
Disebuah rumah sepasang anak manusia memasukkan baju mereka kedalam tas,biasanya pasangan pengantin akan bahagia dimalam pertama pernikahan tapi tidak bagi pasangan baru itu.
Mereka diusir dari rumah oleh Sindi,wanita itu menyuruh Samuel dan Winda tidur dihotel dengan alasan Sindi tak mau mendengar suara ******* dimalam hari,suatu alasan yang cukup menggelikan telinga.
Malvin sebagai suami hanya manut saja kepada istrinya,pria itu tau alasan jelas kenapa Sindi melakukan semua itu.
Wajah Samuel mencetut habis,ia pikir bisa beristirahat dengan tenang tapi yang ada malah mereka harus angkat kaki selama 3 hari dan nanti dilanjutkan touring keluar negeri.
" Maaf ya Sam,Mama ada2 aja deh " Kata Winda disela merapikan baju nya.
Samuel tak menjawab,raut wajahnya sudah menunjukkan semua yang ada dalam hati.
" Sudah selesai ?" Tanya Sindi masuk kekamar.
" Yang Sam belum Ma " Jawab Winda.
" Cepat bantuin dan pergi dari rumah ini " Kata Sindi bersedekap dada.
" Kenapa kita diusir sih Ma,kan bisa malam pertama disini aja " Kata Winda polos.
" Hah gak2,kamar kita deketan kalo kamu mendesah nanti Papa kedengeran gimana,Mama lagi datang bulan " Kata Sindi tegas.
" Ck kita gak bakal begituan Te " Kata Samuel kesal.
" Gak begituan apanya,kalian harus begituan biar Mama cepat dapat cucu,nih tangan dah gatal pengen nimang bayi " Kata Sindi gemas.
Samuel kembali mendengus,baru hari pertama jadi menantu wanita itu sudah banyak menuntut.
Wajah Winda sudah memerah layaknya kepiting goreng,gadis itu sangat malu dengan rekayasanya.
" Cepetan " Kata Samuel saat semua sudah siap.
Winda mengangguk,lelaki itu membawa tasnya keluar menunggu diruang tamu.
Sindi mendekati Winda dan menyerahkan sebuah obat.
" Ini apa Ma ?" tanya Winda mengernyit.
" Masukin ke minuman atau makanan Sam " Jawab Sindi.
" Hah buat apa ?" tanya Winda melotot.
" Taruh aja nanti kamu tau sendiri " Balas Winda.
" Gak aneh2 kan Ma ? dia lagi sakit loh " Kata Winda khawatir.
" Aman,ini udah resep dokter " Kata Sindi cepat.
Winda terlihat ragu,Sindi dengan cepat memasukkan obat tersebut sebelum Samuel tau.
Keduanya berjalan keluar,Samuel duduk diam memainkan hapenya.
Terlihat disana banyak sekali chat dari Naya yang menanyakan kabar.
" Huufttt " Helaan nafas terdengar sangat berat.
Malvin mendekati lelaki itu membuat Samuel kelabakan.
" Kenapa terkejut ?" tanya Malvin mengernyit.
" Hah em gak papa Om " Jawab Samuel menaruh hape disaku.
Malvin diam memperhatikan wajah Samuel yang sedikit tegang.
" Jangan panggil Om lagi,sekarang saya sudah jadi mertua kamu " Kata Malvin tersenyum.
" Iya Om eh Pa,aku masih malu " Kata Samuel tersenyum kecil.
" Hm nanti terbiasa " Balas Malvin ramah.
" Dah sana pergi " Kata Sindi kembali datang mengacau suasana hati Samuel.
__ADS_1
Pria itu bangun melihat Winda sudah siap dengan jaket tebal.
" Kami berangkat " Kata Winda menyalami orang tuanya.
Pasangan itu pun keluar rumah dengan mengendarai sepeda motor Sindi karna Samuel tak bawa kendaraan.
" Kita mau kemana ?" tanya Winda ditelinga Samuel yang sedang fokus.
" Ikut aja " Jawab Samuel.
Winda mengangguk,mereka terus berkendara hingga tiba disebuah rumah.
" Loh ini rumah kamu ?" Tanya Winda mengernyit.
" hm masuk saja,,aku tidak punya uang untuk pergi ke hotel " jawab Samuel.
" Aku juga " Balas Winda menunduk.
Samuel menghela nafas,ia melihat penampilan Winda dari ujung kaki hingga kepala.
Tak ada yang menarik,meski tinggal dikota tapi Winda kalah jauh dari para mantannya.
Winda yang merasa diperhatikan,merapatkan jaketnya dengan wajah tertunduk.
" Den " Sapa seorang pria berseragam.
" Eh iya Pak " Balas Samuel menoleh.
" Udah pulang ?" tanya pria itu ramah.
" Iya Pak,Mama ada dirumah kan ?" tanya Samuel.
" Ada Den "
" Baiklah,ayo masuk " Kata Samuel melihat Winda lagi.
Gadis itu mengangguk dan masuk kedalam rumah yang cukup mewah.
Baru selangkah,pasangan itu disambut oleh keterkejutan sang Mama.
" Iya Ma " jawab Samuel malas.
" Kenapa ? terus ini kenapa bawa tas ?" tanya Lutfia semakin bingung.
" Kami diusir Ma " Balas Samuel.
" Diusir ?" Ulang Lutfia melotot.
" Hm kami disuruh malam pertama dihotel tapi aku dan Winda gak ada uang jadi kesini aja " Kata Samuel jujur.
" Hah hahahahahahha " Lutfia langsung tertawa ngakak mendengar alasan orang tua Winda.
Winda menunduk malu,ia merasa tak enak hati kepada mertuanya.
" Kenapa kamu gak bilang sama Mama kalo gak punya uang ?" tanya Lutfia disela tawanya.
" Gak papa " Balas Samuel masuk lebih dalam.
" Ya udah,besok Mama transfer sekarang kalian ke kamar dulu gih istirahat " Kata Lutfia paham.
Samuel berjalan duluan,Winda masih diam mematung melihat lelaki itu.
" Kok masih diam,gih sana ikutin suami mu " Kata Lutfia menegur.
" Hm ya Ma " Balas Winda canggung.
Gadis itu pun mulai berjalan,ia masih merasa sangat malu dan tak menyangka bisa menjadi menantu Lutfia.
Ceklek...
Pintu kamar terbuka,Winda disambut bau parfum yang begitu menyenangkan ditambah dekor kamar seperti pria lainny..
__ADS_1
Cat abu kehitaman menjelaskan lelaki itu tak suka hal berisik.
Samuel merebahkan tubuhnya diranjang,lelaki itu terlihat benar2 lelah.
" Hm kamu mau makan ?" tanya Winda canggung.
" Hm " Jawab Samuel.
" Baiklah,aku akan masak " Kata Winda lagi.
Samuel diam,merasa makin tak enak Winda berjalan keluar.
Samuel bangun memperhatikan gerak gerik wanita itu.
Samuel bingung dengan perasaannya,di satu sisi ia merasa nyaman dengan Winda tapi disisi lain Samuel tak bisa merasai adanya cinta disana.
" Akhhh serah " kata Samuel pusing kepala dan kembali rebahan.
Winda masuk kedapur dan kembali bertemu Lutfia.
" ini makanan nya masih banyak loh " Kata Lutfia bingung melihat Winda mau masak lagi.
" Ini pake garam gak Ma ?" tanya Winda hati2..
" Ya pake dong sayang,kalo gak ada garam mana bisa enak " jawab Lutfia terkekeh.
Winda diam,ia merasa salah ucap berusan.
" Kenapa ? kamu gak suka makan garam ?" tanya Lutfia.
" Hm aku emang kurang makan garam,biasanya tawar " Jawab Winda beralasan.
Lutfia diam memperhatikan.
" Hm ya udah terserah kamu,yang penting kamu makan ya dan bayi kamu sehat " Kata Lutfia tak mau ambil pusing.
Winda mengangguk tersenyum.
Lutfia pun berjalan menjauh,saat akan berbalik badan Winda dikagetkan dengan kehadiran Samuel yang ternyata berdiri diambang pintu.
Pria itu masuk kedalam menyingkap kulkas.
" Dokter bila...
" Ya lakukan saja " Potong Samuel.
" Hm " Balas Winda dengan anggukan kecil.
Gadis itu pun mulai memasak.
Mereka makan bersama karna dirumah tadi belum sempat makan.
Malam semakin larut,Samuel dan Winda tidur terpisah.
Keduanya masih canggung untuk bersama dalam satu ranjang.
" oh iya obatnya " gumam Winda teringat.
Gadis itu mendekati Samuel dan diam memperhatikan kelopak mata pria tersebut terpejam..
" Sam " Panggil Winda pelan.
Perlahan Samuel membuka matanya dan deg...
Keduanya saling melihat dengan tatapan yang sulit diartikan..
" Kau siap ?" Tanya Samuel berat.
Glekk....
Winda seketika menelan ludah..
__ADS_1
❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.