
Samuel terdiam mendengar curhatan sang mertua yang memberitahu kondisi istrinya,Sindi sambil menangis tak bisa membayangkan bagaimana Winda jika perempuan itu benar2 hamil nanti.
" Jadi Dokter melarangnya untuk hamil ?" Tanya Samuel lemah.
" Ya dia harus menunggu setidaknya 2 tahun Sam " Jawab Sindi mengusap air matanya.
" Kalian belum 1 tahun pasca operasi " Lanjut Sindi.
" Astaga apa yang aku lakukan ?" Ucap Samuel meremas kepalanya.
Sindi menghela nafas menepuk pundak sang menantu.
" Mama dan Papa gak bisa berbuat apa2 lagi Sam,ini hukuman untuk kami " Ucap Sindi bergetar.
" Ma " Panggil Samuel tak suka.
" Pulanglah,kau tak baik berada disini " Kata Sindi tersenyum.
" Maafkan aku Ma,aku tidak tau kondisi Winda seburuk itu,ini salah aku Ma " kata Samuel menyesal.
" Gak papa,semoga itu tidak terjadi "
" Tapi Winda ingin punya anak Ma " Kata Samuel nanar.
" Itu kemarin Sam,sekarang dia mungkin tak menginginkan lagi "
" Dia begitu menginginkan nya Ma,dia bahkan menyerahkan dirinya dengan suka rela " Batin Samuel sedih mengingat wanita yang ia nikahi tersebut.
" Pulang lah Nak,Mama akan semakin menyesal melihat kamu " Ucap Sindi memohon.
" Tunggulah sebentar lagi Ma,aku akan membujuk orang tua ku untuk melepaskan kalian " Kata Samuel tegas.
" Terima kasih " Ucap Sindi tersenyum kecil.
Samuel memeluk Sindi dan menyalami wanita itu,tekad Samuel sudah bulat ia harus berusaha lebih keras untuk meluruskan semuanya.
Samuel pulang dengan beban pikiran yang kembali menumpuk,sudah 3 hari ini ia tak bisa tidur nyenyak,Samuel juga mulai merasa sakit lagi karna tak mengonsumsi obat.
Sesampainya dirumah,lelaki itu memasukkan semua baju kedalam koper.
" Aku tidak bisa terus diam,Winda istri ku dan aku bertanggung jawab kepadanya " Ucap Samuel yakin.
Setelah semua baju dan barangnya masuk,lelaki itu berjalan keluar.
" Sam " Panggil seseorang.
Samuel mendongak dan kaget melihat seorang gadis masuk membawa bungkusan makanan.
" Kamu mau kemana ?" tanya gadis itu mengernyit.
" Menemui istri ku " Jawab Samuel datar.
" istri mana ?" tanya gadis itu lagi.
" Winda istriku !" Jawab Samuel menekan kata2nya.
" Winda ? si gadis pembohong itu ?"
" Tutup mulut mu Naya !" Bentak Samuel geram.
" Hahaha,kenapa sekarang kau perduli kepadanya ?" tanya Naya tertawa geli.
" Bukan urusan mu " Kata Samuel geram.
" Hadehh Sam,please deh kamu terlambat " Kata Naya menggeleng pelan.
" Maksud kamu ?" Tanya Samuel bingung.
__ADS_1
" Kau lupa semua keluarga mu sudah mengetahui sifat asli gadis itu,apa yang kau harapkan sekarang ? istri ? oh ya ampun bahkan Tante Lutfia sudah menyuruh pengacara mengurus perceraian kalian " Jawab Naya bersedekap dada.
" Apa !" Pekik Samuel terbelalak.
" Ck Sam sudahlah,bukankah kau hanya ingin bermain2 dengannya,untuk apa sekarang perduli,dia sudah menderita " Kata Naya gerah.
" Aku tidak pernah main2 dengannya " Sakas Samuel.
" Lalu tingkah mu selama ini apa ? hanya ingin memanasi dia ?" Tanya Naya mulai emosi.
" Ya aku ingin tau bagaimana perasaan dia sama aku " Jawab Samuel..
" Lalu apa arti aku untuk mu Sam ?" Tanya Naya terkejut.
" Kau sebagai tikus percobaan " Jawab Samuel tersenyum smirk.
" Apa !" Kata Naya melotot.
" Aku dan Winda sangat mirip,kami sama2 pembohong besar " kata Samuel terkekh.
" Jangan terlalu baper dengan ku,kau pikir aku mendonorkan ginjal dengan suka rela,jika aku tak menyukainya aku tidak segila itu mengorbankan diri ku " Lanjut Samuel lagi.
" Sam kau sudah gila apa !" Bentak Naya geram.
" Ya karna kau bermain gila dengan Jonathan !" Bentak Samuel menghempas kopernya.
Deg...
Naya terbelalak kaget dengan ucapan kekasihnya.
" Kau terkejut ? kau pikir aku tidak tau apa yang kau lakukan dibelakang ku ?" Tanya Samuel mendekat.
Naya menelan ludah kasar melihat wajah murka Samuel.
" Kau pura2 membencinya didepan ku,tapi ternyata kau menyerahkan harga diri mu yang sangat murah itu kepadanya !" Bentak Samuel emosi.
" Drama kalian sangat hebat,awalnya aku pikir bisa membalas Jo lewat Winda tapi aku malah terperangkap disana " Kata Samuel berdecih.
" Sam itu tidak benar " Kata Naya menggeleng.
" Tidak benar ?" Ulang Samuel mencekik perempuan itu.
" Sam ahk sakit " Ucap Naya memegang tangan Samuel dilehernya.
" Tidak benar kau bilang ? haruskah aku menunjukkan bukti menjijikan itu ?" Tanya Samuel mengeratkan tangannya.
" Sam kau membunuh ku " Kata Naya dengan wajah memerah.
" Ya aku akan membunuh mu sekarang !" kata Samuel semakin mencengkram leher jenjang tersebut.
" Akhhh Sam plea se ak u t l ong " Ucap Naya terbata bata.
Wajah Samuel memerah,emosi lelaki itu benar2 sudah meledak ledak.
Kaki Naya mulai menggantung,dengan tangan sebelah Samuel bisa mengangkat tubuh gadis ideal tersebut.
Ceklek...
Pintu rumah terbuka,masuklah seorang wanita dengan map ditangannya.
" Sam !!!" Pekik Lutfia terbelakak melihat putranya menggila.
Brakkkkkkk...
Naya terjatuh saat cekalan dilehernya terlepas.
" Mama " Ucap Samuel terkejut.
__ADS_1
" Apa yang kau lakukan Sam " Teriak Lutfia mendekat.
Samuel melihat Naya,gadis itu hampir mati kehabisan nafas.
Bugh bugh bugh....
Lengan Samuel mendapat hantaman tas dari ibunya.
" Kau gila apa mencekik Naya begitu " Bentak Lutfia emosi.
" Ya aku sudah gila " jawab Samuel melihat Naya tajam.
Gadis malang itu menangis merasa sangat ketakutan.
Lutfia mendekati Naya dan memeluk gadis itu erat.
" Tante Sam mau membunuh ku hiks hiks " Kata Naya menangis terisak.
" Gak sayang,Sam tidak melakukannya " Balas Lutfia menenangkan.
Naya menggeleng cepat.
" Dia mau membunuh ku Te dia mencekik ku dengan erat " kata Naya serius.
" Sam kau !" Desis Lutfia geram.
Samuel mengangkat kopernya dan berjalan keluar tanpa sepatah kata pun.
" Sammm kau mana kemana ?" Teriak Lutfia.
Samuel terus berjalan tanpa menoleh sedikit pun.
" Tanteeeee huaaaaaa " Naya langsung menangis kencang.
" Astaga ada apa ini ?" batin Lutfia bingung..
Lutfia melihat leher Naya,wanita itu kaget melihat decak merah kebiruan yang tercetak disana.
" Sam benar2 mau membunuh Naya " Batin Lutfia merinding.
" Jangan sampai Naya melaporkan ke polisi,Sam bisa dipenjara " Lanjut Lutfia mulai ketakutan.
Wanita itu membawa Naya kedapur memberi air agar tenang.
Samuel mengendarai motornya pergi kerumah Alexi,lelaki itu yakin Winda ada disana karna Samuel tau keluarga Sindi tak punya kerabat dekat selain keluarga Alexi.
Samuel sudah lama mengintai Naya dan Jonathan,jika ada dirinya disana pasti keduanya seperti orang tak akur,awalnya Samuel biasa2 saja tapi lama kelamaan lelaki itu punya firasat kuat.
Naya pernah ketahuan datang ke rumah kost Jonathan yang baru dia tinggali,dengan waktu yang sama saat itu Samuel baru mengenali Winda.
Samuel pikir dulu Winda kekasih Jo,Sam ingin melakukan hal yang sama menyakiti sahabatnya tersebut lewat Winda,tapi ia salah sasaran ternyata keluarga Jo membenci gadis itu meski Jonathan selalu bersikap baik.
Sesampainya dirumah Alexi terlihat beberapa mobil terparkir didepan rumah.
Tak lama pintu terbuka dan keluarlah seorang lelaki tua membawa sebuah koper.
" Winda " Ucap Samuel lirih melihat istri dan adiknya keluar.
Semua orang melihat kearah lelaki itu dengan wajah terkejut.
" Sam " Batin Winda menatap suaminya nanar.
Perempuan itu langsung menundukkan wajah dan bersembunyi di badan Romi.
" Gak papa " Ucap Romi lembut.
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.