Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
570


__ADS_3

Kedua lelaki saling berhadapan,Samuel melihat Restu dengan tatapan yg sulit dimengerti.


" Ada apa Pak ?" Tanya Restu sopan.


Samuel masih diam memperhatikan lelaki itu dari ujung kepala hingga kaki.


Tak ada yg menarik,Restu jauh kalah secara penampilan dan wajah dari Samuel,hingga lelaki itu heran kenapa mantan istrinya bisa begitu menyukai Restu yg terkesan orang biasa.


" Pak " Tegur Restu lagi.


" Ah iya " Jawab Samuel tersentak.


" Apa ada masalah ?" tanya Restu.


" Laporan mu sudah selesai ?" tanya Samuel tenang.


" Hm sebagian sudah dan belum " Jawab Restu jujur.


" Kenapa belum ?"


" Akan saya selesaikan dalam waktu dekat " Jawab Restu.


" Okey,saya dengar kamu mau ambil cuti 1 bulan kedpan "


" Ya Pak,istri saya akan melahirkan " Jawab Restu serius.


Samuel diam melihat wajah Restu yg berharap.


" Melahirkan ?" Ulang Samuel.


" Iya,anak kedua kami " Jawab Restu tegas.


Samuel memasang wajah datar,pria itu mangut2 mengerti.


" Ya boleh saja " Balas Samuel.


" Benarkah ?" tanya Restu terbelalak.


" Kau berharap apa ?" Tanya Samuel mengernyit.


" Saya pikir Bapak akan menolaknya karn...


" Kau pikir saya dendam dengan mu ?" tanya Samuel tersenyum miring.


Restu terdiam sungguh ia tak menyangka dengan sikap Samuel saat ini.


" Saya tadi bertemu istri mu di Mall,dia menjauhi saya " Kata Samuel jujur.


" Benarkah ?" Tanya Restu kaget.


" Iya,meski saya ini mantan suami Winda tapi saya tidak punya rasa lagi sama dia,dan kau tidak usah khawatir saya akan merebut lagi wanita itu " Jawab Samuel tegas.


" Maaf Pak " Ucap Restu menunduk.


" Tidak masalah,saya harap setelah saya bicarakan ini tidak ada lagi kesalahpahaman antara kita dan kau jangan bawa masalah pribadi masuk kekantor begitupun saya " Balas Samuel..


" Siap Pak,maafkan saya telah berburuk sangka kepada anda " Kata Restu tak enak.


Samuel mengangguk,keduanya diam sejenak menenangkan pikir masing2.


" Ya sudah,jika pekerjaan mu selesai pulang lah " Titah Samuel.


" Sekali lagi maaf dan terima kasih " Kata Restu tulus.


Samuel mengangguk,Restu pun berpamitan pergi.


Setelah pintu tertutup lagi Samuel menyugar rambutnya kasar.


Ia ingin lepas dari segalanya,kepala lelaki itu sudah sakit memikirkan masalah yg tak kunjung selesai dari dulu..


" Aku harus ikhlas,mungkin Winda memang bukan untukku " Gumam Samuel menghela nafas panjang.


Samuel rasa dirinya tak bisa terus terusan memendam rasa kepada istri orang,apalagi dengan jelas Samuel melihat Winda hampir melahirkan yg artinya wanita itu memang sudah melupakan dirinya jauh hari.


Meski sangat sakit tapi apa boleh buat,Samuel hanya bisa menerima apa yg sudah ditetapkan untuk dirinya saat ini.

__ADS_1


Lelaki itu kembali bekerja,tak ada bunyi hape yg berdering maupun pesan singkat yg menguatkan dirinya.


Semua Samuel lalui seorang diri,bahkan istrinya sendiri pun terkesan tak perduli kepadanya.


Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 1 malam,lelaki malang itu tertidur dikursinya sendiri karna kelelahan.


Ceklek...


Pintu ruangan terbuka,masuklah seorang wanita dengan jaket tebal.


" Sam " Ucap wanita itu terkejut.


Ia mendekat dan mengusap kepala Samuel.


" Mama " Ucap Samuel kaget.


" Kenapa kau tidur disini ?" Tanya Lutfia berkaca kaca.


" Hmmmmpppp " Lenguh Samuel merentangkan tubuhnya.


" Kenapa tidak pulang ?" Tanya Lutfia lembut.


" Aku lembur Ma " Jawab Samuel mengusap matanya.


" Ini sudah larut sayang " Kata Lutfia hampir menangis.


Samuel tersenyum dan duduk dengan tenang melihat ibunya.


" Tadi Leni nelfon Mama,dia bilang kamu gak pulang " Ucap Lutfia khawatir.


" Dia perduli dengan ku ?" Gumam Samuel tersenyum miring.


" Apa kau ada masalah dengannya ?" Tanya Lutfia mengernyit.


" Hm sedikit " Jawab Samuel jujur.


" Apa itu ?" Tanya Lutfia terkejut.


" Tidak apa2 " balas Samuel berdiri.


" Ayo pulang "


" Aku lelah Ma,aku akan pulang ke apartemen " Balas Samuel.


" Kau kecewa sama Mama ?" tanya Lutfia.


Deg...


Samuel tersentak dan berbalik badan.


" Kecewa ?" Ulang Samuel.


Lutfia mengangguk kecil.


" Hubungan kita sudah tak baik saat kau dan Winda menikah " Kata Lutfia lesu.


Samuel tersenyum miring mendengar nama itu lagi.


" Ya itu benar,aku sebenarnya sangat kecewa dengan kalian semua " Balas Samuel jujur.


" Mama ingin yg terbaik untuk kamu Nak " Kata Lutfia mulai menangis.


" Tapi tidak untukku Ma,hati dan pikiran ku sangat sakit memikirkan segalanya,aku ingin mengakhiri ini " Kata Samuel lesu.


" Lupakan wanita itu Nak dan hiduplah rukun dengan Leni " Pinta Lutfia


" Mama tau bagaimana Leni ?" Tanya Samuel balik.


" Ya,dia anak yg baik dan sopan,Mama dan Mertua mu berteman baik " Jawab Lutfia.


" Ya dia memang baik dan sopan,apa Mama tau yg lainnya ?" Tanya Samuel.


" Lainnya apa ?" Tanya Lutfia mengernyit.


Samuel diam,lelaki itu menatap wajah ibunya yg terlihat tak tau apapun.

__ADS_1


" Huh sudahlah,ayo pulang " Ajak Samuel malas.


" Sam ada apa ?" Tanya Lutfia mendesak


" Apa Leni punya lelaki lain ? apa dia menduai mu ?" Tanya Lutfia serius.


" Hahahahahahahaa " Samuel tertawa ngakak dengan pertanyaan ibunya.


" Hei kenapa kau tertawa ?" Tanya Lutfia bingung.


" Ahhh sudahlah Ma,aku tidak ingin membahas apapun " Jawab Samuel menggeleng pelan.


" Kau sangat aneh Sam,apa kau tidak tertarik lagi dengan perempuan ?" Tanya Lutfia kesal.


" Hah itu gila Ma,aku masih tertarik dengan wanita " Jawab Samuel kesal.


" Lalu kenapa istri mu tak kunjung hamil ? apa ada masalah dengan produksi kalian berdua ? apa perlu kita berobat ?" Cecar Lutfia.


" Astaga ini semakin melantur,aku akan pulang sekaranģ " Kata Samuel memilih pergi.


" Sammmmmm " Pekik Lutfia kelabakan.


Lelaki itu terus berjalan tanpa menjawab lagi omongan ibunya yg terus mendesak.


" Menantunya yg tidak beres kenapa aku yg disalahkan ?" Batin Samuel kesal.


Sesampainya dirumah,Leni menunggu lelaki itu di sofa.


Samuel masuk dengan tenang tanpa suara.


" Sam " Panggil Leni serak.


Samuel menoleh dan glekkkkk....


Lelaki itu menelan ludah kasar melihat penampilan Leni yg begitu terbuka.


" Kau sudah kehabisan baju dilemari ?" Tanya Samuel kesal.


" Hah ?" Jawab Leni bingung.


" Ck,ganti pakaian mu sekarang !" Kata Samuel tegas.


" Kau kenapa Sam ?" Tanya Leni mendekat.


Samuel masuk kamar dengan cepat,kepalanya kembali sakit melihat Leni memakai baju haram tanpa dosa.


Leni mengintili lelaki itu dan menutup pintu kamar.


" Kau tidak mandi ?" Tanya Leni kaget melihat Samuel menjatuhkan diri keranjang.


Samuel tak menjawab.


" Sam,kau ada apa sih ?" Tanya Leni kesal.


" Diamlah suara mu berisik " Jawab Samuel menutup wajahnya dengan bantal.


Leni seketika terdiam,beberapa saat kemudian Leni mendekat dan mengambil posisi berbaring ditempatnya.


Manik lelaki itu terpejam,terlihat sekali Samuel begitu lelah.


" Aku menelfon Mama mu tadi " Ucap Leni pelan.


" Hm " Jawab Samuel cuek.


" Kenapa tidak pulang ?" tanya Leni mengusap rambut Samuel dengan lembut.


Lelaki itu sontak membuka mata terkejut mendapat sentuhan tiba2.


Keduanya saling melihat,Leni tersenyum kecil dan menurunkan tangannya kewajah lelaki tersebut.


" Aku khawatir Sam " Ucap Leni menggigit bibirnya.


Samuel masih diam,Leni mendekat dan Cup...


Wanita itu dengan berani mengecup bibir Samuel.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2