Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
640


__ADS_3

Hari keberangkatan pun tiba,seorang gadis harus kembali meninggalkan orang tua dan keluarga demi masa depan yg lebih cerah.


Nur harus dipaksa kuat oleh keadaan,gadis itu tak punya pilihan selain dirinya harus mengikuti apa yg sudah disepakati orang tuanya.


Disebuah pesawat gadis malang itu menatap langit yg terlihat kebiruan ditutupi awan putih yg tebal.


" Kamu gak papa ?" tanya seorang wanita disamping gadis tersebut.


" Hm " Jawab Nur pelan.


" kamu anak hebat Nur,jangan menyerah nanti jika kamu sudah kembali buktikan kepada dunia bahwa kamu sukses membuat bangga orang tua mu " Ucap Leni tegas.


" Aku kangen Mama " Ucap Nur berkaca kaca.


" Iya sayang,Mama Leni tau Nur kangen Mama,tapi kali ini Nur harus kuat,kamu mungkin akan lama tinggal dinegara baru " Kata Leni lembut.


Nur mulai menangis,gadis beranjak remaja itu cukup tau keadaan sulit yg sedang ia hadapi,Nur masih bingung dan tak menemukan titk terang kenapa Winda dan Restu tega menyerahkan dirinya kepada orang lain.


" Mau minum ?" Tanya Samuel datang dengan 2 botol minuman.


" Kau dari mana ?" tanya Leni menoleh.


" Mencari tempat duduk " Jawab Samuel.


" Bukankah kita duduk disini ?" tanya Leni bingung.


" Kita pindah kedepan " Jawab Samuel singkat.


Leni melihat Nur,bocah itu hanya diam tak menjawab.


" Ayo sayang " Ajak Samuel tersenyum.


" Hah ? aku ?" Tanya Leni kaget.


" Bukan kau " Jwab Samuel ketus.


Samuel mengulurkan tangannya dan disambut Nur dengan senyum kecil.


Gadis itu pun melewati ibu angkatnya dengan kekehan.


" ihh aku kira tadi manggil aku !" Gumam Leni kesal..


Dengan tersungut2 Leni pun bangkit dan menyusul Samuel.


Ketiganya duduk di ruang class Vip,dimana tempat itu hanya diperuntukkan oleh orang2 berduit saja.


Samuel duduk disamping Nur,kursi disana sudah disiapkan untuk 3 orang sesuai permintaan lelaki kaya raya tersebut.


" Dingin ?" Tanya Samuel kepada Nur.


" Hm " Jawab Nur mengangguk.


" Baiklah,pake selimut ini " Kata Samuel menarik laci dibawah kaki gadis itu.


" Aku juga Sam " Kata Leni iri melihat keromantisan suaminya.


Samuel tak menjawab,pria itu terlihat sangat acuh kepada istrinya.


Perjalanan mereka pun berlanjut,mereka harus tidur dipesawat karna lamanya jam penerbangan.


Disebuah rumah,keluarga Malvin berkumpul bersama.


Disana juga sudah ada orang tua Malvin beserta adik.

__ADS_1


Ibu Malvin menangis sedih mendengar cucu pertamanya sudah pergi,sebelumnya mereka tak sempat bertemu karna waktu yg begitu mepet.


" Apa Nur akan kembali ?" Tanya adik Malvin mencoba tenang.


" Ya dia akan kembali tapi..." Jawab Restu menggantung.


" Apa Kak ?" Tanya gadis itu kepo.


" Mungkin dia sudah beranjak dewasa saat kembali " Jawab Restu menghela nafas.


" Apa ?? jadi selama itu dia akan berada disana ?" Tanya Malvin kaget.


" Iya Pa,mereka sudah janji akan merawat Nur dengan baik " Jawab Restu hati2.


" Siapa yg tau Resss,mereka itu orang jah....." Celetuk Sindi menggantung.


" Orang apa San ?" tanya Emak Restu bingung.


" Hmm gak papa San " Jawab Sindi melirik Malvin yg memberi kode lewat mata.


" Kasihan sekali nasib Nur,andai waktu bisa Emak putar Res,Emak bakal talangin semuanya asal kalian ngak kekurangan " Kata Ibu Restu sedih.


" Gak papa Mak,udah nasib kita kayak gini " Balas Restu tenang.


Ibu Restu terlihat menyesal dengan apa yg terjadi kepada keluarga anaknya tapi mereka semua tak punya daya untuk menebus Nur kembali karna kontrak sudah ditandatangani.


Malvin dan Sindi tak banyak bicara,keduanya cukup tau dengan keadaan yg sulit membuat keputusan apalagi Malvin sangat paham mantan besannya bukanlah orang biasa.


Beberapa hari berlalu,kehidupan rumah tangga Winda dan Malvin masih berjalan dengan lancar.


Tak ada yg tau hidup,Winda wanita sederhana dengan penuh kekurangan itu mengambil keputusan yg sulit dalam hidupnya yaitu bertahan dengan pria yg sudah membangunkan semangatnya lagi.


Tak mudah bagi wanita itu melupakan Samuel yg merupakan mantan suami terindahnya bahkan kadang kenangan itu tiba2 muncul dikepalanya tanpa diminta..


Meski Restu jauh dari kata kemewahan dibandingkan Samuel tapi wanita itu hidup bahagia dengan suaminya sekarang yg sudah berhasil memberinya 2 buah cinta yg sangat disayangi keluarga..


Ditempat yg jauh dari jangkauan tangan,ada seorang wanita yg masih berjuang memperebutkan hati pria yg sudah menidurinya satu kali.


Yap Leni masih belum menyerah,wanita itu yakin sekeras apapun hati Samuel ia pasti akan bisa meluluhkan pria tersebut.


" Ma " Panggil Leni mendekati Lutfia yg sedang membaca buku.


Wanita berkaca mata itu menoleh dan diam memperhatikan menantunya.


" Hm " Jawab Lutfia cuek.


" Mm Mama kapan pulang ?" tanya Leni sopan.


" Pulang ?" Ulang Lutfia.


" Ya pulang ke ibu kota " Jawab Leni tersenyum.


" Kau pikir Mama masih punya muka disana ?" Tanya Lutfia tajam.


" Maksud Mama ?" tanya Leni mengernyit.


" Setelah apa yg kau perbuat dibelakang Sam kau masih bertanya kenapa ?" Tanya Lutfia menutup bukunya.


Deg...


Leni tersentak dengan ucapan sang mertua.


" Kau tau kenapa saya pindah kesini ?" tanya Lutfia bersedekap dada.

__ADS_1


" Karna pekerjaan " Jawab Leni polos.


" No !" Kata Lutfia keras.


Leni diam melihat raut berbeda wanita tersebut.


Memang saat ia sampai,Lutfia tak banyak bicara wanita itu hanya menyambut Nur dan Samuel dengan hangat.


" Saya malu karna ulah menjijikan mu itu !" Kata Lutfia tajam.


" Ma mak maksud Mama apa ?" Tanya Leni terbata.


" Kau ! bisa2 nya kau berhubungan dengan wanita lain yg kau anggap dia seorang pria !" kata Lutfia emosi.


Jedderrrr....


Bagaikan geleuduk dimalam hari wanita dengan dres biru itu terbelalak.


" Kenapa ? kau terkejut ?" Tanya Lutfia melihat expresi menantunya.


" Mama tau dari mana ?" Tanya Lutfia pelan.


" Ohhh rumor itu benar ??? oh astagaaaa Leniii " Kata Lutfia frustasi.


" Tapi aku tidak seperti itu lagi Ma,aku udah sama Sam " Jawab Leni membela diri.


Lutfia memegang kepalanya sakit,wanita tua itu sungguh dibuat pusing oleh tingkah menantunya yg diluar batas..


" Kau bersama Sam tapi berhubungan dengan prempuan yg mengaku laki2 ?" Tanya Lutfia heran.


Leni menunduk dalam,ia tak bisa mengelak karna itu lah kenyataan yg terjadi kepadanya.


" Kau tau,orang tua mu sudah membohongi keluarga kami !" Kata Lutfia marah..


" Mereka tidak tau Ma " Kata Leni melotot.


" Mustahil mereka tidak tau anaknya punya kelainan !" Bentak Lutfia menebalkan kata terakhir .


Deg...


Leni kembali tersentak,wanita itu mendongak melihat Mama Samuel yg menatapnya Nyalang..


" Ini tidak ada hubungan dengan mereka Ma " Kata Leni melemah.


" Cihhh,menjijikan sekali jika Sam menyentuh dirimu !" Gumam Lutfia pelan.


Leni yg mendengar dengan samar memejamkan matanya merasa sakit yg luar biasa.


" Apa karna itu Sam tidak mau dekat dengan ku ?" Batin Leni menunduk.


Lutfia langsung pergi,Leni masih duduk diam menatap lantai rumah besar tersebut.


" Apa karna itu Sam ingin berpisah dari ku ? apa aku begitu menjijikan ?" Gumam Leni pelan.


Tak lama suara ponsel wanita itu terdengar,Leni melihat nama dilayar dan menghela nafas berat.


" Mama " Gumam Leni membaca nama dilayar..


Tesssss.....


Air mata gadis malang itu pun turun tak diminta.


❤❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2