
Pagi sekali Nur sudah terbangun,gadis itu terlihat bingung dirinya berada dimana.
" Papa " Ucap Nur saat melihat wajah Samuel yg masih terpejam.
Nur diam sejenak hingga gadis itu memutuskan untuk turun dari ranjang.
Perlahan Nur berjalan mengendap keluar dari kamar sambil celingak celinguk mencari tasnya.
" Dimana ya ?" Gumam Nur menggaruk kepala.
Nur pun berhasil keluar tanpa banyak bunyi,gadis itu celingak celinguk lagi melihat isi rumah yg terlihat rapi dan cantik.
Beberapa bunga hidup terpajang dengan sangat apik,bahkan baunya pun menguas menyegarkan.
" Itu dia " gumam Nur berhasil menemukan tas berby yg ia bawa dari luar negeri.
Krorkkrrork....
Perut gadis itu berbunyi,Nur meraba perutnya dan terkekeh pelan.
" Kamu lamar ya Cing ?" Tanya Nur mengusap perutnya lembut.
" uhh aku memang belum makan semalam " Gumam Nur mengkrucut.
Gadis itu melepas tasnya dan berjalan lagi menyusuri dapur.
Sesampai disana gadis itu diam sejenak berpikir.
" Apa yg aku lakukan ?" Gumam Nur tersadar.
Gadis itu baru ingat bahwa dirinya berada dirumah orang asing,Nur tiba2 teringat akan nasehat Papanya yg dulu melarang berbuat semaunya dirumah orang lain.
Meski Nur masih sangat belia tapi otak cerdasnya begitu kuat mengingat moment2 pengajaran orang tua.
" Huh aku gak boleh sembarangan " Gumam Nur menggeleng pelan.
Gadis itu menghela nafas dan duduk dikursi.
Perutnya sangat lapar,Nur juga merasa haus tapi ia tidak mau bersikap tidak sopan.
Dikamar,sepasang suami istri masih terlelap.
Leni terlihat masih memeluk suaminya semalaman,bahkan Leni tak melepas pria itu walau dalam keadaan tidur.
" Ehmmm " Lenguh Samuel mulai bergerak.
Pria itu mengangkat tangannya dan meregangkan otot2.
Perlahan manik pria itu pun terbuka,Samuel melihat sekeliling dan terkejut saat maniknya tak mendapati Nur berada diranjang.
" Ya Tuhan dia dimana ?" Gumam Samuel langsung duduk.
" Ehmmm " Lenguh Leni mulai terbangun.
Samuel langsung bangun membuka selimut dengan keadaan panik.
" Ada apa Sam ?" tanya Leni serak.
" Dimana Nur ?" tanya Samuel berbalik badan.
" Hah Nur siapa ?" tanya Leni menggaruk wajahnya.
" Nur semalam,kamu mengusirnya ?" Tanya Samuel kesal.
" Mengusir apa Sam ? aku tidur disebelah mu " Jawab Leni kaget.
" Kalau tidak lalu dia kemana ? dia tidak bisa jalan !" Jawab Samuel geram.
" Apa !" pekik Leni terbelalak.
" Anak itu lumpuh ?" tanya Leni polos.
" Ck sial !" Jawab Samuel berdecak.
Pria itu berlari keluar tanpa menghiraukan lagi istrinya yg sangat kebingungan.
" Jadi anak itu tidak bisa berjalan ?" Ulang Leni tak percaya.
Wanita itu mencoba mengingat semalam,memang Nur datang dalam keadaan tidur dan saat bangun pun Samuel yg menggendongnya kekamar.
Dengan cepat Leni membuang selimut dan berlari keluar menyusul sang suami.
__ADS_1
" Nur " Panggil Samuel menggelegar.
" Kemana dia ?" tanya Samuel frustasi.
Pria itu melihat keruang tamu dan mengernyit hanya mendapati tas berby disana.
Samuel kembali berlari lagi hingga suara istrinya terdengar memanggil.
Samuel berlari mendekat dan...
" Ada ap..." Tanya Samuel tak jadi.
" itu dia " Jawab Leni pelan seraya menunjuk meja makan mereka.
" Nur " Ucap Samuel langsung berlari.
Terlihat seorang gadis duduk dikursi menaruh kepalanya diatas meja dengan sanggaan tangan.
" Nur sayang " Panggil Samuel lembut.
Nur tersentak,gadis itu mendongak dan melihat Samuel yg terlihat khwatir.
" Papa " Ucap Nur lembut.
" Iya Sayang,kenapa kamu ada disini ?" Tanya Samuel mengusap kepala Nur.
Leni mendekat dan melihat keduanya berinteraksi.
Nur melihat Leni,gadis kecil itu perlahan kembali bersembunyi merasa takut.
Leni yg melihat Nur menatapnya aneh membuat Samuel berbalik badan.
" Aku tidak menjahatinya Sam " kata Leni membela diri.
" Menjauhlah !" Kata Samuel pelan tapi tegas.
Leni menunduk,perlahan wanita itu pun melangkah mundur.
" Gak papa Nak kamu aman sama Papa " Kata Samuel kembali kepada Nur.
Nur tersenyum kecil.
Krorkrkrorkkrork.....
" Kamu belum sarapan ?" tanya Samuel terkekeh.
Nur menggeleng pelan.
" Kenapa ?" Tanya Samuel lembut.
Nur kembali menggeleng.
" Dia lapar Sam,hm aku akan buatkan makanan " Celetuk Leni semangat.
" Tidak usah !" Jawab Samuel cepat.
Leni yg tadinya tersenyum langsung berubah wajah.
" Aku hanya ingin membuatkan kalian sarapan " Kata Leni mengernyit.
Samuel tak menjawab,pria itu langsung mendekati kompor dan membuka kulkas.
Nur melihat Leni,keduanya saling bertatapan dengan wajah yg sulit dimengerti.
" Kamu mau sarapan apa ?" Tanya Samuel.
" Aku ?" Tanya Leni pede.
" Aku tidak bertanya kepada mu " Jawab Samuel memutar mata.
Leni mengkrucut,wanita itu kira sang suami menanyai dirinya.
" Ayo sebut mau apa kamu Nur ?" tanya Samuel dengan merendahkan suaranya.
" Boleh gak Pa kalau Nur makan nasi ?" Tanya Nur hati2.
" Mau makan nasi ?" tanya Samuel.
Nur mengangguk kecil.
" Kakek dan Nenek selalu membuatkan aku nasi hangat setiap hari " Jawab Nur mengingat.
__ADS_1
" Hah ya aku lupa kau suka makan nasi " Balas Samuel terkekeh..
Nur tersenyum malu,tapi memang itulah adanya walaupn tinggal dinegara barat,tapi Nur selalu makan makanan pribumi ibu dan bapaknya.
Ting nong...
Suara bel terdengar,Samuel dan Leni saling melihat dengan wajah terkejut.
" Siapa yg bertamu ?" Tanya Leni.
" Buka pintunya " Jawab Samuel.
" Aku belum mandi Sam " Kata Leni meraba baju dan rambutnya yg acak2an.
" Astaga bisa2nya kamu gak pake bra !" Kata Samuel melihat dada sang istri yg membuatnya kesal.
" Hehe biar kamu merasa anget semalamam " Jawab Leni terkekeh.
Samuel melotot,Leni melihat Nur dan tersenyum geli dengan kode Samuel.
" Masuk kamar !" Titah Samuel tegas.
" Hehe iya sayang " Jawab Leni menggoda.
Samuel mendengus dan melepas sayur yg ada ditangannya.
Nur masih diam ditempat melihat drama suami istri tersebut.
" Kamu tunggu disini ya,Papa lihat siapa yg bertamu dulu " kata Samuel mengusap kepala Nur.
" Iya Pa " Jawab Nur menurut.
Samuel melangkah pergi,pria itu melihat dilayar monitor dan terkejut lagi saat ia mengenali siapa yg berdiri didepan pintu apartemennya.
" Buka pintunya Sam !" Ucap seseorang tegas.
Ceklek...
Pintu langsung terbuka saat Samuel menekan tanda Ok dilayar.
Nampaklah seorang pria dengan baju kerja lengkap dan satu tenteng plastk.
" Papa " Sapa Sam sopan.
" Dimana Nur ?" tanya Rafael datar.
" Didapur " Jawab Sam canggung.
Rafael tak menjawab,lelaki itu berjalan cepat kearah dapur dan mendapati Nur sedang memakan sayur mentah didepannya.
" Nur apa yg kau lakukan ?" Tanya Rafael kaget.
Nur menoleh kaget dan melepaskan sayuran tersebut.
" Kakek " Ucap Nur menelan ludah kasar.
" Kenapa kamu makan sayur kotor ini ?" tanya Rafael syok.
Sam yg mengintili Papanya ikut syok melihat Nur.
" Dia belum sarapan ?" Tanya Rafael melihat Samuel.
" Hah em belum Pa aku baru mau bikinin sarapan buat dia " Jawab Samuel kelabakan.
" Sesiang ini dia belum makan ! mana istri mu ?" Tanya Rafael marah.
" Dikamar dia sedang ma..." Ucap Samuel menggantung.
" Dikamar ? kalian baru bangun tidur dan membiarkan Cucu Papa kelaparan ?" tanya Rafael murka.
Samuel menghela nafas panjang dan mengangguk pelan,dirinya memang baru bangun tidur.
" Ck ck,apa gunanya Leni Sam,dia harusnya menyiapkan sarapan untuk kamu dan Nur,bukan asik berada dikamar membiarkan kalian kelaparan !" Ucap Rafael geram.
Samuel diam,Nur yg mendengar suara keras Rafael ikùt terdiam dan takut.
Tanpa ketiganya sadari,seorang wanita yg sudah sedikit rapi mendengar ucapan mertuanya yg terkesan salah paham.
Dengan wajah sedih,Leni kembali masuk kekamar tanpa mengeluarkan bunyi sedikit pun.
❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.