Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
162


__ADS_3

Mereka tiba diapartemen Serkan,Histi terlihat girang.


Meski Serkan seorang lelaki dewasa tapi gadis itu tidak takut sama sekali yang ada malah Serkan yang takut dengan kebarbaran Histi.


" Lumayan " gumam Histi masuk kedalam.


" Ayo masuk " Ajak Serkan dingin.


Histi mengangguk menaruh sandal tepleknya masuk kedalam.


Gadis itu disuruh duduk di sofa kecil didepan televisi.


Apartemen itu terlihat kecil tapi sangat rapi dan bersih,Histi tak terlalu terkejut karna ia tau seorang Dokter memang dituntut untuk selalu bersih dan rapi.


Serkan berjalan kedapur mengambil obat2an.


Histi duduk cantik sambil melihat2 rumah.


Tak lama Serkan kembali lagi dan duduk disamping gadis itu.


" Panas ya ?" tanya Serkan pelan.


" Ngak juga " jawab Histi tersenyum.


" Sini kakinya saya obati dulu " Kata Serkan tenang.


" Ngak usah Dok,cuma lecet dikit " Tolak Histi tak enak.


" Kamu mau diinfeksi dan membusuk " Kata Serkan tajam.


Histi menggeleng cepat dan menaruh kakinya dipaha lelaki itu.


" Ehhh " pekik Serkan terkejut.


" Cepetan Dok saya ngak mau diamputasi " kata Histi ketakutan.


Serkan mengulum senyum melihat wajah panik gadis itu.


" Penakut juga nih bocah " batin Serkan terkekeh.


Lelaki itu mengambil obat merah seraya menyelisik luka.


" Apa masih sakit ?" tanya Serkan menatap wajah Histi.


" Tadi sakit sekarang dikit " kata Histi cengengesan.


" Kau membohongi saya ?" Tanya Serkan tajam.


" Ngak Dok beneran ini tuh sakit,coba aja digetok,eh jangan " Kata Histi kelabakan sendiri.


Serkan menghela nafas mengangguk lemah.


Lelaki itu pun mulai mengobati luka Histi yang tergores kena tanah.


Histi diam menatap wajah serius lelaki itu dan kelembutan yang Serkan berikan.


" Dia baik juga " Batin Histi menghangat.


" Uhh no no,jangan sampe suka sama dia Histi,kan udah janji kalo nih Dokter bisa mencair harus dilepasin lagi " Batin Histi mengingat janjinya.


Serkan mendongak melihat gadis itu comat camit sendiri.


" Kenapa ?" Tanya Serkan heran.


" Hah ngak papa " Jawab Histi terkejut.


Serkan kembali mengobati gadis itu hingga selesai.


" Dah coba loncat " Kata Serkan tenang.

__ADS_1


" Hah loncat ?" tanya Histi kaget.


" Ya,kalo gak sakit lagi bearti dah sembuh " Ucap lelaki itu tertawa.


Histi diam dengan wajah datar,Serkan ikut diam karna recehannya tak membuat gadis itu tertawa.


" Ehm gak lucu ya ?" Tanya Serkan malu.


" Hehe iya " Jawab Histi jujur.


Serkan menunduk malu membuat Histi terkekeh.


" Gak papa,tetep ganteng kok " Kata Histi menepuk pipi pria itu pelan.


" Eeeh ngak usah sentuh2 saya,kamu ini gatel banget " Cibir Serkan.


Histi mengkrucut kesal tapi gadis itu tak ambil hati karna dirinya memenang sengaja menggoda es batu tersebut.


Serkan berdiri berjalan ntah kemana,Histi masih dengan wajah cerahnya.


Gadis itu sangat bahagia,bisa dekat dengan Dokter yang terkenal killer dirumah sakit.


Ditempat lain,seorang perempuan baru sampai dirumahnya.


" Huh aku kembali lagi " Gumam Salsa menggeleng pelan.


Gadis itu tak menyangka hidupnya akan seberantakan ini,diceraikan dalam usia yang sangat muda padahal gadis itu juga sedang patah hati saat menikah dengan Alexi,kini kesakitannya bertambah lagi saat lelaki yang ia harap akan memberi sedikit cahaya malah memadamkan seluruh lampu kehidupannya.


" Kok balik lagi Sa ?" Tegur seorang tetangga.


" Heh iya Bu " jawab Salsa sopan.


" Suami kamu mana ? gak ikut ?" tanya ibu itu kepo.


Salsa hanya tersenyum dan masuk kedalam rumah.


Salsa masuk kamar menatap lagi kamar yang dari kecil ia tempati.


" Baiklah Salsa,ngak papa sendiri lagi,ngak papa ditinggal lagi,mungkin kebahagiaan yang sebenarny belum datang,harus bangkit ngak boleh nyerah " Gumam Salsa memegang dada sebelah kirinya.


Setelah cukup tenang,Salsa pun mulai berberes2.


Gadis itu bertekad akan melupakan Alexi dan belajar lebih giat untuk masa depannya yang lebih baik.


Beberapa hari kemudian berlalu,kehidupan Alexi dan Salsa sudah berbeda.


Alexi terlihat lebih enjoy menjalani harinya,suasana dirumah itu sedikit dingin dan sepi karna Yuni tidak punya teman cerita lagi.


Sama dengan Yuni,Romi pun banyak diam lelaki itu hanya bicara saat penting saja dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan bekerja diruangannya.


" Bu ini uang gaji pertama aku " Kata Alexi memberi amplop kepada Yuni.


" Kenapa kasih ke Ibu ?" Tanya Yuni bingung.


" Em gak papa,mau kasih ibu aja " Jawab Alexi pelan.


Yuni menghela nafas dan menerima uang pertama anaknya.


" Makasih " Ucap Yuni lembut.


Alexi mengangguk.


Yuni kembali diam menaruh uang tersebut didepan meja.


Alexi ikut diam melihat perubahan wanita itu.


" Harusnya Salsa yang menerima ini Lex bukan ibu " Batin Yuni kembali sedih mengingat menantunya yang sudah angkat kaki dari rumah.


" Aku pergi dulu " Kata Alexi berdiri.

__ADS_1


" Mau kemana ?" tanya Yuni.


" Main sama temen " Jawab Alexi tenang.


" Kamu ngak istirahat ? ibu liat setiap hari kamu keluar terus pulang malam " Kata Yuni mulai mengeluh.


" Aku gak cape Bu " Jawab Alexi.


" Lex,bisakah kamu berdiam diri sebentar berpikir lagi tentang keputusan kamu ?" Tanya Yuni lembut.


" Semuanya udah berakhir Bu,tak ada yang perlu dipikirkan lagi " Jawab Alexi tenang.


" Tapi Nak,Salsa itu gadis yang baik,kamu hanya belum mengenal dia aja " Kata Yuni melemah.


" Emang ibu kenal dia lama ?" Tanya Alexi balik.


Yuni terdiam,dirinya memang tak mengenal Salsa,tapi Yuni yakin gadis itu merupakan gadis yang baik,terbukti Salsa selama menjadi menantunya tak pernah berulah bahkan gadis itu mau membantu Yuni dalam segala hal.


" Terserah kamu saja,Ibu harap kamu gak menyesal Nak " kata Yuni mengusap kepala anaknya.


Alexi mengangguk tersenyum,lelaki itu pun pergi keluar.


Seperti biasanya,jika ada waktu luang Alexi akan menghabiskan waktunya bersama Ayu apalagi kini ia sudah gajian.


Alexi berkendara dengan santai meski sedikit khawatir dengan ucapan ibunya,tapi Alexi yakin keputusannya sudah tepat.


Berpisah dengan Salsa adalah jalan yang terbaik untuk keduanya.


Pria itu langsung melaju ke kontarakan sang kekasih,terlihat seorang gadis sudah cantik menunggu didepan rumah.


" Ayo " Ajak Alexi tersenyum cerah.


" Kita mau kemana ?" Tanya Ayu tersenyum.


" Gimana kalo ke Mall,kan kamu mau beli sepatu baru " Kata Alexi semangat.


" Iya sih,tapi uang aku belum cukup " Kata Ayu sedih.


" Gampang,aku ada kok pegangan " Kata Alexi ramah.


" Wah beneran ?" tanya Ayu senang.


" Ya dong,ayo cepetan " Jawab Alexi.


Ayu mengangguk,wanita itu pun langsung menaiki motor pria itu dan memeluk pinggang Alexi seperti biasa.


Saat mereka melintas,seorang gadis terlihat ingin menyembrang menyelamatkan seorang anak anjing yang terlihat kebingungan.


Salsa terdiam melihat mantan suaminya lewat dengan wajah tampan bersama seorang gadis yang juga cantik.


Tin tin...


Salsa diklakson dari belakang karna berdiri dipinggir jalan dengan anjing yang terlihat ketakutan bersembunyi di ketek gadis itu.


" Gak papa,kamu aman " Kata Salsa mengusap kepala anak anjing itu tanpa takut.


Gadis itu pun menepi dan melepaskan anak anjing ketempat yang aman.


" Pantesan Alexi gak mau sama aku,pacarnya lebih cantik dan muda " Gumam Salsa menghela nafas panjang menatap penampilannya yang hanya mengenakan training biru dan kaos biasa.


Gadis malang itu pun berjalan pulang dengan hati sedikit nyeri.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


Ayo siapa para readers yang mau menyumbangkan skincarenya untuk Salsa glow up ??


Kasih tips dibawah ya.

__ADS_1


__ADS_2