
Dikamar sepasang suami istri saling berhadapan,Sindi tak mau melihat lelaki itu tapi Malvin memaksa untuk menghadap kearahnya.
" Pandang aku sayang " Ucap Malvin lembut.
" Jangan mengulur waktu !" Kata Sindi kesal.
" Maafkan aku,aku mengakui aku salah aku tidak jujur sama kamu,tapi aku bukan seperti yang kamu tuduhkan,aku bertemu Ratu untuk membicarakan harta bersama yang dulu belum selesai " Ucap Malvin serius.
" Untuk apa kamu bicara harta sama dia ?" Tanya Sindi heran.
" Dia mengubah beberapa aset yang seharusnya menjadi milik ku,dia ingin rumah kita sebagai gantinya tapi aku menolak,aku ingin mempertahankan rumah itu karna disana ada kalian " Jawab Malvin.
" Kenapa kamu tidak bicara apapun soal itu kepada ku ?" Tanya Sindi masih tenang.
" Aku tidak ingin kau banyak pikiran,Winda sudah membuat otak dan hati kita campur aduk,aku tidak mau Doni terlantar juga " Jawab Malvin.
Sindi terdiam sejenak mencoba mengingat hal2 yang mereka lalui.
" Masalah orang tua ku,aku harap kamu gak usah memikirkan mereka..
" Tak usah memikirkan ?" Ulang Sindi terkekeh.
" Kau tau apa yang diucapkan Mama dan Kakak mu kepada aku dan anak2 kita ?" Tanya Sindi tajam.
" Apa yang mereka katakan ?" tanya Malvin tenang.
" Kau tau bagaimana rasanya menjadi aku saat Winda disebut anak haram dan Doni mendapat setengah warisan seperti orang mengemis harta ?" Tanya Sindi mulai menangis.
" Apa !" Pekik Malvin terbelalak.
Sindi terus menangis merasa hatinya begitu sakit saat mengenang ucapan jahat mertua dan iparnya tersebut.
" Kau serius ?" tanya Malvin tak percaya.
" Kau tidak percaya kepada ku ?" Tanya Sindi balik.
Malvin terdiam menatap ìstrinya yang begitu terpukul.
" Aku sebagai seorang ibu tidak terima dengan ucapan keluarga mu,bukan hanya sekali mereka memfitnah ku dengan kejam,jika hanya aku yang menjadi target mereka aku tidak masalah,tapi Winda dan Doni juga terkena imbasnya,apa yang harus aku lakukan selain pergi dari kamu Mas ?" tanya Sindi terus menangis pilu.
Malvin berkaca kaca dengan tangan terkepal,sungguh ia tak menyangka mulut ibu dan Kakaknya seperti pisau beracun yang bisa membunuh siapa saja tanpa memandang bulu.
" Aku mau pisah Mas,aku udah gak sanggup lagi,aku hampir gila memikirkan semua ini " Kata Sindi memohon.
" Aku gak mau " Jawab Malvin menggeleng.
" kau tega kepada ku,kau tega kepada Winda dan Doni,mereka punya masa depan Mas,jika aku tidak bangkit lalu bagaimana dengan mereka " Kata Sindi memelas.
__ADS_1
" Kita akan melakukannya bersama,aku tidak ingin pisah Sindi,cabut tuntutan kamu dan hilangkan semua niat kamu ingin pisah sama aku,aku gak bisa hidup tanpa kalian sayang " Ucap Malvin memegang pipi perempuan itu.
" Aku gak bisa lagi Mas,terlalu sakit buat aku menerima semua ini " Kata Sindi berderai air mata.
" Aku mohon Sindi,tolong aku jangan lakukan ini " kata Malvin begitu takut.
" Aku akan mempertemukan kamu sama Ratu,kita bahas ini bersama,dia memang masih mengharapkan aku untuk bersama,bahkan dia sampai mengirim orang untuk mencelakai Winda tapi cepat aku tau,makanya aku sering keluar kota nemuin dia buat kasih pelajaran !" Kata Malvin serius.
" Apa !" Kata Sindi terbelalak.
" Aku keluar kota bukan hanya study,tapi menemui Ratu aku tau aku salah karna tak memberitahu kamu,aku lakukan semua itu karna aku gak mau kamu banyak pikiran,kamu merasa takut dan terancam,dari dulu aku selalu takut kamu ninggalin aku " Kata Malvin berkaca kaca.
" Tapi kenapa kamu tega mengabadikan foto kebersamaan kalian ?" Tanya Sindi lirih.
" Aku tidak mau Mama semakin membenci kamu,keluarga Mama dan Ratu begitu dekat,mereka tidak terima aku pisah dengan Ratu dan bersama kamu,Ratu terlalu berbahaya buat kamu dan anak2 kita sayang " Jawab Malvin.
" Tolong percaya sama aku Sindi,aku tidak pernah mengkhianati kamu " Lanjut Malvin memegang tangan Sindi.
Wanita itu masih terdiam hingga suara telfon terdengar.
Malvin merogoh saku celananya dan melihat nama dilayar.
Sindi hanya diam memperhatikan gerak gerik Malvin yang mencurigakan.
" Iya halo " Sapa Malvin tenang.
" Bagaimana hasilnya ?" tanya Malvin sambil melirik Sindi yang masih diam.
" Ada beberapa hal yang harus saya jelaskan Pak " Jawab pria tersebut.
" Baiklah,nanti sore saya kesana " Balas Malvin paham..
Tut.
Panggilan terputus,Malvin menghela nafas panjang dan melihat lagi istrinya.
" Siapa ?" tanya Sindi dingin.
" Dokter " Jawab Malvin jujur.
" Kenapa ?"
" Gak papa cuma tes kesehatan " Jawab Malvin berbohong.
Sindi menatap pria itu dengan tatapan menyelisik,Malvin terpaksa berbohong sekarang agar Sindi tak banyak pikiran lagi.
Malvin akan menyelesaikan masalah satu persatu dulu baru masalah anaknya.
__ADS_1
Keduanya kembali mengobrol,Malvin banyak menjelaskan tentang apa saja yang ia lakukan dibelakang Sindi.
Ditempat lain seorang pria banyak melamun menatap kosong bengkel yang terlihat ramai.
Beberapa hari ini pikiran Samuel tak karuan,pria itu terus kepikiran dengan kondisi Winda yang ia tinggal begitu saja.
" Woi kenapa lo bengong mulu " Tegur seorang lelaki memakai pakaian yang sama.
" Gak papa " Jawab Samuel datar.
" Putus sama Naya ?" Tanya pria bernama Boby itu kepo.
" Gak " Jawab Samuel cuek.
" Eh Bob,kalo lo jatuh cinta biasanya gimana ?" Tanya Samuel kepada teman sejoinnya itu.
" Hah ya dari mata ke hati lah " Jawab Boby mengernyit.
" Masa sih ?" tanya Samuel ragu.
" Ya terus dari mana,masa dari kaki ke mata " Balas Boby gemas.
Samuel terdiam dan mencoba berpikir.
" Pertemuan awal gue sama dia hmmm dimana ya ?" Batin Samuel mulai mengingat.
" Ohhhh nasi padang " gumam lelaki itu melotot.
" Kenapa lo,jangan aneh2 deh Sam,ngeri gue " Kata Boby merinding melihat Samuel aneh sendiri.
" Eh gak papa,gue rebahan dulu ya pusing nih " Pamit Samuel melempar percak kotor ke muka Boby.
" Sialan lo !" Umpat Boby kesal.
Samuel berlari memasuki ruko dan masuk kekamar yang sudah disediakan ibunya.
Meski punya orang tua kaya raya tapi Samuel tetap bekerja mencari uang sendiri untuk kebutuhannya,pria itu dididik Rafael agar tak manja dan berkat didikan yang cukup keras,pria itu pun kini tak berpangku tangan lagi.
Samuel berbaring dikasur tipis dengan dinding penuh hasil karya kedua adiknya yang bermain beberapa hari lalu.
Disana juga terpampang foto selfi kedua bocah itu dengan gaya alay dan beberapa tulisan menggelikan saat membacanya.
" Kenapa aku selalu memikirkan Winda,bagaimana kabar gadis itu sekarang ? apa dia sudah mati atau sekarat ?" Gumam Samuel penasaran.
" Akhhhh ada apa dengan otak kuuuu ?" Pekik Samuel menjal2.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.