Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
530


__ADS_3

Semua siswa berkumpul dilapangan memberikan ucapan sambutan kepada tim lawan sekolah.


" Mereka tinggi2 ya " Ucap seorang gadis disamping Byanca.


" Iya,aku dengar mereka dari kampung loh,hebat banget kan bisa nyasar kesini " Sahut temannya yg lain.


" Iya,pasti mereka udah mendapatkan gelar nasional nih,secara kan sekolah kita elit " Balas teman gadis itu.


Byanca diam mendengarkan bisik2 para siswa.


" Hm Byan aku kayaknya gak bisa lama2 deh " Ucap Sandra menggaruk kepala.


" Kamu mau kemana ?" tanya Byanca mengernyit.


" Papa aku udah nunggu didepan,nanti aku dimarahin " Jawab Byanca ngeri.


" Kan ini belum selesai " Balas Byanca heran.


" Duh kamu kayak gak tau Papa aku aja " Kata Sandra lesu.


" Hm ya udah deh,hati2 ya "Kata Byanca paham.


" aku duluan ya Dahhh " balas Sandra berlari keluar barisan.


Byanca kembali diam menghadap para guru dan murid yang memberikan kata sambutan.


" Cewe2 disini cakep2 ya " Ucap seorang pria menyenggol lengan temannya.


" iya " Jawab lelaki itu merapatkan topi jaketnya.


" Huh kayaknya bakalan beruntung banget bisa macarin salah satu dari mereka "


Dony hanya diam melihat sekeliling,pria remaja itu sedikit tak menyangka dirinya bisa datang lagi kekota menempuh sebuah sekolahan yang sempat ia impikan dulu.


Tapi karna keterbatasan biaya membuat Doni mengurungkan niatnya untuk merengek kepada Papanya,bocah itu sangat paham kondisi mereka saat itu sedang tak baik2 saja.


" Setelah ini kita akan istirahat dulu,besok tanding disini " Ucap pembimbing grup.


" Siap Pak " jawab anak murid dengan semangat.


" Kalian jangan takut,meski mereka lawan yang kuat tapi kita bisa membuktikan bahwa tim kita lebih kuat " Kata pembimbing memberi amunisi.


Doni dan timnya mengangguk cepat,beberapa saat kemudian para murid pun bubar.


Doni melangkah melihat sekeliling sekolah yang begitu besar lengkap dengan hotel disana tempat mereka menginap.


" hei " Panggil seseorang dari belakang.


Doni tersentak dan berbalik badan.


Deg...


Manik pria itu mengernyit melihat seorang gadis dengan kuncir kuda berdiri seorang disana.


" Kamu memanggil ku ?" tanya Doni menunjuk dirinya.


" Iya " jawab gadis itu mengangguk.


" Ada apa ?" tanya Doni bingung.


" Hm apa kau mengenalku ?" Tanya gadis itu ambigu.


" Hah " Pekik Doni melotot.


" Hm maksud ku apa kita pernah bertemu ?" Tanya Byanca menggaruk kepala.


Doni semakin bingung,lelaki itu tak mengerti arah pembicaraan gadis tersebut.


" Kau Doni bukan ?" tanya Byanca jengah.


" Aku ? em ya nama ku Doni " Jawab Doni mengangguk.


" Aku tidak salah orang " Gumam Byanca tersenyum.


" Kalau boleh tau kau siapa ?" tanya Doni hati2.


" Kau sudah lupa ?" tanya Byanca mengkrucut.

__ADS_1


" Hm maaf,aku tidak punya teman disini " Jawab Doni menggaruk kepala.


" Aku Byanca,dan kita pernah menjadi teman saat kecil " Balas Byanca.


" Byanca ?" Ulang Doni mengingat.


" Iya gadis kecil yang sering nganjakin kamu masak2 " jawab Byanca terkekeh.


Doni diam masih berusaha berpikir keras.


" Astaga " ucap Doni kaget.


" iya kenapa ?" tanya Byanca ikut kaget.


" Jadi kamu Byanca adiknya Bang Alexi ?" Tanya Doni heboh.


" iya ini aku " Jawab Byanca tersenyum.


" Astaga Byannn apa kabar ?" tanya Doni memeluk gadis itu.


Deg...


Tubuh Byanca mematung seketika mendapat serangan tiba2 pria yang baru ia tegur tersebut.


" Maaf aku gak mengenali kamu " kata Doni memegang bahu Byanca.


" Em em ya gak papa " Jawab Byanca gugup.


" Jadi kamu sekolah disini ?" tanya Doni sedikit menjauh.


" Ya,hampir lulus " Jawab Byanca.


" Kebetulan banget Byan " kata Doni tak menyangka.


" Sekarang kamu mau kemana ?" tanya Doni.


" Mau pulang " Jawab Byanca.


" hm pulang ya " Balas Doni lesu.


Byanca mengangguk polos.


" Iya gak papa " Balas Byanca tersenyum.


Keduanya pun berpisah,Byanca sedikit berjalan lambat menyesuaikan hatinya yang tiba2 merasa gemetaran.


Gadis itu menoleh kebelakang dan kaget melihat Doni masih diam ditempat menatap kearahnya.


" Hehe " Byanca cengengesan dan berlari kabur.


" Byan2,masih aja lucu " Gumam Doni terkekeh geli.


Pria itu pun berbalik badan menemui teman2nya yang lain.


" Ya ampun jantung,kenapa kamu loncat2 sih,itu kan cuma Doni temen kecil bukan Bang Ciko " Gumam Byanca merasa heran.


Dari tadi Byanca tak henti menatap wajah Doni yang berubah menjadi sedikit berbeda.


Meski kulitnya tak seputih masih kecil tapi Byanca merasa terpesona ditambah senyum khas yang tak pernah bisa ia lupakan..


" Sadar Byan,masih kecil " Gumam Byanca menabok kepalanya sendiri.


Tinnnn...


Bunyi klakson terdengar membuat gadis yang sedang bicara sendiri itu kaget.


" Kak Serkan " pekik Byanca terbelalak melihat Serkan membuka kaca mobil.


" Acuuuu " pekik Sutar dari sana melambaikan tangan.


" Byan ayo masuk " ajak Histi tersenyum.


Byanca mendekat melihat keluarga kecil itu menyapa dirinya.


" Kok kalian bisa ada disini ?" tanya Byanca heran.


" Iya sekalian lewat,masuk dulu cepet " jawab Serkan.

__ADS_1


" Iya Kak " Balas Byanca berlari membuka pintu belakang.


" Acuuuuuu Sutal kangennn " pekik Sutar menghambur memeluk Byanca.


" Acu juga kangen sama Sutar " Balas Byanca membalas pelukan.


Serkan dan Histi terkekeh geli,memang anaknya begitu antusias saat tau mereka akan melewati sekolahannya Byanca.


" Ini mau kemana Kak ?" tanya Byanca melihat Serkan.


" Kerumah Neneknya Sutar " Jawab Histi.


" Rumah Eyangnya atau rumah Kakak ?" tanya Byanca hati2.


" Kamu mau nya kemana ?" tanya Serkan balik.


" Hm ya serah sih " jawab Byanca menunduk.


" Kamu takut ketemu Jack ya ?" Goda Histi.


" Gak,siapa takut sama Jack " Kata Byanca menggeleng.


" Hmm gituu,Jack sekarang makin ganteng loh,dia juga udah mulai ngegym sama Papanya " Kata Histi masih menggoda.


" Jack nge Gym ?" tanya Serkan kaget.


" Iya,kamu gak tau Jack berusaha perfectionist ?" tanya Histi.


Serkan menggeleng pelan,ia kurang tau kabar terbaru dirumah besar.


" Emangnya ada acara apa Kak dirumah Eyang Jack ?" tanya Byanca kepo.


" Itu si Azura mau lamaran " jawab Histi mulai serius.


" Lamaran sama siapa ?" tanya Byanca mengernyit.


" Ya sama pacarnya " jawab Histi.


" Romeo ?" tanya Serkan menebak.


Histi hanya tersenyum smirk membuat Serkan dan Byanca mengernyit bingung.


" Yank " panggil Serkan datar melihat tak ada jawaban.


" Nanti juga kamu tau " Jawab Histi mengeluarkan ponsel.


" Ya kamu kasih tau dong " Balas Serkan gemas.


" Gak mau ah,gak supries lagi " Balas Histi.


Serkan berdecak kesal,ia sungguh tak tau apa tujuan Histi menganjak kerumah Neneknya tadi,pria itu manut saja karna Serkan pikir istrinya mau bersilahturahmi.


Sutar dan Byanca diam duduk dibelakang melihat percekokan kecil sepasang anak manusia didepan mereka.


" Acu " panggil Sutar menegur Byanca.


" Hm " Jawab Byanca menoleh.


" Cekolah enak gak Acu ?" tanya Sutar penasaran.


" Hah enak sih,kenapa ?" tanya Byanca mengernyit.


" Aku juga mau cekolah Acu,tapi kata Mama umul aku belum cukup " Jawab Sutar mengkrucut.


" Emang mau sekolah apa ?" Tanya Byanca penasaran.


" Cekolah pilot hehe bial Sutal bica telbang ke udala" jawab Sutar malu2.


" Hah pilott hahahahaha ??" Pekik Byanca langsung tertawa ngakak.


Sutar yang tadinya tersenyum berharap kini memasang wajah datar menatap adik Papanya yang terlihat merendah.


" Ya itu kurangnya banyak banget Sutarrrr,Acu aja belum cukup umurrrrr buat sekolah begituaaaannnn " kata Byanca disela tawanya.


" kan belum dicoba " Jawab Sutar mendengus.


" Lihat Yank,anak kamu bikin ulah lagi " Tegur Histi kenapa Serkan yang fokus berkendara.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya


__ADS_2