
Disebuah rumah seorang pria terlihat sibuk membereskan beberapa bajunya.
Hari ini Samuel memutuskan untuk pulang ke ibu kota,lelaki itu harus kembali bekerja karna waktu liburan sudah habis.
Sudah 3 hari Leni menghilang,tak ada yg tau kemana wanita itu pergi.
Pencarian sudah dilakukan bahkan Rafael juga ikut mencari menantunya meski lelaki itu kini hilang respect karna sudah mengetahui selak beluk wanita tersebut.
Rafael menyayangkan sikap Leni karna terbilang sudah membohongi mereka.
Rafael pikir Leni wanita normal tapi apa daya ternyata Leni lebih tertarik kepada perempuan daripada laki2,apalagi beberapa bukti nyata tercetak jelas menunjukkan diri perempuan tersebut.
" Kalian sudah mendapatkan kabar nya ?" tanya Rafael sibuk dengan ponsel.
"......."
" Benarkah ? dia tidak ada dikota ini lagi ?" tanya Rafael mengernyit.
Samuel dan Lutfia yg sedang memasukkan baju saling melihat seolah terkejut.
" Baiklah,nanti kabari lagi " Kata Rafael tegas.
Tut.
Panggilan dimatikan,lelaki dewasa itu menghela nafas melihat kearah anak istrinya.
" Gimana Pa ?" tanya Lutfia terlihat khwatir.
" Dia pulang " Jawab Rafael.
" Pulang ?" Ulang Lutfia kaget
" Ya,,anak buah ku sudah mengecek dibandara dan nama dia tertera disana " Jawab Rafael tenang.
Lutfia melihat Samuel,lelaki itu diam sejenak terlihat syok mendengar penuturan Papanya.
" Dia memberitahu mu ?" tanya Lutfia hati2.
" Tidak " Jawab Samuel.
" Meninggalkan sesuatu ?" Tanya Rafael.
Samuel kembali diam hingga lelaki itu mendekati laci kamarnya.
Lutfia dan Rafael melihat gerak gerik Sam dengan wajah serius.
" Dia memberikan ini " Ucap Samuel tenang.
Lutfia menerima dan membuka kertas tersebut.
Sontak manik wanita tua itu melotot melihat isi didalamnya.
" Surat cerai ?" Tanya Lutfia tak percaya
Rafael mengambil kertas tersebut dan mulai menelaah kata disana.
" Iya " Jawab Samuel.
" Kalian membuat kesepakatan ?" Tanya Rafael marah.
" Hm " Jawab Samuel jujur.
" Kau gila " Bentak Rafael emosi.
Lutfia terduduk diranjang dengan wajah terkejutnya.
" Jadi kau juga tau istri mu tidak normal ?" Tanya Rafael lagi
" Iya aku tau dari awal " Jawab Samuel tenang.
" Ya Tuhan " Ucap Lutfia tersentak.
Rafael memejamkan mata mencoba tenang dengan apa yg mereka ketahui siang ini.
" Kenapa kau diam ?" tanya Rafael.
__ADS_1
" Kami menyepakatinya " Jawab Samuel.
" Karna kau masih berharap kepada Winda ?" Tanya Lutfia menatap Samuel tajam.
Samuel diam melihat sang ibu.
" Sam jawab Mama !" Bentak Lutfia emosi.
" Ya " Jawab Samuel tegas.
" Astaga Sam " Kata Lutfia kembali lemas.
" Aku tidak bisa melupakan Winda Ma,aku benci melihat Leni " Ucap Samuel geram.
" Winda sudah menikah Sam dan kau lihat gadis kecil berkeliaran dirumah ini merupakan buah cinta dia dan suaminya !" Kata Lutfia heran.
" Aku tau Ma,dan aku egois ingin memiliki semuanya " Balas Samuel kesal.
" Ini tidak benar Sam " Kata Rafael menenangkan
" Ya dan semua ini gara2 kalian,aku seperti ini karna kegilaan kalian !" Bentak Samuel melempar kopernya.
Brakkk....
Suara keras terdengar nyaring membuat Lutfia kaget.
" Kalian yg egois membuat hidup ku berantakan,kalian menghancurkan semuanya dengan menikahkan aku dengan perempuan tidak normal !" Bentak Samuel menggelegar.
Ceklek...
Pintu kamar terbuka,nampaklah seorang gadis dengan tas punggung dan seragam sekolah tersenyum manis dibalik pintu.
" Nur " Ucap Rafael terkejut.
Senyum Nur perlahan memudar melihat semua orang menatap kearahnya
" **** !" Umpat Samuel membuang muka.
Lutfia langsung memasang wajah tersenyum melihat reaksi bingung Nur.
" Sayang kamu udah pulang " Sambut Lutfia mendekat.
" Kamu kenapa Nak ?" Tanya Lutfia khawatir.
" Apa Nur membuat kesalahan ?" tanya Nur polos.
" No,kamu gak berbuat apapun " Jawab Lutfia kaget.
" Kenapa Kakek Nenek dan Papa melihat Nur begitu ?" Tanya Nur mendongak.
Lutfia menelan ludah dan menatap suami serta anaknya.
" Melihat gimana sayang ?" Tanya Rafael mendekati anak itu.
" Nur seperti punya salah " Jawab Nur.
" Haha tidak Nak,kamu gak salah " Ucap Rafael tertawa geli.
" Permisi " Ucap seseorang dari belakang.
Semuanya menoleh dan mendapati supir memegang sebuah buku lebar.
" Ada apa ?" tanya Rafael.
" Maaf Tuan,buku gambar Nona kecil ketinggalan dimobil " Jawab Supir sopan.
Rafael mengambilnya dan mengucapkan terima kasih.
" Maaf Paman,aku lupa membawanya masuk " Ucap Nur sopan.
" Iya Nona gak papa " Balas Supir tersenyum.
Nur mengambil buku gambarnya dan menunjukkan sesuatu.
" Gambar apa hari ini ?" Tanya Lutfia memecahkan keheningan.
__ADS_1
" Hm aku gambar ini Nek,kata bu guru nanti kalo aku udah pandai aku disuruh les melukis aja " Ucap Nur bangga menunjukkan gambarnya.
Lutfia dan Rafael melihat gambar tersebut dan langsung terdiam.
" Makin cakep kan Kek,Bu guru bilang ini udah bagus " Kata Nur semangat.
Rafael melihat Samuel,pria itu merasa kasihan kepada anaknya..
Disana terlihat sebuah gambar keluarga dengan sepasang suami istri dan 2 anak yg menggambarkan keluarga kecil Winda dan Restu.
" Nanti kalo aku pulang mau aku tunjukin sama Papa,pasti Papa bangga sama aku " Ucap Nur menghayal.
" Hm ya " Jawab Rafael mengusap kepala gadis lugu tersebut..
" Aku brangkat sekarang " Ucap Samuel mengambil kopernya lagi dengan wajah datar.
" Sam " Panggil Lutfia.
" Jangan merecoki hidup ku lagi " Ucap Samuel.
" Maafin Mama Nak,Mama pikir bisa memberikan terbaik untuk kamu tapi Mama malah membuat kamu menderita selama ini " Kata Lutfia sedih.
" Lakukan apapun yg kamu mau,bahagiakan diri kamu Nak,apapun pilihan mu nanti Mama akan menerimanya dengan lapang dada,Mama janji tidak akan mengulang lagi kesalahan yg sama " Ucap Lutfia serius.
Samuel menatap wajah ibunya,lelaki itu sangat menyayangi Lutfia meski wanita itu membuat kisahnya menjadi sangat tragis.
" Pergilah,doa Mama menyertai mu " Ucap Lutfia menahan tangis.
Samuel melirik Rafael,lelaki tua itu mengangguk seolah memberi restu yg sama.
" Maaf Sam belum bisa membahagiakan kalian " Ucap Samuel menunduk sopan.
" Bahagiakan diri kmu sendiri,jika kamu bahagia kami pun akan merasakan hal yg sama " Ucap Lutfia tersenyum.
Samuel mendekat dan memeluk kedua orang tuanya.
Sudah lama sekali mereka tidak saling dekat seperti sekarang,terlalu banyak masalah membuat Samuel lelah akan segalanya.
Setelah selesai,Samuel bersimpuh didepan Nur menatap wajah gadis manis tersebut.
Disana sungguh tercetak wajah cantik Winda yg menggemaskan membuat senyum lelaki itu terukir.
" Maafin Papa Nak,Papa begitu egois ingin kamu dan Ibu mu " Ucap Samuel jujur.
" Ha maskudnya ?" Tanya Nur kaget
" Hehe tapi Papa sekarang janji Papa gak bakal ambil ibu kamu dari Papa mu " Jawab Samuel terkekeh..
Nur semakin bingung dan meminta penjelasan dari Rafael dan Lutfia.
Keduanya hanya tersenyum menenangkan meski Lutfia hampir kehilangan nyawa mendengar kejujuran anaknya.
Setelah acara perpisahan selesai,Samuel berjalan keluar menyeret kopernya.
Nur masih diam di kamar pria itu melihat sekeliling.
" Kasihan Mama Len,Papa Sam pulang tak menganjak dia " Gumam Nur sedih..
Nur tak tau apa yg terjadi,yg gadis itu tau hanya Leni yg ia anggap Ibu kini menghilang tak tau ada dimana.
Saat akan keluar,manik hitamnya melihat sebuah kertas.
Gadis itu mendekat dan membuka kertas tersebut.
" Cerai ?" Gumam Nur pelan.
Gadis itu mencoba membaca kertas yg bisa ia mengerti hingga sepenggal cerita teman sekolahnya menangis karna perpisahan orang tua.
" Ya Tuhan " Gumam Nur melotot.
dengan cepat gadis itu berlari keluar mengejar Samuel.
" Papaaaaaaaaaaaaa " Teriak Nur saat melihat Samuel hendak masuk kemobil.
Semua orang menoleh dan mengernyit melihat Nur dengan wajah basah.
__ADS_1
❤❤❤
hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.