Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Lima Satu "TSJC"


__ADS_3

Next..


Citra bangun lebih awal dan membereskan semua barang-barangnya dan Riko. Setelah semuanya selesai Citra bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sementara Riko masih tertidur.


Beberapa menit kemudian Citra keluar dari kamar mandi dan melihat Riko masih tertidur, dia kemudian membangunkan Riko. Setelah Riko bangun dia kemudian beranjak untuk membuat sarapan sebelum mereka berangkat ke Bandara karna hari ini mereka akan kembali ke Jakarta.


Riko yang sudah bangun dan masih berbaring di tempat tidur hanya menatap Citra dengan perasaan sedih, dia kemudian bangkit dan masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi.


Citra sudah selesai menyiapkan sarapan, meskipun hanya roti tapi itu cukup untuk mengganjal perut mereka.


Citra meneriaki Riko untuk sarapan, tapi masih belum ada tanda-tanda kedatangan Riko, Citra kemudian menghampiri kamar dan melihat Riko sedang duduk dipinggir ranjang dengan penuh rasa bersalah di wajahnya.


Citra mendekati Riko perlahan, kemudian duduk di pangkuan Riko sambil merangkul leher Riko, Riko melihat Citra tersenyum kepadanya, lalu Riko memeluk erat pinggang Citra dan membenamkan wajahnya di dada Citra.


"Maafkan aku." ucap Riko lirih.


Citra mengangkat wajah Riko dan tersenyum lalu mengecup bibir Riko.


Cup..


"Tidak ppa, itu bukan hal yang harus disesali, lagian teori dan praktek itu berbeda, bahkan teorinya pun jarang kita tahu, guru aku waktu SMA saja malu menjelaskan hal itu saat di kelas pada saat pelajaran psikologi, jadi wajarlah kalau kita tidak tahu bagaimana melakukannya untuk pertama kalinya." ucap Citra tanpa rasa bersalah dan membuat Riko tersinggung dengan perkataannya.


**Apa yang ada dipikiran readers dengan perkataan Citra? (wkwkwkw).


Ternyata semalam mereka gagal melakukan hal itu 😂**.


Back To Last Night


Riko menatap mata Citra tajam seolah-olah meyakinkan sesuatu, Citra juga menatap Riko tajam seolah-olah mengerti maksud Riko, Citra pun mengangguk mengiyakan maksud Riko. Riko pun tersenyum melihat respon Citra.


"Aku mencintaimu." ucap Riko lirih.


"Aku juga mencintai kak Riko." balas Citra.

__ADS_1


mendengar itu Riko pun mendekat lalu mencium kening Citra, kemudian telinga Citra hingga akhirnya mendarat di bibir Citra.


Beberapa menit kemudian pakaian mereka berserakan di lantai.


tapi, gagal karna Riko tidak memiliki pengalaman tentang berhubungan intim.


(begitulah kejadiannya readers, dan ternyata Riko sangat polos wkwkwk).


Next..


Mereka sudah berada di dalam pesawat, Citra sudah tertidur di samping Riko, sementara Riko masih fokus menonton di ponselnya sambil menggunakan headset, ternyata dia sedang mencari tau tentang alat reproduksi wanita. wkwkwk.


Riko sangat fokus menonton sampai dia tidak sadar Citra tertidur dan kepalanya terjatuh di pundak Riko, Riko kemudian terkejut dan melirik Citra yang sedang tertidur pulas, Riko pun memperbaiki posisi kepala Citra di pundaknya lalu mengelus pipi Citra dengan lembut. Kemudian dia pun menyimpan ponselnya lalu tertidur dengane menyandarkan kepalanya di kepala Citra.


Beberapa jam kemudian pesawat pun mendarat. Citra dan Riko berjalan keluar bandara dan sudah di jemput oleh Romi.


Romi menunggu mereka berdua di pintu keluar bandara, Romi terus memperhatikan mereka berdua, Citra berjalan di samping Riko, Romi juga memperhatikan langkah Citra, karna jiwa mesum Romi seketika muncul, Romi sedang meneliti apakah Riko sudah melakukan hal itu ke Citra atau belum. Tapi Romi melihat langkah kaki Citra normal.


Riko yang sudah berada di samping Romi terkejut dengan desahan Romi.


"Kenapa Lo?" ketus Riko, Romi hanya menggeleng.


Citra tersenyum menatap Romi, Romi pun membalasnya, Riko memperhatikan mereka berdua kemudian menyikut Romi untuk berhenti tersenyum kepada Citra.


Riko langsung menyuruh Citra masuk ke dalam mobil.


"Dia istri gue." ketus Riko mempringatkan.


"Gue tau Rik, gue cuma coba ramah sama dia." ucap Romi.


"Ngga ada ramah-ramahan, masukkan koper ke bagasi." ketus Riko lagi lalu masuk ke mobil.


Romi dengan kesal memasukkan koper Riko dan Citra ke bagasi mobil.

__ADS_1


"Tuh anak sensi banget sih, nyebelin." gerutu Romi kesal lalu masuk ke dalam mobil dan melajukannya.


Di dalam mobil Romi memperhatikan Riko dan Citra di kaca, Citra sudah kembali tertidur di pundak Riko sementara Riko masih menonton video tadi.


"Apa Riko belum melakukannya,, tapi kalau di lihat-lihat sepertinya sudah, tapi kok gue ngerasa aneh yah." batin Romi kepo.


"Ngga usah ngomong sama arwah, fokus nyetir, gue belum mau mati." ketus Riko tanpa menatap Romi.


"Tau aja tuh es batu, kalau gue lagi perhatiin dia." gerutu Romi.


Setelah berkendara beberapa menit, Romi melajukan mobilnya masuk ke pekarangan rumah Riko. Riko dan Citra pun turun.


Romi membawa koper Riko dan Citra masuk sampai ruang tamu.


"Kamu istirahat yah, aku mau ke kantor dulu." ucap Riko lembut sambil mengelus kepala Citra, Citra yang memang masih sangat lelah dan ngantuk hanya mengangguk pasrah. Riko kemudian tersenyum melihat Citra.


Romi memperhatikan mereka berdua heran.


"Sejak kapan nih es balok jadi hangat gini.. batin Romi heran dengan tingkah Riko, kemudian Riko mengecup kening Citra dan membuat Romi semakin heran.


"Ya ampun bahkan sekarang dia bisa melakukan hal itu, sekarang dia menjadi pangeran romantis bukan pangeran es beku, gue seperti sedang nonton layar lebar dengan judul melelehnya es di kutub Riko.


Gerutu batin Romi lalu tertawa kecil dengan perkataannya dalam hati yang sedang memaki bosnya sekaligus sahabatnya.


"Woyy, lo ngapain bengong." teriak Riko di telinga Romi dan membuat Romi terkejut.


"Ternyata gue salah, dia sama sekali ngga berubah." gerutunya kesal sambil mengelus telinganya lalu masuk ke mobil, dan melajukannya menuju kantor Riko.


*****


Ok Readers Saranghae, tetap ikutin novelku yahh, loopp yuu.


Jan Lupa Like+Coment+Vote 🙂

__ADS_1


__ADS_2