Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
544


__ADS_3

Disebuah taman seorang gadis bermain sendirian dengan beberapa mainan masak2nya,hari ini Winda menganjak sang putri untuk jalan2 lantaran Nur merasa bosan dirumah seharian.


Job gadis itu mulai sepi,menurut Risa cucunya tak boleh banyak bekerja mengingat Nur masih usia dini dan gampang capek walaupun pekerjaannya tak sulit.


" Ma " Panggil Nur menegur.


" Iya sayang ada apa ?" Tanya Winda menoleh.


" Hm Nul mau punya adik Ma " Jawab Nur polos.


" Hah !" Pekik Winda kaget.


" Nul bosan main cendilian " Ucap Nur mengkrucut.


Glek.....


Winda menelan ludah kasar,untuk pertama kalinya bocah itu meminta adik setelah beberapa tahun terakhir.


" Nur mau adik ?" Tanya Winda terkekeh.


" Iya Ma,tuh liat meleka enak banget main lali2an ada temennya " Jawab Nur menunjuk salah satu kakak beradik yg berlari dengan ceria mengejar layangan.


" Hehe nanti bilang sama Papa ya " Balas Winda dengan wajah malu.


" Emangnya Papa bisa kasih Nul adik ?" Tanya Nur polos.


" Ya bisa dong sayang " Jawab Winda ingin tertawa.


" Kamu aja hadir karna Papa mu Nak " Batin Winda mengingat.


" Hm ya udah nnti kalo Papa pulang Nul bakal tagih" Ucap Nur semangat.


" Huh Nur bisa aja deh,bakal siapin tenaga extra nih kalo Mas Restu ngabulin permintaan anaknya " Gumam Winda merinding.


Nur kembali sibuk bermain meski sesekali maniknya melihat kearah bocah lain yg mempunyai teman.


Kadang Winda juga merasa kasihan,tapi wanita itu juga tak bisa berbuat banyak mereka tak terlalu berharap adanya anggota baru,tapi dengan permintaan sang putri sepertinya Winda harus membuat jadwal baru meski tau waktu suaminya terbatas.


Disebelah lain,sebuah mobil berhenti diparkiran.


2 bocah dengan tas ransel masing2 keluar dengan wajah ceria.


" Ayo hati2 " Ucap sang Kakek menunggu didepan pintu.


" Waahh lamenya " Ucap Sutar melihat sekeliling.


" Wahhh ada gulali " Ucap Suci berbinar melihat kembang gula yg dijual disana.


" Ingat kata Mama kamu " Sindir Romi gemas.


Suci menoleh dan langsung memasang wajah melas.


" Gak mau ah,nanti Kakek yg dimarahin " kata Romi mendengus.


" Pleaseeee " Rengek Suci menyatukan kedua tangannya.


" Gak boleh !" Kata Romi melotot.


Suci melihat Sutar,bocah itu hanya diam melihat saudaranya yg seolah meminta bantuan.


" Hehe aku udah gosok gigi jadi dak boleh makan gula nanti gigi aku banyak ulat " Kata Sutar serius.


" Itu cuma mitos doang,mana ada gigi ada ulatnya " Cibir Suci malas.

__ADS_1


" Benelan,aku lihat ulatnya di hape Papa " Jawab Sutar.


" Emang ada ya Kek ?" tanya Suci melihat Romi.


Lelaki itu mengangguk cepat meski ia juga tak tau dengan kebenarannya.


" Udah lah,dali pada beli gituan mending beli cocis aja bial kenyang,iya gak Kek " Kata Sutar tersenyum.


" Hah " Kata Romi kaget.


" Hahah iya sayang,bener banget lagian bekal kalian kan ada disiapin Mama " kata Romi tertawa.


" Ck bilang aja Kakek dak mau beliin " Hujat Suci bersedekap dada.


Romi menggaruk kepala,kedua cucunya memang aktif dalam berbicara bahkan kadang sampai membuat mereka geleng2.


" Huh kalian kesini mau main apa mau jajan sih ?" tanya Romi mulai tegas.


" Kedua2nya lah Kek " Jawab Sutar dan Suci bersamaan.


" Haisttttt ya udah lah hayooo keburu malam " Kata Romi pasrah.


Kedua bocah itu mengangguk serempak dan bertos ria.


" Huh baru dua udah gini,apalagi nambah nanti bisa botak aku diporotin mulu " Gumam Romi tak bisa membayangkan.


Meski sering dipalak cucunya tapi Romi merasa bahagia lantaran ia sudah lama tak menjajani anak kecil dan Romi juga tak bisa menolak permintaan sang cucu.


" Kita duduk dimana Sutal ?" tanya Suci mencari lapang kosong.


" Kamu kesini mau main apa mau duduk ?" tanya Sutar balik.


" Lah emang main gak bisa duduk ?" tanya Suci balik.


" Kok gitu,kalo aku main masak2 masa halus beldili ?" Tanya Suci kesal.


" Kenapa mau main masak2 ? disini kan banyak pelmainan lain emangnya kamu dak bosan apa ?" tanya Sutar menggeleng pelan.


Suci terdiam,dalam tas bocah itu ia hanya membawa peralatan masak saja karna ia pikir akan senang bermain di tengah keramain.


Romi yg berjalan duluan menoleh kesamping dan melotot tak mendapati kedua cucunya.


" Lah mereka mana ?" Gumam Romi kelabakan.


Lelaki itu rasa tadi keduanya berjalan beriringan,tapi karna Romi fokus mencari tempat kosong hingga tanpa sadar kedua cucunya menghilang.


Romi berbalik badan dan kembali melotot melihat kedua bocah itu tertinggal jauh.


" Mereka kenapa lagi ?" Gumam Romi menatap Suci dan Sutar berdebat.


" Hadeeehhh ribet banget punya 2 cucu doang " Gumam Romi sakit kepala.


Lelaki dengan rambut semir kecoklatan menutupi uban itu pun berjalan cepat mendekati mereka.


" Kenapa macet disini ?" tanya Romi gemas.


" Aku dak mau main Kek " jawab Suci mendengus.


" Kenapa ?" tanya Romi terkejut.


" Aku cuma bawa mainan masak2an doang " Jawab Suci ingin menangis.


" Terus masalahnya apa ?" tanya Romi tak mengerti.

__ADS_1


" Sutal bilang masa pelgi ketaman cuma buat masak doang " Ucap Suci mengulang perkataan Sutar.


Romi melihat anak Serkan tersebut dengan wajah menyelisik.


" Aku cuma bilang emang Uci gak bosen main masak2 telus,kan dilumah juga gitu " Kata Sutar merasa tak bersalah.


" Astagaaaaaa " Kata Romi menyugar rambutnya.


Perihal ucapan Sutar pun menjadi masalah besar untuk gadis kecil itu.


" Dah ah mending pulang aja,Uci badmood " Ucap Suci masih dengan suara ketusnya.


" Ya jangan dong,masa pulang sih kan belum dimulai " Sahut Sutar tak setuju.


" Ck masa aku cuma liat kamu main doang akunya enggak !" Kata Suci dengan suara bergetar menahan tangis.


" Mainan disini kan banyak " Bujuk Romi lembut.


" Aku dak bisa Kakek,yg aku bisa cuma masak doang " Kata Suci menekan kata2nya.


Romi mulai pusing,drama 2 cucunya tak kian selesai,Suci sama juga dengan gadis lainnya mudah merajuk dan begitu sensitif.


" Ck lebai " Cibir Sutar kesal..


" Sutaaaaalllll " Teriak Suci emosi.


" Dah ah kalo Uci gak mau main ya udah pulang sana,aku dan Kakek mau main disini " Kata Sutar menarik tangan Romi.


" Ehhhh " Pekik Romi kaget.


Suci makin mengkrucut,manik gadis itu sudah berkaca2 tanda akan turun hujan lebat.


" Jangan gitu dong Sutar,kamu gak boleh ninggalin Suci " Kata Romi menasehati cucunya.


" Kan Ucinya dak mau Kek,kenapa halus dipaksa kata Papa cesuatu yg dipaksakan itu ndak baik " Nasehat Sutar mengingat petuah bapaknya.


Romi mulai setres,tapi lelaki itu juga ingin ngakak melihat Sutar yg begitu pintar mengalihkan.


Romi melihat sekeliling dan terdiam saat maniknya melihat seorang pria yg berjalan santai seraya membawa beberapa bungkusan pop ice ditangan.


" Wahhh kebetulan nih " Gumam Romi berbinar.


" Ayo ikut Kakek " Ucap Romi tanpa basa basi menyeret kedua cucunya yg berlawanan arah tersebut mengikuti langkahnya.


Sesampainya dilokasi,senyum Romi makin lebar,disana juga ia melihat seseorang yg begitu ia kenal sedang bermain masak2 bersama gadis kecil sambil berbaring dikarpet.


" Toba ini Kek,Cula macak ikan goleng " Ucap gadis itu memberikan ikan mainan kepada sang kakek yg sudah mengantuk.


" Hoaauppp emmm enak banget " Balas sang Kakek memasang wajah ceria meski terus dipaksa bermain.


Gadis kecil bernama Sakura itu tertawa girang dan kembali kedapurnya.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa vote,like,coment ya


Sebelum baca novel ini,Baca juga yuk Novel author yg lainnya.


* Senyuman anak yang terbuang *


* Cahaya untuk suami ku *


Bantu suport ya biar author bisa terus lanjutin ceritaa

__ADS_1


__ADS_2