ayah udah bangun,alhamdulillah " Kata Byanca memeluk Romi.
" Empp " Ringis Romi merasa kesakitan.
" Maaf Ayah,aduh aku gimana ini,Ibu " Panggil Byanca panik.
" Hati2 sayang,dada ayah jangan ditekan " Kata Yuni sedikit menjauhkan tubuh putrinya.
" Aku gak papa,cuma nyeri dikit " Kata Romi tak ingin anak itu jauh.
" Maafin Byan ibu " Kata Byanca menunduk sedih.
" Sini sayang sama Ayah " Kata Romi mengangkat pelan tangannya.
Yuni menggendong Byanca agar suaminya bisa melihat putri mereka.
" Maafin Byan ayah " kata Byanca sedih.
" Gak papa Nak,sini " kata Romi menepuk pelan kasur nya.
Byanca mengangguk gadis itu pun duduk dikasur Romi dengan hati2.
" Jangan bangun Mas " larang Yuni melihat Romi ingin duduk.
" Aku panggil Dokter bentar,Byan jaga ayah ya " kata Yuni kepada putrinya.
Byanca mengangguk,Yuni pun berjalan keluar.
Byanca sudah diantar Aktam menemui orang tuanya lagi karna gadis itu terus menangis dirumah karna merindukan Ayah dan ibunya,maklum gadis kecil itu baru kali ini pisah bersama mereka.
" Ayah apa ini sakit ?" tanya Byanca menunjuk dada Romi yang dilapisi perban.
" Sedikit,Ayah belum bisa gendong Byan " Jawab Romi.
" Iya Ayah,Byan juga udah gede bisa jalan sendiri " Balas Byanca terkekeh.
Romi ikut terkekeh meski merasa sedikit sakit.
Tak lama Dokter pun datang,lelaki itu langsung diperiksa.
Yuni dan Byanca diam melihat suaminya.
" Sudah mulai baikan,siang nanti sudah bisa diberi makan " Kata Dokter tenang.
" Baik Dok,apa suami saya bisa pulang ?" Tanya Yuni.
" Lukanya masih basah,saya sarankan tetap disini selama 1 minggu,baru nanti rawat jalan " Jelas Dokter.
" Baiklah Dok,terima kasih " Kata Yuni paham.
Dokter pun pamit,Yuni tersenyum melihat suaminya.
" Kenapa ?" tanya Romi mengernyit.
" Kamu bikin aku takut tau gak " kata Yuni gemas.
" Takut kenapa ?" tanya Romi.
__ADS_1
" Ya takut lah,nanti aku jadi janda muda anak 3 " Kata Yuni mengkrucut.
Romi mengulum senyum melihat wajah kesal istrinya.
" Ya gak papa,kan bisa nikah lagi cari yang lebih muda " Goda Romi.
" ihhh ngak mau lah,mana ada yang mau sama aku !" kata Yuni kesal.
" Kalo ada pun siap2 aja ntar cowoknya aku gentayangin tiap malam " Kata Romi santai.
Yuni tertawa geli,ia sangat tau suaminya pria yang posesif tapi Yuni menyukainya karna dengan begitu Yuni tau Romi sangat mencintainya.
" Haus Yank,cape juga tidur seharian " kata Romi tersenyum.
" Iya " Jawab Yuni.
Perempuan itu pun memberi Romi air.
Byanca sudah tenang,gadis itu bisa ceria lagi meski Byanca harus izin sekolah selama 2 hari ini.
Keluarga kecil itu mengobrol hangat,Yuni menceritakan bahwa Alexi mimpi buruk dan Salsa jatuh sakit saat tau lelaki itu masuk rumah sakit.
Romi mendengar dengan seksama,terlihat kesedihan diwajah lelaki itu.
" Mereka sangat sayang sama kamu,jadi jangan tinggalin kami ya " Kata Yuni mengusap pelan wajah suaminya.
" Kita gak tau umur Yank,meninggalkan kalian adalah hal yang tak ingin aku lakukan " Kata Romi lembut.
" Ya aku tau,rezeki,jodoh,maut udah ada yang atur,tapi aku minta kamu harus kuat dan bertahan untuk kami semua " Kata Yuni memelas.
" Iya sayang,aku akan melakukannya untuk kalian semua " Balas Romi hangat.
Yuni mengecup pelan bibir lelaki itu membuat Romi malu karna putrinya melongo melihat mereka.
" ihh kamu nyosor ngak liat anak " Kata Romi mencubit gemas lengan istrinya.
" hehe habisnya kangen gak dapat jatah dari kamu " Bisik Yuni menggoda.
Ditempat lain,seorang gadis terlihat tak bersemangat.
Sejak kabar itu beredar ***** makan Salsa langsung menurun,tak ada satu pun nomor yang bisa ia hubungi.
Nomor Hape Yuni,Romi dan Serkan tak pernah diangkat membuat Salsa makin khawatir.
Gadis itu tau pasti saat ini keluarga itu sedang bersusah hati dan iparnya juga sibuk bekerja.
Sebenarnya Salsa masih punya 1 kesempatan untuk tau kabar mertuanya,tapi gadis itu tak berani menghubungi Alexi lagi.
" Jangan Sa,nanti kamu dibilang pansos sama dia " gumam Salsa menggelengkan kepala.
" Tapi gimana kabar Ayah ? aduhh kenapa aku gak tenang gini sih " Lanjut Salsa frustasi.
Ceklek...
Pintu kamar terbuka,masuklah seorang pria tinggi tampan membawa piring buah potong.
" Hay " sapa pria itu hangat.
Salsa mendongak dan tersenyum melihat lelaki tampan itu mendekatinya.
" Udah bangun?" tanya Bryan.
" Udah Kak hehe " jawab Salsa malu.
Bryan memegang kening dan pipi Salsa memeriksa suhu tubuh gadis itu.
" Masih panas " Gumam Bryan menghela nafas.
" Aku baik2 aja Kak " Jawab Salsa.
" Ya udah,nih makan buah dulu " kata Bryan menyodorkan piring.
__ADS_1
" Kak Helen sama Bibi mana ?" tanya Salsa.
" Bibi ke supermarket dan Helen ke apotik beli obat " Jawab Bryan.
" Yaaah pasti aku nyusahin mereka " Kata Salsa sedih.
" Gak kok,mereka emang baik kamu kan lagi sakit " Kata Bryan lembut.
" Makasih ya Kak udah nolong aku " Kata Salsa terharu.
" Iya sama2 " Jawab Bryan ramah.
Keduanya mengobrol hangat,Salsa mengangap Bryan Kakak sendiri karna penjiwaan Bryan hampir sama dengan Serkan,awalnya Salsa memang menyukai lelaki itu karna Bryan sangat lembut dan gentle tapi saat tau Bryan punya pacar yang merupakan cucu Bos ayah mertuanya jadilah Salsa mengubur perasaannya dalam2.
Bryan terlihat tenang,Salsa tidak tau cara mendeskripsikan perasaan lelaki itu.
Hape Bryan berdering,lelaki itu merogoh saku celananya dan tersenyum melihat nama dilayar.
" Bentar ya " Kata Bryan kepada Salsa.
" pacar ya Kak ?" tanya Salsa.
" Nenek " Jawab Bryan tersenyum.
Salsa ber Oh ria.
" Halo Nek,assalamualaikum " Sapa Bryan sopan.
" Waalaikumsalam cucu Nenek,apa kabar ?" tanya Prily di layar.
" Baik Nek,Nenek gimana ?" tanya Bryan lembut.
" Baik,kamu dimana ?" tanya wanita itu.
" Lagi sama Salsa Nek,dia sakit " Kata Bryan mengarahkan kamera ke gadis itu.
Salsa yang baru bangun tidur langsung kelabakan mengusap wajahnya.
" Salsa menantu Romi ?" Tanya Prily mengingat.
" Iya Nek " Jawab Bryan.
" Mantan " Kata Salsa mengkrucut.
Bryan terkekeh geli melihat wajah menggemaskan perempuan itu.
" Oh,aku dengar Ayah mertua mu sakit ?" tanya Prily khawatir.
" Iya Bi,Ayah tertembak " Jawab Salsa sedih.
" Gak papa,Ayah kamu pasti kuat kok " Kata Bryan mengusap kepala gadis itu.
" Iya Salsa,Om kamu bilang dia udah siuman " Celetuk Prily tersenyum saat Ben mengatakan Romi sudah sadar.
" Hah yang bener Bi ?" tanya Salsa kaget.
" Iya " jawab Prily lembut.
" Alhamdulillah " Kata Salsa tanpa sadar memeluk Bryan yang tepat disampingnya.
Prily melotot kaget dengan pergerakan tiba2 gadis itu.
" eeehh maaf Kak,aduh maaf Bi aku gak sengaja " kata Salsa tersadar.
Prily dan Bryan langsung tertawa.
Salsa merasa sangat malu dengan tingkah lakunya.
" Gak papa santai aja " Kata Bryan menggoda.
❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.