Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
214


__ADS_3

" Kenapa kamu bisa ada disini ?" Tanya Serkan bingung.


" Aku kangen dokter " Jawab Husti mendongak.


" ini udah tengah malam ? apa kamu tidak dicari orang tua mu ?" tanya Serkan ngeri.


Histi menggeleng.


" aku tidak perduli " jawab Histi.


" Maksud mu ?" tanya Serkan syok.


" Aku kabur dari rumah,terserah Dokter atau siapapun ingin menghujat aku,aku sudah tak tahan lagi menanggung semuanya " kata Histi cepat.


" Bicara apa kamu ini ?" tanya Serkan heran.


" Dok,aku rindu sama Dokter,aku seperti orang gila dirumah uring2an tak jelas,aku ingin menemui Dokter bicara 4 mata seperti ini dan menghabiskan waktu bersama " jelas Histi.


Serkan terdiam mendengar penuturan gadis itu.


" Kau akan bertunangan 3 hari lagi " Ucap Serkan lesu.


" Ya,aku hampir gila karna itu " Jawab Histi.


" Ayo saya antar pulang,ini sangat berbahaya " Kata Serkan memegang tangan gadis itu.


" Ngak,aku gak mau pulang,aku mau sama Dokter " Tolak Histi menarik tangannya.


" Apa kau sudah gila,kau tau aku siapa !" Ucap Serkan meninggikan suaranya.


" Ya aku tau Dokter siapa,Dokter anaknya paman Romi " Jawab Histi sedikit berteriak.


" Ya,kau mengetahuinya dan kau tau asal usul ku lahir kedunia ini ?" tanya Serkan menatap gadis itu dalam.


" Maksud dokter ?" tanya Histi bingung.


" Lupakan saya Histi " Jawab Serkan tenang.


" Aku tidak bisa !" Teriak Histi.


" Kau harus bisa !" Bentak Serkan emosi.


Histi langsung terdiam mundur mendengar suara keras pria itu.


" Menikahlah dengan pria itu,saya lihat dia orang yang baik,lembut,dan juga bertanggung jawab " Kata Serkan melemah.


Histi menggeleng dan memegang tangan pria itu.


" aku suka sama Dokter,aku cinta sama Dokter aku tau ini terdengar gila,tapi aku bersungguh2 Dok,aku sudah hilang perasaan dengan Bryan,dia tidak ada lagi dihati aku " kata Histi berkaca kaca.


" Kau gadis tak tau malu " Hujat Serkan.


" Ya aku tau,aku tak tahu malu,aku mengihakan diri ku sendiri demi seorang pria,tapi aku tidak perduli itu Dok,hati ku sakit melihat Dokter dengan orang lain,aku tidak terima Dok " Ucap Histi mulai menangis.


" Apa yang harus aku perbuat ? kau membohongi ku dengan identitas dirimu " Kata Serkan kesal.


" Ya aku melakukan itu karna aku tidak mau di manfaatkan orang lain " Kata Histi melemah.


" Jika aku tidak melakukan itu aku tidak tau mana teman yang beneran tulus sama aku Dok huhuhu " kata Histi terus menangis.


Serkan menghela nafas panjang mencoba sabar dengan sikap gadis didepannya.


" Lalu kau mau apa ?" Tanya Serkan lagi.

__ADS_1


" Ayo menikah " Jawab Histi mendongak.


" Apa !" Pekik Serkan kaget.


" Aku tidak butuh acara tunangan yang mewah2,aku hanya ingin bersama Dokter meski sederhana " Ucap Histi serius.


" Kau gila apa !" Kata Serkan tak percaya.


" Apa salahnya kita menikah Dok,aku tidak mau hidup dengan seorang yang aku tidak cintai,itu akan membebankan diri ku selamanya " kata Histi nanar.


" Kau akan mencintainya sejalan dengan waktu " Jawab Serkan


" Tidak,sesuatu yang tidak dilandaskan dengan hati akan menjadi penyakit selamanya,aku tidak ingin berpura2,aku ingin bahagia dok " Kata Histi sedih.


" Pikirkan orang tua mu,keluarga besar mu " Kata Serkan mencoba tenang.


" Mereka akan menerima keputusan ku jika mereka ingin melihat aku bahagia " Ucap Histi serius.


Serkan menyugar rambutnya kasar,gadis itu benar2 membuat kantuknya hilang seketika.


" Dokter sayang sama aku kan ?" tanya Histi melihat wajah Serkan.


Serkan berjalan menjauh duduk disofa seraya mengusap wajahnya.


" Dok,pleasee jawab aku " Pinta Histi memelas.


" Saya tidak tau " Jawab Serkan dingin.


" Dokter berbohong,Dokter selalu menyimpan perasaan,kenapa harus membohongi diri sendiri Dok " kata Histi marah.


" ini tidak baik untuk kita Histi,meski pun saya mencintai kamu,tapi saya tidak mungkin menyakiti perasaan orang tua kamu " kata Serkan pelan.


" Kenapa ? karna Ayah Dokter bekerja untuk Papa dan Kakek ?" Tanya Histi.


" Ya,Ayah begitu mencintai pekerjaannya,saya tidak mau Ayah saya terluka dengan keegoisan saya " jawab Serkan.


" Pernikahan melibatkan 2 keluarga bukan hanya kita saja " Kata Serkan sabar.


" Ya aku tau,tapi kita sebagai anak juga berhak bahagia Dok !" kata Histi kesal.


" Kau tidak tau apa2 Histi,ada hati yang harus saya jaga " Ucap Serkan berlalu pergi.


Histi mengumpat kesal melihat keras kepala lelaki itu,memang Histi tak tau apapun tentang Serkan,tapi ia merasa itu masih bisa di bicarakan baik2.


Keduanya saling diam,Serkan masuk kekamarnya dan Histi menunggu disofa.


Kedua anak pertama itu sama2 keras,Serkan berpikir kedepan,pria itu tak mau mementingkan egonya saja.


" Jika aku menikah dengan Histi,lalu apa yang harus aku bilang ke ayah,dan bagaimana perasaan ibu kepada ku saat tau anak yang ia rawat sedari kecil jatuh tak jauh dari pohonnya.


biarlah aku menahan semuanya Histi,meskipun aku anak haram tapi aku menyayangi Mama ku "


Gumam Serkan menitikkan air mata harus mematahkan hatinya sepatah patahnya demi nama baik Mamanya yang memang sudah rusak.


Selain memikirkan Camelia,Serkan juga memikirkan nasib ayahnya,keluarga besar Reno sudah banyak berjasa,dan mereka juga tau asal usul Serkan.


Lelaki itu tak mau ayahnya menanggung malu yang lebih besar lagi.


Kebesokan paginya,Serkan keluar kamar dan terkejut melihat Histi masih berada dirumah tapi tidak sendirian.


Gadis itu ditemani seorang pria dewasa yang mengenakan pakai casual.


" Serkan " Panggil Bara melihat Serkan baru keluar.

__ADS_1


Jantung Serkan langsung berdetak sangat kencang.


" Gawat " Batin Serkan khawatir


Bara menatap lelaki itu tajam,Histi tertunduk didepan Papanya.


Serkan mendekat dan berdiri didepan Bara.


" Kenapa anak saya bisa ada disini ?" Tanya Bara tenang.


" Saya gak tau Om,semalam dia tiba2 datang " Jawab Serkan jujur.


" Apa kalian sebelumnya sudah janji ?" Tanya Bara lagi.


Serkan menggeleng pelan.


Histi masih menunduk takut dihadapan Papanya apalagi Bara memasang wajah super tenang menghanyutkan.


" Histi " Panggil Bara kepada sang putri.


" Ini salah aku Pa " Jawab Histi mendongak.


" Kenapa kamu melakukannya ?" tanya Bara.


" Aku merindukan Dokter Serkan " Jawab Histi jujur.


Deg...


Serkan terbelalak dengan jawaban jujur gadis itu.


" Apa maksud mu ?" tanya Bara ikut terkejut.


Histi menatap lelaki itu dan memegang tangan Bara.


" Histi mencintai Dokter Serkan Pa,Histi gak mau tunangan sama Bryan " Ucap Histi tenang.


" Apa !" Kata Bara melotot.


" Aku tau ini salah Pa,aku tau aku sangat egois,jika Papa mau memukulku silahkan,aku akan menerimanya tapi jangan paksa aku untuk meninggalkan Dokter Serkan Pa,hati ku sakit " Kata Histi berkaca kaca.


Bara terdiam,lelaki itu bangkit mendekati Serkan yang sangat terkejut.


Bughhhh....


Tanpa babibu,lelaki itu langsung menghajar Serkan hingga membuat Serkan tertoleh kesamping.


" Dokter !" Teriak Histi terbelakak.


" Kamu apakan anak saya hah !" Bentak Bara menarik kerah baju Serkan.


Serkan diam tak menjawab.


Bugh....


Bara kembali menghajar Serkan membuat lelaki itu terjatuh ke lantai.


" Papa !!! " Teriak Histi histeris saat Bara menodongkan pistol mahalnya kepada lelaki itu.


Serkan masih diam seolah pasrah jika ia harus mati sekarang karna menjelaskan pun akan percuma karna Bara sedang diambang batasnya.


" Papa jangan Pa hiks hiks " Kata Histi langsung bersimpuh di kaki Bara.


Nafas Bara tercekat,lelaki itu terlihat sangat emosi.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2