Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
188


__ADS_3

Winda melihat Alexi dengan tatapan kesal,saat genting lelaki itu malah tertawa dengan riang.


" Kamu kenapa ketawa ?" tanya Yuni ngeri melihat putrnya.


" Kak Serkan lucu Bu,kalo aku bisa lihat mungkin bakal ngakak aku " jawab Alexi terkekeh.


" Apanya yang lucu ?" tanya Serkan bingung.


" Kakak kira aku dan Winda lagi ngapain ?" tanya Alexi.


Glek..


Serkan menelan ludah kasar,pria itu merasa tak enak jika harus memberitahu apa yang ada dalam otaknya tadi.


" Apa ?" tanya Yuni menunggu.


" Gak apa2 Bu,aku salah lihat " Jawab Serkan menggaruk kepala.


" Aku cuma bantuin Alexi doang Kak,bukan begituan " Kata Winda mengkrucut.


" Habisnya posisi kamu itu bikin Kakak traveling " Kata Serkan gemas.


Winda menunduk,dirinya masih bingung posisi apa yang dimaksud Serkan.


" Sudah2 jangan bahas itu lagi " Kata Romi menengahi.


Serkan dan Winda mengangguk setuju.


Alexi kembali dibantu menaiki brangkarnya.


Serkan memeriksa keadaan pria itu dengan hati2.


" Sakit Lex ?" tanya Serkan


" Ngilu Kak " Jawab Alexi jujur.


" Ya reaksi obat,kamu jangan banyak gerak dulu ya " Kata Serkan tegas.


" Iya " Jawab Alexi.


Serkan membaringkan lelaki itu dengan hati2 lalu duduk disofa.


Serkan terlihat tak ingin pulang,pria itu mau bergabung bersama orang tuanya menunggu Alexi.


" Win sini " ajak Serkan memanggil Winda yang kembali duduk didepan Alexi.


" kenapa Kak ?" tanya Winda.


Romi tak menghiraukan mereka lagi,pria itu kembali memeluk Byanca yang tak terusik dalam tidur.


" Tiduran disini " Ajak Serkan.


" Jangan,kamu disini aja " Kata Alexi menahan tangan Winda.


Gadis itu terlihat kebingungan,Serkan melambaikan tangan sedangkan Alexi tak memperbolehkan dia pergi.


" Kamu sama aku aja,sini " Ajak Alexi menepuk kasur disebelahnya.


" Jangan Win,mending sama Kakak aja " Bujuk Serkan menepuk sofa.


" Gak boleh Win,Kak Serkan mau nikah mending sama aku aja " Kata Alexi menahan.


Serkan terkekeh,pria itu sengaja ingin menjahili Alexi yang tak mau berpisah dengan sahabatnya.


Manik Winda bolak balik melihat 2 lelaki tampan itu memperebutkan dirinya.


" Aku berasa jadi cewek cakep " Kata Winda terkekeh.


" Hahah kan kamu emang cakep makanya Kakak suruh kamu sini " Kata Serkan tertawa.


" Jangan mau itu modus,mending disini aja aman " Rayu Alexi.


" Hahaha udah aku gak kemana mana,aku disini aja lebih aman " Kata Winda memutuskan.

__ADS_1


" Gak mau sama Kakak atau Alexi ?" tanya Serkan.


" Ogah,ntar aku digrepe2 lagi ihh gak mau " Jawab Winda merinding..


Serkan dan Alexi tertawa renyah,meski Alexi tak melihat raut wajah Winda tapi Alexi tau Winda pasti terliht lucu.


Winda menarik selimut dan menundukkan kepalanya di ranjang Alexi.


" Udah kamu sini biar aku yang disana " Kata Alexi mengusap kepala Winda.


" Ehh yang sakit kan kamu bukan aku " kata Winda kaget.


" Gantian " kata Alexi terkekeh.


" Gak mau ah,ntar diperiksa Dokter gadungan " kata Winda melirik Serkan.


" siapa yang gadungan ?" tanya Serkan merasa tersindir.


Winda menutup mulut dengan tawa kecil.


" Tidur,nanti kalian telat bangun " Tegur Romi dengan mata tertutup.


" Iya Yah " jawab Alexi dan Serkan bersamaan.


" Hihi emang enak " Hujat Winda cekikikan.


Serkan menarik nafas tenang dengan senyum kecilnya.


Pria itu pun mulai berbaring disofa panjang dengan bantal kecil.


Hari ini Serkan sangat lelah,tenaganya banyak terkuras menghadapi Alexi siang tadi,tapi Serkan bersyukur adiknya bisa melewati rintangan dan sekarang bisa tersenyum lagi.


Alexi mengusap kepala Winda dengan sayang,sejak ada gadis itu hari2 Alexi menjadi lebih baik,Winda selalu ada untuknya disaat genting.


" Aku janji Win,nanti kalo aku bisa lihat lagi,gantian aku yang akan jagain kamu " Batin Alexi.


Winda perlahan menutup mata,tak dapat dipungkiri gadis itu juga merasa lelah mengurus Alexi,tapi Winda tak menyerah gadis itu ingin Alexi seperti semula.


Alexi menghela nafas panjang dan mulai berbaring.


Kebesokan paginya,Alexi semakin membaik.


Pria itu bisa diajak bicara dengan santai tanpa hambatan.


" Aku berangkat dulu ya kamu hati2 disini " Ucap Winda berpamitan kepada Alexi.


" Iya,maaf ya Win gak bisa bantu kamu hari ini " Kata Alexi sedih.


" Gak papa Lex,nanti aku pulang bawa uang buat kamu " Goda Winda.


" Haha okeee,yang banyak ya " Jawab Alexi tertawa.


Winda ikut tertawa,gadis itu pun berpamitan pulang untuk membuka konter.


Disebuah ruangan,Serkan baru saja selesai mandi.


Lelaki itu keluar dari wc dan meloncat kaget melihat 2 orang gadis beda usia duduk diruangannya.


" Kenapa kalian ada disini ?" tanya Serkan bingung.


" Waw " Ucap Salma terbelalak melihat tubuh tegap sang calon ipar.


" Waduh " Kata Histi menutup mata adiknya.


" Eh sorry2 " Kata Serkan ngacir kekamar mandi.


" Kakak bukain,itu rejeki aku " Kata Salma menampar tangan Histi.


" Rejeki apaan ! kamu masih dibawah umur !" Pekik Histi kaget.


" Haisssttt Kakak mah gak seru !" Hujat Salma bersedekap dada.


Histi mendengus kesal dan membuka tangannya.

__ADS_1


Salma merajuk dan mendekati kursi Serkan,gadis kecil itu duduk disana sambil berputar2.


" Dasar anak2 " Cibir Histi.


" Emang aku anak2 !" Jawab Salma.


Histi terdiam merasa omongan adiknya benar.


Tak lama Serkan kembali lagi dengan pakaian lengkapnya.


Meski masih urakan tapi aura ketampanan tak hilang dari sana bahkan Histi menganga melihat lelaki itu terlihat makin sexy.


" Kenapa diam ?" tanya Serkan bingung.


" You so hot " Jawab Histi tersipu.


" Hah " Kata Serkan kaget.


Histi terkekeh pelan dan meminta lelaki itu duduk disampingnya.


Histi berjalan mengambil sesuatu di cermin.


" Sini aku sisirin " Kata Histi berdiri dihadapan lelaki itu.


" Aku bisa " Kata Serkan mengambil sisir.


" Gak aku aja " Kata Histi merebut sisir itu lagi.


Serkan mengalah dan mendongak menatap gadis itu.


" Kenapa ? cakep ya ?" tanya Histi pede.


" Hm " Jawab Serkan mengangguk.


Wajah Histi bersemu merah.


" Ehhmmmm " Dehem seseorang membuat pasangan itu menoleh.


" Inget ya masih ada anak dibawah umur ini " Sindir Salsa sambil pura2 menulis.


Serkan dan Histi saling melihat lalu tertawa ngakak.


" Iya iya " Jawab Histi disela tawanya.


Salsa tersenyum dan kembali menulis dibuku Serkan.


Gadis itu ikut Kakaknya karna Salma sedang cekcok dengan Salim dirumah.


" Kamu gak antar dia sekolah ?" tanya Serkan memegang pinggang Histi.


" Antar habis ini " Jawab Histi.


" Semalam kamu nginep ya ?" tanya Histi.


" Iya,aku gak bisa tinggalin Alexi " Jawab Serkan.


" Karna itu juga pesan aku gak dibles ?" Tanya Histi lagi..


" Hehe iya,aku ketiduran " Jawab Serkan cengengesan.


" Kebiasaan deh,kalo udah sibuk pasti aku dilupain " Kata Histi merajuk.


" Ya habisnya gimana,aku kan harus cari uang yang banyak biar bisa beli bedak kamu " Balas Serkan mencubit pipi Histi.


" Bukan cuma bedak aja,kamu harus merawat aku dari ujung kaki sampe kepala " Kata Histi menambahkan.


" Iyaaa nanti aku usahain biar calon istri ku ini selalu cantik mempesona " Jawab Serkan terkekeh geli.


Wajah Histi semakin memerah,gadis itu sudah tak sabar lagi menjadi belahan jiwa lelaki dihadapannya.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2